4 Tips Membuat Konflik Cerita agar Novel Jadi Lebih Menarik

4 Tips Membuat Konflik Cerita agar Novel Jadi Lebih Menarik

Tips membuat konflik cerita dalam cerita novel patut untuk kamu pelajari. Tujuannya, agar novel yang kamu tulis memiliki cerita yang menarik.

Cerita yang menarik dapat menjaga pembaca tetap membuka lembar demi lembar halaman novelmu. Dengan begitu, tujuanmu agar karya yang kamu tulis dapat dibaca dan dinikmati banyak orang bisa terwujud.

4 Tips Membuat Konflik Cerita agar Novel Jadi Lebih Menarik

Pada kesempatan kali ini kami akan memaparkan beberapa tips membuat konflik cerita. Namun, tidak lupa kami juga akan membahas tentang apa itu konflik. Silakan menyimak uraian lengkapnya berikut ini.

Apa itu Konflik Cerita Novel?

Konflik cerita adalah unsur pembangun sebuah novel. Artinya cerita pada novel membutuhkan konflik, tanpa adanya konflik cerita di novel menjadi hambar dan akur menjadi tidak jelas.

Konflik ini bisa berhubungan dengan tokoh, alur, dan latar. Dengan demikian konflik bisa berkaitan atau terjadi antara dua tokoh yang berselisih. Yaitu, antara tokoh protagonis dan antagonisnya.

Bisa juga konflik itu muncul karena ada plot cerita yang menghalangi tokoh untuk mencapai tujuan tertentu. Penghalang inilah yang disebut konflik, agar menarik protagonis harus bisa menyelesaikan atau menghempas penghalang tersebut. Dengan demikian tujuannya akan terwujud.

Bentuk-bentuk konflik itu beraneka ragam. Secara garis besar dibedakan menjadi dua. Yaitu konflik internal (dengan diri tokoh sendiri) dan konflik eksternal (dengan tokoh antagonis, atau keadaan tertentu).

Pada intinya konflik merupakan kondisi di mana tokoh ingin mewujudkan sesuatu atau memiliki keinginan tapi terhalang oleh suatu hal. Penghalang inilah yang memicu terjadinya konflik.

Fungsi Konflik Cerita Novel

Dari sedikit penjelasan tentang konflik cerita di atas dapat kita lihat bahwa konflik adalah pemberi warna dalam cerita. Coba bayangkan jika tidak ada konflik, bukankah novel menjadi begitu membosankan?

Bukankah cerita novel tersebut akan terasa hambar? Yang pasti tanpa adanya konflik, tidak akan ada sebuah cerita. Tanpa konflik, plot akan menjadi tidak jelas alurnya bahkan bisa stuck di tempat.

Tips Membuat Konflik Cerita Novel

Sekarang saat kita membahas tips membuat konflik cerita novel. Semoga dengan tips ini, kamu bisa membuat elemen konflik yang membuat cerita tetap fokus dan menarik.

1. Tentukan apa yang diinginkan oleh protagonis novelmu

Tips membuat konflik cerita yang pertama adalah menentukan keinginan tokoh. Lebih spesifiknya keinginan dari tokoh protagonis novelmu.

Keinginan tersebut misalnya tentang apa yang digapai atau diwujudkan oleh tokohmu tersebut. Keinginan ini harus sesuatu yang real atau nyata atau pemenuhan kebutuhan fisik, bukan kebutuhan batin.

Bisa dikatakan keinginan ini adalah berupa tujuan eksternal tokohmu tersebut. Tujuan ekternal tersebut misalnya: menjadi kaya raya, menjadi terkenal di sekolah, dapat kenaikan jabatan, dan lain sebagainya.

2. Tentukan apa yang menghalangi keinginan atau tujuan protagonis

Suatu keinginan agar bisa menimbulkan konflik maka diperlukan sebuah penggalang. Penghalang ini yang akan menghambat tokoh dalam mewujudkan keinginannya.

Tentu saja penghalang ini akan memicu tokoh untuk berpikir bagaimana menyelesaikan atau menyingkirkan penghalang. Dengan demikian sebuah cerita novel dapat terwujud.

3. Ciptakan konflik yang membuat takut tokoh protagonis

Tokoh protagonis adalah sentra cerita, tempat di mana cerita berpusat. Untuk itu, tips membuat konflik cerita novel berikut adalah menciptakan konflik yang membuat tokoh protagonis merasa takut.

Tentu saja agar semakin menarik, buatlah narasi cerita bagaimana perjuangan tokoh protagonis dalam melawan konflik menakutkan tersebut. Dari keberanian tokoh dalam menghadapi konflik akan memicu perkembangan karakter dan juga cerita. Dengan demikian dapat kita lihat lagi bahwa menciptakan konflik sangat baik untuk membuat cerita berkembang.

4. Tingkatkan intensitas konflik

Tips menciptakan konflik cerita novel berikutnya adalah meningkatkan intensitas konflik. Layaknya kehidupan nyata, di saat satu masalah selesai pasti akan muncul masalah lainnya.

Terkadang masalah atau ujian tersebut terus meningkat. Begitu pula pada cerita novel, agar lebih menarik kamu harus bisa membuat konflik dengan intensitas yang semakin meningkat seiring berjalannya cerita.

Nah itulah sekilas tentang apa itu konflik, fungsi dan empat tips menciptakan konflik cerita novel. Perlu kamu ketahui dalam menciptakan konflik yang dihadapi protagonis kamu juga perlu memperhatikan bagaimana tokoh pendukung lain dapat menghidupkan konflik tersebut.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *