
Jika kamu seorang penulis novel atau novelis, manakah ending atau akhir cerita yang sering kamu gunakan? Ending yang sedih, bahagia, mengejutkan, menggantung, lucu, atau yang lainnya?
Nah, bicara soal ending novel, ending atau akhir cerita merupakan salah satu bagian penting di dalam novel maupun cerpen yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca. Jenis ending novel pun beragam dan bisa dipilih sesuai genre novel.
Daftar isi
Toggle12 Jenis Ending Novel yang Bisa Penulis Gunakan
Nah, dalam artikel ini, kita akan bersama-sama mempelajari apa saja ending novel yang sering digunakan oleh para novelis. Jika saat ini kamu sedang menulis cerita dan bingung menentukan bagaimana akhirnya, yuk langsung simak 12 jenis ending novel berikut ini!
Artikel yang sesuai:
1. Circular Ending
Circular ending atau akhir melingkar merupakan jenis ending novel yang menggunakan pola melingkar. Ending cerita ini dapat dikatakan menguras emosi karena sebenarnya sudah diungkapkan di awal cerita. Dengan kata lain, akhir cerita dikembalikan seperti semula atau awal cerita.
2. The Moral Ending
The moral ending adalah jenis ending novel yang menunjukkan adanya pertumbuhan dalam diri karakter dan seberapa jauh karakter mampu menghadapi konflik yang ada di sepanjang cerita. Lalu, cerita akan diakhiri dengan pembelajaran moral yang bisa membuat pembaca terinspirasi.
3. Surprise Ending
Surprise ending atau bisa disebut pula shocked ending merupakan ending novel yang mengejutkan dan tidak terduga. Ending ini bisa memicu rasa penasaran dan ketidaksabaran di benak pembaca untuk mengetahui kelanjutan cerita. Surprise ending dapat dikatakan bagus jika mampu menghadirkan plot yang kuat dan kejutan tersebut terjadi secara alami atau tanpa terkesan dipaksakan.
4. Emotional Ending
Selain bisa membuat pembaca terkejut, ending novel juga bisa membuat pembaca ikut terhanyut ke dalam perasaan tokoh. Inilah yang dinamakan emotional ending atau akhir cerita yang membuat pembaca menjadi emosional. Jadi pembaca akan turut merasakan kecewa, sedih, bahagia, terharu, marah, atau perasaan lainnya yang dialami oleh tokoh.
5. Reflection Ending
Reflection ending merupakan jenis ending novel yang menceritakan perjalanan hidup tokoh. Di dalam ending novel ini, karakter menunjukkan segala hal yang sudah ia lalui, pencapaian, hingga konflik yang harus dihadapi serta bagaimana cara mengatasinya. Dengan begitu, pembaca bisa mendapatkan hikmah atau pelajaran berharga di akhir cerita.
6. Cliff Hanger Ending
Cliff hanger ending merupakan jenis akhir cerita novel yang menggantung. Ending novel ini sering kali membuat pembaca tersulut emosi karena cerita bisa diputus atau diselesaikan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.
Hal tersebut menunjukkan bahwa cliff hanger dapat dikatakan lebih kejam dibandingkan open ending. Pembaca seolah dibuat menaiki rollercoaster, di mana cerita sering kali dihentikan saat sedang berada dipuncak. Itulah kenapa akhir cerita yang menggantung biasa digunakan pada novel-novel berseri agar pembaca tertarik membaca seri berikutnya.
Meskipun menggantung, akhir cerita semacam ini tetap efektif untuk menggugah emosi dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati para pembaca. Cliff hanger ending biasanya digunakan pada novel bergenre thriller, misteri, atau detektif.
7. The Humor Ending

Dari namanya saja pasti kamu sudah paham bukan apa itu humor ending? Ya, betul sekali. The humor ending adalah ending novel atau cerpen yang bisa membuat pembaca tertawa terbahak-bahak.
Novel yang menerapkan humor ending ini cocok bagi kamu yang suka membaca bacaan ringan namun tetap menghibur dan berkesan. Sebagai contoh, salah satu novel dengan ending yang lucu berjudul Merah Jambu yang ditulis oleh Raditya Dika.
8. The Question Ending
Jenis ending novel berikutnya ada the question ending. The question ending merupakan akhir cerita yang seolah mempertanyakan kepada pembaca tentang apa yang akan atau telah terjadi, serta makna dari sebuah kejadian yang dialami oleh tokoh.
Novel yang diakhiri dengan pertanyaan biasa membuat pembaca penasaran terhadap apa yang akan terjadi selanjutnya. The question ending biasanya digunakan pada novel berseri seperti novel Harry Potter karya J.K. Rowling.
9. The Dialog Ending
The dialog ending merupakan ending novel yang mana cerita diakhiri dengan dialog oleh tokoh. Baik dialog tokoh dengan dirinya sendiri (monolog) maupun dialog dengan tokoh lain di dalam cerita. Yang mana, dialog tersebut biasanya mengandung quotes yang bisa dijadikan bahan renungan bagi pembaca.
Selain itu, jenis ending novel ini memungkinkan pembaca untuk memandang karakter tokoh secara lebih jauh dan realistis. Melalui the dialog ending, pembaca juga seolah diajak oleh tokoh untuk berdialog atau berinteraksi dengannya.
10. Twist Ending
Twist ending sering kali disebut sebagai akhir cerita yang membagongkan bagi sebagian besar pembaca. Berbeda dengan surprise ending, twist ending menghadirkan plot yang terbalik jauh dari apa yang dipikirkan oleh pembaca. Dengan kata lain, plot yang disajikan mampu membuat pembaca terkecoh mengenai akhir ceritanya.
Oleh karena itu, twist ending juga mampu mengubah pandangan pembaca tentang isi cerita secara keseluruhan. Namun, hal inilah yang justru menjadi daya tarik novel dan membuatnya semakin sulit terlupakan.
Sebagai contoh, dalam sebuah novel menceritakan tentang seorang detektif yang dikenal jujur, polos, dan baik hati yang menangani kasus pembunuhan tak biasa di wilayahnya. Namun ternyata seiring berjalannya waktu, terbongkarlah bahwa dirinya adalah seorang psikopat yang menjadi dalang atas seluruh kasus pembunuhan tadi.
11. The Action Ending
The action ending merupakan jenis ending novel maupun cerita pendek yang diakhiri dengan sebuah adegan atau aksi menarik. Jadi, cerita ditutup dengan adegan yang rapi, menggugah emosi, dan suasana hati pembaca.
12. Open Ending
Terakhir ada jenis ending novel yang disebut open ending. Sesuai dengan namanya, ending ini menghadirkan akhir cerita yang terbuka atau bebas. Dalam artian, akhir cerita bebas ditentukan sesuai persepsi masing-masing pembaca.
Banyak yang salah kaprah bahwa open ending sama seperti akhir cerita yang menggantung atau cliff hanger ending. Padahal, keduanya adalah jenis ending novel yang berbeda.
Jika menggunakan open ending, masih banyak pertanyaan di dalam cerita yang belum terjawab dengan jelas sehingga pembaca diberikan ruang untuk menafsirkannya dengan bebas sesuai sudut pandang masing-masing. Ini artinya, setiap pembaca bisa jadi menentukan akhir cerita yang berbeda-beda.
Meski pembaca bebas berimajinasi tentang akhir cerita, open ending tetap mampu memberikan kepuasan karena ada kejelasan alur cerita dan misteri yang sudah terselesaikan. Selain itu walau sudah terselesaikan, novel dengan open ending masih menimbulkan seberkas tanda nyata di benak pembaca tentang bagaimana kepastian akhir ceritanya.
Nah, itulah tadi pembahasan tentang jenis ending novel yang biasa digunakan oleh penulis. Mulai dari circular ending, emotional ending, cliff hanger ending, the humor ending, twist ending, hingga open ending.
Jika saat ini kamu sedang menulis novel dan bingung bagaimana untuk menentukan akhir ceritanya, 12 ending novel di atas bisa kamu coba. Nah, dari jenis-jenis ending novel tersebut, kira-kira mana yang mau kamu coba?





