
Menulis merupakan proses kreatif yang dilakukan dengan menuangkan ide atau gagasan ke dalam bahasa tulis dan memiliki beragam tujuan. Ada tulisan yang bertujuan untuk menginformasikan, meyakinkan, hingga menghibur pembacanya.
Agar tulisannya dapat dengan mudah dimengerti oleh pembaca, maka penulis perlu memahai penggunaan ragam bahasa tulis yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku. Salah satunya ialah cara penggunaan konjungsi yang tepat.
Daftar isi
ToggleMemahami Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contoh Penggunaan Konjungsi yang Tepat
Nah, sudahkah kamu memahami apa itu konjungsi? Jika belum, artikel ini wajib kamu simak! Pengertian konjungsi, jenis-jenis, dan contoh penggunaan konjungsi yang tepat akan menjadi topik pembahasan dalam artikel kali ini.
Artikel yang sesuai:
Pengertian Konjungsi
Konjungsi merupakan istilah lain dari kata penghubung. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.
Konjungsi juga dapat didefinisikan sebagai kata yang menghubungkan satuan-satuan sintaksis, baik antarkata, antarfrasa, antar klausa, maupun antarkalimat (Chaer, 2008, hal 98).
Konjungsi memiliki peran penting dalam sebuah kalimat. Yakni, menjadikan hubungan antarkalimat mampu membentuk kalimat yang padu dan logis sehingga ide-ide yang disampaikan di dalamnya bisa lebih mudah dipahami oleh pembaca.
Tidak adanya konjungsi antarkalimat memungkinkan kalimat tersebut menjadi tidak saling berhubungan atau memiliki urutan yang tidak teratur dan logis. Alhasil, kalimat menjadi bermakna tidak jelas atau ambigu sehingga sulit dimengerti. Ketidakjelasan makna atau maksud kalimat juga bisa terjadi karena penggunaan konjungsi yang tidak tepat.
Jenis-Jenis dan Contoh Penggunaan Konjungsi

Untuk mempermudah dalam menentukan penggunaan konjungsi yang tepat dalam kalimat atau teks, maka kamu perlu memahami jenis-jenis konjungsi. Secara umum, berikut ini adalah beberapa macam konjungsi yang perlu kamu ketahui:
1. Konjungsi temporal
Jenis konjungsi yang pertama ialah konjungsi temporal. Konjungsi temporal merupakan kata hubung yang memiliki fungsi untuk menyatakan waktu terjadinya sebuah peristiwa. Konjungsi temporal terbagi lagi menjadi dua jenis, yakni konjungsi sederajat dan tidak sederajat.
- Contoh konjungsi temporal sederajat antara lain; setelahnya, selanjutnya, sebelumnya, kemudian, lalu, dan lain sebagainya.
- Contoh konjungsi temporal tidak sederajat antara lain; sejak, saat, ketika, sementara, apabila, jikalau, jika, dan lain sebagainya.
Untuk memahami lebih lanjut bagaimana penggunaan kedua jenis konjungsi temporal tersebut, berikut ini contoh kalimatnya:
- Jika air di panci sudah mendidih, selanjutnya masukkan adonan empek-empek.
- Saat ibunya baru saja datang dari luar negeri, dia justru pergi bersama teman-temannya.
2. Konjungsi kausalitas
Jenis konjungsi yang kedua yaitu konjungsi kausalitas. Konjungsi kausalitas adalah jenis konjungsi yang memiliki fungsi untuk menghubungkan kalimat dengan kalimat berikutnya. Yang mana, kedua kalimat tersebut memiliki hubungan sebab akibat. Unsur kalimat yang dihubungkan bisa berupa kata, frasa, dan klausa tidak sederajat.
Berdasarkan jenis hubungan yang ingin dibentuk, konjungsi kausalitas terbagi kembali menjadi 5 kelompok. Berikut ini disebutkan beserta contoh konjungsinya:
- Konjungsi kausal akibat: akibatnya, sehingga, oleh karena itu, oleh sebab itu.
- Konjungsi kausal alasan: karena
- Konjungsi kausal syarat: bila, jika, kalau.
- Konjungsi kausal untuk: agar, untuk itu.
- Konjungsi kausal simpulan: jadi, demikian.
Untuk memahami lebih lanjut, di bawah ini beberapa contoh kalimat yang menggunakan konjungsi kausalitas:
- Kegiatan pembelajaran di sejumlah sekolah dasar di daerah Aceh terpaksa ditiadakan karena terdampak banjir bandang.
- Meski terlahir dari keluarga sederhana, Rina memiliki cita-cita berkuliah di luar negeri. Oleh karena itu, dia rajin belajar bahasa Inggris.
- Doni selalu malas belajar sehingga nilai ujiannya jelek.
3. Konjungsi subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan beberapa klausa. Yang mana, klausa tersebut tidak berkedudukan setara atau tidak mempunyai status sintaksis yang sama. Konjungsi subordinatif terbagi menjadi 11 macam, antara lain:
- Konjungsi subordinatif syarat: kalau, apabila, jika, jikalau, manakala, asalkan.
- Konjungsi subordinatif tujuan: supaya, agar, biar.
- Konjungsi subordinatif waktu: sampai, sejak, sedari, hingga, demi, begitu, tatkala, sementara, ketika, sebelum, setelah, sambil, selama, seraya, selesai, sehabis, sesudah, seusai.
- Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikata, seandainya, sekiranya, seumpamanya, andaikan.
- Konjungsi subordinatif perbandingan: sebagai, alih-alih, ibarat, seakan-akan, laksana, daripada, sebagaimana, seolah-olah, seperti.
- Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
- Konjungsi subordinatif konsesif: biarpun, meskipun, sekalipun, kendatipun, sungguh pun, walaupun.
- Konjungsi subordinatif hasil (untuk menunjukkan hasil dari suatu hal): makanya, sehingga, sampai(-sampai).
- Konjungsi subordinatif cara (untuk menunjukkan cara melakukan sesuatu): dengan, tanpa.
- Konjungsi subordinatif perbandingan (untuk membandingkan beberapa hal): …sama … dengan, …lebih dari …, … kurang dari…, … daripada …, dan lain sebagainya.
- Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa.
Untuk mempermudah pemahamanmu terhadap konjungsi subordinatif, berikut ini beberapa contoh penggunaan konjungsi subordinatif di dalam kalimat:
- Tina rajin mempelajari berbagai soal tes CPNS agar tahun ini bisa lolos CPNS.
- Dini rajin mengirimkan naskah novelnya ke penerbit meskipun sudah gagal berulang kali.
- Ayah sudah berangkat ke kebun ketika paman datang ke rumah.
- Hujan deras tiba-tiba saja turun sehingga kami memutuskan untuk menunda kegiatan pendakian.
- Andi tidak bisa berangkat sekolah karena mengalami kecelakaan di tengah perjalanan menuju ke sekolah.
4. Konjungsi koordinatif
Konjungsi koordinatif merupakan jenis konjungsi yang mempunyai fungsi untuk menghubungkan dua atau lebih unsur kalimat yang memiliki status sintaksis sama.
Dalam artian, konjungsi koordinatif menghubungkan unsur kalimat yang kedudukannya setara. Sebagai contoh; kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa. Berikut ini jenis-jenis konjungsi koordinatif beserta fungsinya:
- dan: berfungsi untuk menunjukkan hubungan keikutsertaan dan penambahan.
- serta: berfungsi untuk menunjukkan hubungan penambahan dan pendampingan.
- tetapi, melainkan: berfungsi untuk menunjukkan hubungan perlawanan.
- padahal, sedangkan: berfungsi untuk menunjukkan hubungan pertentangan.
- atau: berfungsi untuk menunjukkan hubungan pemilihan.
Agar kamu bisa memahami lebih jauh contoh penggunaan konjungsi koordinatif yang tepat, berikut ini contoh-contoh kalimat yang menggunakan konjungsi koordinatif:
- Ayah dan ibu sudah pergi ke kebun sejak pukul 06.00 pagi.
- Bapak sedang membaca koran di teras, sedangkan ibu menjemur pakaian di belakang rumah.
- Rani tidak suka memakai perhiasan apapun, padahal ia anak orang kaya.
5. Konjungsi korelatif
Konjungsi korelatif merupakan sepasang konjungsi koordinatif yang memiliki fungsi menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dengan status sintaksis dan satu kalimat yang sama. Untuk memperjelas pemahaman terkait hal ini, berikut contoh penggunaan konjungsi korelatif yang tepat di dalam kalimat:
- Jangankan membereskan seisi rumah, membereskan kamarnya sendiri pun dia jarang melakukannya.
- Baik gagal maupun berhasil, orang tua akan tetap bangga terhadap anaknya karena sudah mau berusaha.
- Ayah tidak hanya datang dengan tangan kosong, tetapi juga membawakan kado ulang tahun untuk Ibu.
6. Konjungsi antarkalimat
Sesuai dengan namanya, konjungsi antarkalimat memiliki fungsi sebagai penghubung antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Konjungsi antarkalimat memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ditempatkan di awal kalimat sehingga ditulis dengan huruf kapital
- Diberikan tanda koma setelah kata hubung ditulis, lalu dilanjutkan kalimat berikutnya.
Agar lebih mudah dalam memahami jenis konjungsi ini, berikut kami berikan beberapa contoh penggunaan konjungsi antarkalimat yang tepat:
- Doni berencana untuk bermain sepak bola sepulang sekolah. Setelah itu, dia juga akan pergi ke rumah Bani untuk mengerjakan PR bersama-sama.
- Andi sudah dibuatkan bekal makanan oleh ibunya. Akan tetapi, dia tetap saja membeli makanan di kantin sekolah.
- Rania sangat berambisi untuk lolos tes CPNS tahun ini. Bahkan, ia sampai sering begadang untuk belajar.
- Pagi ini Pak Surya dibawa ke rumah sakit karena mengalami kecelakaan lalu lintas. Selain itu, dia juga memiliki riwayat penyakit jantung.
Nah, demikianlah pembahasan mulai dari pengertian, jenis-jenis, beserta contoh penggunaan konjungsi yang tepat. Bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis profesional, memahami ilmu dasar terkait konjungsi merupakan modal penting agar tulisanmu mudah dimengerti oleh pembaca. Selamat menulis dan semoga artikel ini bermanfaat, ya!





