Kenali 8 Ciri Lomba Menulis yang Patut Diwaspadai agar Kamu Tidak Tertipu

Kenali 8 Ciri Lomba Menulis yang Patut Diwaspadai agar Kamu Tidak Tertipu

Bagi kamu yang hobi menulis, mengikuti event atau lomba menulis mungkin sudah menjadi aktivitas yang biasa dilakukan di sela-sela kesibukan sekolah, kuliah, atau bekerja. Entah lomba menulis puisi, cerpen, artikel, esai, atau karya tulis lainnya.

Di era digital seperti sekarang, lomba menulis menjadi salah satu jenis lomba yang sering diselenggarakan, baik oleh penerbit, instansi, maupun komunitas tertentu. Tak sedikit yang memanfaatkan momen ini untuk menguji skill menulis, mengincar hadiah, atau sekadar mengisi waktu luang saja.

Kenali 8 Ciri Lomba Menulis yang Patut Diwaspadai agar Kamu Tidak Tertipu

Meski demikian, karena begitu banyaknya informasi event atau lomba menulis yang bertebaran, banyak yang tidak menyadari bahwa tidak semua lomba menulis dapat dipercaya. Ada saja oknum tidak bertanggung jawab yang menjadikan lomba menulis sebagai modus penipuan.

Untuk itulah, melalui artikel ini kamu akan mempelajari apa saja ciri lomba menulis yang patut diwaspadai agar kamu tidak tertipu. Yuk, simak sampai selesai informasi berikut!

1. Penyelenggara Tidak Jelas

Penyelenggara lomba yang tidak jelas kredibilitasnya patut kamu waspadai. Biasanya, penyelenggara lomba memiliki akun media sosial yang digunakan sebagai media untuk memposting aktivitas dan mempromosikan lomba menulis yang mereka selenggarakan.

Pelenggara lomba yang profesional dan kredibel juga pada umumnya memiliki situs website profesional. Di sana, biasanya terdapat informasi lengkap terkait identitas penyelenggara lomba untuk memperkuat kredibilitasnya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada pula penyelenggara lomba menulis yang memiliki situs website. Bahkan menggunakan domain profesional demi meyakinkan calon peserta.

Untuk itulah sebagai calon peserta, kamu perlu lebih jeli lagi dalam memilih lomba menulis yang ingin diikuti. Yakni, dengan melihat keaktifan penyelenggara di media sosial dan website mereka.

Jika penyelenggara tidak aktif atau minim aktivitas di sosial media dan situs websitenya, maka hal ini patut kamu curigai. Terlebih lagi jika penyelenggara lomba mematikan kolom komentar di setiap postingannya. Biasanya, hal ini dilakukan untuk menghindari komentar buruk dari peserta yang sudah pernah mengikuti lomba yang mereka adakan.

2. Hadiah Terkesan Berlebihan

Siapa sih yang tidak tergiur dengan hadiah? Siapapun yang hobi menulis, pasti tertarik ketika ada lomba menulis yang menawarkan hadiah fantastis.

Meski begitu, hadiah yang fantastis bisa menjadi salah satu ciri lomba menulis yang patut diwaspadai, lho. Terlebih lagi jika lomba menulis tersebut gratis atau biaya pendaftarannya kecil, namun menawarkan hadiah yang fantastis tanpa sponsor yang jelas.

Jika penyelenggara lomba merupakan lembaga resmi atau sudah terjamin kredibilitasnya mungkin tidak menjadi masalah. Namun, bagaimana jika penyelenggara lombanya termasuk penerbit atau komunitas baru? Maka, patut dicurigai dari mana dana untuk memberikan hadiah fantastis tersebut.

Oleh sebab itulah, ketelitian menjadi kunci utama agar kamu tidak mudah terjebak modus penipuan melalui lomba menulis ini. Pastikan kamu menggali informasi lebih dalam tentang event atau lomba menulis yang hendak kamu ikuti.

3. Biaya Pendaftaran Tidak Masuk Akal

Penyelenggara lomba yang mematok biaya terlalu mahal tanpa benefit yang jelas juga termasuk salah satu ciri lomba menulis yang patut diwaspadai. Apalagi jika rekening pembayaran biaya lomba adalah milik pribadi, bukan atas nama instansi atau penerbit. Hal ini bisa mengindikasikan palsunya lomba menulis tersebut.

Saat ini, banyak juga lho lomba menulis terpercaya yang bisa kamu ikuti dengan gratis. Bahkan, penyelenggara menawarkan hadiah yang menarik untuk para pemenang.

Salah satunya, event dan lomba menulis dari Halo Penulis. Sejak 2017, Halo Penulis telah aktif menyelenggarakan berbagai event dan lomba menulis. Mulai dari event menulis bareng, lomba menulis cerpen, puisi, surat, hingga quotes tanpa memungut biaya.

Cocok sekali bagi pemula yang ingin coba menguji skill menulisnya tanpa perlu mengeluarkan modal. Malah, kamu yang berkesempatan mendapatkan hadiah. Bagaimana, menarik, kan?

4. Wajib Tag Akun Medsos Teman dalam Jumlah Sangat Banyak

Selain mem-follow sosial media penyelenggara dan membagikan informasi lomba, men-tag akun media sosial teman juga sering kali menjadi salah satu syarat dalam mengikuti perlombaan. Tidak hanya lomba menulis, jenis lomba lainnya pun sering kali demikian. Jika hanya 3 sampai 5 orang, hal ini termasuk wajar.

Namun, pernahkah kamu menjumpai sebuah lomba menulis yang mewajibkan men-tag banyak sekali akun medsos teman bahkan hingga puluhan? Jika iya, hal ini termasuk salah satu ciri lomba menulis yang patut diwaspadai, lho.

Mengapa demikian? Sebab, hal ini seolah kita dijadikan influencer gratisan untuk menyebarkan lebih luas lagi informasi lomba menulis yang mereka selenggarakan.

Dengan begitu, mereka juga bisa mendapatkan peserta yang jauh lebih banyak. Artinya, keuntungan yang nantinya didapatkan juga lebih besar.

5. Syarat dan Ketentuan Lomba Tidak Jelas

Kenali 8 Ciri Lomba Menulis yang Patut Diwaspadai agar Kamu Tidak Tertipu

Syarat dan ketentuan lomba yang tidak jelas bisa mengindikasikan bahwa panitia tidak serius dalam memperhatikan kualitas karya para peserta. Padahal, kualitas karya sangat penting untuk menentukan siapa pemenang lomba.

Sebagai contoh, panitia tidak menjelaskan mekanisme penilaian, tidak ada timeline atau deadline pengiriman karya yang jelas, serta tidak ada kejelasan terkait hak cipta karya yang peserta kirimkan. Ini artinya, penyelenggara bisa saja menyalahgunakan karyamu.

Oleh karenanya, pastikan lomba menulis yang hendak kamu ikuti menyampaikan mekanisme penilaian, deadline pengiriman naskah, hingga hak cipta karya secara transparan. Informasi yang jelas terkait hak cipta ini penting untuk mencegah kerugian yang kamu alami di kemudian hari.

6. Deadline yang Diperpanjang Terus Menerus Tanpa Alasan Jelas

Jika kamu pernah menjumpai event atau lomba menulis yang terus-menerus diundur deadline-nya tanpa alasan jelas, maka ini bisa menjadi salah satu ciri lomba menulis yang patut diwaspadai.

Pada umumnya, penyelenggara lomba menulis yang terpercaya akan menyampaikan alasan logis seandainya deadline lomba diundur. Misalnya karena belum ada karya yang sesuai dengan kriteria mereka, terdapat kendala teknis tertentu, atau alasan logis lainnya.

Namun, jika deadline dan pengumuman lomba terus menerus diperpanjang dengan alasan tadi atau alasan yang tidak jelas, kamu patut waspada.

Jika sudah terlanjur mengikuti lomba menulis tersebut, maka tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain menunggu kapan pastinya pengumuman dilakukan. Jika ternyata terbukti penipuan, maka segera laporkan ke pihak terkait agar tidak ada orang lain yang tertipu.

7. Desain Poster Lomba Kurang Meyakinkan

Desain poster lomba menjadi salah satu poin yang perlu diperhatikan untuk menarik minat calon peserta. Jika poster lomba terkesan kurang profesional, dibuat ala kadarnya, tidak menyertakan logo penyelenggara ataupun sponsor, hal ini tentu mengurangi kredibilitas lomba menulis sehingga ada baiknya dihindari.

8. Meminta Data Pribadi Secara Berlebihan

Ciri lomba menulis yang patut diwaspadai juga bisa dilihat dari penyelenggara lomba menulis yang meminta informasi terkait data pribadi secara berlebihan. Jika menemui lomba menulis yang semacam ini, alangkah lebih baiknya dihindari, ya.

Misalnya, penyelenggara lomba meminta informasi sensitif seperti KTP, nomor rekening, dan informasi sensitif lainnya tanpa alasan yang jelas. Hal ini dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan data peserta.

Nah, itulah tadi delapan ciri lomba menulis yang patut diwaspadai. Jika menemui salah satu atau beberapa ciri-ciri di atas, ada baiknya kamu riset lebih jauh lagi tentang lomba menulis tersebut, ya.

Bagi penerbit, instansi, atau komunitas tertentu yang mengadakan lomba menulis secara jujur, artikel ini sama sekali tidak ada niatan untuk menyinggung.

Apresiasi yang sebesar-besarnya bagi instansi, penerbit, atau komunitas penulis baru yang sungguh-sungguh berjuang mengadakan lomba menulis dengan tujuan meningkatkan minat baca dan kualitas literasi bangsa Indonesia. Semoga semakin berkembang dan dilancarkan dalam setiap niat baiknya, ya.

Tidak ada maksud buruk dalam artikel ini, selain murni bertujuan mengedukasi siapapun yang tertarik mengikuti lomba menulis agar lebih hati-hati dan teliti lagi dalam memilih lomba menulis yang hendak mereka ikuti. Semoga bermanfaat!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn