Mengenal Perbedaan Biografi dan Autobiografi yang Jarang Diketahui

Mengenal Perbedaan Biografi dan Autobiografi yang Jarang Diketahui

Pernahkah kamu membaca sebuah buku yang menceritakan tentang perjalanan hidup seorang tokoh ternama seperti Ir. Soekarno, R.A. Kartini, B.J. Habibie, atau yang lainnya? Jika pernah, buku itulah yang disebut sebagai buku biografi.

Namun, ada pula buku lainnya yang berisi kisah hidup seorang tokoh, yaitu autobiografi. Kedengarannya memang hampir sama, bukan? Tak jarang, banyak juga yang bingung membedakannya. Padahal, perbedaan biografi dan autobiografi ini cukup signifikan, lho.

Mengenal Perbedaan Biografi dan Autobiografi yang Jarang Diketahui

Nah, apa saja sih perbedaan biografi dan autobiografi? Artikel ini akan mengupas tuntas pembahasannya agar kamu tidak salah kaprah lagi. Ayo simak selengkapnya penjelasan berikut ini sampai akhir, ya!

Pengertian Biografi

Secara bahasa, istilah “biografi” berasal dari bahasa Yunani Kuno, yaitu “bios” yang berarti hidup dan “graphein” yang berarti tulisan. Jika digabung, maka biografi dapat didefinisikan sebagai tulisan tentang kehidupan.

Menurut seorang pakar linguistik Indonesia, Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan, biografi adalah wacana yang menceritakan tentang riwayat hidup seorang tokoh yang disusun oleh pihak ketiga. Yang mana, dalam biografi menonjolkan keteladanan dan keistimewaan tokoh untuk dijadikan pembelajaran bagi pembaca.

Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), biografi adalah riwayat hidup seseorang yang ditulis oleh orang lain. Biografi tidak hanya menceritakan perjalanan hidup tokoh sejak lahir hingga saat ini atau meninggal dunia, tetapi juga menceritakan tentang tokoh secara lebih komprehensif.

Berbagai hal terkait tokoh seperti latar belakang keluarga, pendidikan, tantangan dan masalah yang dihadapi, hingga prestasi atau pencapaian dan kontribusi tokoh di tengah masyarakat juga diceritakan di dalam buku biografi.

Itulah alasan kenapa buku biografi disusun. Penulisan buku biografi selain bertujuan untuk mengenang, memperkenalkan atau memberikan informasi tentang tokoh, juga bertujuan untuk memotivasi serta menginspirasi pembaca melalui kisah hidup tokoh yang penuh perjuangan dan membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat.

Biografi termasuk jenis tulisan yang disusun berdasarkan fakta atau disebut karya tulis nonfiksi. Artinya dalam menyusun biografi, seorang penulis harus melakukan riset dokumen, studi literatur, dan wawancara mendalam dengan pihak yang terkait dengan tokoh sebelum menyusun narasi agar informasi yang diperoleh bersifat aktual dan terpercaya.

Pengertian Autobiografi

Selain biografi, ada pula jenis tulisan yang mengisahkan tentang perjalanan hidup seseorang, yaitu autobiografi. Meski sama-sama menceritakan tentang perjalanan hidup seorang tokoh, biografi dan autobiografi memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari beberapa aspek seperti penulis, izin penulisan, sudut pandang, dan lain-lain.

Istilah autobiografi juga berasal dari bahasa Yunani, yakni “auto” yang berarti sendiri, “bios” yang berarti hidup, dan “graphein” yang berarti menulis. Dari sini dapat dilihat bahwa autobiografi adalah riwayat hidup yang ditulis oleh dirinya sendiri.

Sementara itu menurut Mansurdin dalam bukunya yang berjudul Pembudayaan Literasi Seni di SD, autobiografi adalah cerita tentang hidup seorang tokoh yang ditulis oleh tokoh itu sendiri.

Sama halnya seperti biografi, autobiografi juga menceritakan perjalanan hidup tokoh mulai dari lahir, anak-anak, remaja, dewasa, hingga saat ini. Di dalamnya juga termasuk menceritakan masa-masa sulit yang dialami oleh tokoh hingga mampu mencapai puncak keberhasilan.

Perbedaan Biografi dan Autobiografi

Mengenal Perbedaan Biografi dan Autobiografi yang Jarang Diketahui

Selain terdapat kesamaan dalam beberapa aspek, biografi dan autobiografi juga memiliki perbedaan. Perbedaan ini bisa dilihat dari aspek penulisnya, sudut pandang cerita, perolehan izin untuk menulis, hingga tingkat objektivitasnya.

Nah, untuk memahami lebih lanjut mengenai perbedaan biografi dan autobiografi berdasarkan aspek-aspek tersebut, kamu bisa simak rangkuman informasinya berikut ini!

1. Penulis

Seperti yang sudah sempat dibahas sebelumnya pada poin pengertian biografi dan autobiografi, sudah dapat kita lihat bersama bahwa salah satu aspek yang membedakan keduanya adalah penulisnya.

Biografi ditulis oleh orang lain yang memahami tentang seluk beluk tokoh yang diceritakannya. Informasi tentang tokoh bisa didapatkan melalui riset, wawancara mendalam dengan orang lain yang berkaitan secara langsung dengan tokoh di semasa hidupnya, atau melalui sumber referensi tertulis yang dapat dipercaya.

Nah, berbeda dengan biografi, autobiografi ditulis oleh dirinya sendiri yang menjadi subjek dalam tulisannya. Autobiografi juga bisa ditulis dengan bantuan penulis lain berdasarkan ingatan dari tokoh itu sendiri.

2. Tujuan penulisan

Penulisan biografi bertujuan untuk mengenang tokoh yang memiliki pengaruh penting di tengah masyarakat, memotivasi dan menginspirasi pembaca, serta memberikan informasi tentang perjalanan hidup tokoh yang dapat dijadikan suri tauladan atau diambil hikmahnya.

Sementara itu, autobiografi bertujuan untuk menginformasikan kepada pembaca tentang apa yang dilakukan oleh tokoh selama masa hidupnya. Mulai dari masa-masa sulit ketika harus melalui berbagai rintangan hingga berhasil mencapai impian dan tujuan hidupnya.

Dengan demikian, autobiografi juga bisa dijadikan bahan bacaan untuk memotivasi dan menginspirasi pembaca seperti halnya biografi. Hanya saja, autobiografi biasanya mencantumkan informasi yang bersifat positif saja terutama jika salah satu tujuan penulisannya adalah untuk pencitraan seorang tokoh politik.

3. Sumber tulisan

Perbedaan biografi dan autobiografi juga dapat dilihat dari aspek sumber tulisannya. Biografi ditulis berdasarkan sumber seperti dokumen penting atau wawancara dengan narasumber yang menjadi saksi atas perjalanan hidup tokoh, sehingga ia bisa menjelaskan segala fakta atau peristiwa yang dialami oleh tokoh semasa hidupnya. Sementara itu, autobiografi ditulis dengan berdasarkan pada ingatan pribadi, catatan harian, atau pengalaman empiris dari sang tokoh itu sendiri.

4. Sudut pandang

Karena ditulis oleh pihak lain, maka sudut pandang yang digunakan dalam biografi adalah sudut pandang orang ketiga. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan kata “”dia, “ia”, dan “beliau” untuk menyebutkan nama tokoh yang diceritakan atau bisa juga menyebut nama tokoh secara langsung.

Sementara itu, autobiografi ditulis menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal karena diceritakan sendiri oleh tokoh yang bersangkutan. Hal ini dapat diketahui dari penggunaan kata ganti “aku” atau “saya” untuk menceritakan perjalanan hidup tokoh tersebut.

5. Izin penulisan

Perbedaan biografi dan autobiografi selanjutnya juga dapat dilihat dari segi izin penulisannya. Karena biografi ini menceritakan perjalanan hidup tokoh lain yang mana tokoh tersebut merupakan tokoh ternama atau berpengaruh di masa hidupnya, maka biasanya diperlukan izin dari pihak keluarga untuk menuliskan kisah hidup tokoh tersebut.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan autobiografi yang berisikan kisah hidup tokoh itu sendiri sehingga tidak memerlukan izin dari pihak manapun untuk menulisnya.

6. Tingkat objektivitas

Berdasarkan tingkat objektivitasnya, biografi dan autobiografi juga memiliki perbedaan. Biografi cenderung lebih objektif karena ada jarak antara penulis dengan tokoh yang diceritakan. Selain itu, penulis juga mengambil informasi tentang tokoh dari berbagai sumber sehingga objektivitasnya lebih kuat.

Berbeda dengan autobiografi yang rentan subjektif karena kisah di dalamnya murni diceritakan berdasarkan ingatan, perasaan, atau sudut pandang sang tokoh itu sendiri.

Itulah tadi perbedaan biografi dan autobiografi yang perlu kamu ketahui agar tidak salah kaprah lagi. Semoga pembahasan di atas sudah cukup jelas dan dapat dipahami, ya.

Meski memiliki perbedaan dalam beberapa aspek, penulisan biografi dan autobiografi pada intinya tetap sama-sama bertujuan untuk memotivasi serta menginspirasi pembacanya. Hanya saja, penulisan autobiografi juga memiliki maksud lain yakni membangun citra pribadi sang tokoh.

Nah, jika kamu tertarik menulis dan menerbitkan buku biografi maupun autobiografi, salah satu langkah krusial yang dapat menentukan keberhasilan penerbitan bukumu adalah memilih penerbit buku yang tepat dan profesional.

Penerbit buku profesional akan mendampingi proses penerbitan bukumu dari nol sampai berhasil terbit. Mulai dari editing naskah, desain cover, layout, pengurusan ISBN, hak cipta, hingga pencetakan, distribusi, dan promosi buku akan dibantu oleh penerbit sampai tuntas. Jadi, kamu hanya perlu mengirimkan naskah saja dan menunggu kabar naskahmu telah terbit.

Mau tahu lebih lanjut penerbit buku mana yang terpercaya, profesional, dan telah berpengalaman menerbitkan ribuan buku? Kamu bisa baca detail informasinya melalui link berikut: Jasa Penerbitan Buku Cepat Terbit, ber-ISBN, dan Berkualitas.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn