12 Alasan Buku Fisik Masih Disukai Pembaca di Era Digital

12 Alasan Buku Fisik Masih Disukai Pembaca di Era Digital

Perkembangan teknologi yang semakin pesat kini telah memberikan perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya dunia perbukuan. Keberadaan buku fisik saat ini sudah berdampingan dengan ebook dan audiobook yang dinilai lebih praktis, efisien, dan ekonomis.

Meski begitu, bukan berarti buku fisik atau cetak ditinggalkan begitu saja. Tidak sedikit pembaca yang masih setia memilih buku fisik. Alasan buku fisik masih disukai pembaca misalnya karena buku fisik memberikan pengalaman sensorik yang memuaskan, lebih ramah mata, memiliki nilai sentimental, koleksi, dan estetika tinggi, dan lain sebagainya.

12 Alasan Buku Fisik Masih Disukai Pembaca di Era Digital

Nah, melalui artikel ini kita akan mengupas lebih dalam alasan buku fisik masih disukai pembaca meskipun era digital semakin berkembang pesat. Dengan mempelajarinya, semoga kamu bisa lebih paham format buku mana yang lebih cocok untuk kamu baca.

Kenapa Buku Fisik Masih Disukai Pembaca di Era Digital?

Di tengah teknologi yang terus maju, kenapa sih buku fisik masih disukai pembaca? Yuk, langsung intip apa saja alasan buku fisik masih disukai pembaca di era digital!

1. Ramah mata

Pertama, alasan buku fisik masih disukai pembaca adalah memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi mata. Buku cetak tidak seperti ebook yang membuat pembaca harus berhadapan dengan cahaya biru saat membacanya.

Yang mana, cahaya biru dari layar gadget bisa membuat mata pembaca mudah lelah dan lama-kelamaan membahayakan kesehatan mata.

Oleh karenanya, buku cetak jauh lebih aman dibandingkan ebook jika membaca bacaan panjang. Misalnya novel, buku referensi, atau buku ajar. Menatap layar gadget dalam jangka waktu lama bisa memicu ketegangan otot mata dan akhirnya mata mudah lelah. Dengan membaca buku fisik, hal ini bisa kamu hindari.

2. Menciptakan pengalaman sensorik yang memuaskan

Berikutnya, membaca buku fisik juga mampu menghadirkan pengalaman sensorik yang memuaskan. Pembaca bisa mencium aroma buku, menyentuh halaman-halaman buku dan merasakan tekstur kertasnya, memegang dan memeluk buku, serta menikmati suara kertas saat dibalik.

Hal-hal tersebut merupakan sensasi menyenangkan bagi pecinta buku yang tidak dapat diperolehnya jika membaca buku elektronik atau ebook.

3. Mengandung nilai sentimental, estetika, dan kolektibilitas

Alasan buku fisik masih disukai pembaca di era digital ini juga karena buku fisik yang mengandung nilai sentimental, estetika, dan koleksi yang berharga. Apa maksudnya?

Sebagai contoh, buku-buku fisik yang ditata rapi di rak buku bisa mencerminkan karakter pemiliknya dan menciptakan nilai estetika tersendiri. Kumpulan buku fisik pun bisa menjadi koleksi berharga yang bisa diwariskan turun-temurun.

Buku fisik juga bisa dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk selfie atau memfoto halaman tertentu yang dianggap menarik lalu diupload ke media sosial. Hal ini tentu tidak bisa dilakukan saat kamu membaca buku digital.

Selain itu, buku fisik juga memiliki nilai sentimental yang tinggi. Dalam artian, buku fisik bisa dijadikan hadiah atau kado spesial bagi orang-orang terdekat kamu saat momen bahagianya.

Terlebih lagi jika buku fisik tersebut merupakan edisi khusus dan terdapat tanda tangan penulisnya. Maka, nilai sentimental buku semakin bertambah.

4. Praktis/fleksibel

Buku fisik dengan bobot yang ringan dan ukuran kecil hingga sedang, dapat dengan mudah kita bawa dan masukkan ke dalam tas atau kantong pakaian. Dengan ini, kamu bisa menikmati buku di manapun dan kapanpun, bahkan saat melakukan perjalanan di kereta atau bus.

5. Meningkatkan konsentrasi membaca

Alasan buku fisik masih disukai pembaca berikutnya ialah meningkatkan konsentrasi membaca. Pembaca bisa lebih fokus memusatkan perhatian dan mencermati isi buku tanpa perlu khawatir terganggu notifikasi chat atau media sosial di gadget.

6. Lebih tahan lama

Buku fisik juga memiliki daya tahan lebih lama jika dirawat dan disimpan dengan baik. Misalnya disimpan di tempat yang sirkulasi udaranya baik, tidak ditumpuk, rutin dibersihkan, dan dilapisi sampul plastik.

Perawatan yang baik dan rutin membuat buku tetap awet sampai bertahun-tahun. Bahkan, buku fisik berusia puluhan hingga ratusan tahun masih bisa diakses melalui museum atau perpustakaan.

Sementara itu, buku digital lebih rentan rusak atau hilang karena masalah perangkat, perubahan format, atau memori yang eror. Belum lagi teknologi digital yang akan terus berkembang dan update sehingga di masa depan memungkinkan buku digital tidak lagi dapat diakses.

7. Materi lebih mudah diingat dan dipahami

Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa membaca buku fisik membuat pembaca lebih fokus karena terhindar dari gangguan digital. Hal ini membuat pembaca lebih mudah memahami dan mengingat materi yang dibaca.

Pembaca juga bisa menandai kalimat, kutipan, poin-poin, dan menambahkan catatan di dalam buku menggunakan pulpen atau stabilo warna-warni. Dengan demikian, pembaca bisa lebih mudah mengingat dan menyerap informasi penting di dalam buku.

Untuk menuju halaman tertentu, kamu juga cukup membuka daftar isi saja. Tidak seperti buku digital yang mana kamu harus men-scroll layar sampai menemukan halaman yang dicari.

Mungkin tidak masalah jika halaman ebook sedikit. Namun, bagaimana jika halaman ebook mencapai ratusan? Tentu ini bisa memakan banyak waktu dan melelahkan, bukan?

8. Membangun kedekatan secara personal dengan pembaca

Alasan buku fisik masih disukai pembaca juga karena buku fisik mampu membangun kedekatan secara personal dengan pembaca. Pembaca bisa menggunakan stabilo atau bolpoin untuk menandai poin penting di dalam buku.

Bahkan, pembaca juga bisa menambahkan catatan penting di tepi halaman buku. Misalnya, catatan dari dosen yang tidak dijelaskan di dalam buku. Nah, hal ini tentunya tidak bisa dilakukan pada buku elektronik.

9. Kredibilitas tinggi

Buku fisik juga dianggap sebagai karya yang serius dan memiliki kredibilitas tinggi karena sudah melalui proses penerbitan yang panjang.

Mulai dari proses penulisan, seleksi naskah yang ketat, editing profesional, desain cover dan layout, pencetakan, hingga pendistribusian, semua tahapan dilakukan oleh tim penerbitan buku profesional secara hati-hati dan detail. Dengan begitu, buku yang disebarluaskan memiliki kualitas maksimal.

Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat usaha luar biasa dari segi pikiran, waktu, energi, dan finansial penulis dibalik lahirnya sebuah buku.

Di lain sisi, buku digital bisa diterbitkan tanpa bantuan penerbit dan ditulis oleh siapa saja. Oleh karenanya, jika kamu ingin berkarier secara profesional di dunia kepenulisan, menerbitkan buku fisik lebih direkomendasikan.

10. Peluang pasar lebih baik

Buku fisik masih memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta literasi dan peluang pasarnya pun besar meskipun teknologi digital terus berkembang pesat.

Buku fisik juga bisa dipasarkan tidak hanya melalui platform online, melainkan juga toko-toko buku fisik. Dengan demikian, buku bisa menjangkau target pembaca lebih luas, bahkan hingga kancah internasional untuk buku-buku ber-ISBN.

11. Meningkatkan kenyamanan

Buku fisik menawarkan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi dibandingkan ebook. Membaca melalui kertas membuat pembaca bisa merasakan kepuasan dan relaksasi maksimal karena tidak perlu berhadapan lama dengan layar gadget yang bisa memicu kelelahan mata dan mental (burnout).

12. Mendorong perkembangan industri penerbitan

Alasan buku fisik masih disukai pembaca yang terakhir adalah  mendukung kemajuan industri penerbitan buku. Membeli atau membaca buku fisik berarti berkontribusi terhadap keberlangsungan hidup orang-orang yang bekerja di industri penerbitan dan percetakan buku, sekaligus mendukung penulis untuk terus menghidupkan dunia literasi melalui karya-karyanya.

Tabel Perbandingan Buku Fisik dan Buku Digital

12 Alasan Buku Fisik Masih Disukai Pembaca di Era Digital

Nah, untuk kamu yang masih ragu ingin membaca buku fisik atau buku digital, berikut ini tabel perbandingan buku fisik dan buku digital yang bisa kamu jadikan bahan pertimbangan:

AspekBuku fisikEbook
Kemudahan aksesBuku yang jumlah halamannya banyak dan berukuran besar kurang efektif dibawa bepergian. Namun, tidak memerlukan gadget untuk membacanya.Praktis dan ringan sehingga nyaman dibawa bepergian. Namun, memerlukan gadget yang baterainya terisi untuk membacanya.
NilaiMemiliki nilai koleksi, sentimental, dan estetika.Tidak dapat dijadikan koleksi berharga atau hadiah.
HargaLebih mahalTerjangkau
Pengalaman sensorikLebih nyata dan memuaskanKurang memuaskan
Ruang penyimpananMemakan banyak tempatHemat tempat
Daya tahanLebih lama jika dirawat dengan benarRentan hilang karena memory card eror, penyimpanan penuh, perangkat rusak, format berubah, dan lain-lain.
LingkunganKurang ramah lingkungan karena membutuhkan tinta dan kertas untuk memproduksinya.Lebih ramah lingkungan, namun juga bisa memicu sampah elektronik jika gadget rusak.
Proses pembelianLebih mudah dan instan, cukup melakukan pembayaran online dan ebook sudah bisa diunduh.Lebih rumit, pembaca harus memesan melalui toko online dengan estimasi waktu kirim 3-5 hari atau membeli secara langsung melalui toko buku fisik.
Kesehatan mataLebih ramah mataKurang ramah mata karena radiasi yang dihasilkan layar gadget.

FAQ Seputar Alasan Buku Fisik Masih Disukai Pembaca

Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan tentang alasan buku fisik masih disukai pembaca meski era digital semakin berkembang pesat:

1. Kenapa buku fisik masih diminati padahal ebook lebih praktis?

Format buku yang dipilih tergantung preferensi masing-masing pembaca. Tidak sedikit pembaca mengutamakan kenyamanan dan pengalaman membaca yang nyata sehingga memilih buku fisik karena ramah mata, bisa disentuh, dipegang, dipeluk, dirasakan tekstur kertasnya, dan dicium aroma khasnya.

2. Apa kelebihan buku fisik dibanding digital?

Buku fisik memiliki kelebihan yang tidak dimiliki buku digital, yakni tidak memerlukan baterai atau akses internet untuk membacanya, memberikan pengalaman membaca yang lebih nyata dan personal, serta memiliki nilai sentimentil, estetika, dan kolektibilitas tinggi.

3. Apakah buku fisik akan tergantikan oleh buku digital?

Tidak. Buku fisik maupun digital akan terus ada dan berdampingan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca karenanya seleranya yang berbeda-beda.

4. Kenapa buku fisik tetap dibutuhkan di tengah perkembangan dunia digital yang semakin pesat?

Sebab, buku fisik bukan sekadar sumber informasi. Buku fisik dapat dijadikan sumber referensi, koleksi, kenang-kenangan, hadiah, dan menjadi bagian penting dari pengalaman personal pembaca. Di lain sisi, buku digital tidak bisa mencapai hal-hal tersebut.

Itulah 12 alasan buku fisik masih disukai pembaca di era digital yang semakin berkembang pesat. Era digital yang terus berkembang tidak lantas menyebabkan berhentinya minat pembaca terhadap buku fisik.

Alasan-alasan seperti buku fisik atau cetak memberikan pengalaman membaca yang lebih nyata, ramah mata, meningkatkan konsentrasi membaca, kredibilitasnya lebih terjamin, memiliki nilai sentimental dan koleksi, hingga membantu mendorong industri penerbitan, membuat buku fisik masih mendapatkan tempat di hati pecinta literasi.

Nah, kalau kamu sendiri lebih suka membaca buku fisik atau buku digital, nih? Yuk, share jawaban kamu beserta alasannya di kolom komentar!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn