7 Kebiasaan Buruk Penulis yang Bisa Menghambat Kreativitas Beserta Cara Mengatasinya

7 Kebiasaan Buruk Penulis yang Bisa Menghambat Kreativitas Beserta Cara Mengatasinya

Kreativitas merupakan salah satu modal utama untuk menjadi seorang penulis. Bagaimana tidak? Tanpa kreativitas, tulisan bisa jadi terasa hampa, datar, dan kurang menarik untuk dibaca.

Tidak jarang, banyak penulis yang kreativitasnya terhenti, ide-ide menulis tidak mengalir dengan lancar, dan semangat menulis pun menurun. Pada akhirnya, tulisannya tidak kunjung selesai.

7 Kebiasaan Buruk Penulis yang Bisa Menghambat Kreativitas Beserta Cara Mengatasinya

Nah, tidak sedikit penulis yang belum menyadari bahwa terhambatnya kreativitas penulis sering kali bukan disebabkan karena kurangnya bakat menulis. Melainkan karena kebiasaan buruk penulis yang diam-diam membunuh kreativitasnya.

Kira-kira, apa saja kebiasaan buruk penulis yang dapat menghambat kreativitas dalam menulis? Yuk, kita sama-sama simak pembahasan selengkapnya berikut ini beserta cara mengatasinya!

1. Kurang Membaca dan Melakukan Riset

Menulis dan membaca merupakan dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Dengan banyak membaca dan riset, penulis bisa memperkaya kosakata, mendapatkan berbagai sudut pandang yang berbeda tentang suatu hal, hingga memahami bagaimana cara menyampaikan gagasan yang tepat.

Tanpa adanya amunisi atau bahan bakar menulis dari buku yang dibaca, penulis akan sulit berkembang dan menyelesaikan tulisannya. Itulah mengapa ada ungkapan yang mengatakan bahwa penulis yang hebat adalah pembaca yang hebat dan sutradara yang hebat adalah penonton film yang hebat.

Ungkapan tersebut merupakan tanda bahwa untuk menjadi penulis yang hebat, membaca menjadi aktivitas penting yang perlu dibiasakan dan dilakukan sebagai bagian dari rutinitas seorang penulis produktif.

Bacaan yang kamu baca tidak harus berupa buku dengan tebal ratusan halaman. Sumber ide dan inspirasi juga bisa datang dari bahan bacaan ringan seperti artikel, essay, berita, blog, atau pengalaman orang lain yang diceritakan dalam bentuk tulisan.

Untuk itu, jadikanlah membaca sebagai bagian dari rutinitas harianmu. Lama-kelamaan, kamu akan terbiasa membaca dan ide-ide ketika kamu menulis pun bisa mengalir dengan lancar.

2. Menunda-nunda Waktu untuk Menulis

Menunda waktu menulis atau prokrastinasi merupakan musuh besar yang dapat menghambat kreativitas penulis. Tidak sedikit penulis yang menunggu waktu yang tepat untuk mulai menulis.

Yakni, waktu di mana mood-nya positif, lingkungan mendukung, dan sudah ada ide atau inspirasi menulis. Padahal, waktu yang tepat tersebut sering kali sulit untuk benar-benar datang menghampiri penulis.

Menunda-nunda waktu menulis justru membuat ide yang sudah tersimpan di kepala bisa hilang begitu saja. Maka, penting agar kamu segera mencatat dan mengeksekusi ide menulis tersebut agar tidak hilang sia-sia.

Kebiasaan buruk penulis yakni menunda waktu menulis juga berpotensi menimbulkan stres dan rasa bersalah akibat target menulis yang tidak tercapai.

Oleh sebab itu untuk mengatasinya, kamu bisa mencoba membuat jadwal menulis harian secara realistis. Tetapkan waktu menulis setidaknya 10 sampai 15 menit per hari atau 200-300 kata per hari agar lebih mudah dicapai. Ini bisa membantumu mengurangi tekanan akibat target menulis yang terlalu tinggi.

3. Terlalu Perfeksionis saat Menulis

7 Kebiasaan Buruk Penulis yang Bisa Menghambat Kreativitas Beserta Cara Mengatasinya

Perfeksionis atau berusaha mengejar kesempurnaan dalam berkarya memang terkesan merupakan hal yang positif. Namun jika berlebihan, perfeksionisme justru bisa menghambat kreativitas seorang penulis.

Masih cukup banyak penulis yang menginginkan kesempurnaan sejak paragraf pertama dituliskan. Alhasil, penulis banyak melakukan editing, revisi, dan menghapus tulisannya berulang kali. Pada akhirnya, tulisannya pun tidak pernah terselesaikan.

Pada saat itu, penulis yang seharusnya fokus untuk menuangkan ide-ide menulisnya, malah justru fokus untuk memperbaiki hal-hal kecil sehingga tulisannya tidak kunjung selesai.

Maka dari itu, biarkanlah ide-ide yang ada di kepalamu teralirkan terlebih dahulu dengan sempurna. Tidak ada salahnya menulis draft kasar terlebih dahulu dan membiarkan kesalahan masih terdapat dalam tulisan. Kamu bisa memperbaikinya setelah tulisan benar-benar selesai.

4. Takut Dikritik dan Ditolak

Takut dikritik dan ditolak juga menjadi salah satu kebiasaan buruk penulis yang bisa menghambat kreativitas dan produktivitas menulisnya. Kedua poin ini sering dialami terutama oleh penulis pemula yang takut tulisannya ditolak oleh penerbit atau mendapatkan kritikan tajam dari pembaca.

Padahal, jika kamu mampu melihatnya dari sudut pandang yang positif, kritikan dan penolakan justru bisa menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan serta memperbaiki kualitas karyamu ke arah yang lebih baik.

Kritikan dan penolakan juga bagian penting dari proses belajar. Tanpa adanya kritikan, kamu akan sulit untuk mengetahui kekurangan dan apa saja yang perlu dikembangkan dari tulisanmu.

Jadi, cobalah fokus pada kritikan yang membangun dan komentar yang positif. Pertimbangkan kritikan atau komentar yang bisa membuat tulisanmu menjadi lebih baik dan hindari fokus pada kritikan yang negatif atau bersifat destruktif.

5. Sering Membandingkan Diri dengan Penulis Lain

Sering membandingkan diri dengan penulis lain juga menjadi salah satu kebiasaan buruk penulis yang dapat menghambat kreativitasnya. Terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini, membandingkan diri dengan penulis lain rasanya cukup sulit dihindari.

Penulis bisa dengan mudah melihat karya dan pencapaian penulis lain yang lebih populer melalui media sosial. Hal ini sering kali membuat penulis menjadi insecure dengan karyanya sendiri.

Jika tidak segera diatasi, kebiasaan buruk penulis ini tentu saja bisa membunuh kreativitasnya. Keraguan atau ketidakyakinan penulis terhadap kemampuannya sendiri pun semakin kuat, hingga akhirnya ia tidak memiliki keberanian untuk melanjutkan tulisannya.

Dalam hal ini, kamu perlu memahami bahwa setiap penulis memiliki prosesnya masing-masing. Daripada membandingkan diri sendiri dengan penulis lain, alangkah lebih baiknya jadikanlah penulis lain beserta karyanya sebagai bahan inspirasi dan memotivasi diri agar terus belajar sehingga bisa menciptakan karya tulis yang berdampak dan jauh lebih baik lagi di masa mendatang.

6. Tidak Memiliki Tujuan Menulis yang Jelas

Memiliki tujuan menulis yang jelas merupakan pondasi penting untuk memulai perjalananmu di dunia kepenulisan. Memiliki tujuan yang jelas dan kuat bisa membuatmu tetap on the track meski berbagai rintangan menulis harus kamu hadapi.

Jadi, tidak hanya hidup saja yang perlu memiliki tujuan. Segala apa yang kamu lakukan dalam hidup ini juga harus memiliki tujuan, termasuk menulis. Tanpa tujuan yang jelas, menulis akan menjadi kegiatan yang biasa saja dan mudah ditinggalkan hanya karena mood tidak mendukung.

Dengan adanya tujuan yang jelas dan kuat, kreativitas menulis juga akan lebih terarah. Ide-ide dan inspirasi menulis pun bisa mengalir dengan lancar, gaya bahasa, struktur, dan pesan yang terkandung di dalam tulisan pun dapat tersampaikan dengan baik kepada para pembaca.

7. Kurang Waktu untuk Beristirahat

Terakhir, kreativitas penulis juga dapat terhambat ketika waktu untuk istirahatnya kurang. Sebab, kreativitas bukan terlahir hanya karena mengandalkan pikiran, tetapi juga kondisi fisik dan mental yang prima.

Kondisi tubuh yang kelelahan, kurang tidur, dan stres yang berkepanjangan bisa memicu hilangnya fokus dan turunnya semangat menulis.

Maka dalam hal ini, penting agar memberikan jeda waktu bagi dirimu sendiri untuk beristirahat. Jangan paksakan diri untuk tetap menulis. Hasilnya justru tidak akan maksimal karena tubuh dan pikiran yang lelah bisa menghambat kreativitas menulis.

Selain beristirahat, kamu juga bisa kembali memulihkan kondisi tubuh dan pikiran yang lelah dengan berolahraga ringan, melakukan hobi, atau mencoba aktivitas lainnya yang menyenangkan.

Dengan begitu, tubuh dan pikiran bisa segar kembali serta siap bertempur dengan pena dan kertas untuk menuangkan ide-ide yang ada di kepala.

Nah, itulah tadi pembahasan tentang tujuh kebiasaan buruk penulis yang bisa menghambat kreativitas menulis beserta cara mengatasinya. Dari ketujuh kebiasaan buruk di atas, mana nih yang pernah atau bahkan masih sering kamu lakukan?

Jika masih sering, yuk stop sekarang juga agar kreativitas menulismu tidak terhenti dan kamu bisa tetap produktif menulis sampai menghasilkan buku!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn