14 Macam Karakter Tokoh dalam Novel yang Perlu Diketahui Penulis

10+ Macam Karakter Tokoh dalam Novel yang Perlu Diketahui PenulisKarakter tokoh merupakan elemen penting untuk membuat cerita dalam novel terasa lebih hidup. Kehadiran tokoh bukan sekadar untuk meramaikan cerita, tetapi juga membawa emosi, pesan, dan nilai-nilai tertentu yang bisa menjadi bahan renungan bagi pembaca.

Macam karakter tokoh dalam novel sangat beragam. Mulai dari karakter tokoh yang menjadi fokus cerita, tokoh yang membuat kesal karena suka menghalangi tujuan tokoh lain, hingga tokoh yang muncul hanya sebentar tetapi meninggalkan kesan mendalam.

14 Macam Karakter Tokoh dalam Novel yang Perlu Diketahui Penulis

Sebut saja karakter tokoh protagonis, antagonis, tritagonis, contagonis, statis, dinamis, deuteragonis, reason, dan tokoh pendukung lainnya. Keseluruhan tokoh ini memberikan warna tersendiri bagi sebuah novel.

Nah, artikel kali ini akan memaparkan lebih jauh 14 macam karakter tokoh dalam novel. Bagi kamu yang sedang belajar menulis novel, yuk simak pembahasannya satu per satu berikut ini!

Apa Itu Karakter Tokoh?

Karakter tokoh adalah watak, sifat, atau kepribadian yang dimiliki tokoh. Karakter tokoh dapat mempengaruhi bagaimana tokoh berpikir, berbicara, bertindak, atau bereaksi terhadap situasi yang terjadi di dalam cerita.

Karakter tokoh merupakan salah satu elemen penting untuk membangun cerita yang hidup dan menarik. Sebab dari karakter tokoh lah konflik cerita bisa muncul, berkembang, dan menghadirkan dinamika cerita yang emosional.

Karakter tokoh dapat diketahui berdasarkan penuturan langsung dari penulis, cara berbicara tokoh, kesan dari tokoh lain, hingga cara tokoh berpikir dan bersikap terhadap situasi yang terjadi di sekitarnya.

Apa Saja Macam Karakter Tokoh dalam Novel?

Berikut ini 14 macam karakter tokoh dalam novel yang perlu penulis ketahui:

1. Protagonis

Protagonis adalah tokoh utama yang menjadi pusat cerita dalam novel. Dari sudut pandang tokoh protagonis ini lah biasanya alur dan konflik cerita mengalami perkembangan.

Pembaca seolah diajak mengikuti perjalanan hidup tokoh, mulai dari fase bertumbuh hingga pengambilan keputusan-keputusan penting dalam hidupnya.

Karakter tokoh protagonis tidak harus sempurna. Memberikan kekurangan justru membuatnya terkesan lebih realistis dan manusiawi. Adanya kekurangan juga justru bisa menghadirkan pesan bermakna dari tokoh bagi pembaca.

2. Antagonis

Antagonis merupakan macam karakter tokoh dalam novel yang selalu menghalangi tujuan tokoh utama. Tokoh antagonis bisa berupa individu, kelompok, atau bahkan sistem yang membuat tokoh utama merasa tertekan, baik secara langsung maupun tidak.

Seperti halnya di dunia nyata, meskipun tokoh antagonis ini berwatak jahat, namun ia tidak selalu memiliki niat buruk. Antagonis juga menjadi elemen yang penting untuk menghidupkan alur dan membangun tension cerita.

3. Tritagonis

Tritagonis adalah karakteristik tokoh yang bersifat netral. Kehadirannya tidak memihak tokoh protagonis maupun antagonis. Itulah kenapa tritagonis digambarkan memiliki watak bijaksana dan dewasa.

Meski tidak ikut andil secara langsung dalam konflik cerita, kehadiran tritagonis tetap diperlukan untuk mencapai keseimbangan dan kedalaman cerita. Selain itu, tokoh protagonis juga membuat interaksi antar tokoh semakin kaya dan jalan cerita pun semakin berwarna serta realistis.

4. Contagonist

Macam karakter tokoh dalam novel lainnya yaitu contagonist. Contagonist adalah tokoh yang berperan sebagai musuh dari tokoh utama. Contagonist bukanlah musuh utama, tetapi kehadirannya tetap mengganggu dan menghalangi tujuan tokoh utama dengan cara yang lebih halus atau tidak jelas.

Tokoh contagonist dalam novel biasanya menjadi pendukung tokoh yang berseberangan dengan tokoh utama. Ia bisa berupa teman yang membuat bingung, pesaing, atau pihak yang memiliki kepentingannya sendiri. Kehadiran tokoh contagonist bukan hanya sebagai pelengkap, melainkan juga mendramatisir konflik sehingga lebih hidup dan menarik.

5. Statis

Sesuai namanya, statis adalah macam karakter tokoh dalam novel yang tidak memiliki perkembangan atau perubahan karakter sepanjang cerita. Baik buruk atau baik, wataknya selalu konsisten hingga cerita berakhir. Hal ini menunjukkan bahwa tokoh statis memiliki karakter yang kuat dan selalu berpegang teguh pada prinsip.

Keberadaan tokoh statis tetap penting untuk membangun dinamika cerita walaupun karakternya tidak mengalami perubahan. Tokoh statis bisa menjadi penyeimbang, sumber inspirasi, atau bahkan menghalangi tokoh lain yang sedang bertumbuh.

6. Dinamis

Berbanding terbalik dengan statis, dinamis adalah karakter tokoh yang mengalami perubahan sepanjang cerita. Perubahan yang dimaksud bisa dalam aspek kepribadian, pandangan hidup, perkembangan sikap, hingga cara mereka menyikapi konflik atau situasi yang terjadi.

Perubahan karakter tersebut mampu membuat cerita menjadi lebih hidup dan realistis. Dari perubahan tersebut menunjukkan adanya pertumbuhan dan kedewasaan tokoh yang sering kali relevan dengan kehidupan manusia di dunia nyata.

7. Deuteragonis

Deuteragonis adalah pendamping tokoh utama atau protagonis. Dalam artian, deuteragonis menjadi tokoh yang memiliki hubungan dekat dan sering berinteraksi dengan protagonis sehingga setiap keputusan yang diambil protagonis dapat dipengaruhi deuteragonis.

Kehadiran deuteragonis mampu memperkuat karakter protagonis dan alur cerita. Deuteragonis bisa berperan sebagai keluarga, pasangan, sahabat, atau lainnya yang memiliki ikatan emosional mendalam dengan protagonis.

8. Reason

Reason adalah jenis karakter tokoh yang mewakili logika, akal sehat, dan pertimbangan rasional dalam cerita. Tokoh reason juga digambarkan memiliki sikap yang tenang dan penyabar. Inilah yang membuat tokoh reason sering kali menjadi penyeimbang ketika protagonis atau tokoh lainnya terlalu emosional dan impulsif.

Meski termasuk tokoh pendukung, reason tetap turut berkontribusi menghidupkan jalan cerita. Reason bisa berupa mentor, sahabat yang bijak, atau karakter pendukung lainnya yang selalu mengajak berpikir sebelum bertindak.

Walaupun pandangan atau masukan reason tidak selalu diterima, tetapi kehadiran mereka bisa membawa arah baru terhadap cerita, yakni menyeimbangkan emosi dan logika dalam menyikapi konflik cerita.

9. Skeptic

10+ Macam Karakter Tokoh dalam Novel yang Perlu Diketahui Penulis

Skeptic merupakan karakter tokoh yang mendukung antagonis atau musuh tokoh utama. Tokoh skeptic tidak begitu sering muncul tetapi menjadi pelengkap konflik cerita.

10. Sidekick

Sidekick merupakan karakter tokoh yang berperan sebagai penyeimbang tokoh skeptic. Tokoh sidekick ini hadir untuk memberikan dukungan kepada tokoh protagonis atau tokoh yang berwatak baik.

Meski berperan sebagai pendukung, tokoh sidekick dan skeptic tetap penting untuk menghidupkan alur  dan membuat konflik semakin menarik sehingga jalan cerita tidak monoton.

11. Guardian

Sesuai namanya, guardian merupakan macam karakter tokoh dalam novel yang berperan sebagai penjaga protagonis. Yang mana, guardian hadir setelah contagonist muncul dan dirinya bertindak sebagai penyeimbang setelah seluruh tokoh muncul.

12. Emotion

Emotion digambarkan memiliki karakter yang tidak bisa berpikir jernih dan mengendalikan emosinya. Itulah kenapa ia sering kali menjadi pemicu konflik sehingga cerita semakin menarik.

13. Foil

Foil merupakan tokoh pendukung yang memiliki peran sama dengan skeptic, yakni mendampingi tokoh utama antagonis. Foil akan membantu antagonis dalam meraih tujuannya atau memenangkan konflik.

14. Figuran

Jenis karakter tokoh dalam novel yang terakhir adalah figuran. Figuran merupakan karakter tokoh yang melengkapi jalan cerita sehingga menjadi lebih menarik dan berwarna.

Tokoh figuran sering kali digambarkan memiliki karakter yang lucu dan menyenangkan sehingga bisa menjadi hiburan bagi para tokoh. Dengan begitu, alur cerita terasa lebih seimbang atau tidak terlalu menegangkan sehingga dapat dinikmati pembaca.

Tabel Perbandingan Jenis-Jenis Karakter Tokoh dalam Novel

Agar lebih mudah memahami topik kali ini, berikut sudah disajikan tabel perbandingan jenis-jenis karakter tokoh dalam novel:

Jenis karakter tokohPeran dalam novelPengaruh terhadap jalan cerita
ProtagonisPenggerak plot/tokoh utamaMenentukan arah konflik
AntagonisMusuh protagonis/sumber konflikMenghambat dan menekan protagonis
TritagonisPenengahMeredakan konflik
ContagonisPendukung antagonisMenghidupkan konflik
DeuteragonisPendamping protagonisMemperkuat karakter protagonis dan alur cerita
StatisPendukung yang sifatnya tetap sepanjang ceritaPenyeimbang, sumber inspirasi, atau bahkan penghambat pertumbuhan tokoh lain
DinamisPendukung yang sifatnya berubah sepanjang ceritaMembuat cerita lebih hidup dan realistis
SkepticPendukung antagonisPelengkap konflik cerita
SidekickPenyeimbang skepticMembuat cerita tidak monoton
GuardianPenjaga protagonisPenyeimbang cerita setelah seluruh tokoh muncul
EmotionPemicu konflikMembuat konflik semakin menarik
FoilPendamping antagonisMembantu antagonis untuk memenangkan konflik
ReasonTokoh pendukung yang rasionalMenyeimbangkan emosi dan logika dalam menyikapi konflik cerita
FiguranPendukungMelengkapi jalan cerita sehingga menjadi lebih menarik dan berwarna

FAQ Seputar Macam-Macam Karakter Tokoh dalam Novel

Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul seputar macam karakter tokoh dalam novel dilengkapi dengan jawabannya:

1. Apakah tokoh utama protagonis selalu memenangkan konflik?

Tidak selalu. Ada pula penulis yang memilih akhir cerita menyedihkan (sad ending) atau menggantung (open ending) yang sering kali memberikan dampak emosional lebih mendalam bagi pembaca.

2. Kenapa sebuah novel membutuhkan kehadiran tokoh statis?

Sebab, tokoh statis bisa menjadi titik acuan yang konsisten dalam  novel di tengah kehidupan dunia yang terus mengalami perubahan.

3. Apakah tokoh antagonis selalu berupa orang jahat?

Tidak selalu. Tokoh antagonis juga bisa berupa sistem yang menekan, bencana alam, atau bahkan bagian buruk dari tokoh protagonis itu sendiri yang dapat memicu konflik internal.

Itulah tadi 14 jenis karakter tokoh dalam novel yang perlu diketahui penulis. Mulai dari tokoh berwatak baik (protagonis), tokoh berwatak jahat (antagonis), hingga tokoh-tokoh pendukung lainnya yang tidak hanya hadir sebagai pelengkap, melainkan juga ikut membangun alur cerita dan konflik menjadi semakin menarik.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn