
Bagi kamu yang sudah menekuni dunia kepenulisan bertahun-tahun lamanya, pernahkah kamu berada di fase jenuh atau bahkan kehilangan minat sama sekali untuk menulis?
Jika iya, bisa jadi itu adalah tanda-tanda kamu mengalami burnout dalam menulis. Bagi kamu yang saat ini berada di fase tersebut, maka kamu perlu mengetahui cara mengatasi burn out dalam menulis agar kamu bisa produktif menulis kembali.
Daftar isi
Toggle10+ Cara Mengatasi Burn Out dalam Menulis yang Efektif untuk Dicoba Penulis
Nah, artikel kali ini akan membahas tuntas cara mengatasi burn out dalam menulis yang bisa kamu coba. Yuk, simak satu per satu caranya dengan seksama dan segera terapkan!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Burn Out?
Sebelum beranjak membahas cara mengatasi burn out dalam menulis, sudahkah kamu tahu apa itu burn out? Apakah burn out itu sama dengan stres? Jawabannya adalah berbeda.
Melansir laman bkpp.ums.ac.id, burn out adalah kondisi emosional di mana seseorang merasa tidak berdaya, tidak memiliki harapan, dan bahkan jenuh secara mental maupun fisik dikarenakan meningkatnya tuntutan pekerjaan.
Perbedaan antara burn out dan stres dapat dilihat dari berbagai aspek. Antara lain faktor penyebab, dampak yang ditimbulkan, komitmen kerja, sikapnya terhadap pekerjaan, hingga permasalahan kesehatan yang ditimbulkan.
Cara yang Efektif untuk Mengatasi Burn Out
Setelah memahami apa itu burn out, berikut ini cara ampuh yang bisa kamu coba untuk mengatasi burn out dalam menulis:
1. Berhenti menulis sejenak
Rasa jenuh atau bosan bisa hadir karena suatu hal dilakukan secara terus-menerus dalam jangka waktu yang lama. Demikian pula dengan menulis. Kondisi burn out akan semakin parah ketika seorang penulis memaksakan diri untuk tetap menulis.
Maka, cara cepat dan efektif untuk mengatasinya adalah dengan berhenti sejenak dari aktivitas menulis. Tunggu hingga kondisi mental dan fisikmu membaik, barulah kamu bisa mulai menulis kembali.
Beristirahat atau mengambil jeda bukan berarti kamu malas, ya. Jeda yang cukup dapat membantu tubuh dan pikiran kembali sehat serta mampu meningkatkan kembali motivasi untuk menulis.
2. Mencoba hal baru
Selagi berhenti menulis sejenak, kamu juga bisa mencoba hal baru yang mungkin belum pernah kamu lakukan sebelumnya. Ini membantumu menyegarkan kembali pikiran setelah sekian lama sering digunakan untuk memikirkan ide-ide tulisan.
3. Menjalani hobi yang lama tidak dilakukan
Cara mengatasi burn out dalam menulis berikutnya adalah dengan menjalani hobi yang mungkin sudah lama tidak dilakukan karena jadwal menulis yang begitu padat.
Melakukan hobi bisa membantumu mengingat kembali masa-masa yang menyenangkan. Yakni, masa sebelum menulis menjadi kegiatan perlu kamu lakukan setiap hari.
Melakukan hobi juga bisa membantu meredakan beban pikiran dan stres, lho. Dengan melakukan hobi lebih sering daripada sebelumnya, burn out dalam menulis akan bisa kamu atasi secara efektif.
4. Quality time bersama orang-orang terdekat
Menghabiskan waktu bersama orang-orang terkasih juga menjadi salah satu cara mengatasi burn out dalam menulis yang bisa kamu coba ikuti. Misalnya quality time bersama keluarga, pasangan, sahabat, dan lain sebagainya.
Berkumpul dan menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat sering kali mampu memberikan semangat serta energi yang positif. Dengan demikian, ini menjadi salah satu cara yang efektif untuk mengatasi kelelahan mental akibat aktivitas menulis yang dilakukan secara terus menerus.
5. Membaca kisah inspiratif
Salah satu hal yang bisa menyebabkan burn out adalah penulis merasa tidak kunjung sukses dalam menjalani kariernya. Akibatnya, penulis merasa kehilangan motivasi atau bahkan membenci rutinitas menulis yang selama ini ia jalani.
Nah, untuk itulah cara mengatasinya adalah dengan mencari kisah inspiratif. Misalnya dengan membaca buku biografi para tokoh ternama dan berpengaruh.
Di dalam buku biografi berisikan kisah perjuangan para tokoh berpengaruh yang mana bisa membantu membangkitkan motivasi dan inspirasi para pembacanya. Dengan demikian, membaca buku biografi atau kisah inspiratif juga bisa menjadi obat untuk mengatasi burn out.
6. Mencoba free writing
Mengatasi burn out dalam menulis juga bisa dengan cara free writing atau menulis bebas. Menulis bebas berarti kamu tidak perlu terikat pada aturan tata bahasa dalam menulis.
Jadi, kamu hanya perlu fokus menulis apapun yang terlintas di kepalamu tanpa perlu memikirkan ketepatan dalam kaidah kebahasaan dan lain sebagainya.
Misalnya, kamu bisa melakukan journaling atau menulis di buku diary tentang perasaan atau hari-hari yang kamu lalui. Menulis dengan bebas membantumu melepaskan beban pikiran dan mengurangi tekanan mental yang sedang kamu alami karena target menulis yang tinggi.
7. Mengurangi kesibukan
Banyaknya tanggung jawab yang harus dikerjakan kadang kala bisa membuat burn out melanda seorang penulis. Maka jika kamu memiliki terlalu banyak proyek menulis, ada baiknya pertimbangkanlah untuk dikurangi agar tidak menimbulkan beban mental berlebihan atau burn out.
Cobalah terima dan kerjakan proyek menulis dengan tetap memperhatikan kemampuan dan kondisi mental maupun fisikmu. Jika sudah terjadi burn out, hal ini justru bisa mengganggu produktivitasmu dalam menulis.
8. Menerapkan self care yang baik
Mengatasi burn out dalam menulis juga bisa kamu lakukan dengan self care atau perawatan diri yang baik. Nah, cara merawat diri dengan baik antara lain:
Meningkatkan durasi dan kualitas tidur
Burn out dalam menulis dapat disebabkan salah satunya karena kurangnya waktu tidur yang cukup. Hal ini dikarenakan sering kali penulis harus bekerja hingga larut malam agar bisa fokus menulis.
Sebab, malam hari dianggap sebagai waktu di mana lingkungan sekitarnya lebih mendukung untuk menulis.
Dampaknya, penulis menjadi kurang istirahat dan rentan mengalami burn out.
Untuk itu, cobalah mulai terapkan waktu tidur yang cukup. Buat jadwal yang terorganisir kapan waktumu untuk menulis dan kapan untuk beristirahat atau menjalani aktivitas lainnya. Dengan pembagian waktu yang tepat dan seimbang antara bekerja dengan kehidupan pribadi, maka burn out dalam menulis bisa kamu hindari.
Berolahraga
Self care yang baik juga bisa dilakukan melalui olahraga secara rutin. Berolahraga tidak hanya bermanfaat untuk mengoptimalkan fungsi tubuh, tetapi juga mampu meningkatkan kinerja otak dan membangun mood yang positif.
Makan secara teratur
Tidak hanya berolahraga, makan secara teratur juga salah satu bentuk perawatan diri yang baik. Mengkonsumsi makanan sehat minimal dua sampai tiga kali sehari berperan penting dalam menjaga energi dan memenuhi asupan protein, vitamin, mineral, serta zat penting lainnya di dalam tubuh. Dengan begitu, otak dan tubuh dapat digunakan secara optimal untuk menulis atau melakukan aktivitas lainnya.
9. Mencoba menulis jenis karya tulis lain

Menulis satu jenis karya tulis dalam jangka panjang bisa menimbulkan rasa jenuh, bahkan memicu stres dan berujung pada burn out. Oleh karena itu, cara mengatasi hal tersebut adalah dengan mencoba jenis karya tulis lain untuk ditulis.
Misalnya, jika kamu terbiasa menulis artikel, maka cobalah untuk menulis karya tulis lainnya seperti puisi atau cerpen. Menulis puisi dan cerpen tentu berbeda dengan artikel.
Di dalam cerpen dan puisi, kamu bebas menuangkan kreativitas serta imajinasimu tanpa perlu memikirkan data atau fakta dalam penulisannya. Dengan perbedaan karakter ini, kamu bisa jadi mengurangi rasa jenuh dan burn out akibat terus menerus menulis artikel dengan target yang banyak.
10. Mengubah mindset
Apakah kamu memiliki pemikiran bahwa penulis sukses adalah penulis yang sudah mempunyai segudang karya, banyak menerbitkan buku, dan berhasil terjual ribuan hingga jutaan eksemplar?
Jika iya, maka mulai sekarang kamu bisa pertimbangkan untuk mengubah sudut pandang tentang penulis sukses. Cobalah definisikan penulis sukses secara lebih sederhana agar kamu tidak merasa terbebani dan berujung burn out akibat penetapan standar penulis sukses yang terlalu tinggi.
Misalnya, penulis sukses adalah penulis yang produktif, penulis yang mampu melawan rasa malas dan selalu berkomitmen tinggi untuk menepati jadwal menulis, tulisan diterima penerbit, dan target lainnya yang lebih realistis serta mudah dicapai. Sebab, target yang terlalu tinggi atau melebihi kemampuan dan realita bisa menyebabkan penulis mengalami burn out.
11. Mencari dukungan
Kondisi burn out yang menyerang penulis juga dapat disebabkan karena kurang support atau dukungan dari lingkungan sekitar, termasuk keluarga sendiri.
Kurangnya dukungan biasanya karena menjadi penulis sering kali dianggap sebagai profesi yang tidak menguntungkan secara finansial dan hanya membuang-buang waktu saja.
Padahal, menjadi penulis adalah profesi yang mulia. Terutama bagi kamu yang ingin bermanfaat bagi banyak orang namun merasa tidak mampu menyampaikan kebaikan secara lisan.
Dengan menjadi penulis, kamu bisa menyampaikan kebaikan melalui tulisan-tulisan yang dibukukan atau dibagikan ke media sosial yang kamu miliki.
Nah, minimnya dukungan untuk menulis juga bisa memicu stres dan menimbulkan rasa kecewa terhadap diri sendiri. Yang mana pada akhirnya, penulis menjadi rentan mengalami burn out.
Untuk itu, mencari dukungan dengan bergabung komunitas menulis sangat disarankan. Di sana, kamu bisa berkumpul dengan orang-orang yang memiliki antusiasme atau minat sama di bidang kepenulisan.
Tidak hanya mendapatkan dukungan atau motivasi dalam menulis, kamu juga bisa memperoleh berbagai insight atau informasi serta pengalaman seputar dunia kepenulisan dari penulis lain.
12. Menghindari perfeksionisme
Perfeksionisme berlebihan menjadi salah satu pemicu timbulnya burn out penulis. Maka, penting baginya untuk memahami bahwa tidak ada tulisan yang langsung sempurna hanya dalam sekali tulis.
Sadari secara penuh bahwa menulis draft pertama yang berantakan itu tidak apa-apa dan bukan suatu hal yang mengecewakan. Masih ada tahap editing setelah proses menulis selesai agar tulisanmu menjadi lebih baik.
Dengan mengurangi keinginan untuk mengejar kesempurnaan, menulis tidak akan menjadi kegiatan yang membebani hari-harimu. Menulis akan menjadi terasa lebih ringan dan juga menyenangkan.
13. Kembali mengingat tujuan menulis
Cara mengatasi burn out dalam menulis juga bisa dilakukan dengan mengingat kembali tujuan awal menulis. Apakah menulis untuk tujuan berbagi pengalaman, menyampaikan informasi atau gagasan penting, atau sekadar ingin mengekspresikan diri melalui tulisan?
Mengkoneksikan diri dengan tujuan menulis bisa membantumu untuk membangkitkan kembali semangat dan gairah menulis yang sempat hilang karena burn out.
14. Menurunkan target menulis dan fokus pada proses
Burn out dalam menulis dapat disebabkan pula karena target menulis yang tinggi. Untuk itu, cobalah menurunkannya agar lebih mudah dicapai.
Misalnya, menulis 200 kata per hari dengan konsisten akan lebih baik daripada 2500 kata per hari namun berakhir menyebabkan burn out. Berfokus pada proses menulis, bukan pada hasil akhirnya juga merupakan salah satu cara untuk bertahan menulis dalam jangka waktu yang lama.
Nah, demikian berbagai cara mengatasi burn out dalam menulis yang bisa kamu coba ikuti. Dengan menerapkan cara-cara di atas, harapannya kamu tidak berlarut-larut berada dalam fase burn out dan bisa segera produktif menulis kembali.
Mengalami burn out menulis bukan berarti akhir dari kariermu sebagai penulis. Namun, burn out justru bisa menjadi titik balik untuk menguatkan kembali niat dan tujuanmu dalam menulis. Tetap semangat!





