
Setiap tulisan memiliki cara penyampaian yang berbeda-beda tergantung tujuan masing-masing. Ada tulisan yang bertujuan mengedukasi atau memberikan informasi, membujuk pembaca agar melakukan suatu tindakan, hingga menceritakan suatu fenomena atau kejadian.
Macam-macam gaya penulisan yang umumnya digunakan antara lain gaya penulisan naratif, persuasif, deskriptif, reflektif, eksposisi, hingga ilmiah. Pemilihan gaya penulisan yang tepat membantu pembaca memahami maksud tulisanmu dengan lebih baik.
Daftar isi
ToggleMengenal Macam-Macam Gaya Penulisan Lengkap dengan Contohnya
Nah, pada kesempatan kali ini akan dibahas lebih lengkap dan mendalam terkait pengertian, hingga macam-macam gaya penulisan dan contohnya. Bagi kamu yang sedang belajar tentang kepenulisan, simak informasi berikut sampai akhir, ya!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Gaya Penulisan?
Gaya penulisan adalah cara penulis menyampaikan maksud tulisannya agar dapat dipahami pembaca. Gaya penulisan juga dapat didefinisikan sebagai cara penulis mengungkapkan isi pikiran, ide, atau gagasannya sesuai karakteristik jenis tulisan yang ditulis agar dapat dipahami pembaca secara efektif.
Gaya penulisan bisa terlihat dari pilihan kata atau diksi, struktur kalimat, nada tulisan, hingga cara penulis menyajikan dan mengembangkan gagasannya.
Gaya penulisan ini berbeda dengan gaya bahasa, ya. Gaya penulisan mencakup aspek penyajian tulisan secara keseluruhan, sedangkan gaya bahasa hanya mencakup cara penggunaan bahasa untuk mencapai efek tertentu. Misalnya saja, sebuah tulisan menggunakan majas di dalamnya agar terkesan lebih indah dan puitis.
Mengapa Gaya Penulisan Itu Penting?
Gaya penulisan merupakan hal penting bagi penulis untuk membantunya menyampaikan maksud tulisan secara efektif sehingga dapat dipahami pembaca. Agar dapat dipahami dengan baik oleh pembaca, pemilihan gaya penulisan perlu disesuaikan dengan tujuan dan target pembaca.
Sebagai contoh, jika tujuan tulisan adalah menceritakan suatu fenomena dari awal sampai akhir seperti pada cerpen, penulis bisa menggunakan gaya penulisan naratif. Kemudian, jenis tulisan yang mengandung iklan suatu produk bisa menggunakan gaya penulisan persuasif agar lebih meyakinkan pembaca untuk memakai produk tersebut.
Gaya penulisan juga bisa menjadi pembeda antara satu karya sastra dengan karya sastra lainnya. Selain itu, identitas atau ciri khas setiap penulis juga dapat diketahui karena sifat gaya penulisan yang personal. Yang mana, penulis bisa menemukan gaya penulisannya sendiri melalui banyak melakukan eksperimen, banyak membaca, atau belajar dengan mentor.
Apa Saja Macam-Macam Gaya Penulisan?
Gaya penulisan terdiri dari tujuh macam, yaitu deskriptif, naratif, persuasif, argumentatif, reflektif, eksposisi, dan ilmiah. Penjelasan selengkapnya, bisa kamu simak dalam uraian berikut!
1. Deskriptif
Gaya penulisan deskriptif adalah gaya penulisan yang bertujuan untuk memberikan gambaran terkait suatu objek, tempat, atau suasana tertentu agar pembaca memiliki bayangan yang jelas.
Gaya penulisan deskriptif biasanya identik menggunakan kalimat yang menunjukkan pengalaman sensorik atau indrawi. Baik berupa indra penglihatan, penciuman, peraba, pengecap, ataupun pendengaran.
Gaya penulisan deskriptif biasanya digunakan untuk novel, cerpen, laporan pengamatan, dan tulisan perjalanan. Sebagai gambaran, berikut contoh teks dengan gaya penulisan deskriptif:
Pagi itu, jalanan kota Jakarta nampak dipadati ribuan kendaraan roda dua dan roda empat. Mereka saling berjibaku menuju tempat yang memberi para pengendaranya kehidupan. Suara klakson, debu, dan asap kendaraan seolah sudah menjadi teman akrab yang menemani perjalanan para pejuang rupiah.
2. Persuasif
Persuasif adalah gaya penulisan yang bertujuan meyakinkan, mengajak, atau mempengaruhi pembaca untuk melakukan suatu tindakan maupun mempertimbangkan gagasan tertentu.
Tulisan dengan gaya penulisan persuasif biasanya menggunakan alasan yang meyakinkan dan bahasa yang disesuaikan dengan target pembaca. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dapat masuk ke hati pembaca dan mampu mempengaruhi keputusan atau tindakan mereka.
Gaya penulisan persuasif umumnya digunakan di dalam artikel promosi, iklan, copywriting, atau kampanye. Supaya kamu lebih paham, yuk simak contoh kalimatnya berikut ini:
Bingung memilih penerbit terpercaya dan profesional untuk mewujudkan buku pertamamu? Penerbit Halo Adil Sejahtera siap membantumu mengurus segala prosesnya tanpa biaya yang mahal dan prosedur yang ribet.
3. Naratif
Gaya penulisan naratif adalah gaya penulisan yang bertujuan untuk menceritakan suatu kejadian, pengalaman, atau peristiwa secara runtut dari awal sampai akhir.
Teks yang menggunakan gaya penulisan naratif dapat terlihat dari adanya rangkaian kejadian (alur cerita), tokoh, hingga latar peristiwa yang dikemukakan di dalamnya.
Gaya penulisan naratif bisa digunakan untuk teks fiksi maupun nonfiksi, misalnya cerpen, novel, cerita pengalaman, dan biografi. Sebagai contoh, perhatikan teks berikut!
Saat tiba jam istirahat di sekolah, Rini langsung membuka kotak bekal makanan yang setiap hari disiapkan ibunya untuk makan siang. Ia terkejut sekaligus senang, karena lauk kali ini terasa begitu spesial baginya.
4. Argumentatif

Gaya penulisan argumentatif adalah gaya penulisan yang bertujuan untuk mengemukakan gagasan atau pendapat disertai dengan alasan dan bukti yang kuat.
Di dalam teks argumentatif, penulis bisa menyampaikan pandangan atau pendapat utamanya terkait topik bahasan tertentu, lalu menyertakan data, fakta, contoh, atau penalaran yang relevan agar pandangannya terasa kuat dan dapat dipercaya pembaca.
Gaya penulisan argumentatif biasanya digunakan untuk karya tulis nonfiksi seperti esai argumentatif, debat tertulis, atau karya ilmiah tertentu. Contoh teks dengan gaya penulisan argumentatif seperti berikut:
Mendengarkan musik dapat membantu meningkatkan suasana hati sehingga jika dilakukan saat bekerja bisa membantu menyelesaikan pekerjaan tersebut lebih cepat. Hal ini selaras dengan penelitian yang dilakukan Teresa Lesiuk, asisten profesor program terapi musik di University of Miami, menemukan bahwa partisipan yang mendengarkan musik yang mereka sukai dapat lebih cepat menyelesaikan pekerjaannya.
5. Reflektif
Gaya penulisan reflektif adalah gaya penulisan yang bertujuan untuk mengekspresikan emosi, perasaan, dan pikiran penulis. Melalui gaya ini, penulis bisa berbagi wawasan dan emosi mendalam terkait apa yang sedang dirasakannya kepada pembaca.
Gaya penulisan reflektif juga membantu pembaca bisa ikut merasakan pengalaman yang penulis alami secara lebih nyata dan mendapatkan pelajaran berharga darinya. Biasanya, karya tulis dengan gaya reflektif dapat dijumpai pada catatan harian, blog pribadi, atau esai. Sebagai contoh, berikut teks yang ditulis dengan gaya penulisan reflektif:
Aku tidak pernah menyangka, satu keputusan kecil itu bisa memberikan perubahan besar dalam hidupku. Di usiaku yang baru menginjak 19 tahun saat itu, aku mulai konsisten menulis hingga berhasil menjadikannya sebuah buku yang sampai sekarang sudah dibaca serta menginspirasi jutaan orang.
6. Ilmiah
Macam-macam gaya penulisan berikutnya adalah gaya ilmiah. Gaya ilmiah adalah gaya penulisan yang menitikberatkan tulisannya pada objektivitas, ketepatan, dan formalitas penyajian data dan hasil temuan.
Data dan hasil temuan harus disampaikan secara logis dan sistematis agar pembaca mudah mengikuti alur informasi yang disampaikan. Tulisan dengan gaya ilmiah juga harus menyertakan bukti dan referensi yang kredibel untuk mendukung argumen yang penulis kemukakan. Dengan demikian, tulisan yang disajikan dapat dipercaya dan dipahami pembaca.
Jenis karya tulis yang menggunakan gaya penulisan ilmiah antara lain laporan praktikum, jurnal, artikel ilmiah, makalah penelitian, dan buku akademik.
7. Eksposisi
Eksposisi atau ekspositori adalah gaya penulisan yang fokus menyampaikan informasi secara mendalam, akurat, dan objektif. Berbeda dengan argumentatif, gaya eksposisi tidak menyertakan opini atau argumentasi penulis yang mana bersifat subjektif.
Tulisan dengan gaya eksposisi membantu memberikan pemahaman yang lebih baik kepada pembaca terkait suatu isu atau fenomena yang terjadi di masyarakat. Dengan penyajiannya yang terstruktur, jelas, dan sistematis, pembaca bisa lebih mudah memahami alur informasi.
Contoh jenis karya tulis yang menggunakan gaya eksposisi antara lain resep, koran, buku panduan, artikel pendidikan, dan tulisan ilmiah. Tulisan dengan gaya eksposisi ini bisa menjadikan suatu topik atau informasi yang kompleks terasa lebih sederhana dan ringan untuk dimengerti pembaca.
Nah, itulah macam-macam gaya penulisan yang perlu kamu pahami agar bisa menentukan bagaimana cara yang paling tepat untuk menyampaikan suatu informasi kepada pembaca sesuai dengan jenis tulisannya.
FAQ Seputar Macam-Macam Gaya Penulisan
Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan seputar macam-macam gaya penulisan beserta jawabannya:
1. Apa itu gaya penulisan?
Gaya penulisan adalah cara penulis menyampaikan maksud tulisan kepada pembaca.
2. Apakah gaya penulisan dan gaya bahasa itu sama?
Tidak, gaya penulisan dan gaya bahasa itu berbeda. Gaya penulisan mencakup seluruh aspek penyajian tulisan, sedangkan gaya bahasa hanya mencakup aspek penggunaan bahasa untuk mencapai efek tertentu dalam tulisan.
3. Apa saja macam-macam gaya penulisan yang ada?
Gaya penulisan naratif, persuasif, deskriptif, argumentatif, eksposisi, reflektif, dan ilmiah.





