7 Kesalahan Sepele dalam Mengikuti Lomba Menulis yang Bisa Membuat Penulis Gugur

7 Kesalahan Sepele dalam Mengikuti Lomba Menulis yang Bisa Membuat Penulis Gugur

Tidak sedikit penulis pemula yang berpikir bahwa dirinya sering gagal dalam lomba menulis karena ceritanya kurang menarik. Padahal, penyebab penulis gagal memenangkan lomba menulis tidak selalu demikian.

Melakukan kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis dari aspek administratif dan teknis juga bisa menjadi alasan kenapa naskah penulis gagal lolos kurasi. Misalnya saja, format naskah tidak sesuai ketentuan, tema tulisan melenceng, hingga judul karya yang kurang memikat.

7 Kesalahan Sepele dalam Mengikuti Lomba Menulis yang Bisa Membuat Penulis Gugur

Dalam artikel ini, kita akan bedah bersama tujuh kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis yang bisa membuat penulis gugur beserta cara menghindarinya. Dengan memperhatikan kesalahan-kesalahan ini, harapannya naskahmu memiliki peluang lebih besar untuk lolos seleksi, bisa terpilih untuk dibukukan, atau bahkan menjadi pemenang.

Kesalahan Sepele yang Sering Membuat Penulis Gugur dalam Lomba Menulis

Kualitas tulisan bukan satu-satunya faktor penting yang menentukan naskah lolos atau tidak dalam lomba menulis. Kesalahan kecil juga bisa membuat naskah tidak memenuhi syarat dan kurang kompetitif. Setidaknya, ada tujuh kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis yang bisa membuat penulis gugur sehingga perlu dihindari.

1. Mengabaikan format penulisan naskah

Kesalahan yang pertama adalah mengabaikan format penulisan naskah. Setiap lomba menulis biasanya memiliki ketentuan yang berbeda-beda terkait format penulisan naskah. Mulai dari jenis font, ukuran kertas, jumlah kata judul, format file naskah, panjang tulisan, hingga pencantuman identitas penulis di dalam naskah.

Melewatkan satu poin saja bisa mengurangi profesionalitas penulis karena dianggap tidak teliti dalam membaca ketentuan lomba. Untuk itulah, sebelum menulis dan mengirimkan karyamu, pastikan sudah membaca seluruh detail ketentuan lomba dengan cermat. Ada baiknya, buat daftar persyaratan dan periksa satu per satu apakah sudah terpenuhi semuanya atau belum sebelum naskah dikirimkan.

2. Tema tulisan melenceng

Kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis lainnya adalah tema tulisan yang melebar atau melenceng dari ketentuan. Padahal, tema menjadi salah satu unsur utama bagi juri dalam menilai naskah.

Sebagai contoh, tema hanya terwakilkan di judul karya, sedangkan isi tulisannya mengarah ke tema yang lain. Tidak hanya itu, penyelenggara juga biasanya memiliki ketentuan terkait sudut pandang yang perlu digunakan penulis. Apakah sudut pandang orang pertama atau ketiga, kamu perlu mematuhi detail ini agar tidak didiskualifikasi.

Untuk itu, cobalah membuat pertanyaan panduan agar lebih mudah memastikan naskah sudah sesuai tema. Kemudian, pastikan judul, isi, dan kesimpulan karya yang ditulis mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud seperti:

  • Apa makna atau pesan yang disampaikan di dalam tulisan?
  • Apa permasalahan yang diangkat dalam tulisan?
  • Apa dan siapa yang menjadi fokus utama pembahasan di dalam tulisan?
  • Apakah ada batasan tertentu terkait tema yang diangkat?

3. Naskah masih mengandung banyak typo

Naskah yang masih mengandung banyak typo akan membuatnya kurang nyaman saat dibaca, sulit dipahami, bahkan memicu kesalahpahaman dan akhirnya mempengaruhi kualitas naskah secara keseluruhan.

Maka, penting agar penulis melakukan self editing menyeluruh sebelum naskah lomba dikirimkan ke penyelenggara. Tidak hanya typo atau kesalahan ketik, penulis juga perlu memeriksa penggunaan tanda baca, konsistensi istilah, hingga alur logika. Self editing bisa membantu mengoptimalkan kualitas naskah dan memperbesar peluang lolos untuk dibukukan.

Namun, pastikan lakukan self editing setelah naskah diistirahatkan, ya. Hal ini bertujuan untuk membantu memunculkan ide-ide yang mungkin masih tertinggal selama proses penulisan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan alat bantu untuk memeriksa kesalahan ejaan agar hasil editing lebih maksimal.

4. Mengirim naskah mendekati deadline

Kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis berikutnya adalah mengirimkan naskah di menit-menit terakhir penutupan lomba. Hal ini boleh-boleh saja. Namun, mengirimkan naskah mendekati deadline akan membuatmu terburu-buru dalam mengecek naskah.

Selain itu, risiko terjadi kesalahan teknis juga bisa berakhir membuat naskahmu gagal terkirim, sedangkan waktu pengiriman sudah hampir selesai. Belum lagi, hasil tulisan menjadi kurang maksimal karena tidak memiliki banyak waktu untuk menulis, mengistirahatkan, dan mengedit naskah.

Untuk itu, ada baiknya kamu membagi proses penulisan tidak dalam satu waktu sekaligus. Misalnya, hari ini menentukan ide dan judul tulisan, lalu esok harinya membuat kerangka tulisan, lusa mulai mengembangkannya, dan seterusnya. Langkah terorganisir ini selain membantu kamu tidak mudah burnout dan kewalahan, juga bisa memaksimalkan kualitas tulisan.

5. Lupa menyertakan bionarasi

7 Kesalahan Sepele dalam Mengikuti Lomba Menulis yang Bisa Membuat Penulis Gugur

Bionarasi adalah riwayat hidup penulis yang ditulis dalam bentuk paragraf. Biasanya, penyelenggara memberlakukan ketentuan pencantuman bionarasi di bagian akhir naskah agar bisa mengenali siapa sosok di balik karya yang mereka baca.

Panjang bionarasi juga biasanya memiliki ketentuan dari pihak penyelenggara. Jadi, penting untuk memperhatikan detail ketentuan ini agar karya kamu tidak gugur begitu saja. Cek kembali seluruh ketentuan lomba sebelum naskah dikirimkan.

6. Melakukan plagiarisme tidak disengaja

Tidak dapat dipungkiri, penulis sering kali memiliki ide yang sama dengan penulis lain di luaran sana tanpa disengaja. Hal ini bisa membuat naskah terkesan klise sehingga kurang mendapatkan perhatian juri lomba.

Itulah kenapa penulis perlu melakukan riset secara mendalam untuk memastikan apakah ide tersebut sudah banyak digunakan penulis lain atau tidak. Langkah ini membantu penulis menciptakan karya yang autentik dan unik sehingga terhindar dari risiko plagiarisme tidak disengaja.

7. Judul dan paragraf pertama kurang memikat

Seperti yang kita ketahui, juri akan membaca dan menilai ratusan naskah yang masuk. Itulah kenapa peran judul dan paragraf pertama menjadi begitu penting untuk memikat perhatian juri lomba sejak awal. Melalui judul dan paragraf pembuka yang memikat, juri akan memutuskan lanjut membacanya sampai akhir.

Oleh karenanya, kamu perlu menghindari pembuka paragraf yang terlalu umum. Awali paragraf dengan langsung menuju pertengahan konflik, suara khas yang hanya dimiliki karakter tokoh dalam ceritamu, atau melibatkan indera tertentu secara spesifik sehingga membuat juri penasaran dengan apa yang terjadi selanjutnya.

Ceklist Evaluasi Sebelum Naskah Dikirim ke Penyelenggara Lomba

Agar lebih mudah memastikan naskah sudah memenuhi seluruh ketentuan lomba, berikut ceklist yang perlu dipersiapkan:

Aspek naskahKeteranganCentang jika sudah
Format fileFormat file naskah sesuai syarat dan ketentuan lomba
BahasaTidak terdapat banyak typo, ejaan sesuai EYD V, dan kalimat-kalimat tersusun secara efektif.
Waktu pengirimanBeberapa hari sebelum deadline agar memiliki banyak waktu untuk mengoreksi naskah
IdentitasMenyertakan bionarasi di bagian akhir, nama penulis di bawah judul karya, atau tidak perlu sama sekali (anonim). Ikuti ketentuan dari penyelenggara lomba.
Tema tulisanMampu menjawab tujuan lomba menulis
OrisinalitasTidak menjiplak karya penulis lain, baik sebagian maupun seluruhnya secara sengaja maupun tidak.
Jumlah kataTidak melebihi batas ketentuan

Itulah tadi tujuh kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis yang bisa membuat penulis gugur beserta cara menghindarinya.

Pada dasarnya, kunci utama menghindari kesalahan-kesalahan yang terkesan sepele tersebut adalah teliti. Dengan teliti saat membaca panduan lomba, kamu bisa memastikan karya yang kamu kirimkan memenuhi semua ketentuan sehingga peluang terpilih untuk dibukukan maupun menjadi juara dalam lomba menulis cerpen, puisi, atau karya tulis lainnya lebih besar.

FAQ Seputar Kesalahan Sepele dalam Mengikuti Lomba Menulis yang Bisa Membuat Penulis Gugur

Inikah pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan terkait kesalahan sepele dalam mengikuti lomba menulis yang bisa membuat naskah penulis gugur atau tidak lolos seleksi beserta jawabannya:

1. Apakah boleh mengirimkan karya yang sudah pernah di-publish di media lain?

Kebanyakan lomba menulis memberikan ketentuan orisinalitas naskah atau naskah belum pernah dimuat di media lain.

2. Apakah format file naskah yang tidak sesuai otomatis gugur?

Ya, format file bisa menjadi langkah awal untuk memfilter naskah sebelum dinilai.

3. Apakah sedikit typo bisa dimaklumi juri?

Ya, typo sedikit masih bisa dimaklumi. Namun, jika ada banyak typo bisa menjadi kesan yang buruk dan mempengaruhi penilaian juri.

4. Apakah jumlah kata cerpen yang ceritanya bagus tetapi melebihi batas ketentuan masih bisa menang?

Tidak, kembali lagi pada ketentuan penulisan naskah yang tetap harus terpenuhi.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn