Cara Penulisan Dialog dalam Cerpen yang Tepat

Cara Penulisan Dialog dalam Cerpen yang Tepat

Dalam karya fiksi seperti cerpen atau novel, dialog merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan. Namun sayangnya, tidak sedikit pemula yang belum memahami betul bagaimana cara penulisan dialog dalam cerpen atau novel yang tepat.

Padahal, penulisan dialog yang rapi tidak hanya membuat cerita menjadi lebih hidup, tetapi juga membuatnya mudah dipahami membaca. Itulah kenapa setiap penulis khususnya yang masih pemula perlu belajar perihal penulisan dialog yang tepat terlebih dahulu sebelum menulis cerpen.

Cara Penulisan Dialog dalam Cerpen yang Tepat

Untuk itu, artikel kali ini akan membantu kamu memahami cara penulisan dialog dalam cerpen yang tepat. Bagi kamu yang tertarik menulis cerpen untuk diikutkan dalam lomba ataupun dikirimkan ke media-media, langsung saja simak pembahasan berikut!

Mengapa Dialog dalam Cerpen Itu Penting?

Seperti yang sudah disampaikan di awal bahwa dialog merupakan bagian penting dari cerita fiksi seperti cerpen maupun novel. Mengapa demikian? Berikut ini alasannya:

1. Menggerakkan atau mengembangkan alur cerita

Dialog yang ada di dalam cerpen biasanya bukan dialog yang ditulis untuk sekadar basa-basi antar tokoh. Melainkan dialog tersebut menyimpan informasi penting yang dapat menggerakkan alur cerita. Maksudnya, di dalam dialog itu mengandung perubahan emosi yang dirasakan oleh tokoh-tokoh di dalamnya.

2. Menggambarkan karakter tokoh

Berikutnya, dialog dalam cerpen juga penting untuk menggambarkan karakter tokoh. Melalui dialog, dapat diketahui nada atau intonasi tokoh saat mengucapkan dialog sehingga pembaca bisa menganalisa seperti apa karakter atau watak yang dimiliki oleh tokoh tersebut.

3. Membuat cerita lebih hidup atau realistis

Selanjutnya, dialog di dalam cerpen juga mampu membuat cerita terkesan lebih hidup. Hal ini penting agar pembaca bisa ikut merasakan suasana peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Cerita yang tidak disisipi dialog akan terasa monoton, kurang mampu menggali emosi, dan imajinasi pembaca.

4. Memudahkan pembaca dalam memahami cerita

Terakhir, dialog sering kali menjelaskan detail cerita. Hal ini penting untuk membantu pembaca agar lebih mudah memahami cerita tersebut secara keseluruhan. Bahkan, di dalam dialog juga kadang kala mengandung isyarat tentang alur cerita yang terjadi sebelumnya ataupun akan terjadi setelahnya.

Nah, bagaimana? Ternyata adanya dialog dalam cerpen tidak dapat disepelekan, bukan? Dialog dalam cerpen penting untuk menggerakkan alur cerita, menggambarkan karakter tokoh, membuat cerita lebih hidup, serta memudahkan pembaca dalam memahami cerita.

Bagaimana Cara Penulisan Dialog dalam Cerpen?

Cara Penulisan Dialog dalam Cerpen yang Tepat

Setelah memahami alasan kenapa dialog dalam cerpen itu penting, berikutnya kita memasuki pembahasan inti dalam artikel ini yaitu tentang penulisan dialog dalam cerpen. Bagaimanakah caranya?

1. Menyertakan tanda koma (,) di akhir dialog

Penulisan dialog dalam cerpen yang pertama adalah menyertakan tanda baca koma (,) di akhir dialog. Biasanya, tanda baca koma (,) di akhir dialog digunakan jika dialog tersebut mengandung dialog tag.

Apa itu dialog tag? Dialog tag adalah kata atau frasa yang mengikuti dialog yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada pembaca, mengungkapkan sesuatu, serta dapat menunjukkan siapa yang mengucapkan dialog tersebut.

Beberapa contoh kata yang sering digunakan dalam membuat dialog tag antara lain: ujar, ungkap, pekik, seru, sambung, jelas, kata, ucap, sahut, pinta, dan lain-lain.

Lalu, bagaimana cara menulis dialog tag yang benar? Dialog tag ditulis dengan cara diawali huruf kecil serta tanda petik. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ini contoh yang bisa kamu pelajari:

  • “Aku sudah menyerahkan surat itu kepadanya,” ucap Danis. (benar)
  • “Aku sudah menyerahkan surat itu kepadanya”, Ucap Danis. (salah)

Berdasarkan contoh di atas, kalimat pertama merupakan contoh yang benar. Sementara itu, kalimat kedua salah karena tanda baca koma (,) seharusnya diletakkan sebelum tanda petik penutup dan dialog tagnya diawali huruf kecil.

2. Menempatkan tanda baca di akhir kalimat sebelum tanda petik tutup

Cara penulisan dialog dalam cerpen selanjutnya adalah menempatkan tanda baca seperti titik (.), koma (,), tanda tanya (?), dan tanda seru (!) di akhir kalimat sebelum tanda petik penutup. Sebagai contoh, perhatikan kalimat-kalimat berikut:

  • “Sejak kapan kamu menyukaiku?” tanya Raka. (benar)
  • “Sejak kapan kamu menyukaiku?” Sembari berpura-pura sibuk dengan isi tasnya, Raka membalas pernyataan suka dari Nara. (benar)
  • “Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah jatuh suka denganmu”, jawab Nara gugup. (salah)

Berdasarkan contoh di atas, kalimat pertama sudah benar karena tanda tanya (?) diletakkan sebelum tanda petik penutup. Begitupun dengan kalimat kedua.

Kemudian pada contoh kedua, huruf awal setelah tanda petik penutup ditulis menggunakan huruf kapital karena dianggap sudah berbeda kalimat.

Sementara itu, kalimat ketiga termasuk contoh yang salah karena seharusnya tanda baca koma di akhir kalimat ditulis sebelum tanda petik penutup. Hal ini membuat kalimat terkesan kurang rapi.

3. Menggunakan tanda elipsis (…)

Tanda baca elipsis atau titik tiga sering kali digunakan untuk memberikan jeda pada suatu dialog. Nah, bagaimana cara penulisannya?

Selain harus ada jeda di dalam dialog, penulisan tanda baca elipsis juga harus diawali dan diakhiri dengan spasi. Barulah setelah itu kalimat berikutnya bisa ditulis. Agar lebih paham, berikut contohnya yang perlu kamu simak dan pelajari:

  • “Aku sudah tidak mau bersamamu lagi, walau sejujurnya …” kata Nirmala seraya menundukkan kepala.
  • “Sudahlah, jangan temui aku lagi mulai sekarang. Tolong ….”

Kedua contoh di atas sudah benar. Kalimat pertama merupakan kalimat yang terpotong dan masih terdapat narasi berikutnya sehingga ditulis dengan tiga titik saja.

Berbeda dengan kalimat pertama, pada kalimat kedua terdapat empat titik karena tidak ada lagi narasi selanjutnya setelah tanda elipsis. Alhasil, perlu ditambahkan satu titik untuk mengakhiri kalimat tersebut.

4. Menulis kata “kan” dan kata pengganti

Cara penulisan dialog dalam cerpen berikutnya yaitu terkait dengan penggunaan kata “kan” dan kata pengganti. Perhatikan contoh kalimatnya di berikut ini!

“Kamu anaknya Pak Burhan, kan?”

Berdasarkan contoh di atas, dapat dilihat bahwa penulisan kata “kan” yang tepat dalam dialog didahului tanda baca koma (,).

Begitu pula penulisan kata pengganti orang juga ditulis dengan tanda baca koma terlebih dahulu. Kemudian, penulisan kata ganti tersebut juga diawali huruf kapital. Misalnya:

  • “Apakah kamu lapar, Nak?”
  • “Tunggu sebentar ya, Pak.”

Dari kedua contoh di atas, penulisan kata “Nak” dan “Pak” diawali huruf kapital karena merupakan kata ganti orang.

5. Menggunakan tanda end dash (–)

Tanda end dash digunakan dalam dialog yang terputus-putus atau terpotong. Sebagai contoh, perhatikan kalimat berikut:

  • “Ta–tapi aku sudah mengirimkannya tadi siang.”
  • “Sudah kukatakan aku– “ (Terputus karena seseorang memotong pembicaraan).

6. Penulisan dialog aksi

Terakhir yaitu penulisan dialog aksi dalam cerpen. Dialog aksi dan dialog tag ini berbeda. Jika di akhir dialog masih terdapat narasi tetapi bukan termasuk dialog tag, maka itu disebut dialog aksi. Contohnya:

  • “Aku bahagia sekali.” Dia tersenyum sambil menggenggam tanganku. (benar)
  • “Aku bahagia sekali.” dia tersenyum sambil menggenggam tanganku. (salah)

Dari kedua contoh tersebut, dapat disimpulkan bahwa jika bukan dialog tag maka dialog diakhiri dengan tanda titik, kemudian kata berikutnya diawali dengan huruf kapital.

Itulah tadi cara penulisan dialog tag dalam cerpen yang perlu kamu pelajari sebelum mulai menulis cerpen. Menulis dialog tag memang terlihat sederhana. Namun, kesalahan dalam penulisannya bisa membuat teks terlihat tidak rapi dan kurang profesional.

Jadi, yuk pelajari informasi di atas dengan baik agar kamu bisa menulis dialog cerpen yang tepat. Dengan begitu, cerpen yang kamu tulis tidak hanya terkesan lebih hidup, tetapi juga mudah dimengerti oleh pembaca.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn