Mengenal 2 Jenis Puisi: Puisi Lama dan Puisi Baru

Mengenal 2 Jenis Puisi: Puisi Lama dan Puisi Baru

Puisi adalah salah satu karya sastra yang berisikan ungkapan emosi atau perasaan atau pemikiran penulisnya dalam bentuk rangkaian kata yang disusun indah. Keindahan tersebut misalnya terkait dengan pemilihan diksi dan penyusunan rimanya.

Dalam KBBI sendiri, puisi memiliki pengertian sebagai:

  • ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait
  • gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus

Mengenal 2 Jenis Puisi: Puisi Lama dan Puisi Baru

Secara garis besar puisi dibedakan menjadi 2 jenis puisi, yaitu puisi lama (konvensional) dan puisi baru (modern). Apakah yang membedakan keduanya? Apa bentuk atau contoh dari kedua puisi tersebut? Mari menyimak ulasannya pada artikel di bawah ini!

Puisi Lama (Konvensional)

Puisi lama merupakan puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas. Pembedanya dengan puisi modern juga terkait dengan isi puisi tersebut.

Di mana puisi konvensional masih erat kaitannya dengan pada pola pikir masyarakat zaman dahulu. Jadi isi dari puisi lama masih terikat dengan watak, sifat, dan istiadat lama.

Ciri-ciri puisi lama

Puisi lama memiliki ciri tertentu yang membedakannya dengan puisi di era sekarang, yaitu:

1. Terikat oleh aturan yang pakem

Setiap jenis dari puisi lama memiliki cara atau aturan penulisan yang berbeda. Aturan terkait dengan jumlah baris per bait, jumlah suku kata, kalimat, maupun irama. Misalnya antara pantun dan gurindam akan memiliki wujud penulisan yang berbeda.

2. Puisi lama tidak diketahui siapa pengarangnya (sastra lisan)

Puisi lama bisa didengarkan atau diketahui sampai pada masa sekarang melalui perantara mulut ke mulut. Artinya puisi tersebut tidak ditulis dalam lembaran kertas atau apapun itu. Jadi siapa pengarangnya tidak bisa diketahui.

3. Gaya bahasa

Puisi lama Memiliki gaya bahasa yang statis/tetap dan klise.

Contoh puisi lama

Berikut adalah beberapa list contoh dari puisi lama:

  1. Pantun, terdiri dari empat baris dan memiliki sajak ab-ab. Dua baris pertama disebut sampiran, dua baris terakhir disebut isi.
  2. Mantra, puisi lama yang biasanya digunakan di upacara adat (biasanya ada kesan nilai atau kekuatan magisnya)
  3. Syair, terdiri dari empat baris bersajak a-a-a-a
  4. Gurindam, puisi lama yang tiap baitnya terdiri dari dua baris bersajak a-a
  5. Saloka, disebut juga dengan pantun berkait
  6. Karmina, disebut juga sebagai pantun dua baris
  7. Talibun, pantun yang terdiri dari 6-10 baris. Masing-masing setengah dari total jumlah barisnya berperan sebagai sampiran dan setengah sisanya sebagai isi.

Puisi Baru (Modern)

Puisi modern berbeda dengan puisi lama yang terikat oleh aturan tertentu. Misalnya terikat oleh aturan rima, jumlah baris dan lain sebagainya. Oleh sebab itu puisi modern disebut juga sebagai puisi bebas.

Ciri-ciri puisi baru

Berikut adalah beberapa ciri dari puisi baru:

1. Berupa karya yang tertulis

Berbeda dengan puisi lama yang penyampaiannya dari mulut ke mulut dan tidak diketahui siapa sumber pertamanya. Puisi modern adalah puisi yang tertulis dan siapa pengarangnya dapat diketahui.

2. Penulisannya bebas

Puisi modern tidak terikat oleh aturan yang pakem. Di mana jumlah barisnya bebas, rima dan iramanya pun juga bebas.

3. Gaya bahasa yang dinamis

Puisi modern ditulis dengan gaya bahasa yang dinamis dan bergantung dengan kreativitas pembuatannya.

4. Ciri fisiknya

Puisi modern cenderung bersifat simetris atau memiliki bentuk rapi. Biasanya berbentuk empat seuntai.

Terdiri dari kesatuan sintaksis atau gatra. Pada tiap gatra terdiri dari empat sampai lima suku kata.

5. Isinya terkait atau dekat dengan kehidupan sehari-hari

Isi puisi baru umumnya berisi tentang kehidupan yang sesuai pada masa dibuatnya puisi tersebut. Isi biasanya juga berangkat dari ide atau keresahan penulisnya.

Contoh puisi baru

Berikut adalah beberapa contoh dari puisi baru berdasarkan isinya:

  1. Balada, merupakan puisi modern yang berisikan tentang suatu kisah tertentu
  2. Alergi, puisi yang isinya tentang kesedihan
  3. Satire, puisi yang berisi tentang sindiran
  4. Romansa, puisi yang berisi tentang kasih sayang

Nah, itu uraian terkait dengan 2 jenis puisi yaitu puisi lama dan modern. Dapat kita lihat ada perbedaan mencolok di antara 2 jenis puisi tersebut. Yakni terkait dengan pengarangnya, di mana  puisi modern jelas diketahui siapa pengarangnya.

Sedangkan puisi lama diketahui dari mulut ke mulut tanpa diketahui siapa sumber pertama. Dalam penulisannya puisi lama terikat oleh aturan yang pekem, sedangkan puisi modern cenderung bebas.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *