
Pernahkah kamu merencanakan untuk menulis setiap hari namun berujung rebahan, scrolling sosial media, atau melakukan aktivitas lainnya? Jika pernah atau bahkan sering, kamu tidak sendirian.
Tidak hanya penulis pemula, kesulitan menjaga konsistensi menulis juga bisa dirasakan oleh penulis yang sudah berpengalaman. Padahal, kunci utama menjadi penulis profesional dan produktif adalah membiasakan diri untuk menulis.
Daftar isi
ToggleRahasia Konsisten Menulis yang Bisa Diterapkan Penulis Pemula
Untuk itu, dalam artikel kali ini kami akan berbagi rahasia konsisten menulis yang bisa diterapkan oleh penulis pemula hingga berpengalaman. Apa saja tipsnya? Mari simak uraian informasinya di bawah ini dan jangan lupa terapkan!
Artikel yang sesuai:
1. Menetapkan Tujuan atau Niat Menulis yang Jelas
Menetapkan tujuan sejak awal menulis merupakan pondasi penting yang dapat menentukan ketahanan atau konsistensimu dalam menulis.
Maka, penting agar kamu menanyakan kepada diri sendiri, “Apakah kamu menulis untuk menerbitkan buku? Apakah ingin sekadar mengasah kemampuan atau menyalurkan hobi menulis? Apakah ingin berdampak melalui tulisan ataukah tujuan lainnya?
Dengan menetapkan “strong why” atau alasan kuat mengapa kamu menulis, otak kamu akan lebih mudah dalam memotivasi diri untuk duduk dan siap menyalurkan ratusan hingga ribuan kata untuk dituliskan ke dalam halaman kosong, meski kamu tidak sedang mood sekalipun.
2. Jadwalkan Waktu Menulis Secara Spesifik
Menjadwalkan waktu menulis secara spesifik dan rutin mungkin akan terasa sulit diawal, khususnya bagi kamu yang memiliki kegiatan lainnya selain menulis.
Namun, dengan menerapkan mindset sederhana bahwa menulis merupakan aktivitas penting layaknya makan atau mandi, maka menulis bisa menjadi kegiatan rutin atau kebiasaan yang secara otomatis kamu lakukan ketika sudah waktunya.
Misalnya, tentukanlah waktu menulis secara rutin di pagi hari sebelum beraktivitas atau malam hari sebelum tidur. Agar tidak lupa atau melewatkan waktu menulis, kamu juga bisa menyetel alarm atau menggunakan aplikasi pengingat.
3. Tetapkan Target Menulis Harian
Rahasia konsisten menulis lainnya ialah menetapkan target menulis harian. Banyak yang gagal konsisten menulis karena sejak awal sudah menetapkan target menulis yang terlalu tinggi atau kurang realistis sehingga sulit dicapai. Pada akhirnya, tidak sedikit calon penulis yang menyerah dan memutuskan berhenti menulis.
Maka dari itu, alangkah lebih baiknya jangan langsung mentargetkan menulis ribuan kata per hari, ya. Ini akan terasa memberatkan terutama bagi penulis pemula yang baru mencoba mulai konsisten menulis. Bukannya semakin konsisten, penulis justru bisa jadi burn out atau kelelahan secara mental maupun fisik.
Mulailah dengan menulis 100 sampai 300 kata per hari. Atau, menulis 15 menit setiap hari berapapun jumlah kata yang didapat. Perlu kamu ingat bahwa satu paragraf setiap hari jauh lebih baik, daripada sepuluh halaman yang tidak pernah selesai.
4. Hindari Menulis Sambil Menjadi Editor

Menghindari menulis sambil menjadi editor juga menjadi salah satu rahasia konsisten menulis yang perlu kamu coba. Dalam artian, jangan dulu mengedit selagi tulisan belum selesai.
Menulis sambil mengedit hanya akan menghambat proses menulis dan membuat tulisan tidak kunjung selesai. Menulis dan mengedit merupakan dua aktivitas yang perlu dilakukan diwaktu yang berbeda.
Pastikan tulisan sudah benar-benar selesai terlebih dahulu baru kemudian proses editing bisa dilakukan. Dengan begitu, proses editing tidak akan mengganggu produktivitas menulis dan hasil editing yang diperoleh pun maksimal.
5. Buat Outline dan Riset yang Matang
Membuat outline dan melakukan riset yang matang menjadi langkah penting bagi penulis sebelum mulai menulis. Dua kegiatan ini bisa membuat menulis menjadi terarah dan memperlancar teralirkannya ide-ide yang ada di kepala.
Selain itu, riset yang matang juga membantu penulis untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepercaya di dalam tulisannya. Dengan demikian, riset menjadi salah satu aspek penting untuk meningkatkan kredibilitas tulisan di mata para pembaca.
6. Menghilangkan Perfeksionisme
Perfeksionisme bisa menjadi musuh utama yang menghambat produktivitas dan konsistensimu dalam menulis setiap hari.
Maka, penting untuk menanamkan pemahaman kepada diri sendiri bahwa kamu tidak harus menulis karya yang wah setiap hari. Tulislah apapun yang terlintas di kepalamu hari itu. Kamu bebas menulis entah pengalaman pribadi, opini, atau bahkan curhatan random sekalipun.
Dengan kata lain, menulis bebas atau free writing menjadi salah satu rahasia konsisten menulis yang bisa kamu terapkan. Setelah terbiasa menulis tanpa tekanan, maka lama kelamaan dan secara otomatis kualitas tulisanmu juga akan semakin meningkat.
7. Cari Lingkungan yang Mendukung
Tidak dapat dipungkiri bahwa berjalan sendirian tanpa dukungan untuk membangun konsistensi menulis bukanlah hal yang mudah.
Maka, carilah lingkungan yang mendukung atau sama-sama sedang membangun konsistensi menulis. Ini akan membantu meningkatkan motivasimu untuk menulis setiap hari.
8. Hindari Distraksi Saat Menulis
Selain perfeksionisme, distraksi juga menjadi musuh utama penulis yang dapat menghambat konsistensi menulis. Untuk itu, ketika sudah memasuki mode menulis, pastikan kamu sudah mematikan notifikasi handphone, ke luar dari sosial media, dan masuk ke zona fokus menulis.
Satu notifikasi handphone saja bisa berpotensi membuyarkan konsentrasi menulis dan membuatmu menunda-nunda menyelesaikan tulisan.
Agar proses menulis lebih efektif, tidak mudah membuat lelah, dan terdistraksi, kamu juga bisa menerapkan teknik pomodoro. Yakni, menulis selama full 25 menit, lalu beristirahat selama 5 menit. Begitu seterusnya sampai tulisan selesai.
9. Berhenti Membandingkan Diri dengan Penulis Lain
Membandingkan diri dengan penulis lain menjadi salah satu pembunuh mental seorang penulis. Langkah penulis dalam berkarya bisa jadi berhenti karena insecure melihat karya penulis lain yang dianggapnya lebih bagus.
Padahal, setiap penulis tentu sudah melalui prosesnya masing-masing hingga bisa menciptakan tulisan yang berkualitas. Jika penulis lain bisa, maka kamu pun juga bisa memiliki karya berkualitas dan disukai banyak pembaca.
Jadi, fokuslah meningkatkan kualitas tulisanmu alih-alih membandingkan diri dengan penulis lain. Penulis yang sudah profesional pun tidak langsung bisa menghasilkan karya terbaiknya dalam waktu semalam.
Mereka juga membutuhkan waktu lama dan penuh perjuangan hingga bisa menghasilkan karya tulis yang terus melekat di hati para pembaca.
10. Bergabung dengan Komunitas Menulis
Rahasia konsisten menulis berikutnya adalah bergabung dengan komunitas menulis. Ini merupakan langkah efektif agar kamu lebih semangat dan terdorong untuk menulis setiap hari.
Kamu bisa bergabung dengan komunitas menulis yang saat ini sudah banyak dibentuk baik secara online maupun offline, mengikuti tantangan menulis, atau membentuk grup WhatsApp bersama rekan-rekan yang memiliki tujuan sama.
Kebersamaan tersebut bisa membangun rasa tanggung jawab dan semangat untuk berkompetisi agar konsisten menulis.
11. Beri Apresiasi untuk Diri Sendiri
Konsistensi dalam menulis juga bisa dibangun dengan memberikan apresiasi kecil untuk diri sendiri ketika berhasil menyelesaikan target menulis.
Misalnya, berikan dirimu waktu untuk menonton drama atau film favorit, makan makanan kesukaan, atau me time lainnya setiap kali kamu berhasil menulis selama satu minggu penuh.
Memberikan self reward bisa membantu menghubungkan kegiatan menulis dengan hal yang positif. Dengan begitu, kamu bisa lebih termotivasi dan konsisten dalam menulis.
12. Membaca Karya Penulis Lain
Terakhir, membaca karya penulis lain juga menjadi salah satu rahasia konsisten menulis yang bisa kamu terapkan. Bukan tujuan untuk membanding-bandingkan dengan karya sendiri, melainkan sebagai bahan untuk mencari inspirasi dan motivasi menulis.
Tidak hanya itu, banyak membaca juga penting sebagai cara ampuh untuk mengasah kemampuan menulis dan menghindari writer’s block. Ide-ide menulis bisa mengalir dengan lancar, kosakata dan wawasanmu pun ikut bertambah.
Nah, itulah tadi dua belas rahasia konsisten menulis yang bisa kamu coba terapkan. Jika kamu sudah konsisten menulis dan memiliki karya yang ingin dibukukan, jangan ragu menghubungi jasa penerbitan buku profesional sesegera mungkin!
Melalui pendampingan penerbitan buku dari nol, karyamu akan diubah menjadi buku yang siap dinikmati oleh para pembaca dengan tampilan cover, layout, dan hasil cetakan yang memuaskan. Yuk, segera ubah konsistensi menulismu menjadi buku!
Siapapun bisa menjadi penulis. Sebab, menjadi penulis bukanlah soal bakat. Melainkan soal konsistensi yang terus dibangun hingga kualitas tulisan meningkat, layak dibaca banyak orang, dan gelar penulis pun bisa tersemat pada namamu. Selamat menulis!





