Langkah Menulis Cerpen dari Pengalaman Pribadi yang Bisa Dicoba Pemula 

Langkah Menulis Cerpen dari Pengalaman Pribadi yang Bisa Dicoba Pemula

Tahukah kamu bahwa inspirasi menulis cerpen yang menarik tidak harus datang dari dunia luar? Disadari atau tidak, inspirasi menulis cerpen yang menarik juga bisa datang dari kehidupanmu sendiri, lho.

Pengalaman pribadi bisa menjadi sumber inspirasi yang kaya akan konflik, emosi, dan pembelajaran penting yang layak untuk diceritakan kepada banyak orang. Dengan memberikan sentuhan fiktif, kamu bisa menulis cerpen dari pengalaman pribadi yang menarik.

Langkah Menulis Cerpen dari Pengalaman Pribadi yang Bisa Dicoba Pemula

Untuk itu, artikel kali ini akan memberikan panduan langkah menulis cerpen dari pengalaman pribadi. Dengan memahami caranya, kamu bisa menulis cerpen dari pengalaman pribadi tanpa terlihat seperti sedang mengulang kisah sendiri.

Menarik, bukan? Penasaran bagaimana caranya? Yuk, simak rangkuman informasi selengkapnya di bawah ini!

Mengapa Pengalaman Pribadi Cocok Dijadikan Cerpen?

Sebelum membahas cara menulis cerpen dari pengalaman pribadi, yuk simak bersama kenapa sih pengalaman pribadi cocok dijadikan inspirasi untuk menulis cerpen?

1. Mempermudah proses menulis

Pertama, cerpen dari pengalaman pribadi membantu mempermudah proses menulis. Sebab, cerpen tidak sepenuhnya didasarkan pada imajinasi penulis.

Bahkan sebelum mulai menulis, kamu sudah memiliki bahan dasar yang jelas berupa sepenggal kisah unik atau berkesan yang sudah kamu alami sendiri.

Untuk itulah, kamu hanya tinggal memoles ceritanya agar lebih menarik dengan menambah unsur fiktif pada bagian tertentu di dalam cerpen.

2. Membangun kedekatan dengan pembaca

Berikutnya, cerpen dari pengalaman pribadi mampu membangun kedekatan dengan pembaca. Hal ini dikarenakan cerita yang diadopsi dari kisah nyata sering kali relevan dengan banyak orang sehingga pembaca bisa mudah terpaut dengan penulis saat membaca cerpennya.

3. Membuat cerita lebih autentik dan bermakna

Cerpen yang terlahir dari pengalaman pribadi atau personal juga sering kali lebih autentik dan menciptakan efek emosional yang lebih mendalam. Dengan begitu, cerita yang disampaikan dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Langkah-langkah Menulis Cerpen dari Pengalaman Pribadi

Langkah Menulis Cerpen dari Pengalaman Pribadi yang Bisa Dicoba Pemula

Setelah mengetahui alasan kenapa pengalaman pribadi cocok dijadikan cerpen, langsung saja berikut pembahasan inti dalam artikel ini yaitu tentang cara memilih cerpen dari pengalaman pribadi.

1. Membuat daftar pengalaman pribadi yang berkesan

Setiap orang tentu memiliki pengalaman yang berkesan dalam hidupnya. Tidak harus pengalaman menyenangkan, pengalaman yang mengecewakan, membuat marah, menakutkan, memalukan, atau pengalaman lainnya yang tidak bisa kamu lupakan, bisa ditulis terlebih dahulu.

2. Menentukan tema

Langkah berikutnya, tentukanlah tema cerpen yang ingin dibahas. Apakah horor, percintaan, persahabatan, keluarga, petualangan, atau yang lainnya.

Tema cerpen penting untuk ditentukan sejak awal agar pembaca mengetahui garis besar ceritamu. Ada baiknya, pilihlah tema yang kamu kuasai agar lebih mudah dalam mengembangkan ceritanya.

3. Memfokuskan pada satu cerita

Setelah tema sudah ditentukan, langkah berikutnya adalah memfokuskan pada satu cerita yang ingin diangkat. Pilihlah salah satu dari berbagai daftar pengalaman pribadimu sebelumnya yang menurutmu paling berkesan serta bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi cerpen yang unik dan menarik.

Tidak hanya menarik, cerita yang dipilih juga perlu mengandung pesan moral yang penting untuk dibagikan kepada pembaca. Dengan kata lain, pilihlah cerita yang memberikan dampak paling kuat.

4. Membuat outline

Setelah fokus cerita sudah ditentukan, langkah menulis cerpen dari pengalaman pribadi selanjutnya adalah membuat outline atau kerangka cerpen.

Membuat kerangka cerpen merupakan salah satu cara ampuh untuk mencegah kebuntuan ide saat menulis. Hal ini dikarenakan outline cerpen berisikan poin-poin penting cerpen yang dapat digunakan sebagai peta atau panduan agar proses penulisan cerita berjalan terarah dan lancar.

Untuk membuat outline cerpen yang baik, pada bagian awal kamu bisa memperkenalkan tokoh utama dalam cerpen beserta situasi yang yang sedang ia hadapi.

Kemudian pada bagian tengah cerita, konflik mulai dibangun untuk menunjukkan adanya perkembangan dalam cerpen. Selain itu, memunculkan konflik juga penting untuk menggugah emosi dan rasa penasaran pembaca.

Lalu di bagian akhir, cerpen harus mampu menghadirkan pesan atau pembelajaran berharga bagi pembaca. Tidak harus berakhir bahagia, yang terpenting adalah makna yang disampaikan.

5. Menambahkan imajinasi atau unsur fiktif

Menulis cerpen yang sama persis atau murni hanya berdasarkan dari kisah pribadi saja tentu akan terasa kurang menarik. Untuk itulah cerpen masih perlu dipoles dengan unsur fiktif. Misalnya dengan cara berikut:

  • Mengubah nama tokoh
  • Menambahkan karakter tokoh yang baru
  • Mengubah latar
  • Memodifikasi alur cerita
  • Membuat konflik semakin kompleks
  • dan lain sebagainya.

Menerapkan perubahan di atas membantu memperkuat cerpen sehingga membuatnya lebih hidup dan menarik.

6. Menentukan pesan yang ingin disampaikan

Langkah menulis cerpen dari pengalaman pribadi berikutnya adalah menentukan pesan yang ingin disampaikan. Pesan yang terkandung di dalam cerpen biasanya berkaitan dengan tema yang diangkat.

Misalnya, jika cerpen yang kamu tulis mengangkat tema tentang persahabatan, maka pesan moral yang disampaikan juga tidak jauh-jauh tentang hubungan persahabatan. Sebagai contoh, pesan moral cerpen bertema persahabatan antara lain:

  • Perbedaan status sosial, ekonomi, pendidikan, hingga karakter seseorang bukanlah penghalang dalam sebuah hubungan persahabatan yang tulus
  • Sahabat sejati adalah ia yang selalu mendukung dalam kebaikan dan tidak pernah merasa iri dengan keberhasilan sahabatnya
  • Persahabatan yang baik adalah persahabatan yang mengajakmu ke arah lebih baik
  • Sahabat sejati adalah dia yang tidak ragu untuk mengingatkan kita ketika kita berbuat salah.

7. Editing dan revisi naskah cerpen

Terakhir, cara menulis cerpen dari pengalaman pribadi yaitu mengedit dan merevisi naskah. Langkah ini membantu memastikan naskah cerpen disajikan dalam kondisi yang semaksimal mungkin.

Proses editing berperan penting untuk meminimalkan kesalahan penulisan pada cerpen dari segi ejaan, tata bahasa, struktur kalimat, gaya bahasa, hingga alur cerita.

Setelah kesalahan-kesalahan penulisan ditemukan, barulah kemudian naskah direvisi atau dilakukan perbaikan pada bagian yang diperlukan untuk meningkatkan keterbacaan dan kualitas cerpen.

Kesalahan dalam Menulis Cerpen Pengalaman Pribadi

Dalam menulis cerpen dari pengalaman pribadi tentunya tidak lepas dari kesalahan yang mana bisa menurunkan kualitasnya. Berikut ini kesalahan dalam menulis cerpen pengalaman pribadi yang perlu kamu hindari:

1. Terlalu fokus pada realita

Menulis cerpen dari pengalaman pribadi bukan berarti membuat jalan ceritanya tidak boleh direkayasa. Terlalu fokus pada realita justru bisa membuat pengembangan cerita menjadi terhambat. Selain itu, cerpen juga menjadi kurang menarik sehingga menambahkan unsur fiktif tetap diperlukan.

2. Kurang imajinatif

Kurang imajinatif juga termasuk salah satu kesalahan yang perlu dihindari dalam menulis cerpen dari pengalaman pribadi. Terjebak pada fakta atau imajinasi yang kurang membuat cerpen menjadi terkesan datar atau monoton sehingga tidak mampu menggugah minat pembaca.

3. Menyertakan detail yang tidak penting

Kesalahan berikutnya dalam menulis cerpen pengalaman pribadi adalah menyertakan detail yang tidak penting. Hal ini membuat cerpen terkesan bertele-tele sehingga menghilangkan antusiasme dan fokus pembaca.

4. Konflik tidak jelas

Konflik merupakan elemen kunci untuk memikat hati pembaca. Konflik yang tidak jelas bisa menghilangkan minat mereka untuk membaca cerpenmu sampai akhir.

5. Melewatkan editing dan revisi

Naskah cerpen tidak bisa langsung sempurna hanya dalam sekali tulis. Itulah kenapa editing dan revisi naskah tidak boleh dilewatkan di akhir penulisan cerpen.

Proses editing dan revisi berperan penting untuk menyempurnakan kualitas naskah cerpen dari berbagai sisi. Termasuk memperkuat alur dan penggunaan gaya bahasa.

Bagaimana Cara Membuat Cerpen Menjadi Lebih Hidup?

Untuk membuat cerpen terasa lebih hidup dan relevan dengan pembaca, kamu bisa gunakan cara-cara berikut:

1. Menggunakan teknik show don’t tell

Teknik show don’t tell berarti menunjukkan aksi atau reaksi tokoh yang dapat dirasakan oleh panca indera, bukan sekadar diceritakan saja. Misalnya:

Daripada menulis:

Aku sangat terluka melihatnya berselingkuh.

Lebih baik:

Mataku tak kuasa membendung cairan berwarna putih bening agar tak jatuh membasahi pipiku. Tubuhku pun seketika kaku dan tak berdaya tatkala melihatnya bergandengan tangan dengan wanita lain.

2. Menggambarkan elemen cerita secara detail

Agar cerpen terasa lebih hidup, kamu juga perlu menggambarkan elemen cerita secara lebih spesifik dan detail. Misalnya terkait perasaan yang tokoh alami, tempat, dan suasana dalam cerita. Mendeskripsikannya secara detail membantu pembaca lebih mudah dalam membayangkan peristiwa yang terjadi di dalam cerpen.

3. Menyertakan dialog

Cara lainnya untuk membuat cerpen terasa lebih hidup adalah menyertakan dialog. Adanya dialog ini penting untuk membangun dan memperkuat karakter cerpen menjadi lebih hidup dan dinamis.

Namun, pastikan dialog yang diucapkan tokoh dalam cerpen memiliki peranan krusial dalam menggerakkan alur cerita, bukan dialog kosong atau sekadar basa-basi.

Demikian langkah menulis cerpen yang terinspirasi dari pengalaman pribadi. Bagi penulis pemula, menulis cerpen dari pengalaman pribadi bisa dijadikan langkah awal untuk latihan menulis cerpen dengan lebih mudah.

Sebab, kamu sudah memiliki bahan atau ide dasar yang kuat yakni pengalaman sendiri untuk dikembangkan menjadi cerpen. Jadi, yuk coba langkah-langkah di atas untuk menulis cerpen pengalaman pribadi yang autentik dan menarik!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn