Latar dalam Cerita: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Latar dalam Cerita: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Latar atau setting merupakan salah satu unsur pembangun sebuah cerita. Selain berperan penting untuk menghidupkan jalan cerita, latar yang jelas juga mampu memperkuat karakter tokoh dan memudahkan pembaca dalam memahami cerita.

Itulah kenapa sebelum mulai menulis cerita, baik novel maupun cerpen, kamu perlu mengenal lebih jauh tentang latar dalam cerita terlebih dahulu agar kamu bisa menulis karya  yang epik, menarik, dan meninggalkan kesan bagi pembaca.

Latar dalam Cerita: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Nah melalui artikel kali ini, kamu akan diajak menyelami lebih dalam apa itu latar dalam cerita, fungsi, jenis, serta contohnya. Yuk, baca dan pahami pembahasan berikut ini!

Apa Itu Latar?

Latar dalam cerita adalah keterangan yang menunjukkan waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa di dalam cerita. Latar termasuk unsur intrinsik atau unsur pembangun yang berasal dari dalam cerita itu sendiri sehingga keberadaannya penting untuk menghidupkan jalan cerita, memperkuat karakter tokoh, dan memudahkan pembaca dalam memahami alur cerita.

Bayangkan saja, ketika kamu sedang bercerita tentang sesuatu namun di dalamnya tidak memuat penjelasan kapan, di mana, dan bagaimana kamu bisa mengalami peristiwa tersebut. Tentu, ceritamu akan menjadi terasa membingungkan atau tidak memiliki arah yang jelas.

Nah, hal tersebut menunjukkan bahwa adanya latar cerita yang jelas mampu memengaruhi suasana atau jalannya cerita. Suasana yang dimaksud tidak hanya berkaitan dengan letak geografis tempat di dalam cerita, tetapi juga perasaan atau kondisi emosional yang tokoh alami.

Sementara itu menurut Tarigan (2011), latar dalam cerita merupakan unsur sebuah karya sastra yang bertujuan untuk memberikan harapan dan ruang gerak bagi tokoh di dalamnya. Selain itu, latar juga bertujuan untuk membangun relasi dan menciptakan suasana yang bermanfaat tidak hanya untuk tokoh yang diceritakan, tetapi juga pembacanya.

Fungsi Latar

Latar dalam cerita memiliki fungsi penting baik untuk cerita itu sendiri maupun pembaca. Berikut ini fungsi-fungsi latar yang perlu penulis pahami:

1. Sebagai panduan jalannya cerita

Pertama, fungsi latar dalam cerita dapat digunakan sebagai panduan untuk mengatur jalannya cerita. Latar yang jelas bisa menuntun penulis untuk menentukan kapan, di mana, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi, serta seperti apa perasaan yang tokoh alami pada saat itu.

2. Menguatkan karakter tokoh

Berikutnya, latar juga memiliki fungsi penting untuk memperkuat karakter-karakter tokoh yang ada di dalam cerita. Misalnya melalui situasi ketika tokoh menghadapi konflik.

Maka, keadaan tersebut bisa dijadikan ajang bagi penulis untuk memperkuat karakter tokoh dengan menjelaskan perasaan atau suasana hati tokoh, serta sikap yang diambil oleh tokoh untuk mengatasi konflik tersebut.

3. Membantu penyusunan alur cerita

Selain tokoh dan penokohan, alur juga tentunya berkaitan erat dengan latar. Tanpa adanya latar maka alur cerita akan sulit dibangun dan membentuk sebuah jalan cerita yang utuh.

Sebab, jalan cerita yang lengkap harus mencakup unsur intrinsik dan ekstrinsik. Seperti halnya tokoh, penokohan, tema, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa menjadi unsur pembangunan yang berasal dari dalam cerita atau unsur intrinsik.

4. Memperkuat pemahaman pembaca terhadap cerita

Latar cerita yang jelas juga mampu memberikan gambaran yang lebih kuat kepada pembaca tentang apa yang terjadi dalam cerita. Jadi melalui latar, pembaca akan lebih mudah dalam berimajinasi atau membayangkan apa yang terjadi, serta ikut terhanyut dalam emosi yang dirasakan tokoh-tokoh di dalam cerita.

5. Meningkatkan wawasan pembaca

Latar cerita yang dieksplor lebih dalam juga memungkinkan pembaca memperoleh wawasan tambahan. Misalnya, penulis menceritakan sejarah dari tempat atau lokasi terjadinya peristiwa di dalam cerita, atau bisa juga budaya di lingkungan sekitar yang menjadi latar dalam cerita.

6. Menghidupkan cerita

Terakhir selain mampu menghidupkan karakter tokoh, latar dalam cerita juga memiliki fungsi yang penting untuk menghidupkan cerita. Seperti halnya dalam menjalani kehidupan nyata sehari-hari, latar juga penting untuk membuat cerita fiksi novel maupun cerpen menjadi terkesan lebih relevan dan realistis.

Jenis-Jenis Latar Cerita beserta Contohnya

Latar dalam Cerita: Pengertian, Fungsi, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Setelah memahami pengertian dan fungsi latar dalam cerita, berikut ini jenis-jenis latar cerita beserta contohnya yang juga perlu dipahami sebelum mulai menulis cerita:

1. Latar waktu

Latar waktu adalah keterangan yang menunjukkan kapan atau waktu terjadinya peristiwa di dalam cerita. Latar waktu terbagi kembali menjadi dua jenis, antara lain:

Latar eksplisit

Latar eksplisit adalah latar waktu yang digambarkan secara jelas, terang-terangan, atau gamblang. Untuk memahami lebih dalam, berikut ini contohnya:

  • Aku memasuki ruang rapat pukul 07.55 pagi, tepat 5 menit sebelum rapat dimulai.
  • Pada pukul satu siang Dina masih berada di perpustakaan. Ia harus segera mengumpulkan laporan praktikum sebelum pukul empat sore.
Latar implisit

Latar implisit adalah latar waktu yang digambarkan tidak secara langsung atau terang-terangan. Sebagai contoh:

  • Sebentar lagi matahari akan kembali keperaduannya, namun rinduku belum juga usai. Aku masih ingin berada di tempat peristirahatan terakhirnya lebih lama lagi.
  • Ayah sudah membangunkanku jauh sebelum matahari menampakkan senyum hangatnya.

2. Latar tempat

Selain latar waktu, berikutnya ada pula jenis latar dalam cerita yaitu latar tempat. Latar tempat adalah keterangan yang menunjukkan di mana tempat atau lokasi terjadinya peristiwa di dalam cerita. Latar tempat juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu:

Latar tempat eksplisit

Latar tempat eksplisit adalah keterangan yang menggambarkan tempat atau lokasi terjadinya peristiwa dengan jelas atau terang-terangan. Misalnya, perhatikan contoh berikut:

  • Dia sudah tiba di masjid sekitar 15 menit sebelum adzan maghrib berkumandang.
  • Anak-anak itu tinggal di sebuah rumah yang masih terbuat dari pagar bambu.
Latar tempat implisit

Kebalikan dari latar tempat eksplisit, latar tempat implisit adalah keterangan yang menggambarkan tempat atau lokasi terjadinya peristiwa secara tersembunyi atau tidak gamblang. Contohnya:

  • Meski sudah satu jam berlalu, aku masih belum juga ingin beranjak dari rumah Tuhan yang menenangkan ini.
  • Aku selalu nyaman dan lupa waktu ketika sudah berada di ruangan yang dipenuhi rak-rak berisi tumpukan buku ini.

3. Latar suasana

Jenis latar dalam cerita selanjutnya adalah latar suasana. Latar suasana berarti keterangan yang menunjukkan situasi, keadaan, emosi, atau perasaan yang dialami tokoh saat terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita. Untuk memahami lebih dalam, berikut ini contoh penggambaran latar suasana:

  • Tubuhnya tiba-tiba mematung dan air matanya hampir tumpah tatkala menyaksikan sosok yang selama ini Ia percaya ternyata berkhianat.
  • Senyum sang ayah mengembang dan kedua tangannya membentang seolah siap menerima pelukan dari putri kecilnya yang kini telah resmi menyandang gelar sarjana.

4. Latar sosial

Selain latar tempat, waktu, dan suasana, ada pula jenis latar yang lain yaitu latar sosial. Latar sosial adalah keterangan yang menunjukkan adanya unsur-unsur sosial dalam cerita. Misalnya berkaitan dengan keyakinan, adat istiadat, norma, atau pandangan hidup tokoh yang digambarkan di dalam cerita.

Sebagai contoh, dalam sebuah novel menceritakan kisah cinta antara pria pribumi dengan wanita berkebangsaan Belanda. Yang mana tentunya dua sejoli ini memiliki keyakinan, norma, dan adat istiadat yang berbeda sehingga bisa memicu konflik cerita yang menarik.

5. Latar alat

Latar alat adalah latar yang menunjukkan alat-alat yang digunakan untuk mendukung jalannya cerita, karakter tokoh, atau bahkan membantu tokoh dalam memecahkan masalah.

Contohnya, ponsel digunakan oleh tokoh untuk berkabar atau menghubungi pasangannya yang berada jauh di luar negeri sehingga komunikasi bisa tetap terjaga dan terhindar dari kesalahpahaman.

Itulah tadi pembahasan mulai dari pengertian, fungsi, jenis-jenis, hingga contoh latar dalam cerita. Latar merupakan salah satu unsur intrinsik dalam karya sastra yang penting untuk menghidupkan jalan cerita, memperkuat karakter tokoh, memudahkan pembaca dalam memahami cerita, dan menambah wawasan pembaca.

Jadi, jangan sampai menentukan latar cerita terlewat dari daftar kegiatanmu dalam menulis cerita novel maupun cerpen, ya.

Nah, setelah menyimak penjelasan di atas, ada tidak informasi yang mau kamu tambahkan atau masih belum kamu pahami? Kalau ada, yuk share di kolom komentar!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn