Unsur-unsur Pembentuk Puisi. Yuk Pelajari 2 Unsur Tersebut!

Unsur-unsur Pembentuk Puisi. Yuk Pelajari 2 Unsur Tersebut!

Unsur-unsur pembentuk puisi akan menjadi pembahasan kita kali ini. Setelah sebelumnya telah kami uraikan dua jenis puisi, puisi lama dan baru yang bisa kamu lihat pada tautan ini.

Mengapa unsur-unsur pembentuk puisi perlu untuk kamu ketahui. Agar puisi tersaji dengan baik. Tidak hanya dipenuhi oleh diksi indah. Namun juga baik, dan bisa memberi makna kepada pembacanya.

Unsur-unsur Pembentuk Puisi. Yuk Pelajari 2 Unsur Tersebut!

Unsur pembentuk puisi tersebutlah yang akan membedakan puisi dengan karya sastra tulis lainnya. Unsur puisi dibedakan menjadi dua, yaitu unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Lalu meliputi apa saja unsur tersebut? Silakan menyimak pada pembahasan berikutnya ini.

Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur pembentuk puisi yang berkaitan dengan hasil karya puisi tersebut. Maksudnya adalah bagaimana perwujudan dari puisi yang telah berhasil diciptakan oleh penulisnya. Unsur intrinsik dibagi menjadi dua lagi, yaitu:

Unsur fisik puisi

Merupakan berbagai elemen yang bisa dipakai oleh penulis guna menciptakan puisi. Elemen tersebut terdiri dari:

1. Diksi

Diksi merupakan pemilihan kata yang paling sesuai dengan puisi yang diciptakan. Pemilihan diksi menjadi bagian paling krusial dalam menciptakan puisi.

Sebab, puisi terdiri dari beberapa kata saja bila dibandingkan dengan karya lain contohnya cerpen saja. Jumlah katanya masih kalah jauh bukan? Oleh sebab itu pemilihan diksi yang tepat dan juga indah adalah sebuah kekuatan.

2. Kata konkret

Merupakan kata yang digunakan untuk menggambarkan suatu hal agar lebih nyata. Sehingga pembaca mengerti maksudnya dan timbullah imaji. Di mana pembaca seakan bisa menyentuh, membau, atau pun melihat fisik dari untain kata yang disajikan dalam puisi.

3. Imaji atau Citraan

Merupakan unsur puisi yang melibatkan indera pendengarannya sehingga mereka bisa menangkap apa maksud dari puisi tersebut.

4. Tipografi

Merupakan wujud dari penulisan puisi. Apakah wujudnya tersebut bait-bait atau zig-zag dan lain sebagainya.

5. Rima

Merupakan bunyi, yang berarti dalam puisi biasanya terdapat kesamaan nada atau bunyi di tiap barisnya di setiap bait puisi. Bisa diujung, tengah maupun awak baris.

6. Gaya bahasa

Disebut juga dengan majas, merupakan rangkaian kata yang disusun sedemikian rupa oleh penyair untuk mengungkapkan maksud atau suatu hal. Dalam merangkai kata tersebut ada yang dibuat berlebihan (hiperbola) atau juga bisa menyindir. Untuk lebih detail terkait dengan gaya bahasa kamu bisa membacanya di sini.

Unsur batin puisi

Unsur-unsur pembentuk puisi, yakni unsur batin ini merupakan unsur yang berkaitan dengan batin pada saat pembacaan puisi. Melalui unsur ini kita akan tahu maksud dari puisi. Seperti apa pesan yang ingin disampaikan. Untuk lebih detailnya, berikut adalah unsur batin puisi:

1. Tema

Tema merupakan landasan utama dalam penciptaan puisi. Setelah tema ditentukan, kamu dapat menentukan diksi-diksi mana yang sesuai dengan tema tersebut.

Contohnya puisi dengan tema “kasih sayang”, akan berbeda pemilihan diksinya dengan puisi bertema “kehilangan”. Pada akhirnya pemilihan diksi juga akan mempengaruhi gaya bahasa yang dipakainya juga.

2. Rasa

Adalah tentang bagaimana sikap penyair terhadap tema yang diangkat. Sikap tersebut erat kaitannya dengan pemikiran atau pola pikir si penulis. Bila dilihat lebih dekat pemikiran tersebut dipengaruhi oleh latar belakang penulis, psikologis penulis, dan pengalaman yang telah dilaluinya.

3. Nada

Merupakan adalah bagaimana puisi tersebut dibaca. Bagaimana sih, cara membacanya. Biasanya setiap puisi memiliki cara pembacaan sendiri, ada yang dibaca dengan nada tinggi, nada rendah penuh pengharapan, dan lain sebagainya.

Unsur ini bukan berarti akan diketahui pada saat proses pembacaan. Sebab, ketika kamu proses menciptakannya kamu telah tahu bagaimana cara membacanya.

4. Amanat

Amanat adalah pesan yang terkandung dalam puisi. Berisikan mengenai maksud dari puisi tersebut. Setiap pembaca terkadang akan memiliki perspektif sendiri berkaitan dengan apa amanat yang terkandung dalam puisi.

Dan dalam penyampaian amanat ini, seorang penulis dapat menyampaikan secara langsung atau tidak langsung. Atau istilah lainnya pesan atau amanat tersurat dan tersirat.

Unsur Ekstrinsik

Unsur-unsur pembentuk puisi yang kedua adalah unsur ekstrinsik. Unsur ini adalah unsur yang melatarbelakangi bagaimana terciptanya karya puisi.

1. Unsur biografi

Biografi pencipta puisi dapat mempengaruhi hasil karyanya. Biografi tersebut termasuk dalam latar belakang pendidikan, ekonomi, atau bisa juga perjalanan cintanya.

2. Unsur sosial

Berkaitan dengan kehidupan sosial atau masyarakat pada saat puisi diciptakan. Misalnya pada saat era covid-19, puisi yang diciptakan cenderung berisikan kesedihan karena duka kehilangan orang-orang terkasih atau juga karena hidup yang serba dibatasi.

3. Unsur nilai

Unsur ini berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, politik, sosial, sampai dengan agama. Nilai-nilai tersebut akan menambah keindahan dan kebermanfaatan suatu puisi.

Itulah uraian dari unsur-unsur pembentuk puisi, di mana terbagi menjadi dua macam. Dan setiap unsur tersebut saling menyatu satu sama lain sehingga terlahirlah puisi yang tidak hanya indah tapi juga baik dan memiliki makna.

Semoga dari uraian di atas dapat menjadi wawasan untuk kamu yang ingin memulai berkarya untuk menciptakan puisi. Dan juga bisa berguna bagi kamu yang sedang menggali lagi hal-hal terkait puisi, karena telah beberapa lama vakum untuk menuliskannya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *