8 Tips Membuat Portofolio Kepenulisan yang Menarik dan Profesional

8 Tips Membuat Portofolio Kepenulisan yang Menarik dan Profesional

Agar dilirik klien atau recruiter, seorang penulis tidak hanya perlu memiliki kemampuan menulis saja, apalagi hanya sekadar mengklaim kemampuan tersebut tanpa menunjukkan bukti nyata.

Nah, di sinilah pentingnya portofolio kepenulisan. Melalui portofolio kepenulisan, kamu bisa menunjukkan kualitas karya tulismu secara langsung kepada recruiter atau klien.

8 Tips Membuat Portofolio Kepenulisan yang Menarik dan Profesional

Sayangnya, masih banyak pemula yang kebingungan bagaimana tips membuat portofolio kepenulisan yang menarik, profesional, dan bisa meningkatkan peluang diterima kerja oleh recruiter.

Untuk itu melalui artikel ini, kami akan memberikan panduan lengkap tips membuat portofolio kepenulisan yang menarik dan profesional agar peluangmu diterima bekerja sebagai full time atau freelance di bidang kepenulisan semakin tinggi. Baca informasi selengkapnya berikut ini, ya!

Apa Itu Portofolio?

Bagi kamu yang belum tahu, portofolio adalah kumpulan hasil karya tulis yang dibuat oleh penulis. Melalui portofolio, penulis bisa menampilkan berbagai macam karya tulis yang sudah pernah ia buat.
Karya tulis tersebut bisa berupa artikel, cerpen, esai, script, postingan blog, copywriting, hingga buku.

Perlu kamu pahami bahwa portofolio ini berbeda dengan CV. CV hanya berisikan informasi berupa data diri dan pengalaman. Sementara portofolio menunjukkan bukti nyata tentang apa yang bisa kamu lakukan atau kemampuan yang kamu miliki.

Dengan adanya portofolio, recruiter atau klien bisa menilai secara langsung seberapa cocok dan tingginya kemampuanmu, serta apakah kamu adalah kandidat yang dibutuhkan oleh mereka atau bukan.

Tips Membuat Portofolio Kepenulisan

8 Tips Membuat Portofolio Kepenulisan yang Menarik dan Profesional

Agar peluang diterima oleh klien atau recruiter semakin besar, berikut ini delapan tips membuat portofolio kepenulisan yang bisa kamu coba ikuti:

1. Tentukan niche tulisan

Tips membuat portofolio kepenulisan yang pertama adalah menentukan niche atau fokus tulisan. Memiliki niche yang jelas bisa membantu portofolio kamu terlihat profesional dan terarah.

Niche tulisan yang terfokus juga penting untuk mempermudah recruiter dalam memahami keahlian yang kamu miliki. Recruiter juga bisa lebih mudah dalam menilai kecocokanmu dengan kandidat yang mereka cari.

Sebab, bidang kepenulisan terdiri dari berbagai jenis. Mulai dari artikel SEO, copywriting, script writing, ghost writing, technical writing, dan masih banyak lainnya. Yang mana, semua bidang kepenulisan tersebut membutuhkan kemampuan spesifik yang berbeda-beda.

2. Buat desain portofolio yang rapi dan profesional

Desain portofolio ikut berperan penting untuk menambah kesan menarik dan profesional di mata recruiter. Desain yang menarik bukan berarti rumit atau perlu menggunakan banyak elemen dan warna.

Cukup pastikan desain yang dibuat terlihat rapi, bersih, dan tidak menyulitkan saat membaca tulisan di dalamnya.

Kemudian, untuk format portofolio yang bisa kamu pakai antara lain PDF, PPT, blog pribadi, atau platform online seperti LinkedIn, Medium, dan Instagram yang khusus menampilkan hasil karyamu.

3. Pilih karya yang terbaik

Tips membuat portofolio kepenulisan yang ketiga yakni memilih karya yang terbaik, terutama jika kamu memiliki karya tulis yang sangat banyak.

Memiliki banyak karya tulis memang bagus. Hal ini menandakan antusiasme dan produktivitasmu di dunia kepenulisan. Namun dalam hal portofolio kepenulisan, menunjukkan kualitas karya tulis jauh lebih penting ketimbang kuantitasnya.

Oleh karena itu, kamu cukup menampilkan 5 sampai 10 karya tulis terbaik yang bisa benar-benar membuktikan keahlianmu dalam menulis.

Pastikan karya tulis yang kamu sertakan di dalam portofolio sudah rapi, tidak terdapat banyak kesalahan penulisan, dan memiliki struktur yang jelas.

Lalu, bagaimana jika belum memiliki karya sendiri atau belum pernah mengerjakan proyek kepenulisan dari klien? Maka, kamu bisa membuat tulisan sendiri sebagai sampel atau dikenal dengan sebutan dummy project.

4. Cantumkan profil singkat penulis

Mencantumkan profil singkat penulis juga menjadi salah satu tips membuat portofolio kepenulisan yang baik dan profesional.

Jadi, kamu bisa masukkan informasi tentang dirimu pada bagian “tentang saya”. Di sini, beberapa informasi yang bisa ditulis antara lain nama lengkap, latar belakang pendidikan, keahlian menulis, dan pengalaman (jika ada). Sebagai contoh, kamu bisa gunakan atau modifikasi profil berikut:

Saya adalah seorang SEO content writer yang berfokus pada penulisan artikel edukatif yang ramah SEO dan telah memiliki 3 tahun pengalaman di dunia penulisan konten digital di berbagai platform.

5. Buat deskripsi singkat pada setiap karya tulis

Untuk mempermudah recruiter dalam memahami pengalaman atau rekam jejakmu di dunia kepenulisan, jangan lupa buat deskripsi singkat pada setiap karya tulis yang kamu sertakan di portofolio.

Jadi, jangan hanya menampilkan judul dan isinya saja, ya. Sertakan deskripsi singkat untuk memberikan konteks tulisan sehingga portofoliomu nampak lebih terarah dan profesional.

Misalnya, terkait tujuan tulisan, target pembaca, dan platform yang digunakan untuk mempublikasikan tulisan. Sebagai contoh, perhatikan deskripsi singkat berikut:

Artikel ini ditulis dengan tujuan untuk menginformasikan atau mengedukasi para remaja perempuan tentang cara mencegah anemia. Artikel ini dipublikasikan melalui platform Kompasiana.

6. Tambahkan testimoni dari klien atau perusahaan tempat bekerja sebelumnya

Jika sebelumnya kamu memiliki pengalaman bekerja dengan klien atau perusahaan tertentu di bidang kepenulisan, maka ada baiknya kamu sertakan testimoni dari mereka tentang kualitas karya tulis yang kamu buat.

Hal tersebut tentunya mampu meningkatkan kepercayaan dari klien atau recruiter yang hendak memperkerjakanmu. Dengan begitu, peluang kamu diterima bekerja semakin besar.

Nah, bagaimana untuk pemula atau yang belum punya pengalaman menulis? Jika kamu pemula atau belum pernah mengerjakan proyek menulis apapun, maka kamu bisa coba tawarkan jasa menulis gratis sebagai portofolio awal.

Kamu bisa tawarkan ke keluarga, teman terdekat, atau pemilik bisnis yang membutuhkan konten tulisan seperti copywriting untuk mempromosikan bisnis mereka.

7. Gunakan platform online

Agar portofolio mudah diakses, alangkah lebih baiknya buatlah portofolio secara online. Portofolio online memberikan kemudahan bagi recruiter untuk mengaksesnya kapanpun dan di manapun.

Beberapa platfrom online yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio kepenulisan antara lain LinkedIn, Medium, dan blog pribadi.

Portofolio tersebut nantinya bisa dibagikan kepada recruiter dalam bentuk link sehingga mudah diakses dan terlihat profesional. Recruiter atau klien juga bisa melihat isi portofolio tanpa perlu men-downloadnya.

8. Perbarui portofolio secara berkala

Tips membuat portofolio kepenulisan yang terakhir yaitu memperbarui portofolio. Hal ini dikarenakan portofolio bukanlah sebuah tugas yang bisa dibuat sekali jadi lalu tidak perlu diapa-apakan lagi.

Jika ada proyek-proyek menulis baru yang kamu kerjakan, maka kamu perlu mengupdate portofoliomu secara rutin.

Kamu bisa masukkan karya tulis terbarumu tersebut dan hapus yang sudah tidak relevan. Jangan lupa, lakukan perbaikan jika terdapat kesalahan.

Rutin mengupdate portofolio menunjukkan bahwa kamu pribadi yang terus aktif dan berkembang. Ini tentu bisa menjadi poin penilaian positif di mata recruiter atau klien.

Demikian delapan tips membuat portofolio kepenulisan yang bisa kamu terapkan. Membuat portofolio kepenulisan memang kadang kala gampang-gampang susah.

Dengan menerapkan tips dalam artikel ini, kamu bisa membuat portofoliomu menjadi semakin rapi, menarik, dan profesional. Semoga kamu juga bisa segera meraih karier di dunia kepenulisan yang kamu impikan, ya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn