25+ Istilah dalam Dunia Kepenulisan yang Perlu Penulis Pemula Ketahui

25+ Istilah dalam Dunia Kepenulisan yang Perlu Penulis Pemula Ketahui

Sama seperti bidang lainnya, bidang kepenulisan juga memiliki berbagai istilah yang perlu dipahami penulis. Memahami istilah-istilah ini penting untuk meningkatkan kepercayaan diri penulis, menambah wawasan, hingga mempermudah komunikasi antara penulis dengan pihak lain seperti editor dan penerbit.

Banyak sekali istilah dalam dunia kepenulisan yang perlu penulis pemula pahami maknanya. Mulai dari istilah draft, naskah, outline, genre, diksi, sinopsis, premis, alur, plot, dan masih banyak lagi yang lainnya.

25+ Istilah dalam Dunia Kepenulisan yang Perlu Penulis Pemula Ketahui

Nah, jika kamu tertarik berkecimpung di dunia kepenulisan atau menjadi penulis profesional, maka topik kali ini cocok untuk kamu pelajari. Di dalam artikel ini membahas berbagai istilah dalam dunia kepenulisan yang sering digunakan sehingga wajib penulis pemula ketahui.

Kenapa Penulis Perlu Memahami Istilah-istilah dalam Dunia Kepenulisan?

Sebelum memasuki pembahasan daftar istilah dalam dunia kepenulisan, berikut ini alasan-alasan kenapa penting bagi penulis pemula untuk memahami makna istilah-istilah dalam dunia kepenulisan:

  • Membantu menyusun cerita secara lebih terstruktur
  • Mempermudah komunikasi dengan editor dan penerbit
  • Memberikan kemudahan dalam memahami bahan bacaan tentang kepenulisan
  • Menambah wawasan penulis
  • Meningkatkan kepercayaan diri penulis dalam berdiskusi tentang kepenulisan, baik dengan sesama penulis maupun pembaca
  • Mempermudah penulis dalam memahami materi, kelas, seminar, atau workshop kepenulisan.

25+ Daftar Istilah dalam Dunia Kepenulisan

Berikut lebih dari 25 istilah dalam dunia kepenulisan yang penting untuk dipelajari penulis pemula, mulai dari istilah dasar, teknis, hingga istilah yang sering digunakan dalam penulisan karya fiksi.

1. Outline

Outline adalah kerangka atau rancangan tulisan yang berisikan gambaran isi tulisan secara garis besar. Kerangka tulisan atau outline inilah yang nantinya menjadi dasar atau acuan bagi penulis dalam mengembangkan ceritanya. Penyusunan outline harus dilakukan dengan jelas, terstruktur, dan sistematis untuk mempermudah penulis saat mengembangkannya.

2. Genre

Genre adalah jenis atau teknik pengelompokan tulisan berdasarkan intisari cerita. Berbagai genre tulisan yang umum digunakan antara lain romance, thriller, horror, action, history, comedy, detective, dan lain sebagainya.

3. Diksi

Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).

Jadi, pemilihan kata dalam menyusun sebuah tulisan harus tepat dan selaras. Sebab, diksi yang tepat membantu pembaca lebih mudah memahami cerita dan membangun imajinasi yang kuat.

4. Sinopsis

Dalam menulis novel, sinopsis menjadi bagian penting yang membantu pembaca mengetahui inti cerita secara keseluruhan. Sinopsis adalah ringkasan dari keseluruhan isi cerita. Melalui sinopsis, pembaca bisa langsung mengetahui inti cerita, tokoh utama, dan konflik tanpa perlu membaca novel sampai tamat.

5. Premis

Premis adalah istilah dalam dunia kepenulisan yang akan kamu jumpai dalam menulis novel. Apa itu premis? Premis adalah ide utama cerita yang nantinya menjadi pondasi atau dasar pengembangan novel.

6. Alur

Singkatnya, alur merupakan urutan kejadian dalam sebuah cerita. Jadi di dalam alur menjelaskan bagaimana kejadian disusun dari awal sampai akhir cerita. Alur sendiri terbagi menjadi tiga jenis, yakni alur maju, alur mundur, dan alur campuran.

  • Alur maju (progresif): Urutan jalan cerita dimulai dari masa lalu ke masa kini.
  • Alur mundur (regresif): Urutan jalan cerita dimulai dari masa kini ke masa lalu
  • Alur campuran/ maju-mundur: Urutan jalan cerita dimulai dari masa sekarang, lalu disisipi flashback atau kilas balik ke masa lampau.

7. Plot

Plot dan alur sering kali dianggap sama, padahal keduanya berbeda. Plot adalah rangkaian kejadian yang memiliki unsur kausalitas atau sebab akibat sehingga plot tidak hanya menjelaskan tentang apa saja yang terjadi, melainkan juga kenapa peristiwa tersebut terjadi.

8. Setting

Setting atau latar juga menjadi salah satu istilah dalam dunia kepenulisan yang akan sering kamu jumpai ketika menulis karya fiksi seperti cerpen maupun novel. Apa itu setting? Setting adalah keterangan terkait waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita. Setting termasuk unsur pembangun yang wajib ada untuk memengaruhi nuansa cerita.

9. Konflik

Menurut KBBI, konflik adalah percekcokan; perselisihan; pertentangan. Konflik juga berarti ketegangan atau pertentangan di dalam cerita rekaan atau drama (pertentangan antara dua kekuatan, pertentangan dalam diri satu tokoh, pertentangan antara dua tokoh, dan sebagainya).

Dalam cerita fiksi, konflik merupakan elemen penting untuk membangun ketertarikan pembaca sehingga mereka lanjut membaca sampai akhir. Tanpa konflik, sebuah cerita akan terasa datar atau tidak ada ketegangan yang membuat pembaca penasaran dengan kelanjutan cerita.

10. Klimaks

Klimaks berarti puncak permasalahan atau ketegangan di dalam cerita. Inilah titik paling tinggi dari konflik atau pertarungan terakhir yang menjadi penentu berhasil atau tidaknya tokoh utama dalam melawan suatu permasalahan.

11. Resolusi

Selain konflik dan klimaks, ada pula istilah dalam dunia kepenulisan fiksi yang disebut resolusi. Resolusi adalah cara penyelesaian konflik di dalam cerita. Yang mana, resolusi muncul setelah klimaks atau puncak masalah. Di tahap resolusi, konflik utama digambarkan sudah terselesaikan, ketegangan menurun, dan tokoh memiliki nasib atau akhir yang jelas.

12. Ending

Sesuai namanya, ending berarti akhir cerita. Dalam menulis karya fiksi, ending menjadi penentu kepuasan pembaca terhadap ceritamu. Ending yang menarik bisa membuat pembaca terus mengingat ceritamu, ikut merasakan apa yang dialami tokoh, atau bahkan tertarik membaca kelanjutan cerita di buku berikutnya jika ada.

Jenis ending cerita yang umumnya digunakan ada ending bahagia, sedih, menggantung, mengejutkan, dan masih banyak jenis akhir cerita lainnya yang bisa kamu pilih sesuai genre cerita dan kesan yang ingin dibangun di benak pembaca.

13. Tokoh

25+ Istilah dalam Dunia Kepenulisan yang Perlu Penulis Pemula Ketahui

Tokoh adalah pelaku atau orang yang menggerakkan jalan cerita. Untuk menghidupkan cerita, ada berbagai macam tokoh yang umumnya digunakan, antara lain:

  • Tokoh protagonis: Tokoh yang memiliki watak baik hati (rendah hati, jujur, berani, penolong, dll)
  • Tokoh antagonis: Tokoh yang memiliki watak buruk (sombong, egois, pemarah, licik, dll)
  • Tokoh tritagonis: Tokoh penengah konflik yang memiliki watak bijaksana dan dewasa

14. Penokohan

Berbeda dengan tokoh, penokohan adalah cara pengarang atau penulis menggambarkan watak atau karakter tokoh dalam cerita. Penulis bisa menunjukkan penokohan tokoh melalui tiga cara, yaitu dijelaskan langsung oleh penulis, melalui tindakan atau dialog tokoh itu sendiri, dan dari obrolan tokoh lain.

15. Draft

Draft adalah versi awal tulisan yang masih bersifat kasaran atau berantakan sehingga perlu melalui revisi terlebih dahulu hingga menjadi naskah final yang siap publish.

16. Naskah

Jika draft adalah versi awal tulisan yang masih berantakan atau berupa coretan, naskah adalah versi tulisan yang sudah diperbaiki dan siap dibaca atau disebarluaskan.

17. Self editing

Sebelum mempublikasikan tulisan ke media-media atau mengirimkan naskah ke penerbit, self editing adalah tahapan yang wajib menulis lewati. Self editing berarti tahap penyuntingan naskah secara mandiri oleh penulis sebelum diserahkan atau dikirimkan kepada editor penerbit.

Self editing ini penting untuk memperbaiki draft yang masih berantakan menjadi naskah yang siap atau layak terbit. Dengan begitu, tulisanmu bisa nyaman dibaca karena sudah bebas dari berbagai kesalahan penulisan.

18. Revisi

Istilah dalam dunia kepenulisan lainnya yaitu revisi. Berbeda dengan editing yang mana penulis itu mencari kesalahan dan memperbaikinya sendiri, revisi berarti penulis merombak dan membangun ulang draft supaya menjadi naskah yang lebih baik. Dalam merevisi, penulis juga melakukan perbaikan berdasarkan logika cerita dan feedback dari pihak lain seperti editor.

19. Proofreading

Proofreading adalah tahap pemeriksaan akhir sebelum tulisan atau naskah diterbitkan. Pada tahap proofreading dilakukan pemeriksaan terhadap kesalahan penulisan ejaan, huruf kapital, penempatan tanda baca, atau kesalahan penulisan kecil lainnya.

20. Konjungsi

Konjungsi adalah kata hubung yang digunakan untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang memiliki kedudukan setara atau sederajat. Misalnya, kata dengan kata, frasa dengan frasa, dan klausa dengan klausa. Frasa berarti kelompok kata, sedangkan klausa adalah calon kalimat yang bisa berdiri sendiri maupun bergabung dengan kalimat lain.

Penggunaan konjungsi ini penting untuk menghubungkan kalimat agar saling berkesinambungan dan memudahkan pembaca dalam memahami cerita.

21. Pungtuasi

Pungtuasi adalah seperangkat tanda baca yang digunakan dalam tulisan. Penggunaan pungtuasi memberikan kemudahan bagi pembaca dalam memahami tulisan, menghindari kesalahpahaman, dan menjadi panduan bagi pembaca untuk membaca dengan intonasi yang sesuai.

22. Koheren

Menurut KBBI, koheren berarti berhubungan atau bersangkut paut. Kalimat yang koheren diperlukan untuk membangun paragraf yang baik. Dengan adanya koherensi, kesatuan pemikiran atau keterkaitan antar gagasan bisa terhubung dengan baik.

23. Ambigu

Ambigu menurut KBBI berarti kata atau frasa yang memiliki arti lebih dari satu sehingga kadang-kadang menimbulkan kebingungan, keraguan, kekaburan dan ketidakjelasan. Singkatnya, ambigu dapat didefinisikan sebagai kata atau frasa yang bermakna ganda. Ada beberapa jenis ambigu, yakni:

  • Ambigu fonetik: Keliru mengartikan sebuah kata atau frasa karena kesamaan atau ketidaksamaan bunyi vokal pembicara saat mengucapkannya.
  • Ambigu leksikal: Keliru mengartikan sebuah kata atau frasa karena adanya kesamaan penulisan maupun pengucapannya.
  • Ambigu gramatikal: Keliru mengartikan sebuah kata atau frasa karena secara sengaja maupun tidak sengaja melakukan perubahan pada penggunaan kata dan struktur kalimat.

24. Plagiat

Istilah dalam dunia kepenulisan lainnya perlu penulis pemula ketahui adalah plagiat. Plagiat berarti mengambil, menyalin, mengutip, atau menggunakan seluruh maupun sebagian karya milik orang lain tanpa izinnya.

Plagiat atau plagiarisme merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak cipta dan etika dalam dunia kepenulisan profesional karena menjiplak karya orang lain tanpa melakukan perubahan signifikan.

25. Writer’s block

Writer’s block atau blok penulis adalah fenomena kebuntuan ide yang dialami penulis saat proses penulisan berlangsung. Fenomena ini wajar dialami penulis dan bisa diatasi dengan berbagai cara seperti beristirahat sejenak, menonton film, mendengarkan musik, banyak membaca, dan lain sebagainya.

26. Plot hole

Plot hole atau lubang plot adalah fenomena kebocoran atau kejanggalan dalam plot yang penulis susun sehingga cerita terkesan aneh atau melawan arus logika. Adanya plot hole bisa membuat pembaca bingung dan kehilangan minat membacanya.

27. Info dump

Info dump berarti menyampaikan terlalu banyak informasi dalam satu waktu di bagian awal cerita. Hal ini bisa membuat pembaca kewalahan memahami informasi dan kehilangan antusiasme membaca sampai akhir.

28. Show don’t tell

Show don’t tell adalah teknik menulis yang tidak hanya menyampaikan cerita, melainkan memperlihatkan atau menunjukkan kepada pembaca sehingga memiliki imajinasi yang kuat terhadap cerita.

FAQ Seputar Istilah dalam Dunia Kepenulisan

Berikut daftar pertanyaan yang sering penulis pemula ajukan tentang berbagai istilah dalam dunia kepenulisan:

1. Apa bedanya draft dengan naskah?

Draft adalah versi awal tulisan yang masih bersifat kasar dan berantakan, sedangkan naskah adalah versi tulisan yang sudah rapi dan utuh dari awal sampai akhir.

2. Kenapa penting bagi penulis untuk memahami istilah dalam dunia kepenulisan?

Memahami berbagai istilah dalam dunia penulisan penting bagi penulis untuk menambah wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, memudahkan komunikasi dengan editor dan penerbit, serta menyusun cerita secara terstruktur.

3. Apakah editing dan proofreading itu sama?

Editing dan proofreading itu berbeda. Jika editing berfokus memperbaiki kesalahan-kesalahan besar dalam penulisan, proofreading fokus memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil.

Demikian berbagai daftar istilah dalam dunia kepenulisan yang perlu kamu pahami, terutama jika kamu ingin menjadi penulis profesional. Nah, dari sekian banyak istilah-istilah di atas, mana nih yang baru kamu tau?

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn