Membuat proposal merupakan salah satu tugas yang pasti akan dihadapi oleh setiap mahasiswa. Terutama membuat proposal penelitian yang nantinya ditugaskan di akhir semester sebagai tahapan awal sebelum menyusun skripsi yang merupakan syarat kelulusan mahasiswa dari jenjang pendidikan S1.
Untuk membuat batasan proposal yang jelas dan agar sebuah kegiatan berjalan terarah, memahami perihal ruang lingkup proposal merupakan hal penting sehingga tidak boleh kamu lewatkan jika hendak membuat proposal, baik proposal untuk penelitian, bisnis, maupun kegiatan tertentu.
Daftar isi
ToggleMengenal Ruang Lingkup Proposal yang Perlu Mahasiswa Ketahui
Maka dari itu, dalam artikel kali ini akan dibahas terkait apa saja hal yang perlu dicantumkan di dalam proposal atau ruang lingkup proposal. Beserta pengertiannya, berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang ruang lingkup proposal yang perlu kamu simak!
Artikel yang sesuai:
Pengertian Ruang Lingkup Proposal
Jika diartikan secara sederhana, ruang lingkup berarti cakupan atau batasan pembahasan. Ruang lingkup proposal berarti cakupan atau batasan pembahasan dalam proposal sehingga nantinya penelitian atau kegiatan tertentu yang hendak dilakukan memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Dengan kata lain, ruang lingkup proposal menjadi kerangka dalam menyusun suatu penelitian atau kegiatan yang fokus, jelas, dan terarah sehingga tidak meluas atau melebar kemana-mana.
Melalui ruang lingkup proposal yang disusun dengan baik, pembaca akan lebih mudah dalam memahami dan menikmati informasi yang tersaji di dalam proposal. Ketika pembaca bisa paham dengan isinya, itu berarti kamu sudah berhasil merangkai kalimat secara efektif.
Apa Saja Hal yang Tercantum dalam Ruang Lingkup Proposal?
Setelah paham apa itu ruang lingkup proposal, tentu saja hal-hal yang perlu dicantumkan atau ruang lingkup proposal adalah pengetahuan lainnya yang perlu kamu miliki jika hendak menyusun proposal.
Nah sebelum membahas ruang lingkup proposal, yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu adalah jenis proposal yang hendak ditulis. Jadi, apa saja jenis-jenis proposal? Ini dia pembahasannya!
1. Proposal formal
Jenis proposal yang pertama adalah proposal formal. Nah, proposal penelitian termasuk ke dalam jenis proposal formal di mana penulisannya perlu menggunakan bahasa baku atau formal. Jika dalam proposal penelitian, struktur penulisannya pun diatur dalam metodologi penelitian.
Untuk menyusun ruang lingkup proposal formal dengan baik, ada hal-hal yang perlu dicantumkan di dalamnya. Yakni, sebagai berikut:
Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian pertama kali yang akan kamu jumpai dalam sebuah proposal formal. Di bagian pendahuluan ini memuat halaman judul, kata pengantar, ikhtisar, daftar isi, hingga halaman pengesahan.
Isi
Setelah pendahuluan, bagian kedua merupakan ini atau isi dari proposal. Di dalamnya antara lain mencakup poin-poin berikut:
- Latar belakang: Menjelaskan alasan mengapa mengangkat topik penelitian atau kegiatan tersebut.
- Batasan masalah: Ruang lingkup permasalahan yang dibahas dalam proposal agar terfokus dan tidak meluas.
- Tujuan: Poin yang berisikan tujuan dilakukannya sebuah penelitian atau kegiatan tertentu.
- Kerangka berpikir: Alur berpikir peneliti mengenai penelitian yang diangkat.
- Kerangka teori: Teori dari para peneliti terdahulu yang dijadikan acuan untuk mendukung penelitiannya.
- Metodologi: Bagian yang mencakup penjelasan tentang teknik pengambilan sampel, pengolahan, hingga analisis data penelitian.
- Fasilitas: Mencakup fasilitas yang diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan tertentu.
- Kelebihan dan kekurangan: Kelebihan dan kekurangan penelitian atau kegiatan yang dirancang.
- Biaya: Memuat pembahasan tentang rancangan biaya yang diperlukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan penelitian atau kegiatan lainnya.
- Waktu: Berisikan penjelasan estimasi waktu yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian atau kegiatan tertentu lainnya.
Penutup
Setelah pendahuluan dan isi, bagian ruang lingkup proposal yang terakhir ialah penutup. Proposal yang baik ditutup dengan daftar pustaka yang lengkap untuk mendukung kekuatan penelitian yang dilakukan.
Selain itu, jangan lupa sertakan juga lampiran-lampiran setelah halaman daftar pustaka. Misalnya, tabel, data-data pendukung, kumpulan foto saat kegiatan atau pengumpulan data penelitian dilakukan, dan lain sebagainya sebagai bukti bahwa kamu telah benar-benar melaksanakan penelitian.
2. Proposal semi formal
Selain proposal formal, ada pula jenis proposal yang kedua, yakni proposal semi formal. Yang mana, format dalam proposal semi formal ini tidak selengkap proposal formal namun bahasa yang digunakan tetap baku.
Bentuk paling umum dari proposal semi formal ialah surat yang memuat penjelasan mengenai permasalahan tertentu beserta solusi atau problem solving, serta bisa pula terkait permohonan dan saran dari penyusun untuk hal-hal tertentu.
3. Proposal non formal
Jenis proposal yang terakhir adalah proposal non formal. Jenis proposal yang satu ini hampir sama dengan proposal semi formal. Hanya saja, perbedaannya terletak pada penulisannya yang menggunakan bahasa lebih luwes atau santai. Selain itu, proposal non formal biasa ditulis dalam bentuk surat atau memorandum.
Mengapa Harus Jelas dalam Menyusun Proposal?
Dalam membuat proposal untuk penelitian, bisnis, atau kegiatan tertentu, bahasa yang digunakan haruslah jelas. Tentu saja tujuannya adalah agar proposal bisa dinikmati dan dipahami dengan baik oleh pembaca.
Dengan penyusun kalimat demi kalimat yang jelas di dalam proposal, pembaca juga jadi lebih mudah dalam memahami materinya dan rancangan penelitian yang dibuat oleh peneliti secara mendalam.
Dari situ, bisa jadi pembaca tertarik untuk mengembalikan penelitian dengan topik serupa di masa mendatang dan menjadikan proposalmu sebagai referensi.
Kemudian, jika melihat kembali bahwa salah satu tujuan proposal adalah memberikan wawasan atau pengetahuan kepada pembaca terkait topik tertentu. Untuk itulah, penting agar kamu menyajikan informasi yang valid dan akurat sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Tentu saja, untuk mencapainya kamu perlu mendalami materi penelitian dengan baik, riset sumber tepercaya dan mengikuti kaidah metodologi penelitian yang berlaku terkait ruang lingkup proposal yang baik.
Contoh Ruang Lingkup Proposal
Untuk memperkuat pemahaman terkait materi ruang lingkup proposal yang dibahas pada artikel kali ini, berikut kami sajikan pula salah satu contoh ruang lingkup proposal untuk penelitian yang dikutip dari laman kimia.fmipa.unsoed.ac.id:
Dalam proposal penelitian berjudul “Simulasi Kuantum Reaksi Pembentukan -COOH pada Permukaan PtRuMo (111) dengan Metode Density Functional Theory“, sudah jelas bahwa penulis mengambil topik penelitian yang berkaitan dengan bidang kimia fisika. Ruang lingkup penelitian tersebut fokus membahas mengenai hal-hal berikut:
- Kemampuan PtRuMo sebagai katalis
- Klarifikasi mengenai adanya kemungkinan pembentukan COOH pada permukaan PtRuMo (111)
- Mekanisme reaksi koadsorpsi CO dan OH pada permukaan PtRuMo (111)
- Pengamatan terhadap lokasi-lokasi yang aktif sebagai tempat koadsorpsi CO dan OH pada permukaan PtRuMo (111)
Lokasi penelitian dilakukan di Laboratorium Fisika dan Material Inti Universitas Jenderal Soedirman dengan jangka waktu selama 4 bulan, yakni mulai dari bulan Maret hingga Juni 2021.
Demikianlah pembahasan materi seputar ruang lingkup proposal yang perlu kamu ketahui. Terutama bagi kamu mahasiswa akhir yang akan dihadapkan pada tugas pembuatan proposal penelitian.
Dengan membaca artikel ini, semoga membantumu memahami lebih jauh terkait pengertian, jenis-jenis, hingga ruang lingkup proposal, ya. Jangan lupa share ke temanmu yang membutuhkan informasi ini!