Menentukan Nama Tokoh Cerpen dan Novel dengan 7 Tips Ini

Menentukan Nama Tokoh Cerpen dan Novel dengan 7 Tips Ini
Salah satu kebingungan yang melanda penulis saat menyelesaikan sebuah cerpen maupun novel adalah, menentukan nama tokoh yang sesuai dengan cerita. Dan mungkin hal ini juga yang sering kamu alami saat menulis cerpen dan novel.

Nama tokoh yang sesuai sangat penting dalam sebuah cerpen atau novel. Hal ini seperti sebuah perumpamaan, ketika kamu mulai menceritakan hidup seseorang, tetapi kamu tak pernah tahu siapa namanya. Tentu ceritanya menjadi tidak seru dan menimbulkan kebingungan bagi pembaca.

Menentukan Nama Tokoh Cerpen dan Novel dengan 7 Tips Ini

Karena terlalu bingung saat memilih nama tokoh, membuat kamu menjadi sering berganti-ganti nama tokoh saat menulis sebuah cerita. Untuk mengatasinya kali ini kami merangkum beberapa tips yang harus kamu perhatikan saat membuat nama tokoh yang sesuai dengan cerpen atau novel.

1. Menyesuaikan Nama dengan Genre Tulisan

Menentukan nama tokoh yang sempurna untuk sebuah cerita, memang bukan perkara mudah. Namun, ada hal pertama yang perlu disesuaikan saat menentukannya. Salah satunya adalah genre tulisan.

Saat kamu menulis novel dengan genre metropop, tentu tidak akan cocok bila kamu menggunakan nama Sumi, akan lebih cocok dengan nama Shalma atau nama anak kota populer lainnya. Sedangkan nama Sumi, lebih cocok untuk novel bertema sejarah atau masa lampau.

2. Pilih Nama yang Mudah Diucapkan Pembaca

Sebagai penulis, tentu kamu selalu ingin memberikan nama yang unik pada tokoh dalam ceritamu. Namun, kesalahan yang sering terjadi adalah, ketika kamu memilih nama unik yang sulit dilafalkan. Padahal hal ini juga membuat para pembaca kesulitan untuk mengingat sosok tokoh dalam cerita.

3. Menentukan Nama Tokoh Bersaudara dengan Satu Tema

Saat menulis cerita tentang kehidupan sebuah keluarga, terkadang kamu sering merasa bingung, bagaimana cara menentukan namanya. Kamu bisa membuat sandi sesuai nama keluarga.

Sebagai contoh, saat kamu memilih nama¬† anak dari keluarga Hasan ada lima orang, dengan nama “AisyaH, AklemA, DaniS, ElenA, FarhaN. Tanpa disadari jika disatukan setiap huruf akhirnya melambangkan keluarga Hasan.

Selain itu kamu bisa membuat nama berdasarkan urutan kelahiran tokoh. Sebagai contoh, Esa untuk anak pertama, Dwipa untuk anak ke dua, Triana untuk anak ke tiga dan sebagainya.

4. Hindari Unsur Kemiripan Nama Antar Tokoh Saat Membuat Namanya

Tips selanjutnya, jangan menggunakan nama tokoh yang hampir mirip antara satu dan lainnya. Meskipun kamu menciptakan tokoh kembar, kamu tetap harus memberikan perbedaan yang cukup dominan. Hal ini bertujuan untuk memberi kekuatan pada karakter tokoh dalam sebuah cerita.

Nama yang memiliki kemiripan dalam pelafalan seperti Shela dan Sesha, terkadang membuat pembaca menjadi bingung dalam memahami karakter tokoh dalam cerita. Karakter tokoh yang kuat akan membuat cerita semakin nyata. Dan hal ini juga memudahkan pembaca untuk memahami cerita.

5. Jangan Menggunakan Nama Terkenal atau Orang Berpengaruh

Saat membaca sebuah cerpen dan novel, hal yang paling diingat oleh pembaca adalah tokoh utama dan karakternya. Hal inilah yang menjadi alasan sebaiknya, kamu tidak menggunakan nama-nama orang yang terkenal atau tokoh berpengaruh dalam cerita yang kamu tulis.

Karena, saat kamu menggunakan nama orang terkenal atau berpengaruh, maka yang diingat pembaca selalu karakter di dunia nyata. Padahal mungkin karakter yang ingin kamu ciptakan sangat jauh berbeda, karena memang menuliskan orang yang berbeda.

Kecuali kamu menulis tentang biografi yang mengisahkan hidup dari orang-orang tersebut. Dimana penulisan nama, karaktet dan latar yang harus sesuai dengan kehidupan nyata.

6. Menentukan Nama Tokoh Sesuai Latar Belakang Cerita

Poin yang tak kalah penting saat membuat tokoh cerita adalah menyesuaikan dengan latar belakang cerita. Sebagai contoh saat kamu menuliskan kisah dengan latar Sumatra Barat atau daerah Jawa, tentu akan sangat berbeda saat memilih nama tokohnya.

Untuk daerah Sumatra biasanya ada nama-nama khas yang memiliki makna dan aturan dalam pemakaiannya. Contohnya seperti Teuku yang selalu disematkan pada nama-nama laki-laki keturunan bangsawan aceh. Kamu juga bisa menggunakan berbagai bahasa daerah dengan makna indah yang sesuai dengan asal tokoh dalam cerita.

7. Mencari Referensi Nama yang Sesuai pada Google atau Buku Kumpulan Nama Bayi

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan untuk menentukan nama tokoh dalam ceritamu adalah mencari referensi nama bayi di google. Tentu kamu tetap harus memperhatikan beberapa tips sebelumnya. Sehingga kamu bisa menghasilkan nama tokoh yang sempurna bagi novel atau cerpen yang kamu tulis.

Dengan membaca artikel ini, semoga bisa mengobati setiap kebingunganmu dalam menentukan nama tokoh yang sempurna setiap kali kamu menulis sebuah cerpen, novel atau cerita lain nya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *