Cara Membuat Novel Kisah Sendiri dengan 9 Langkah Mudah

Cara Membuat Novel Kisah Sendiri dengan 9 Langkah Mudah

Ingin punya buku tapi masih bingung mau menulis tentang apa? Sekarang, jangan bingung-bingung lagi! Kisah kamu sendiri bisa dijadikan novel, lho.

Membuat novel kisah sendiri bisa menjadi salah satu langkah praktis untuk memiliki buku yang kamu tulis sendiri. Sebab, kamu bisa lebih mudah untuk mengembangkan jalan ceritanya karena sudah pernah kamu alami.

Cara Membuat Novel Kisah Sendiri dengan 9 Langkah Mudah

Nah, penasaran bagaimana cara membuat novel kisah sendiri? Artikel kali ini akan memberikan panduannya secara lengkap mulai dari menentukan tujuan menulis, menentukan tema, sampai dengan meminta feedback dari orang lain terkait naskah setelah selesai ditulis.

Kenapa Menulis Novel Kisah Sendiri?

Meski novel termasuk kisah fiksi atau khayalan, pengalaman hidup yang kamu alami tetap bisa dijadikan referensi untuk menulis novel dengan dibumbui narasi fiktif untuk membuatnya semakin menarik.

Dengan menjadikannya novel, kamu bisa berbagi inspirasi dengan orang lain, mengabadikan pengalaman hidup, menjadikannya warisan intelektual yang berharga untuk anak cucu, hingga membuat novel kisah sendiri untuk meluapkan emosi dan perasaan, serta refleksi diri untuk melihat sejauh mana dirimu bertumbuh.

Cara Menulis Novel Kisah Sendiri

Karena novel termasuk karya tulis yang bersifat fiktif, maka untuk menjadikannya inspirasi membuat novel kisah sendiri tentunya membutuhkan langkah-langkah yang tepat. Untuk itu, langkah-langkah berikut ini bisa kamu ikuti:

1. Menentukan tujuan menulis novel

Menentukan tujuan menulis novel merupakan langkah paling awal untuk membuat novel kisah sendiri. Dalam hal ini kamu perlu menentukan tujuanmu menulis novel untuk apa. Apakah untuk diterbitkan atau hanya sebagai koleksi pribadi.

Jika hendak diterbitkan, maka artinya kamu perlu mengemas ceritanya dengan menarik karena nantinya novel tersebut akan dipublikasikan dan dibaca oleh banyak orang.

Berbeda jika kamu menulisnya untuk dinikmati sendiri atau sebagai kenangan-kenangan, maka kamu tidak perlu memikirkan tentang bagaimana cara menulis novel yang sesuai selera pembaca. Dalam arti lain, ekspektasi pembaca tidak perlu dipikirkan.

2. Menentukan tema novel

Jika tujuan menulis novel sudah ditentukan, langkah berikutnya adalah menentukan tema novel. Ada banyak tema novel yang bisa kamu pilih. Mulai dari tema percintaan, perjuangan hidup, persahabatan, hingga tema novel tentang perjalanan menemukan makna hidup dan jati diri.

Nah, kisah hidup paling dominan yang kamu alami bisa dijadikan panduan untuk memilih tema novel yang paling tepat untuk ditulis. Misalnya saja, kamu sudah mengalami banyak lika-liku dalam membangun hubungan romantis. Maka, ini bisa menjadi tema novel yang paling cocok dan mudah untuk kamu tulis.

Menentukan tema yang jelas membantumu agar bisa membuat fokus cerita yang terarah. Tokoh-tokoh yang berperan dan alur cerita yang disajikan pun dapat dengan mudah ditentukan jika tema novel sudah jelas.

3. Mengenali target pembaca

Cara membuat novel kisah sendiri selanjutnya yaitu mengenali siapa target pembaca novel. Target pembaca novel umumnya dari kalangan remaja, dewasa, hingga orang tua. Tentukan juga secara detail rentang usia pembaca novelmu.

Mengenali target pembaca ini penting agar kamu bisa menggunakan gaya bahasa atau gaya penceritaan yang sesuai. Dengan begitu, pembaca bisa lebih mudah mengerti dan terhubung dengan jalan cerita.

4. Membuat garis besar cerita

Agar cerita berjalan rapi, buatlah garis besar cerita sejak awal sebelum mulai membuat novel kisah sendiri. Kamu bisa membukanya dengan bagaimana situasi awal cerita, munculnya konflik hingga bisa sampai pada puncaknya (klimaks), pencarian solusi, lalu bagaimana akhir cerita terjadi.

Dengan memiliki struktur cerita yang jelas, proses penulisan novel bisa berjalan secara mengalir dan terarah. Kejelasan struktur cerita juga memungkinkanmu membuat cerita yang kuat dengan memiliki kesinambungan antar setiap bagian.

Selain itu, adanya garis besar cerita juga penting untuk dijadikan sebagai panduan selama proses menulis. Ketika tiba-tiba mengalami writer’s block, kamu perlu melihat kembali garis besar cerita agar bisa melanjutkan cerita dengan lancar.

5. Menentukan sudut pandang dan gaya bahasa

Cara Membuat Novel Kisah Sendiri dengan 9 Langkah Mudah

Sudut pandang merupakan cara penulis memposisikan dirinya di dalam cerita. Umumnya, sudut pandang yang digunakan dalam menulis novel ada sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

Sudut pandang orang pertama ditandai dengan penggunaan kata ganti orang pertama (aku, saya), sedangkan sudut pandang orang ketiga ditandai dengan penggunaan kata ganti orang ketiga (dia, ia) untuk bercerita.

Penggunaan kata ganti orang pertama bisa memberikan kesan yang kuat dan emosional terkait kisah yang diceritakan di dalam novel. Sementara jika menggunakan kata ganti orang ketiga membuatmu seolah mengetahui segala hal tentang tokoh di dalam novel dan menimbulkan kesan objektif.

Untuk itu, kamu perlu menentukan dengan pasti sudut pandang apa yang ingin digunakan karena memengaruhi bagaimana cerita disampaikan serta bagaimana kesan pembaca.

Di samping itu, penggunaan gaya bahasa juga perlu diperhatikan. Apakah hendak menggunakan gaya bahasa formal, gaul, puitis, atau yang lainnya. Yang mana, pemilihannya perlu disesuaikan dengan target pembaca.

Pastikan tulis cerita dengan gaya bahasa yang konsisten, ya. Hal ini penting untuk menjaga kenyamanan pembaca dan agar mereka tidak kebingungan dalam memahami atau mengikuti jalan cerita.

6. Menciptakan karakter tokoh

Langkah membuat novel kisah sendiri berikutnya adalah menciptakan karakter tokoh. Karakter tokoh meliputi tokoh utama dan tokoh pendukung untuk menghidupkan jalan cerita.

Meskipun berkaca pada pengalaman hidup, tokoh-tokoh yang berperan di dalam novel kisah sendiri tetap perlu dikembangkan. Kamu bisa menciptakan karakter-karakter tokoh baru untuk menambah kesan menarik dari novel.

Namun, pastikan kehadiran setiap tokoh tersebut memiliki peran yang jelas, ya. Bukan hadir tanpa alasan atau hanya untuk meramaikan cerita. Berikan juga penggambaran yang kuat tentang kepribadian, tujuan, dan motivasi tokoh untuk membuat cerita lebih hidup dan realitis.

7. Mulai membuat draft novel

Langkah berikutnya adalah mulai menulis novel kisah sendiri. Meski ditulis berdasarkan pengalaman hidup, mengembangkan unsur-unsur cerita seperti konflik, latar, dan resolusi tetap penting untuk membuat cerita yang penuh daya tarik dan kejutan. Konflik yang dialami tokoh bisa berupa:

Konflik internal

Konflik internal berarti permasalahan yang terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri. Misalnya jika kamu mengangkat tema tentang perjalanan menemukan jati diri, maka konflik utamanya berarti antara tokoh utama dengan dirinya sendiri.

Konflik eksternal

Konflik eksternal berarti permasalahan yang terjadi antara tokoh utama dengan tokoh lain ataupun lingkungan.

Jika konflik sudah ditentukan, selanjutnya jangan lupakan resolusi atau bagaimana cara tokoh menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi. Melalui hal ini, pembaca bisa melihat bagaimana tokoh-tokoh di dalam novelmu mengalami perkembangan.

Selain konflik, latar cerita juga harus jelas. Baik latar waktu maupun tempat, penentuan yang jelas dan detail membuat pembaca memiliki imajinasi yang kuat dan emosi yang mendalam terhadap cerita.

Untuk menghidupkan cerita, kamu juga bisa menyertakan dialog antar tokoh. Pastikan dialog disusun secara alami dan sesuai dengan karakter tokoh, ya. Baca ulang untuk memastikan dialog sudah terkesan natural atau tidak kaku dan mampu mencerminkan karakter tokoh dengan pas.

Kemudian, perhatikan juga ending cerita yang dipilih. Pastikan novelmu memiliki akhir yang kuat dan meninggalkan kesan mendalam bagi pembaca.

8. Mengedit dan merevisi naskah

Setelah naskah selesai ditulis, cara membuat novel kisah sendiri berikutnya adalah mengedit dan merevisi naskah. Tahapan ini mutlak tidak boleh dilewatkan karena dapat menentukan kualitas akhir novel baik dari segi jalan cerita maupun penulisannya.

Untuk itu, aspek-aspek seperti alur cerita perlu dicek kembali apa sudah logis dan berjalan secara mengalir atau belum, serta apakah ada bagian cerita yang terasa monoton.

Begitupun dengan aspek seperti kesalahan penulisan ejaan, struktur kalimat, tata bahasa, dan penggunaan tanda baca, perlu segera dilakukan perbaikan. Meski terkesan sepele, memperhatikan detail ini dapat memengaruhi kualitas novel secara keseluruhan dan mengganggu kenyamanan pembaca saat membaca novelmu.

Agar lebih maksimal dalam mengedit dan merevisi naskah, ada baiknya berikan jeda selama beberapa hari untuk mengistirahatkan naskah sebelum diedit dan direvisi. Tujuannya ialah agar kamu memiliki waktu untuk menemukan perspektif baru yang bisa dijadikan bahan untuk merevisi naskah.

9. Meminta feedback

Terakhir, mintalah bantuan orang-orang terdekat untuk membaca dan menilai hasil novel yang kamu tulis. Lebih bagus lagi jika kamu menggunakan jasa editing naskah yang mana biasanya dikerjakan oleh editor naskah berpengalaman dan profesional.

Dengan meminta feedback dari orang lain, kamu bisa mengetahui kekurangan naskahmu yang mungkin tidak kamu sadari dan memperbaikinya untuk menyempurnakan kualitas novel sebelum akhirnya dipublikasikan atau diterbitkan.

FAQ (Pertanyaan Umum)

Terkait topik pembahasan cara membuat novel kisah sendiri, ada beberapa pertanyaan yang sering muncul, yaitu:

Apakah membuat novel kisah sendiri harus sama persis dengan pengalaman nyata?

Tidak harus. Kamu boleh menambahkan tokoh dan adegan baru, mengubah nama tokoh, atau memodifikasi jalan cerita agar semakin menarik.

Apakah nama-nama tokoh boleh dibiarkan menggunakan nama aslinya?

Ya, boleh saja. Namun, ada baiknya nama tokoh lain yang terlibat bisa disamarkan atau diubah demi menjaga privasinya dan mencegah kemunculan masalah di masa mendatang.

Berapa panjang ideal novel yang menceritakan tentang kisah pribadi?

Panjang ideal novel yang diangkat dari kisah pribadi sama halnya seperti novel pada umumnya, yaitu berkisar antara 50.000 sampai 100.000 kata. Jumlah katanya bisa tergantung pula pada siapa target pembaca dan genre novel yang ditulis.

Bagaimana caranya agar novel kisah pribadi yang ditulis tidak membosankan?

Agar tidak membosankan, kamu bisa menciptakan konflik dan karakter tokoh yang kuat, alur yang penuh kejutan, menambahkan dialog antartokoh, serta menerapkan teknik show don’t tell untuk membuat cerita lebih hidup dan realistis.

Apakah perlu menulis seluruh cerita hidup ke dalam satu novel?

Tidak. Kamu bisa fokus pada satu fase paling  mendominasi dalam hidupmu. Misalnya fase pencarian pasangan, perjuangan menghadapi kegagalan dalam berkarier, dan lain sebagainya. Fokus pada satu fase atau cerita membantumu menulis secara terarah dan mudah diikuti pembaca.

Apakah novel dari kisah sendiri bisa diterbitkan?

Tentu saja bisa. Kamu bisa menerbitkan naskah novelmu melalui penerbit mayor, penerbit indie, maupun self publishing.

Kapan waktu paling tepat untuk mulai menulis novel kisah sendiri?

Sekarang adalah waktu paling tepat untuk eksekusi. Kamu sudah bisa mulai menulis novel dari kisah-kisah sederhana hingga rumit yang pernah kamu lewati sampai detik saat ini.

Simpulan

Membuat novel kisah sendiri merupakan cara paling ideal yang bisa dilakukan bagi kamu yang ingin segera memiliki buku sendiri tetapi bingung hendak menulis tentang apa. Dengan menulis novel kisah sendiri, kamu bisa berbagi pengalaman hidup, inspirasi, meluapkan emosi, hingga menjadi sarana untuk refleksi diri.

Tidak harus menyajikan jalan cerita yang sama persis dengan pengalaman hidupmu, kamu juga bisa memodifikasi jalan cerita, mengubah nama tokoh, hingga menambah adegan, tokoh, dan konflik baru untuk membuat novel semakin menarik.

Dengan mengikuti cara membuat novel kisah sendiri yang dipaparkan dalam artikel ini, semoga kamu tidak bingung lagi dalam memulai langkah untuk melahirkan karya fiksi pertamamu!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn