
Tidak sedikit orang yang ingin menjadi penulis hebat dan profesional namun lupa akan satu hal, yakni membiasakan diri untuk banyak membaca.
Menulis dan membaca adalah dua hal yang saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan. Agar bisa menjadi penulis hebat, maka membaca harus menjadi bagian dari rutinitas harian yang perlu kamu lakukan. Mengapa demikian? Sebab, terdapat berbagai alasan kenapa penulis harus banyak membaca.
Daftar isi
Toggle9 Alasan Kenapa Penulis Harus Banyak Membaca
Penulis yang hebat dan terkenal saat ini pun mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang mengena dan berkualitas oleh sebab banyaknya bahan bacaan yang mereka baca. Mulai dari buku fiksi, nonfiksi, artikel, jurnal, dan lain-lain.
Artikel yang sesuai:
Nah, sebenarnya kenapa penulis harus banyak membaca? Artikel kali ini akan membahas alasannya satu per satu yang perlu kamu ketahui, terutama jika kamu ingin menjadi penulis hebat dan profesional. Yuk, simak penjelasan di bawah ini!
1. Memperkaya Perbendaharaan Kosakata dan Gaya Bahasa
Alasan pertama kenapa penulis harus banyak membaca ialah memperkaya perbendaharaan kosakata dan gaya bahasa. Semakin banyak membaca, maka semakin banyak gaya bahasa dan kosakata yang diserap oleh penulis.
Banyaknya diksi atau kosakata tentu akan memudahkan penulis dalam menggunakan kata yang tepat dan kuat untuk menggambarkan setiap adegan. Misalnya adegan romantis, tegang, kecewa, marah, sedih, dan lain sebagainya.
Dengan begitu, pembaca bisa ikut merasakan apa yang dialami oleh tokoh dan terbawa suasana yang ada di dalam cerita.
Banyaknya kosakata yang penulis miliki juga bisa membantunya menghasilkan tulisan yang tidak monoton, berbobot, dan terasa lebih hidup.
Melalui buku-buku yang dibacanya , penulis pun bisa belajar banyak gaya bahasa. Mulai dari gaya bahasa yang santai, puitis, formal, atau deskriptif bisa penulis pelajari.
Yang mana, lama kelamaan penulis bisa menemukan gaya bahasa yang cocok untuk digunakannya sendiri sehingga tidak sekadar meniru gaya bahasa penulis lain. Di samping itu, penulis pun bisa menerapkan bahasa yang sesuai dengan kebutuhan tulisan.
Tanpa banyaknya kosakata yang dimiliki, maka diksi yang digunakan akan cenderung terbatas. Hal ini bisa membuat rangkaian kata terasa dangkal, monoton, repetitif, dan terkesan kurang hidup.
2. Membaca Membantu Penulis Memahami Struktur Tulisan yang Baik
Alasan lainnya kenapa penulis harus banyak membaca ialah karena dengan membaca, penulis bisa terbantu dalam memahami struktur tulisan yang baik.
Sering berjalannya waktu, kemampuan penulis dalam membuat pembuka, isi, dan penutup tulisan yang efektif pun akan semakin terasah. Begitu pula kemampuan dalam mengembangkan ide tulisan.
Membaca bisa menjadi jalur alternatif tanpa berbayar yang bisa penulis manfaatkan untuk belajar bagaimana sebuah ide dikembangkan menjadi tulisan utuh, bagaimana alur dibangun, bagaimana konflik muncul, dan bagaimana membuat tulisan menjadi mudah dinikmati oleh pembaca mulai dari pembuka hingga penutupnya.
3. Memunculkan Ide dan Kreativitas
Memunculkan kreatifitas dan ide juga menjadi salah satu alasan penting kenapa penulis harus banyak membaca. Menemukan ide dan memperkuat kreativitas merupakan bekal penting untuk menghasilkan tulisan yang berkualitas dan bermakna mendalam.
Ketika banyak membaca, penulis bisa menemukan berbagai inspirasi atau ide menulis yang beraneka ragam. Dari situlah kreativitas penulis bisa terlahir melalui penggabungan ide-ide yang ia temukan dari bahan bacaan tersebut.
Dengan kata lain, banyak membaca memungkinkan penulis untuk mendapatkan bahan baku yang lebih luas agar mampu menciptakan kreativitas dalam tulisannya. Selain banyak bahan bacaan yang dibaca, maka semakin kecil pula kemungkinan penulis menulis cerita yang mainstream atau biasa saja.
4. Meningkatkan Skill Critical Thinking
Bahan bacaan terutama yang bergenre nonfiksi dan bersifat analitis atau argumentatif bisa membantu penulis dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Penulis bisa belajar bagaimana cara membandingkan perspektif yang ada, memperkuat argumen, hingga mengevaluasi setiap informasi yang disampaikan.
Kemampuan tersebut tentunya penting dimiliki oleh setiap penulis. Dengan begitu, penulis bisa menghasilkan tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga berbobot, tajam, dan dapat dipercaya atau memiliki kredibilitas tinggi.
5. Belajar Memahami Ritme Tulisan

Dengan banyak membaca, penulis juga bisa belajar memahami ritme tulisan. Yang mana, ritme tulisan ini dapat memengaruhi enak atau tidaknya tulisan ketika dibaca. Untuk itulah, penting bagi penulis untuk belajar bagaimana cara menyajikan tulisan dengan ritme yang baik.
Nah, banyak membaca merupakan salah satu cara ampuh agar penulis bisa menghasilkan tulisan yang tidak kaku atau terkesan mengalir saat dibaca serta memiliki alur yang nyaman diikuti. Dengan demikian, pembaca akan betah membaca tulisan dari awal sampai akhir.
6. Meningkatkan Kepercayaan Diri dalam Menulis
Kepercayaan diri dalam menulis terlahir dari luasnya pengetahuan atau referensi yang dimiliki oleh penulis. Ketika pengetahuan atau referensi yang dimiliki kurang cukup, biasanya penulis akan merasa ragu dan buntu dalam merangkai kata demi kata.
Itulah mengapa banyak membaca dibutuhkan oleh setiap penulis. Membaca bisa membantu memperluas wawasan penulis sehingga penulis bisa lebih siap karena sudah memiliki bekal yang cukup untuk mengembangkan ide-idenya menjadi tulisan yang informatif dan berkesan.
7. Membantu Mengenal Beragam Sudut Pandang
Bahan bacaan merupakan hasil dari pengalaman dan pemikiran orang lain yang dituangkannya ke dalam bentuk tulisan. Ini menunjukkan bahwa dengan banyak membaca, penulis bisa mengenali beragam perspektif atau sudut pandang, nilai, dan budaya.
Hal tersebut bisa membantu penulis untuk menghasilkan tulisan yang kaya akan perspektif dan lebih inklusif. Dengan begitu, tulisan akan lebih relevan bagi pembaca karena sudut pandangnya yang tidak sempit atau mampu mewakili isi hati banyak orang.
8. Belajar Membuat Karakter yang Lebih Hidup
Alasan lainnya kenapa penulis harus banyak membaca adalah agar penulis bisa belajar bagaimana cara membuat karakter yang lebih hidup.
Melalui bacaan, penulis bisa mempelajari dan mengamati kebiasaan, cara bicara, hingga membuat konflik batin yang kuat untuk setiap karakter dalam ceritanya.
Penulis juga bisa melihat bagaimana penulis lain membuat karakternya terkesan nyata. Dengan demikian, setiap hal yang dilakukan atau dialami oleh karakter bisa ikut dirasakan oleh pembaca.
9. Membantu Memahami Tren Genre dan Pasar
Terakhir, banyak membaca juga bisa menjadi cara efektif untuk membantu penulis dalam memahami tren genre dan pasar. Penulis bisa memahami genre yang sedang diminati di pasaran, tema yang sering muncul, hingga gaya penulisan seperti apa yang disukai oleh pembaca.
Memahami hal tersebut tentu sangat penting. Khususnya bagi penulis yang ingin karyanya diterbitkan secara profesional dan dibaca oleh banyak orang.
Nah, itulah tadi sembilan alasan kenapa penulis harus banyak membaca, baik karya tulis fiksi maupun nonfiksi.
Membaca karya tulis fiksi bisa membantu penulis untuk membangun imajinasi dan empati, sementara karya tulis nonfiksi bermanfaat memperluas pengetahuan penulis.
Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa membaca dan menulis merupakan dua aktivitas yang saling berkaitan erat sehingga tidak dapat dipisahkan.
Dengan banyak membaca, penulis bisa memperoleh bahan bakar yang cukup untuk menghasilkan tulisan yang kaya makna dan bermutu bagi para pembaca. Semoga penjelasan dalam artikel ini dapat dipahami dan bermanfaat, ya. Selamat menulis!





