
Banyak penulis pemula yang berpikir bahwa naskahnya hanya tinggal dikirimkan ke penerbit setelah selesai ditulis. Padahal, masih ada satu langkah berikutnya yang dapat menentukan lolos atau tidaknya naskah dari tahap kurasi oleh editor. Apa itu?
Ya, menulis sinopsis buku yang baik dan menarik. Melalui sinopsis buku, editor bisa lebih mudah menilai kelayakan naskah buku untuk diterbitkan tanpa harus membacanya secara keseluruhan.
Daftar isi
ToggleCara Menulis Sinopsis Buku Fiksi dan Nonfiksi yang Bisa Pemula Coba
Nah, lalu bagaimana sih cara menulis sinopsis buku yang baik dan menarik? Artikel kali ini akan memberikan panduan langkah-langkah membuat sinopsis buku, baik buku fiksi maupun nonfiksi yang bisa pemula coba ikuti. Yuk, simak lebih lanjut uraian berikut!
Artikel yang sesuai:
Pengertian Sinopsis
Secara umum, sinopsis merupakan rangkuman yang memuat garis besar isi buku secara keseluruhan yang disajikan dengan singkat, padat, dan menarik.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian sinopsis adalah ikhtisar atau ringkasan karya yang ditampilkan secara bersamaan dengan karangan atau karya aslinya yang menjadi dasar sinopsis tersebut.
Tidak jauh berbeda seperti yang diungkapkan oleh Ahli Bahasa Gorys Keraf. Menurutnya, sinopsis adalah ringkasan yang paling efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang menjadi lebih pendek.
Fungsi Sinopsis
Dalam karya tulis fiksi maupun nonfiksi, penulisan sinopsis merupakan langkah penting. Sinopsis memiliki fungsi yang penting, yaitu:
- Memberikan sekilas gambaran isi buku secara keseluruhan dengan jelas dan sederhana
- Menggambarkan konflik dan alur cerita di dalam buku fiksi
- Memperkenalkan karakter tokoh
- Memaparkan temuan dalam penelitian untuk buku nonfiksi
Perbedaan Sinopsis Buku Fiksi dan Nonfiksi
Buku fiksi dan nonfiksi memiliki perbedaan dari aspek-aspek berikut:
| Aspek | Buku fiksi | Buku nonfiksi |
|---|---|---|
| Fokus konten | Mengungkap seputar tokoh utama, alur, dan konflik | Fokus pada subbab-subbab, argumen, konsep, atau kesimpulan buku |
| Tujuan penulisan | Memberikan ketegangan dan mengungkap daya tarik buku kepada pembaca | Memberikan gambaran tentang ilmu atau topik pembahasan utama agar pembaca memahami inti bacaan sebelum membaca keseluruhan |
| Gaya bahasa | Persuasif, dramatis, dan kreatif | Lugas, jelas, objektif, dan informatif |
| Sumber | Khayalan atau imajinasi penulis | Data atau fakta yang diperoleh dari lapangan atau studi literatur |
Perbedaan Sinopsis dan Blurb
Sinopsis dan blurb memang dua istilah yang sering muncul dalam dunia kepenulisan atau perbukuan dan sering kali dipandang sama. Padahal, sinopsis dan blurb ini berbeda. Perbedaan selengkapnya bisa kamu simak pada tabel berikut!
| Aspek | Sinopsis | Blurb |
|---|---|---|
| Fungsi | Memberikan gambaran isi buku secara keseluruhan untuk mempermudah kurator atau editor dalam menilai naskah | Alat promosi buku yang membuat pembaca tertarik untuk membaca kelanjutan isi buku |
| Gaya penulisan | Menyesuaikan genre buku agar pembaca merasakan suasana buku sejak awal dan tertarik membuka halamannya lebih lanjut, menggunakan bahasa emosional, dan mencantumkan testimoni, kutipan, atau ajakan membaca. | Netral, informatif, objektif, dan padat. |
| Panjang | 100-200 kata | 200-500 atau lebih |
| Penggunaan | Untuk meningkatkan daya tarik buku/alat promosi | Digunakan dalam kurasi, penerbitan, atau katalog pustaka |
Cara Menulis Sinopsis Buku

Menulis sinopsis buku merupakan langkah yang perlu dilakukan berikutnya setelah naskah selesai ditulis. Cara menulis sinopsis buku yang baik dan menarik bisa kamu simak langkah-langkahnya berikut ini:
1. Membaca buku
Sinopsis berisikan garis besar buku, maka langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menulis sinopsis buku ialah membaca buku terlebih dahulu. Bagaimana mau merangkum inti ceritanya jika tidak mengetahui tentang apa isi bukunya, bukan?
Untuk itu, bacalah buku secara perlahan dan teliti. Ada baiknya, baca buku lebih dari satu kali untuk memastikan kamu sudah benar-benar memahami isinya. Dengan begitu, kamu bisa membuat rangkuman yang mampu mewakili isi buku secara menyeluruh.
2. Merangkum isi buku
Setelah membaca buku, cara menulis sinopsis buku selanjutnya adalah membuat rangkuman buku. Rangkuman buku bisa mencakup tentang pokok pembahasan buku yang disajikan dengan bahasa lebih ringkas dan padat.
Misalnya, buku fiksi seperti novel bisa dirangkum terkait awal mula konflik, tokoh-tokoh yang terlibat, dan bagaimana tokoh mengatasi konflik tersebut. Hindari mengungkap ending cerita terkait keberhasilan atau kegagalan tokoh dalam menghadapi konflik tersebut untuk menjaga minat pembaca.
Sementara dalam buku nonfiksi seperti buku motivasi, kamu bisa buat rangkuman berupa bab atau subbab apa saja yang akan dibahas di dalam buku. Fokus pada ide utama, konsep, dan argumen yang dikemukakan di dalamnya.
3. Mencatat daya tarik atau poin-poin penting buku
Setelah membuat rangkuman buku, selanjutnya yaitu mencatat poin penting atau daya tarik buku. Dalam buku fiksi, daya tarik buku biasanya berhubungan dengan tema, konflik, alur, tokoh, atau kelebihan buku yang lainnya. Sementara pada buku nonfiksi, terletak pada data-data, studi kasus, atau fakta yang disajikan.
Mencatat berbagai poin penting atau menarik dari buku menjadi langkah penting untuk memastikan tidak ada hal penting yang seharusnya bisa menjadi daya tarik buku namun terlewat dari ingatan penulis. Hal ini juga nantinya bisa memudahkan penulis dalam proses pembuatan sinopsis buku.
4. Mulai menulis sinopsis
Jika daya tarik atau poin-poin penting buku sudah diketahui, cara menulis sinopsis buku berikutnya adalah mengembangkannya menjadi sinopsis utuh berdasarkan poin-poin penting yang sebelumnya sudah dicatat.
Dalam menulis sinopsis buku fiksi maupun nonfiksi, gunakanlah gaya penulisan yang sesuai dengan target pembaca. Jika target pembaca dari kalangan umum, gunakan diksi yang sederhana dan hindari istilah yang jarang terdengar agar mudah dipahami.
Sementara jika target pembaca merupakan kalangan akademisi, dianjurkan menggunakan gaya penulisan yang formal dan akademis agar lebih relevan.
5. Edit dan revisi
Terakhir, lakukan editing dan revisi pada sinopsis. Tahapan ini penting untuk membantu memastikan sinopsis sudah memberikan gambaran isi buku secara jelas, memiliki daya tarik, dan tidak terdapat kesalahan penulisan yang dapat mengurangi kualitas buku serta kenyamanan pembaca.
Ada baiknya, cobalah mintai bantuan dari orang-orang terdekat untuk membantu menilai sinopsis buku yang sudah kamu buat. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan pandangan baru untuk memperkuat sinopsis dan melakukan perbaikan pada bagian yang terasa kurang tepat atau tidak enak dibaca.
FAQ (Pertanyaan Umum)
Pertanyaan-pertanyaan berikut ini yang sering kali muncul berkaitan dengan topik pembahasan cara menulis sinopsis buku:
1. Berapa panjang ideal sinopsis buku?
Panjang idealnya sinopsis buku berkisar antara 100-500 kata
2. Apakah sinopsis boleh mengandung spoiler?
Sebaiknya jangan ungkap isi buku terlalu detail atau spoiler. Hal ini bertujuan supaya minat pembaca terhadap bukumu bisa tetap terjaga.
3. Apakah dalam sinopsis novel harus menyebut semua tokoh?
Tidak. Cukup sebutkan tokoh-tokoh utama dan tokoh lain yang terlibat dalam konflik sebagai daya tarik buku.
4. Apa perbedaan sinopsis buku fiksi dan buku nonfiksi?
Perbedaan utama sinopsis buku fiksi dan nonfiksi terletak pada aspek yang dijelaskan. Sinopsis buku nonfiksi menekankan penjabarannya dari segi isi dan pembahasan utama, sedangkan sinopsis buku fiksi dari segi alur, tokoh, dan konflik cerita.
5. Apakah sinopsis dan blurb buku itu sama?
Tidak. Sinopsis dan blurb buku merupakan dua hal berbeda. Keduanya memiliki perbedaan dari segi fungsi, gaya penulisan, panjang, dan penggunaannya.
Nah, demikian pembahasan pengertian, fungsi, dan cara menulis sinopsis buku yang bisa pemula ikuti, baik sinopsis untuk buku fiksi maupun nonfiksi. Mulai dari membaca buku, membuat rangkuman, mencatat poin penting, mengembangkan sinopsis, hingga mengedit dan merevisinya.
Dengan memahami langkah-langkah di atas, harapannya kamu bisa menulis sinopsis yang tidak hanya memuat garis besar cerita secara utuh, tetapi juga memiliki daya tarik yang membuat pembaca maupun penerbit merasa sulit untuk melewatkan bukumu tersebut.





