
Sesuai namanya, penulis berarti orang yang bekerja di dunia tulis menulis. Sebelum era digital semakin berkembang pesat seperti sekarang, profesi penulis identik dengan penulis buku atau penulis novel.
Namun, jenis profesi penulis di era digital ini semakin beragam, lho. Mulai dari content writer, SEO writer, copywriter, UX writer, technical writer, script writer, ghost writer, news writer, hingga blogger bisa jadi pilihan karier bagi kamu yang hobi menulis.
Daftar isi
Toggle9 Jenis Profesi Penulis di Era Digital yang Paling Banyak Dicari Perusahaan
Nah, artikel kali ini akan mengangkat topik penting bagi kamu yang hobi menulis dan penasaran apa saja sih jenis profesi penulis di era digital yang banyak dicari perusahaan? Langsung saja, berikut sudah dirangkum jawabannya untuk kamu simak lebih lanjut!
Artikel yang sesuai:
Apa Saja Skill yang Diperlukan untuk Menjadi Penulis di Era Digital?
Sama seperti pekerjaan lainnya, kamu juga membutuhkan kemampuan atau skill tertentu untuk mendukung karier sebagai penulis di era digital ini. Berikut skill yang diperlukan:
1. Kemampuan menulis
Bekal utama untuk menjadi penulis tentu saja adalah kemampuan menulis. Dengan modal kemampuan menulis yang baik maka kamu nantinya bisa membuat tulisan yang efektif dan mudah dipahami pembaca. Kemampuan menulis yang dimaksud juga termasuk hal-hal berikut:
- Membuat perencanaan konten atau content plan: Mendukung pembuatan konten tulisan secara terarah dan konsisten.
- Kemampuan riset: Memudahkan proses pengembangan dan meningkatkan kredibilitas tulisan.
- Membuat outline atau kerangka tulisan: Sebagai panduan menulis agar terhindar dari writer’s block.
- Memahami tata bahasa: Membuat tulisan mudah dipahami pembaca dan meningkatkan profesionalitas penulis.
- Editing dan proofreading: Menghindari kesalahan penulisan dan meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan.
2. Familiar dengan SEO
Ingin membantu bisnis atau perusahaan berkembang melalui konten di website yang ramah di mesin pencarian? Maka, kamu perlu familiar dengan SEO (Search Engine Optimization).
SEO adalah strategi yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas website di mesin pencarian. Pemahaman yang baik tentang SEO bisa membantu artikel blog yang kamu tulis mudah ditemukan pembaca atau berpeluang lebih besar untuk menempati posisi di halaman pertama mesin pencarian.
3. Up to date
Penulis juga sering kali dituntut untuk paham terhadap tren yang sedang berkembang. Membuat konten yang relevan dengan topik yang sedang hangat diperbincangkan berpotensi mendapatkan engagement tinggi.
Dengan demikian, peluang menghasilkan konversi pun semakin besar. Inilah kenapa penulis, khususnya penulis konten media sosial perlu beradaptasi terhadap tren yang sedang berkembang.
4. Komunikasi
Komunikasi termasuk salah satu skill penting bagi penulis, terutama komunikasi tertulis. Skill komunikasi tertulis yang baik membuat tulisanmu mudah dimengerti pembaca.
Selain itu meski lebih sering bekerja secara mandiri, penulis juga tetap memerlukan interaksi dengan pihak lain seperti owner perusahaan, anggota tim, maupun klien. Kemampuan komunikasi yang baik membantu penulis mampu membuat konten yang sesuai brief dan meminimalkan revisi.
5. Story telling
Terakhir, kemampuan yang perlu dimiliki penulis di era digital adalah story telling. Story telling atau seni bercerita adalah seni menyampaikan informasi melalui cerita untuk membuat audiens merasa tersentuh dan tergerak melakukan sesuatu.
Kemampuan story telling yang baik perlu dimiliki seorang copywriter supaya mampu menarik audiens terhadap informasi yang disampaikan dan meningkatkan peluangnya melakukan aksi pembelian.
Apa Saja Jenis Profesi Penulis di Era Digital?
Berikut ini berbagai jenis profesi penulis di era digital yang paling banyak dicari perusahaan untuk bekerja secara full time, part time, maupun freelance:
1. Content writer
Jenis profesi penulis di era digital yang pertama adalah content writer atau penulis konten. Content writer biasanya termasuk ke dalam divisi marketing perusahaan. Yang mana, content writer memiliki tugas utama membuat konten-konten berkualitas untuk menarik minat target audiens.
Content writer biasanya membuat konten di media sosial maupun website atau blog perusahaan. Yakni bisa berupa single post atau carousel di Instagram dan artikel blog yang mendukung pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.
2. SEO writer
Hampir sama dengan content writer, SEO writer juga memiliki tugas utama membuat konten artikel. Bedanya, SEO writer perlu menerapkan langkah teknis tambahan berupa strategi SEO untuk membantu meningkatkan performa artikel di mesin pencarian.
Strategi SEO meliputi riset kata kunci potensial, menyisipkan kata kunci pada judul, subjudul, meta deskripsi, dan secara merata di konten artikel, menambahkan gambar unggulan, mengisi alt text gambar, dan lain sebagainya.
Tools yang bisa membantu SEO writer untuk riset kata kunci antara lain Ahrefs, UbberSuggest, Semrush, Google Keyword Planner, Google Trends, Google Analytic, dan tools lainnya.
Sekarang ini, strategi SEO juga tidak hanya bisa diterapkan pada artikel blog saja, lho. SEO juga bisa diterapkan di konten media sosial sehingga bisa muncul di mesin pencarian. Yakni, dengan menyisipkan keyword di caption, membuat hook yang mengandung keyword, hashtag, dan sebagainya.
3. Copywriter
Berbeda dengan content writer dan SEO writer yang fokus menyajikan konten tulisan bersifat informatif, copywriter berfokus membuat konten tulisan persuasif atau disebut copywriting.
Dalam artian, konten copywriting bertujuan mengajak atau mempengaruhi pembaca untuk melakukan aksi. Misalnya, aksi untuk melakukan pemesanan produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan.
4. UX writer
UX writer adalah penulis yang berperan meningkatkan pengalaman audiens dengan menyederhanakan sebuah tulisan, panduan, atau instruksi yang ada di software, aplikasi, website, dan berbagai produk digital supaya lebih mudah dimengerti target pembaca.
Tulisan atau teks yang perlu ditulis UX writer mencakup teks pada menu, tombol navigasi, chatbot, notifikasi error, label, push notification, dan fitur panduan.
5. Technical writer
Sesuai namanya, technical writer berarti jenis profesi penulis di era digital yang bertugas membuat teks tentang panduan atau langkah-langkah menggunakan suatu produk atau layanan teknis perusahaan dengan bahasa yang mudah dipahami.
Termasuk dalam hal ini juga teks FAQ beserta jawabannya tentang produk atau layanan yang ditawarkan. Dengan demikian, customer bisa menggunakan produk atau layanan tersebut dengan baik.
Untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang produk atau layanan yang ingin ditulis panduannya, technical writer perlu berkomunikasi lebih lanjut dengan engineer, developer, dan specialist teknis lainnya yang berhubungan dengan produk atau layanan. Komunikasi ini penting untuk memastikan panduan yang tertulis benar-benar bisa membantu customer dalam menggunakan produk atau layanan tersebut.
6. Script writer
Di era digital ini ada pula yang disebut script writer. Script writer adalah profesi penulis yang bertugas membuat skenario untuk konten video, iklan, podcast, film, atau drama. Adanya script penting untuk membantu pembawa acara, aktor, atau voice over tahu harus bicara apa dan bertindak seperti apa, serta bagaimana alur acara nantinya supaya berjalan terarah.
Agar bisa menjalankan peran sebagai script writer secara optimal, kamu perlu memiliki beberapa skill seperti story telling, pemahaman tentang target audiens, riset materi, dan memahami struktur hook yang bisa memikat perhatian audiens sejak detik pertama.
7. Ghost writer
Jenis profesi penulis di era digital lainnya yaitu ghost writer. Bukan berarti penulis hantu, ghost writer adalah penulis yang membantu menuliskan karya untuk orang lain tanpa dicantumkan namanya. Dengan kata lain, tulisan tersebut menjadi 100% milik klien dan penulis tidak bisa mengklaimnya sebagai plagiarisme.
Jadi, ghost writer nantinya bertugas menggali ide tulisan, gaya bahasa, dan cerita klien melalui sesi wawancara dengan klien. Setelah itu, ghost writer-lah yang akan membuat tulisan berdasarkan hasil wawancara dengan klien tersebut.
Jasa ghost writer biasanya sering digunakan oleh ahli di bidang tertentu yang ingin menulis buku, namun memiliki keterbatasan waktu untuk menulisnya sendiri.
8. News writer
News writer atau penulis berita adalah jenis profesi penulis yang memiliki tugas utama meliput, menulis, dan menyajikan informasi atau fakta terkini secara cepat dan akurat. Dengan kata lain, news writer bertugas mengubah fakta di lapangan menjadi sebuah berita yang mengandung unsur 5W+1H.
Agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik, seorang news writer harus memiliki skill riset berita, verifikasi data, wawancara, menulis cepat, dan memahami kaidah jurnalistik.
9. Blogger
Blogger adalah jenis profesi penulis di era digital yang membuat dan mengelola blog pribadi untuk membagikan informasi seputar topik tertentu. Misalnya, keuangan, teknologi, lifestyle, kesehatan, dan sebagainya.
Blogger juga biasanya bekerja secara mandiri atau tidak terikat dengan perusahaan. Namun, blogger yang memiliki blog dengan traffic tinggi biasanya banyak dicari oleh perusahaan atau pemilik bisnis untuk bekerja sama terkait content placement atau sponsored post.
Selain itu, blogger bisa menghasilkan uang dengan memonetisasi blog atau mendaftarkan blog ke Google Adsense, affiliate marketing, menawarkan jasa, menjual backlink, dan produk digital.
Tabel Perbandingan Jenis Profesi Penulis di Era Digital
Untuk memudahkan kamu dalam memahami topik kali ini, berikut tabel perbandingan masing-masing jenis profesi penulis di era digital yang disajikan lebih ringkas.
| Jenis profesi penulis | Fokus utama | Contoh hasil tulisan |
|---|---|---|
| Content writer | Pemberian edukasi dan informasi | Postingan media sosial dan artikel |
| SEO writer | Pemberian edukasi dan informasi | Artikel |
| Script writer | Penulisan skenario naskah audiovisual | Video YouTube atau podcast |
| Copywriter | Penulisan naskah iklan untuk mempersuasi audiens | Landing page |
| News writer | Menulis fakta terkini | Artikel berita atau kabar terbaru |
| Ghost writer | Penyampaian ide atau gagasan orang lain | Artikel dan buku |
| Technical writer | Penjelasan teknis atau panduan | Dokumentasi dan teks panduan |
| UX writer | Peningkatan pengalaman audiens dalam menggunakan produk digital. | Teks aplikasi |
| Blogger | Pembuatan konten mandiri. | Artikel blog |
Apakah di Era Digital Profesi Penulis Masih Menjanjikan?

Semakin berkembang pesatnya era digital atau AI memang menjadi tantangan tersendiri bagi penulis. Meski begitu, bukan berarti profesi penulis menjadi tidak dibutuhkan.
Dengan adanya nilai tambah seperti pengalaman, sudut pandang, empati, pemahaman terhadap konteks, skill digital, bisnis, dan kemampuan story telling, penulis bisa menjadi aset berharga bagi perusahaan yang tidak dapat digantikan oleh teknologi atau AI.
AI juga justru bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mempermudah proses penulisan. Penulis yang mampu mengkombinasikan kemampuan menulis dengan skill digital memiliki peluang yang lebih luas.
Bagaimana Memilih Profesi Penulis yang Tepat?
Agar kamu tidak salah memilih apa profesi penulis yang paling cocok untukmu, coba simak lebih lanjut tabel berikut:
| Nomor | Profesi penulis | Siapa yang cocok? |
|---|---|---|
| 1 | Content writer | Kamu yang suka riset dan berbagi informasi melalui dunia digital atau sosial media. |
| 2 | SEO writer | Kamu yang suka berbagi informasi dan membuat artikel lebih mudah ditemukan pembaca di mesin pencarian. |
| 3 | Script writer | Kamu yang senang bercerita dan dunia audiovisual. |
| 4 | Copywriter | Kamu yang senang mengajak atau mempengaruhi orang lain. |
| 5 | News writer | Kamu yang suka update informasi terkini dan teraktual serta membagikannya kepada orang lain melalui tulisan. |
| 6 | Ghost writer | Kamu yang suka membantu menyampaikan ide atau gagasan orang lain melalui tulisan |
| 7 | Technical writer | Kamu yang suka menjelaskan sesuatu kepada orang lain. |
| 8 | UX writer | Kamu yang suka membantu pembaca memahami sesuatu dengan mudah melalui bahasa yang lebih ringkas dan sederhana. |
| 9 | Blogger | Kamu yang senang berbagi informasi, pengalaman, dan sudut pandang pribadi melalui tulisan. |
FAQ Seputar Jenis Profesi Penulis di Era Digital
Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul beserta jawabannya tentang jenis profesi penulis di era digital yang paling banyak dicari perusahaan:
1. Apakah untuk menjadi penulis harus menerbitkan buku?
Tidak harus. Kamu bisa menjadi penulis tanpa harus menerbitkan buku. Selagi memiliki kemampuan menulis dan tertarik di dunia kepenulisan, kamu bisa bekerja di perusahaan, di bidang marketing, teknologi, keuangan, pendidikan, atau bidang lain yang kamu kuasai.
2. Apa saja jenis profesi penulis di era digital yang paling banyak dibutuhkan perusahaan?
Jenis profesi penulis di era digital yang banyak dibutuhkan perusahaan antara lain content writer, SEO writer, technical writer, UX writer, news writer, copywriter, script writer, ghost writer, dan blogger.
3. Apa saja skill yang diperlukan untuk menjadi penulis?
Untuk menjadi penulis, kemampuan yang dibutuhkan yaitu kemampuan menulis, riset, komunikasi, pemahaman terhadap target audiens, story telling, editing dan proofreading.
4. Apakah menjadi penulis di era digital masih menjanjikan?
Ya, tentu. Dengan memiliki kemampuan riset, kreativitas, empati, pengalaman dan sudut pandang yang berbeda-beda, serta skill digital yang baik bisa menjadi nilai tambah bagi penulis sehingga tidak dapat digantikan oleh teknologi AI dan memiliki peluang lebih luas.
5. Apakah penulis bisa bekerja dari mana saja?
Ya, penulis termasuk salah satu profesi yang bisa bekerja remote atau dari mana saja baik secara freelance, part time, maupun full time di perusahaan dalam maupun luar negeri.
Nah, itulah tadi berbagai jenis profesi penulis di era digital yang banyak dicari perusahaan. Meski era digital semakin berkembang pesat, bukan berarti penulis kehilangan tempatnya.
Penulis tetap berpeluang lebih luas karena memiliki sudut pandang, pengalaman, empati, dan kemampuan pemahaman konteks yang lebih baik dibandingkan AI. Jadi, dari berbagai profesi penulis tersebut, mana nih yang paling kamu minati?





