
Bagi kamu yang hobi membaca atau menulis novel, istilah sudut pandang pasti sudah sering kamu dengar bahkan sudah kamu pahami. Bagaimana tidak? Sudut pandang dalam novel inilah yang akan menghidupkan cerita dan membantu pembaca untuk memahami isi cerita dengan baik.
Nah, pernah tidak sih kamu membaca sebuah novel yang tidak konsisten dalam menggunakan sudut pandang ceritanya? Jadi, kadang menggunakan kata ganti “aku”, kadang “dia”, atau bahkan “kamu” untuk menceritakan tentang tokoh di dalamnya secara tiba-tiba?
Daftar isi
ToggleApa Itu Sudut Pandang dalam Novel? Yuk, Kenali Pengertian, Jenis-Jenis, dan Contohnya!
Jika pernah, kamu mungkin akan merasa bingung, hilang arah, dan akhirnya jadi malas membacanya sampai selesai. Hal ini dikarenakan konsistensi sudut pandang dalam novel menjadi salah satu elemen kunci untuk membuat cerita terasa lebih hidup, mengalir, dan enak diikuti.
Artikel yang sesuai:
Lalu, sebenarnya apa itu sudut pandang, apa saja jenis-jenis, dan seperti apa contohnya? Artikel kali ini akan membantu kamu memahaminya lebih dalam.
Mengenal Definisi Sudut Pandang dalam Cerita
Sudut pandang atau disebut pula point of view adalah cara pandang atau perspektif yang digunakan oleh narator atau penulis untuk menceritakan tentang tokoh dalam sebuah cerita novel, cerpen, dan karya fiksi lainnya. Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sudut pandang berarti cakupan sudut bidik lensa terhadap gambar.
Selain itu, pengertian sudut pandang juga disampaikan oleh Aminudin (1995). Menurutnya, sudut pandang ialah cara seorang pengarang untuk menampilkan para tokoh atau pelaku di dalam dongeng yang disampaikan atau dipaparkan.
Untuk mengetahui sudut pandang apa yang digunakan dalam sebuah cerita, kamu bisa melihatnya melalui ucapan dan tindakan karakter. Selain itu, memahami latar atau peristiwa yang membentuk narasi di dalam novel maupun cerpen juga bisa membantumu memahami sudut pandang cerita yang penulis gunakan.
Penggunaan sudut pandang dalam novel maupun cerpen juga harus konsisten. Konsistensi sudut pandang yang digunakan dalam cerita menjadi salah satu ciri paragraf yang baik, lho. Sudut pandang yang konsisten merupakan aspek penting untuk memudahkan pembaca dalam memahami jalan cerita.
Sudut pandang yang tiba-tiba berubah tanpa alasan yang jelas bisa membuat pembaca tersesat, kebingungan, atau bahkan berhenti menamatkan novel yang ia baca sebelum waktunya.
Itulah kenapa bagi kamu yang suka membaca atau menulis novel, memahami lebih jauh tentang sudut pandang dalam novel ini penting.
Jenis-Jenis Sudut Pandang dalam Novel Beserta Contohnya

Nah, sekarang kamu sudah paham kan apa itu sudut pandang dan mengapa penting menggunakan sudut pandang yang konsisten dalam novel maupun cerpen? Yuk, sekarang saatnya kita pahami bersama apa saja jenis-jenis sudut pandang beserta contohnya!
1. Sudut pandang (POV) orang pertama
Jenis sudut pandang dalam novel yang pertama yaitu ada sudut pandang orang pertama. Sudut pandang orang pertama atau first person point of view merupakan sudut pandang yang menempatkan pencerita sebagai karakter utama di dalam ceritanya.
Ciri novel atau cerpen yang menggunakan sudut pandang orang pertama yakni menggunakan kata ganti “aku”, “saya”, “beta”, atau kata ganti orang pertama lainnya untuk bercerita.
Dengan menggunakan sudut pandang orang pertama berarti penulis menyampaikan cerita berdasarkan perspektif dari karakter utama di dalam cerita. Selain itu, penulis juga seolah-olah ikut terlibat secara langsung dalam setiap kejadian yang diceritakan.
Nah, sudut pandang orang pertama terbagi kembali menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang orang pertama tokoh utama dan sudut pandang orang pertama tokoh pendukung. Apa bedanya?
Sudut pandang orang pertama tokoh utama
Sudut pandang orang pertama tokoh utama merupakan sudut pandang orang pertama yang membuat penulis seolah-olah berperan sebagai tokoh utama dalam cerita. Ini artinya, penulis memahami semua perasaan, pikiran, tindakan yang dilakukan, dan setiap kejadian yang dialami oleh tokoh utama atau “aku”. Contohnya:
Mataku berkaca-kaca setiap kali menatap lembaran foto hitam putih itu. Foto-foto yang penuh dengan kenangan indah bersama sosok yang kini tak dapat lagi aku temui untuk selama-lamanya. Sekarang, aku hanya bisa memeluk dan menangisi lembaran foto itu bersama setiap bayangan memori indah yang muncul.
Sudut pandang orang pertama tokoh pendukung
Sudut pandang orang pertama tokoh pendukung berarti bahwa tokoh “aku” berperan sebagai si pencerita di dalam sebuah novel atau cerpen. Dengan kata lain, tokoh yang menjadi fokus utama di dalam cerita bukanlah “aku” melainkan tokoh lainnya. Tokoh “aku” hanya berperan sebagai pendukung atau tambahan yang menceritakan tokoh lain sebagai tokoh utamanya. Contoh:
Aku terkejut sejenak tatkala melihat amarah Danis untuk yang pertama kalinya. Teriakan dan gebrakan meja yang memecah telinga, hingga barang-barang di sekitarnya tak luput menjadi sasaran gejolak amarah yang memuncak usai Danis diputuskan oleh sang kekasih tanpa alasan yang jelas.
2. Sudut pandang (POV) orang kedua
Sudut pandang orang kedua adalah cara penulis menggambarkan setiap perasaan, pikiran, atau tindakan tokoh utama di dalam cerita dengan menggunakan kata ganti “kamu”, “kau”, “engkau”, atau sudut pandang orang kedua lainnya.
Jadi dalam sudut pandang orang kedua ini, penulis seolah-olah menempatkan pembaca sebagai tokoh utama dalam cerita. Sudut pandang ini mampu membuat pembaca seolah-olah mengalami sendiri perasaan, tindakan, atau situasi yang dialami tokoh secara lebih kuat dan mendalam.
Pada umumnya, sudut pandang orang kedua hanya digunakan sebagai variasi untuk memandang tokoh aku dan dia. Selain itu juga dapat menunjukkan bahwa penulis atau pencerita sedang berbicara kepadamu sebagai pembaca. Agar lebih jelas, yuk perhatikan contohnya berikut ini!
Hari ini adalah hari yang membahagiakan sekaligus menegangkan setelah lebih dari enam bulan lamanya. Kau nampak gugup sembari merapikan kemeja yang kau kenakan sebelum memasuki sebuah ruangan. Tempat kau akan bergelut dengan tumpukan dokumen penting bersama jiwa-jiwa penghamba duniawi lainnya.
3. Sudut pandang (POV) orang ketiga
Jenis sudut pandang dalam novel berikutnya ada sudut pandang orang ketiga. Sudut pandang orang ketiga adalah cara pandang yang digunakan oleh penulis untuk menggambarkan pikiran, perasaan, tindakan, atau peristiwa yang dialami oleh tokoh utama di dalam cerita menggunakan kata ganti “dia”, “ia”, “mereka”, atau menyebutkan nama tokoh secara langsung. Sudut pandang orang ketiga terbagi kembali menjadi dua jenis, antara lain:
Orang ketiga serba tahu
Sudut pandang orang ketiga serba tahu merupakan sudut pandang yang menunjukkan bahwa penulis seakan-akan mengetahui segala pikiran, perasaan, dan tingkah laku semua tokoh di dalam cerita.
Artinya melalui sudut pandang ini, penulis mampu melihat dunia di dalam cerita secara keseluruhan. Termasuk dalam membaca pikiran tokoh yang tidak terucapkan atau hanya mengucapkannya di dalam hati.
Itulah kenapa sudut pandang ini disebut sudut pandang orang ketiga serba tahu. Sebab, penulis atau pengarang mengetahui berbagai hal yang nampak maupun tidak nampak di dalam cerita. Mari simak contohnya berikut ini agar kamu lebih memahami penggunaan sudut pandang orang ketiga serba tahu!
Alina duduk termangu seraya menatap terangnya rembulan malam itu. Menatapnya membuat dia merasa lebih kuat setelah seharian penuh berjibaku dengan materi-materi dan tugas kuliah yang hampir membuat kepalanya pecah. Keindahan sinar rembulan yang seolah menghipnotis itu membuat ia sampai-sampai tidak sadar akan kehadiran sang ibu yang membawakan camilan untuknya. Sementara sang ayah terlihat sedang menikmati malam itu dengan menonton televisi bersama adik laki-laki Alina.
Orang ketiga terbatas
Sudut pandang orang ketiga terbatas adalah cara penulis atau pengarang dalam menggambarkan tokoh utama di dalam cerita melalui kacamata pengamat. Karena bercerita berdasarkan perspektif pengamat, maka sudut pandang dalam novel maupun cerpen ini tidak memungkinkan pembaca untuk mengetahui isi hati tokoh utama.
Hal tersebutlah yang juga membuat cerita yang menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas tidak bisa disampaikan secara terperinci. Nah, berikut ini contohnya agar kamu semakin paham:
Namanya adalah Andreas Sanjaya. Sosok ketua ekskul basket yang kerap disapa Andre itu adalah siswa kelas 12A yang terkenal cerdas, atletis, tampan, dan berwibawa. Tak heran, hampir semua siswi di SMA Budi Mulia terpesona dengannya.
4. Sudut pandang atau POV campuran
Jenis sudut pandang dalam novel maupun cerpen yang terakhir yaitu sudut pandang campuran. Sudut pandang campuran berarti cara penulis menggambarkan kisah tokoh utama melalui tiga sudut pandang sekaligus, yaitu sudut pandang orang pertama, kedua, dan ketiga. Dengan demikian, sudut pandang ini memungkinkan pembaca untuk memandang cerita secara lebih luas dan mendalam.
Sebagai contoh, pada awal cerita, penulis menceritakan tokoh utama dari sudut pandang pengamat dengan menggunakan kata ganti “dia” atau “mereka”. Kemudian di paragraf berikutnya atau tengah-tengah cerita, tokoh utama digambarkan sebagai “aku”.
Memahami sudut pandang dalam novel maupun karya fiksi lainnya merupakan langkah penting. Tidak hanya mampu menghidupkan cerita dan memudahkan pembaca dalam memahaminya, penggunaan sudut pandang yang konsisten dan tepat ini penting agar penulis mampu mengendalikan alur cerita, membangun kedekatan dengan pembaca, serta menjaga agar mereka tetap setia membaca ceritamu sampai akhir.
Itulah kenapa sebelum novel dipublikasikan atau diterbitkan, konsistensi sudut pandang menjadi salah satu poin yang harus diperhatikan pada saat kamu melakukan editing naskah. Bila perlu, kamu bisa menggunakan jasa editing naskah profesional untuk mendapatkan hasil akhir naskah yang maksimal.
Selain bisa menghemat waktu, pikiran, dan energi, bekerja sama dengan editor profesional juga memungkinkanmu mendapatkan perspektif lain yang lebih segar yang dapat membantu meningkatkan kualitas karyamu.





