
Menulis sering kali dianggap sebagai aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian. Banyak dari kita yang juga mungkin gemar menulis baik di buku harian, notes handphone, blog pribadi, media sosial, dan lain sebagainya tentang hal apapun.
Meski demikian, banyak yang belum menyadari bahwa menulis memiliki beragam manfaat penting. Maka jika kamu memiliki mimpi menjadi seorang penulis, kamu patut memperjuangkan mimpimu tersebut.
Daftar isi
ToggleIngin Jadi Penulis? Ini 9 Manfaat Menulis yang Perlu Kamu Ketahui
Nah, apa sajakah manfaat menulis? Artikel kali ini akan membahasnya, mulai dari manfaat untuk diri sendiri hingga manfaat menulis untuk orang lain. Jika kamu ingin menjadi seorang penulis, yuk simak pembahasan berikut sampai selesai!
Artikel yang sesuai:
1. Menulis Dapat Membantu Seseorang Bertumbuh dan Mengenal Dirinya Sendiri
Menulis bukan hanya tentang menuangkan kata-kata, melainkan juga tentang proses bertumbuh. Melalui menulis, seseorang juga bisa lebih mengenal dirinya sendiri. Dengan menulis jurnal harian misalnya.
Melalui hal sederhana tersebut, perlahan kamu bisa mengetahui hal-hal yang kamu sukai dan tidak, serta memahami apa yang sebenarnya kamu pikirkan dan rasakan. Bahkan, menulis bisa membantumu menemukan sesuatu yang jauh lebih besar, yakni tujuan dan arah hidup.
Proses tersebut tentunya sangat penting bagi seorang penulis. Sebab, kepekaan terhadap diri sendiri bisa membantumu menghasilkan tulisan dengan makna yang kaya dan mendalam.
Menulis juga dapat membantu meningkatkan intelektual, kreativitas, hingga membentuk mentalitas seseorang. Hal ini dikarenakan di balik setiap tulisan, terdapat latihan dalam menuangkan buah pemikiran, pengendalian emosi, hingga pembentukan karakter.
Semakin sering kamu menulis, maka semakin besar pula peluangmu untuk bertumbuh dan berkembang. Bahkan kamu bisa menghasilkan buku yang lahir dari ekspresi mendalam perasaan dan sebagai bentuk refleksi diri.
2. Menulis sebagai Sarana untuk Mengekspresikan Diri
Manfaat menulis lainnya juga dapat digunakan sebagai sarana untuk mengekspresikan diri. Melalui menulis, kamu bisa menyalurkan apapun isi hati dan perasaan yang mungkin sulit tersampaikan secara lisan.
Melalui tulisan, kamu tidak hanya bisa mengekspresikan ide dan gagasan saja. Tetapi juga perasaan sedih, bahagia, kecewa, marah, atau emosi dan perasaan-perasaan lainnya bisa kamu tuangkan secara bebas tanpa perlu takut tak didengar atau dihakimi orang lain.
3. Melatih Kemampuan Berpikir Kritis
Manfaat menulis yang juga dapat kamu rasakan ialah melatih kemampuan berpikir kritis. Jadi, menulis bukan hanya aktivitas kreatif, melainkan juga sebagai latihan untuk meningkatkan ketajaman intelektual.
Ketika menulis, kamu akan belajar menyusun ide atau gagasan secara runtut, menggunakan diksi yang tepat, hingga menghubungkan ide yang satu dengan ide lainnya agar mudah dipahami pembaca. Secara tidak disadari, hal ini membantu mengasah kemampuanmu dalam berpikir kritis.
4. Memperkuat Fokus dan Daya Ingat
Berikutnya, menulis juga memiliki peranan penting untuk memperkuat fokus dan daya ingat seseorang. Yang mana agar bisa menyelesaikan sebuah tulisan, kamu dituntut untuk fokus dan konsentrasi secara penuh. Hal ini berperan penting supaya pesan dalam tulisan bisa tersampaikan dengan baik kepada pembaca.
5. Sarana untuk Mengembangkan Diri
Menulis merupakan proses belajar tanpa henti bagi siapapun yang memiliki cita-cita menjadi seorang penulis. Semakin sering menulis, maka semakin kaya pula kosakata yang kamu miliki.
Begitu pula dengan gaya bahasa yang akan semakin berkembang seiring berjalannya waktu. Tulisan yang mungkin pada awalnya terasa kaku, lama kelamaan bisa menjadi terkesan mengalir dan nyaman dibaca.
Selain itu, perlahan juga kamu akan menemukan gaya menulis yang cocok untuk kamu gunakan. Yakni dari bagaimana caramu memilih diksi, bertutur, dan menyampaikan sudut pandang, setiap penulis pasti memiliki ciri khasnya masing-masing. Inilah yang nantinya bisa menjadi identitas dan pembeda antara satu penulis dengan penulis lainnya.
Menulis juga bisa menjadi sarana mengembangkan diri dari sisi kedisiplinan. Menentukan waktu menulis secara konsisten meski hanya beberapa paragraf merupakan bentuk komitmen terhadap diri sendiri yang sering kali tidak mudah dilakukan.
Melalui kebiasaan kecil tersebut, mentalitas sebagai penulis pun akan terbentuk. Rasa malas dan keraguan yang sering kali muncul di awal perjalanan menulismu akan dikalahkan oleh konsistensi menulis.
6. Menginspirasi Orang Lain

Melalui tulisan, kamu juga bisa memberikan inspirasi bagi orang lain, lho. Tanpa perlu bertemu atau bertatap muka secara langsung. Keren sekali, bukan?
Terlebih lagi jika tulisan tersebut terlahir dari hati. Pesan yang tersimpan di dalamnya sering kali juga lebih mudah diterima dan menyentuh hati para pembaca.
7. Sumber Pahala
Tidak dapat disangkal bahwa kematian adalah hal yang pasti akan menghampiri setiap makhluk Tuhan, entah kapan waktunya nanti. Nah, siapa sangka bahwa tulisan bisa menjadi salah satu bekal menuju perjalanan kita setelah mati.
Meski jiwa dan raga kita tak lagi hadir di dunia, kita masih tetap hidup dalam tubuh lain bernama karya. Melalui karya tulis yang bermanfaat dan terus dibaca, kita bisa mendapatkan pahala yang terus mengalir sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.
8. Sarana Menyampaikan Kebaikan
Menyampaikan kebaikan atau berdakwah tidak harus melalui mimbar dan disampaikan secara lisan. Kamu juga bisa membagikan hal-hal positif melalui tulisan. Baik di blog pribadi, media sosial, maupun buku yang kamu terbitkan.
Berdakwah melalui tulisan ini sangat cocok bagi kamu yang merasa kesulitan berkata-kata melalui lisan atau tidak memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk berbicara di depan khalayak umum.
Kamu tetap bisa berdampak untuk banyak orang melalui tulisan. Jadi, jangan pernah berkecil hati jika kamu memiliki kekurangan dalam berkomunikasi secara lisan, ya. Dibalik setiap kekurangan, Tuhan pasti telah titipkan potensi terbaik dalam diri setiap individu.
Selain itu, mungkin kamu juga pernah mendengar ungkapan bahwa satu peluru hanya bisa menembus satu kepala. Sementara tulisan, bisa menembus jutaan kepala. Ini menunjukkan bahwa berdakwah melalui tulisan tidak bisa dianggap remeh.
Dengan menyampaikan kebaikan melalui tulisan, kamu juga tidak perlu melakukan perjalanan dari kota ke kota atau dari satu mimbar ke mimbar lainnya. Sebab, tulisan dapat dengan mudah dibaca oleh siapa saja, terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini.
9. Memperluas Koneksi
Banyak yang berpikir bahwa aktivitas menulis hanya melibatkan diri sendiri. Padahal, menulis juga mengharuskan kita untuk berinteraksi dengan banyak orang. Misalnya saja dengan penerbit, pembaca, atau sesama rekan penulis.
Tentu ini merupakan hal positif bagi seorang penulis karena dapat membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan memperluas relasinya.
Nah, selain manfaat menulis yang telah disebutkan di atas, masih ada manfaat menulis lainnya yang bisa menjadi bonus. Yakni, mendapatkan penghasilan dan popularitas atau dikenal banyak orang.
Namun ingat ya, dua hal tersebut hanyalah bonus! Jadi, jangan menjadikannya sebagai tujuan utama. Sebab, jika tidak tercapai maka rasa kecewanya bisa jadi sulit terobati.
Nah, berdasarkan penjelasan di atas, banyak sekali manfaat menulis yang dapat dijadikan tujuan atau alasan mengapa kita menulis. Kalau kamu, apa tujuanmu menulis?
Pastikan tujuan atau alasanmu menulis adalah hal yang bermanfaat, ya! Baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Selamat menulis! Semoga cita-citamu menjadi penulis profesional bisa segera terwujud, ya!





