
Sudah capek-capek nulis tapi belum dapat respon yang baik dari pembaca? Dibilang alurnya aneh, dialognya kaku, karakter tokoh kurang hidup, atau kritik lainnya yang membuat kamu baper dan akhirnya malah memilih berhenti menulis?
Sejatinya, kamu tidak sendirian. Tidak sedikit penulis pemula yang berhenti menulis bahkan sebelum karyanya tamat hanya karena terus mendapatkan kritik yang tajam.
Daftar isi
ToggleCara Memanfaatkan Kritik bagi Penulis Pemula agar Cepat Naik Level
Padahal, banyak penulis yang sudah terkenal sekarang juga berawal dari kritik. Kritik justru bisa jadi jalan untuk kamu naik level lebih cepat, lho.
Artikel yang sesuai:
Tentunya dengan memahami cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula, kritik yang tadinya terasa menyesakkan, bisa jadi bahan bakar agar kamu lebih semangat lagi dalam berkarya dan meningkatkan skill menulis kamu. Penasaran bagaimana caranya? Yuk, kenali dulu apa itu kritik!
Apa Itu Kritik?
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kritik diartikan sebagai kecaman atau tanggapan, kadang-kadang disertai uraian dan pertimbangan baik buruk terhadap suatu hasil karya, pendapat, dan sebagainya.
Dalam hal karya tulis seperti cerpen atau novel, maka pembacalah sebagai pihak yang memberikan kritik. Entah kritik dari segi alur, penokohan, gaya penulisan, atau aspek lain yang menurut mereka masih perlu diperbaiki oleh penulis.
Namun sayangnya, tidak semua pembaca bijak dalam memberikan kritik. Ada yang memberikan kritik membangun (konstruktif), ada pula yang malah menjatuhkan mental penulis (destruktif).
Dengan kata lain, kritik tersebut tidak murni ditujukan untuk karya penulis, melainkan juga sampai menyerang pribadi penulis. Tentu hal ini sangat disayangkan.
Nah, selain tahu cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula, kamu juga tentunya perlu paham mana kritik yang membangun dan mana kritik yang malah menjatuhkan agar bisa terus fokus bertumbuh dalam berkarya.
Apa Bedanya Kritik Konstruktif dan Destruktif?
Berikut ini dijelaskan lebih lanjut perbedaan kritik yang membangun atau konstruktif dan kritik yang menjatuhkan atau destruktif dalam bentuk tabel.
| Pembeda | Kritik konstruktif | Kritik destruktif |
|---|---|---|
| Pengertian | Bentuk evaluasi yang membangun motivasi | Bentuk evaluasi yang menjatuhkan mental penulis |
| Sifat | Memberdayakan pihak yang dikritik | Seringkali menjatuhkan mental pihak yang dikritik, hingga melebar ke personal |
| Cara penyampaian | Menggunakan bahasa yang positif dan menyemangati. Kadang kala negatif, tetapi masih nyaman didengar dan tetap terdapat pujian juga. | Buruk dengan menambahkan kata-kata dan intonasi yang merendahkan atau menghina. |
| Ciri-ciri | Mengedukasi, memberikan inspirasi, dan membantu penulis tumbuh lebih baik | Merendahkan, menolak gagasan tanpa dasar, dan tidak memberikan solusi. |
| Contoh | Setting di dalam kendaraan yang sedang macet dan kehujanan punya potensi kuat, tetapi masih terlalu umum penggambarannya. Coba tambahkan detail tentang 1-2 citraan, seperti suara rintik di bagian atas mobil, dinginnya udara, atau suara wiper kaca mobil supaya pembaca lebih mudah masuk ke dalam cerita. | Cerpen yang kamu tulis jelek banget. Ngga jelas intinya tentang apa. Jadi males mau lanjut baca. |
Bagaimana Cara Penulis Memanfaatkan Kritik agar Cepat Naik Level?

Nah, berikut adalah lima cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula. Dengan mengikuti langkah-langkah di bawah, dijamin kamu akan lebih mudah naik level.
1. Resapi dahulu kritik yang datang
Pertama, jangan langsung merespon atau menyangkal kritik yang datang. Berikan jeda waktu yang cukup untuk memproses seluruh kritik tersebut. Misalnya, 24 jam.
Setelah itu barulah seluruh kritik dibaca dan tutup kembali jika sudah selesai. Lalu tanyakan kepada diri sendiri, apakah kritik tersebut ada benarnya atau tidak.
Melakukan langkah ini bertujuan agar bukan emosi kamu yang menanggapi kritik tersebut, melainkan logika. Memberikan jeda waktu untuk merespon kritik memungkinkan emosimu mereda sehingga mampu berpikir jernih dan melakukan perbaikan dengan tepat.
2. Bedakan kritik konstruktif dan destruktif
Tidak semua kritik perlu dijadikan bahan perbaikan. Ada kalanya, kritik justru melenceng ke arah personal penulis. Itulah kenapa cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula berikutnya adalah membedakan antara kritik konstruktif dan destruktif.
Kritik yang membangun atau konstruktif umumnya disertai solusi, sedangkan kritik yang merusak atau destruktif sebaliknya. Tidak menawarkan solusi atau saran perbaikan, malah justru melontarkan kata-kata yang kurang mengenakkan. Tidak hanya soal karya penulis, melainkan juga sisi pribadinya.
Oleh karena itu, ambillah kritik yang membangun. Abaikan kritik yang bernada nyinyir atau memberikan argumen tanpa dasar yang kuat.
3. Buat daftar perbaikan berdasarkan kritik
Setelah memilah mana saja kritik yang konstruktif, langkah selanjutnya adalah membuat daftar perbaikan yang perlu dilakukan berdasarkan kritik tersebut.
Misalnya, kritik terkait karakter tokoh yang datar atau kurang hidup. Maka, kamu bisa membuat perbaikan dengan menambahkan dialog atau adegan yang menunjukkan bahwa karakter si tokoh adalah pemarah.
Contoh lain misalnya, kritik terkait ending yang kurang memuaskan. Kamu bisa coba membuat daftar perbaikan dengan melakukan riset tipe ending yang cocok untuk genre karya yang kamu tulis.
Dengan langkah ini, kamu mampu memandang kritik bukan sebagai label yang buruk, melainkan sebuah dorongan untuk melakukan aksi nyata demi perubahan ke arah yang lebih baik.
4. Cari pola dari kritik yang ada
Agar cepat naik level, penulis pemula juga perlu memahami pola kritik. Ketika hanya ada satu orang yang menyampaikan suatu kritik, maka bisa jadi itu hanyalah soal selera. Namun jika ada banyak pembaca mengatakan kritik yang sama, maka hal itu menjadi alarm penting untuk kamu perhatikan.
Maka dari itu, cobalah simpan semua kritik atau masukan dalam satu file. Lalu, tandai kata-kata atau kritikan yang disampaikan oleh pembaca secara berulang.
Nah, kritik tersebutlah yang perlu diprioritaskan untuk dijadikan bahan evaluasi. Dengan cara ini, kemampuan menulis kamu bisa naik level lebih cepat.
5. Gunakan kritik sebagai bahan bakar untuk tumbuh
Terakhir, cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula yakni menerapkan sudut pandang bahwa kritik adalah bahan bakar untuk bertumbuh lebih baik.
Layaknya penulis ternama Tere Liye dan J.K. Rowling yang mana memanfaatkan kritik sebagai bahan untuk evaluasi dan revisi, bukannya alasan untuk berhenti menulis.
FAQ Seputar Cara Memanfaatkan Kritik bagi Penulis Pemula
Berikut daftar pertanyaan yang sering penulis pemula tanyakan tentang kritik terhadap karya tulisnya:
1. Apa itu kritik?
Kritik adalah tanggapan atau feedback orang lain terhadap suatu karya yang kadang kala juga disertai pertimbangan baik buruknya.
2. Mengapa kritik penting bagi penulis?
Kritik penting bagi penulis karena bisa digunakan sebagai bahan untuk mengevaluasi dan merevisi karyanya agar lebih baik lagi. Dengan begitu, penulis bisa terus maju dan berkembang.
3. Apa itu kritik konstruktif dan destruktif?
Sederhananya, kritik konstruktif berarti kritik yang membangun motivasi penulis, sedangkan kritik destruktif berarti kritik yang merusak atau menjatuhkan mental penulis.
4. Apa bedanya kritik yang membangun dan tidak?
Kritik yang membangun bisa dilihat ciri-cirinya sebagai berikut:
- Disertai solusi
- Disampaikan dengan bahasa yang positif dan menyemangati
- Mengedukasi, memberikan inspirasi, dan memotivasi penulis supaya terus bertumbuh
Sementara itu, kritik yang merusak memiliki ciri-ciri berikut:
- Tidak memberikan solusi
- Sering kali menggunakan bahasa yang merendahkan dan menyentuh personal penulis
- Menyampaikan argumentasi tanpa dasar
5. Bagaimana cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula agar lebih cepat naik level?
Agar lebih cepat naik level, penulis pemula bisa memanfaatkan kritik dengan cara memberikan jeda waktu untuk merespon kritik, memilah kritik konstruktif dan destruktif, membuat daftar perbaikan, memahami pola kritik, serta menerapkan pola pikir yang positif tentang kritik.
Itulah cara memanfaatkan kritik bagi penulis pemula agar bisa lebih cepat naik level. Bagi kamu yang saat ini tengah berproses dalam berkarya atau menghasilkan tulisan, tetaplah semangat karena sejatinya menulis itu bukan soal menghindari kritik. Melainkan belajar di tengah kritik tersebut.
Yuk, coba ikuti langkah-langkah di atas perlahan-lahan. Pilih satu kritik yang paling banyak pembaca sampaikan, lalu ubah jadi aksi nyata untuk memperbaikinya.
Pahamilah bahwa tidak ada karya yang sempurna. Yang ada hanyalah naskah yang perlu terus diperbaiki untuk mencapai hasil yang terbaik. Tetap semangat berkarya!





