Bagaimana Cara Menjadi Penulis? Ini Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Bagaimana Cara Menjadi Penulis? Ini Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Menjadi penulis merupakan salah satu dari sekian banyak impian orang-orang di seluruh dunia. Terutama bagi mereka yang berpikir bahwa tulisan bisa menjadi salah satu cara untuk menyampaikan kebaikan dan berdampak bagi banyak orang.

Bagi pemula, pernyataan tentang, “bagaimana cara menjadi penulis?” mungkin adalah yang pertama kali terlintas di benaknya. Ini menjadi gambaran bahwa tidak sedikit pemula yang masih bingung bagaimana cara memulai untuk menjadi seorang penulis.

Bagaimana Cara Menjadi Penulis? Ini Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Apakah menjadi penulis harus memiliki bakat sejak kecil? Apakah menjadi penulis harus berlatar belakang dari jurusan bahasa dan sastra? Atau, harus pandai beretorika?

Realitanya, cara menjadi penulis tidak serumit itu, lho. Siapapun bisa menjadi penulis tanpa terkecuali. Bagaimanakah caranya? Yuk, simak pembahasan berikut!

Siapakah yang Disebut Penulis dan Apa Perannya?

Penulis adalah seseorang yang memiliki peran dalam menuangkan ide, gagasan, pemikiran, informasi, atau ilmu pengetahuan tentang berbagai hal, hingga pengalaman hidup dalam bentuk tulisan.

Peran penulis tersebut tentu sangat penting. Melalui tulisan, sebuah cerita dapat dikenang, ilmu pengetahuan bermanfaat dapat disebarluaskan, hingga pengalaman juga dapat dijadikan pembelajaran bagi para pembaca.

Di era digital seperti sekarang ini, sebutan untuk penulis juga tidak terbatas pada penulis buku atau novel saja, lho. Profesi penulis kini sudah semakin berkembang.

Ada banyak jenis penulis, mulai dari penulis blog atau disebut blogger, content writer, copywriter, ghost writer, script writer, UI/UX writer, dan sebuah untuk penulis digital atau digital writer lainnya. Ini menunjukkan bahwa siapapun yang menulis secara konsisten dan memiliki tujuan yang kuat dapat disebut sebagai penulis.

Hal terpenting yang perlu dipahami adalah bahwa menjadi seorang penulis bukan tentang bakat. Melainkan konsistensi dan kemauan untuk terus belajar serta berproses.

Cara Menjadi Penulis yang Bisa Pemula Lakukan

Untuk bisa menjadi penulis yang karyanya berdampak tidaklah rumit. Berikut ini langkah-langkah atau cara menjadi penulis yang bisa kamu ikuti:

1. Menemukan alasan atau tujuan menulis yang kuat

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menemukan alasan atau tujuan kuat mengapa kamu ingin menjadi penulis. Alasan atau tujuan menulis merupakan pondasi penting agar kamu tidak mudah goyah dan menyerah dalam menghadapi setiap tantangan yang mungkin muncul selama prosesmu menjadi penulis.

Tujuan menulis yang kuat bisa menjadi pembakar semangat ketika rasa malas dan keraguan menjadi penulis mulai muncul. Beberapa hal yang bisa kamu jadikan tujuan atau alasan kuat mengapa kamu ingin menjadi penulis, antara lain:

  • Berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman
  • Mengekspresikan diri dan menyalurkan hobi
  • Menginspirasi orang lain
  • Ingin menghasilkan buku yang bermanfaat bagi banyak orang
  • Memperoleh penghasilan dari tulisan
  • Membangun personal branding
  • Dan lain sebagainya.

2. Mau berproses dan terbuka terhadap kritikan

Tidak sedikit calon penulis yang menyerah dan memutuskan berhenti mengejar impiannya karena takut salah atau mendapatkan kritikan.

Padahal, melakukan kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Tidak ada penulis profesional manapun yang bisa langsung menghasilkan tulisan yang sempurna di awal kariernya.

Calon penulis yang baik akan menjadi kritikan dan saran sebagai bahan evaluasi, bukan sebaliknya. Menjadikannya sebagai alasan untuk berhenti dan merasa diri tidak cukup pantas menjadi seorang penulis.

Maka, dalam hal ini penting juga agar kamu tidak membandingkan diri dengan penulis lain, apalagi penulis yang sudah berpengalaman.

Sebab, setiap penulis akan melalui proses yang berbeda hingga bisa menjadi penulis ahli dan profesional. Jadi, fokuslah pada perkembangan dirimu sendiri, ya.

3. Berlatih menulis

Berlatih menulis menjadi salah satu cara menjadi penulis berikutnya yang wajib kamu ikuti. Banyak sekali wadah untuk belajar atau latihan menulis yang sekarang ini tersedia.

Kamu bisa mengunggah tulisan di media sosial, blog, atau platform kepenulisan yang kini sudah semakin beragam. Pilihlah yang cocok dan sesuai dengan yang kamu butuhkan.

Untuk melatih kemampuan menulis, bergabung dengan komunitas dan mengikuti event-event atau pelatihan-pelatihan kepenulisan juga sangat disarankan.

4. Konsisten menulis

Konsistensi merupakan modal penting untuk menjadi seorang penulis. Jadi, menjadi penulis bukan soal bakat. Melainkan tentang konsistensi dan kemauan untuk berproses.

Untuk itu, lakukanlah secara konsisten dus poin sebelumnya. Yakni, perbanyak membaca dan latihan menulis. Banyak membaca mampu memperkaya kosakata yang kamu miliki sehingga kamu bisa menulis dengan lancar.

Begitu pula dengan banyak latihan menulis. Sering latihan menulis bisa membantumu lebih mudah dalam menuangkan ide-ide yang ada di kepala agar bisa tersampaikan dengan baik kepada para pembaca dan mudah mereka pahami.

5. Memperbanyak amunisi

Cara menjadi penulis berikutnya adalah memperbanyak amunisi. Yang mana, amunisi bagi seorang penulis ialah bahan bacaan. Baik berupa buku, jurnal, artikel, maupun bahan bacaan lainnya.

Memperbanyak membaca merupakan modal penting untuk memperkaya wawasan dan kosakata yang kamu miliki. Dengan begitu, kamu bisa menghasilkan tulisan yang lebih hidup dan berkualitas.

Tidak hanya itu, banyak membaca juga memungkinkanmu terhindar dari writer’s block. Ide-ide menulis bisa tersampaikan dengan lancar karena sudah banyak bahan bacaan kamu serap dan dijadikan inspirasi menulis.

6. Mempelajari teknik dasar menulis

Bagaimana Cara Menjadi Penulis? Ini Langkah-Langkah yang Bisa Dilakukan

Menulis dengan baik dan benar merupakan keterampilan penting yang perlu dipelajari oleh siapa saja. Terutama bagi kamu yang ingin menjadi seorang penulis.

Memahami teknik dasar menulis menjadi bekal penting agar kamu bisa menggunakan bahasa dengan tepat. Yang mana, ketepatan dalam tata bahasa tidak hanya membuat tulisan menjadi lebih enak dibaca dan mudah dipahami. Tetapi juga mampu mencerminkan kedisiplinan penulis. Teknik dasar menulis yang sering kali dianggap sepele di antaranya;

Penulisan kata “di”

Penulisan kata “di” yang tepat sebenarnya cukup sederhana. Kata “di” ditulis terpisah dengan kata berikutnya jika kata berikutnya tersebut bukan merupakan tempat atau waktu. Misalnya; di rumah, di sekolah, di siang hari, di depan, dan lain sebagainya.

Sementara itu, penulisan kata di dengan cara digabung jika kata berikutnya tidak menunjukkan tempat ataupun waktu. Sebagai contoh; dimakan, diminum, dibiarkan, ditulis, dan lain sebagainya.

Penulisan akhiran -ku, -mu,-nya

Akhiran -ku, -mu, -nya selalu ditulis serangkai dengan kata sebelumnya karena menunjukkan kepemilikan dan merupakan bagian dari kata itu sendiri. Contohnya; milikku, milikmu, miliknya, dan lain sebagainya.

Penulisan akhiran -lah, -kah

Akhiran -lah dan -kah juga ditulis serangkai dengan kata sebelumnya karena menunjukkan partikel yang melekat. Contohnya; apakah, berapakah, dialah, bagaimanakah, dan lain sebagainya.

Penggunaan tanda baca

Penggunaan tanda baca seru (!), koma (,), dan titik (.) tidak perlu diberikan spasi sebelumnya. Spasi baru diberikan setelah tanda baca tersebut diletakkan. Contohnya:

  • Apakah kamu lapar?
  • Membeli buku bajakan berarti kamu tidak menghargai jerih payah penulis serta orang-orang yang bekerja di balik layar penerbitan dan percetakan buku.
  • Ibuku membeli sayur, buah, dan alat-alat rumah tangga di pasar.
Penggunaan kata “ubah”

Menurut KBBI, penulisan yang benar untuk kata “ubah” adalah “ubah”, bukan “rubah”. Namun, tak sedikit yang masih keliru menulisnya menjadi “merubah” atau “dirubah” dalam kalimat. Padahal, yang benar adalah “mengubah” dan “diubah”.

Selain itu, beberapa hal perlu diperhatikan dalam menulis yang baik ialah kejelasan bahasa, struktur tulisan, dan alur pembahasan.

Pada umumnya, tulisan yang baik memiliki isi yang runtut dan mudah dipahami, pembuka yang menarik sehingga mendorong pembaca untuk lanjut membaca sampai akhir, serta penutup yang memberikan kesan dan pesan.

Dalam menulis, kamu juga perlu menggunakan gaya bahasa yang sesuai dengan target pembaca. Jika pembaca termasuk kalangan umum, maka hindari menggunakan istilah-istilah rumit yang sulit dipahami.

Hal tersebut menunjukkan bahwa gaya bahasa yang tepat sangat penting agar maksud tulisanmu bisa tersampaikan dengan baik kepada pembaca.

7. Membangun portofolio

Setalah terbiasa menulis, cara menjadi penulis berikutnya adalah dengan mulai membangun portofolio atau hasil karya. Kumpulkan karya tulis terbaikmu, baik yang berupa artikel, cerpen, puisi, tulisan reflektif, maupun yang lainnya.

Untuk membangun portofolio kepenulisan, kamu juga bisa mengikuti event atau lomba kepenulisan, bergabung dengan komunitas menulis, hingga mempublikasikan tulisan di blog pribadi dan platform kepenulisan yang saat ini tersedia banyak pilihan.

8. Percaya diri dan mencoba mengirimkan karya ke penerbit

Cara menjadi penulis yang terakhir ialah percaya diri dan mencoba mengirimkan karya ke penerbit atau media-media yang menerima jenis karya yang kamu tulis.

Jangan takut naskah buku atau karya tulismu ditolak. Mencoba walaupun sekali jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Lagipula, penolakan adalah hal yang wajar. Bukan pertanda bahwa karyamu jelek atau kamu tidak pantas menjadi penulis.

Calon penulis yang bijak akan menjadikan penolakan tersebut sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas karya agar lebih baik lagi dan di kemudian hari bisa diterima oleh penerbit atau media lain.

Bisa jadi juga bukan karena karyamu tidak bagus. Hanya saja, kamu belum menemukan penerbit atau media yang cocok dengan karya kamu tulis. Jadi, tetap semangat dan jangan mudah menyerah, ya!

Nah, itulah tadi langkah-langkah atau cara menjadi penulis yang bisa kamu ikuti. Menjadi penulis di era digital ini tidak hanya berbicara tentang penulis buku saja, melainkan juga jenis penulis lainnya seperti penulis konten atau content writer, copy writer, blogger, script writer, dan lain sebagainya.

Apapun jenis penulis yang kamu impikan, profesi penulis tetaplah mulia jika apa yang ditulis adalah hal yang bermanfaat dan bisa berdampak bagi pembacanya. Semoga artikel ini bermanfaat!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn