
Melihat bukumu diterbitkan dan dicetak untuk pertama kalinya adalah momen yang membahagiakan dan sering kali tidak akan pernah terlupakan.
Namun, untuk bisa sampai di titik tersebut ada beberapa kesalahan umum dalam mencetak buku yang perlu dihindari. Jangan sampai, proses cetak buku pertamamu menjadi berantakan karena melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.
Daftar isi
Toggle10+ Kesalahan Umum dalam Mencetak Buku yang Perlu Dihindari Penulis Pemula
Nah, apa saja kesalahan umum dalam mencetak buku yang perlu dihindari penulis pemula? Artikel kali ini akan membahas satu per satu beserta cara menghindarinya. Simak sampai selesai agar tidak ada informasi penting yang kamu lewatkan!
Artikel yang sesuai:
1. Margin dan Bleed Tidak Sesuai Standar
Kesalahan umum pertama dalam mencetak buku yang perlu dihindari penulis pemula ialah tidak mengatur margin dan bleed sesuai standar.
Margin merupakan batas tepi halaman dengan teks. Margin ini berfungsi memastikan teks tidak terlalu dekat dengan tepi halaman sehingga buku terlihat lebih rapi dan nyaman dibaca.
Sementara itu, bleed memastikan agar tidak ada garis putih di tepi halaman setelah buku dicetak. Tidak mengatur margin dan bleed yang sesuai standar bisa mengakibatkan buku terlihat tidak rapi, bahkan teks atau gambar bisa jadi terpotong saat buku dicetak.
Untuk itu, pastikan kamu menggunakan ukuran margin dan bleed yang sesuai standar. Periksa panduan dari penerbit atau percetakan untuk menghindari kesalahan pada hasil cetak nantinya.
Kamu juga bisa melakukan pengecekan proof untuk memastikan tidak ada teks atau gambar yang terpotong maupun terlalu dekat dengan tepi halaman.
2. Kualitas Gambar Rendah
Gambar merupakan aspek pelengkap dalam buku yang sering kali dapat meningkatkan pemahaman pembaca, estetika, dan nilai jual buku. Itulah mengapa kualitas gambar penting untuk diperhatikan agar tidak mengganggu kenyamanan pembaca.
Maka, sebelum buku dicetak pastikan resolusi gambar sudah disesuaikan dengan standar percetakan agar gambar tidak blur setelah dicetak.
Gambar yang jernih dalam buku tidak hanya penting bagi pembaca, melainkan juga mampu menambah kesan profesional bagi buku dan penulisnya.
3. Tidak Mengecek Proofing dengan Teliti
Kesalahan umum dalam mencetak buku berikutnya adalah tidak mengecek proofing dengan teliti. Padahal, proofing merupakan tahapan penting sebelum buku dicetak secara massal.
Melalui proofing, kamu bisa memastikan apakah terdapat kesalahan pada tipografi, layout, hingga penempatan gambar atau elemen visual lainnya di dalam buku yang dapat menyebabkan buku terlihat kurang profesional.
Oleh sebab itu, luangkan waktu dengan fokus dan teliti untuk melakukan proofing sebelum bukumu dicetak. Bacalah setiap halaman, cek tata letak, dan pastikan gambar beresolusi tinggi serta penempatannya sudah pas atau tidak mengganggu teks ketika dibaca.
Jika memungkinkan, kamu juga bisa meminta bantuan orang lain seperti editor maupun rekan sendiri untuk mengecek proof. Meminta bantuan orang lain memungkinkanmu menemukan kesalahan yang terlewat oleh mata kamu.
4. Mengabaikan Hak Cipta
Kesalahan umum dalam mencetak buku lainnya juga berkaitan dengan hak cipta. Yakni, hak cipta gambar atau materi yang kamu gunakan di dalam bukumu.
Menggunakan gambar atau materi tanpa mencantumkan sumber aslinya termasuk bentuk plagiarisme yang bisa menimbulkan masalah hukum.
Maka, pastikan kamu sudah mendapatkan izin dari pemiliknya jika hendak menggunakan gambar atau materi milik orang lain atau mencantumkan sumber aslinya. Kamu juga bisa menggunakan gambar dan materi milik pribadi agar terhindar dari permasalahan terkait hak cipta.
5. Salah Menentukan Ukuran Buku
Jika kamu penulis pemula yang sama sekali belum berpengalaman dalam mencetak buku, maka jangan coba-coba menentukan sendiri ukuran bukumu.
Salah menentukan ukuran buku bisa berdampak membuat buku nampak tidak profesional, bahkan tidak muat di rak buku. Selain itu, ukuran buku juga dapat memengaruhi tata letak isi dan biaya cetak buku yang perlu kamu keluarkan nantinya.
Oleh karenanya, tentukanlah ukuran buku sejak awal. Pastikan cari tahu terlebih dahulu mengenai ukuran buku yang sesuai dengan jenis dan target pembaca.
Misalnya, ukuran standar buku novel ialah ukuran B5 (5,5-8,5 inch). Sementara itu, untuk buku anak biasanya berukuran lebih besar.
Agar lebih meyakinkan, periksalah panduan ukuran dari percetakan. Jangan ragu untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan percetakan untuk memastikan hasil akhir cetakan yang memuaskan.
6. Melewatkan Editing dan Proofreading Naskah

Editing dan proofreading merupakan tahapan penting untuk memastikan naskah sudah terbebas dari berbagai kesalahan penulisan, mulai dari kesalahan minor hingga mayor.
Banyak kesalahan penulisan ejaan atau typo bisa mengurangi keterbacaan dan menurunkan kualitas naskahmu. Dengan kata lain, kesalahan penulisan dapat merusak pengalaman membaca.
Jika kesalahan ini baru diketahui setelah naskah sudah dicetak, maka ini akan sangat merugikanmu. Kamu akan menyita lebih banyak waktu, energi, dan biaya untuk merevisinya.
Maka dari itu sebelum buku naik cetak, pastikan periksa naskahmu dengan cermat dan teliti terlebih dahulu. Baca ulang secara keseluruhan dan segera lakukan revisi pada bagian yang diperlukan.
Jika tidak memiliki keahlian dan waktu untuk mengedit naskahmu, maka kamu bisa menyiapkan dana tambahan untuk menggunakan jasa editing dan jasa proofreading naskah profesional.
7. Desain Tidak Konsisten
Untuk menciptakan tampilan yang profesional, desain cover, layout, hingga tipografi harus diatur secara konsisten. Kesalahan desain seperti jenis font dan ukuran yang berbeda atau layout yang tidak seimbang bisa mengurangi keterbacaan sehingga kualitas buku pun ikut menurun.
Untuk itu, gunakanlah template desain yang konsisten. Pastikan pula semua elemen desain menggunakan panduan yang sama.
Jika kamu menggunakan jasa desain cover maupun layout buku, pastikan editornya memiliki pemahaman terhadap visi desainmu dan mengaplikasikan seluruhnya di setiap halaman buku.
8. Mengabaikan Kualitas Kertas dan Finishing
Mengabaikan kualitas kertas dan finishing juga menjadi kesalahan umum dalam mencetak buku yang perlu kamu hindari. Buku yang sebenarnya bagus dan berkualitas bisa terlihat murahan karena kualitas kertas dan finishing yang buruk.
Tidak hanya itu, memilih jenis kertas dan finishing yang sesuai juga dapat memengaruhi daya tahan buku serta pengalaman membaca, lho. Inilah kenapa penting agar kamu tidak mengabaikan kualitas kertas dan finishing sebelum bukumu dicetak.
Pilihlah jenis kertas dan finishing sesuai dengan budget yang kamu miliki. Untuk pemilihan jenis finishing, pastikan juga mampu menambah nilai dan daya tarik buku.
Konsultasikan dengan percetakan agar kamu bisa memperoleh opsi cerdas terkait mana jenis kertas dan finishing yang terbaik sesuai dengan jenis bukumu tanpa menguras banyak biaya.
9. Menghiraukan Biaya Tambahan
Berikutnya, kesalahan umum dalam mencetak buku lainnya yaitu menghiraukan biaya tambahan. Biaya tambahan kemungkinan bisa muncul secara tidak terduga seperti biaya pajak, pengiriman, atau biaya desain tambahan.
Menghiraukan biaya tambahan ini bisa membuat budget untuk mencetak buku semakin besar. Maka, diskusikan dengan pihak percetakan terlebih dahulu mengenai semua biaya cetak, termasuk biaya tambahan.
Pastikan dana yang kamu miliki cukup dan kamu siap dengan berapapun biaya yang perlu kamu keluarkan nantinya.
10. Asal-asalan dalam Menentukan Jumlah Cetakan
Kesalahan umum dalam mencetak buku juga berkaitan dengan penentuan jumlah cetakan. Hal ini sering kali dialami oleh penulis pemula yang bingung dalam menentukan jumlah cetakan yang tepat.
Terlalu banyak jumlah cetakan memungkinkan penumpukan stok jika tidak semuanya terjual. Terlalu sedikit juga memungkinkanmu kehilangan potensi penjualan.
Oleh sebab itu, penting agar kamu menentukan strategi yang tepat agar semua buku yang dicetak bisa habis terjual. Misalnya saja dengan menerapkan sistem pre-order. Melalui sistem pre-order, buku yang dicetak dapat dipastikan sudah ada yang memilikinya.
Kemudian jika kamu masih penulis pemula, pertimbangkanlah mencetak buku dalam jumlah kecil terlebih dahulu. Kamu bisa menambah jumlah cetakan berdasarkan permintaan dan hasil penjualan sebelumnya. Cara ini bisa mengurangi kerugian andaikata tidak semua buku laku terjual.
11. Aspek Distribusi yang Dihiraukan
Terakhir, menghiraukan aspek pendistribusian buku juga menjadi salah satu kesalahan umum dalam mencetak buku yang perlu kamu hindari. Sebab, buku yang sudah diterbitkan dan dicetak akan sia-sia ketika tidak didistribusikan dengan baik.
Oleh karena itu, kamu perlu merencanakan strategi distribusi sejak awal agar bukumu bisa dijangkau oleh target pembaca dengan mudah.
Kamu bisa mendiskusikan perihal pendistribusian buku ini dengan pihak penerbit atau percetakan buku. Pastikan apakah mereka mendistribusikan buku melalui toko buku fisik ataukah toko online.
Merencanakan strategi distribusi buku merupakan langkah penting untuk memastikan bukumu dapat diakses dengan mudah oleh target pembaca. Dengan demikian, potensi mendatangkan penjualan pun semakin tinggi.
Nah, demikian sebelas kesalahan umum dalam mencetak buku yang perlu kamu hindari. Menghindari kesalahan-kesalahan di atas bisa memengaruhi hasil akhir cetakan dan kesuksesan bukumu dalam menarik minat target pembaca.
Dengan memperhatikan setiap detail proses pencetakan buku mulai dari proofing, memilih jenis kertas, finishing, ukuran buku, hingga pendistribusian yang baik, kamu bisa memastikan bukumu memiliki kualitas akhir yang terbaik dan siap dinikmati oleh target pembaca.
Jika saat ini kamu sudah memiliki naskah buku siap cetak namun bingung memilih percetakan buku yang tepat, kami merekomendasikan kamu untuk menggunakan jasa cetak buku dari Halo Penulis.
Banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan menggunakan layanan jasa cetak di Halo Penulis. Selain harganya yang terjangkau, bukumu juga akan dicetak dengan perlengkapan cetak berteknologi terbarukan sehingga dijamin memperoleh hasil cetakan yang memuaskan.
Tidak hanya itu, bagi kamu yang ingin mencetak satuan, Halo Penulis juga menyanggupinya. Kamu sudah bisa mencetak buku mulai dari 5 eksemplar saja.
Cocok bagi kamu penulis pemula yang ingin mengecek antusiasme pasar terhadap bukumu terlebih dahulu. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari risiko kerugian jika bukumu tidak habis terjual.
Bagaimana? Tertarik dengan layanan jasa cetak buku di Halo Penulis? Klik link berikut untuk konsultasi dan detail informasi cetak buku selengkapnya: jasa cetak buku murah dan profesional.





