8 Tips Memilih Penerbit untuk Konversi KTI Menjadi Buku

8 Tips Memilih Penerbit untuk Konversi KTI Menjadi Buku

Pernahkah kamu merasa sayang saat karya tulis ilmiah (KTI) yang kamu susun dengan penuh dedikasi waktu, tenaga, dan pikiran, selama ini hanya tersimpan di folder laptop atau rak perpustakaan kampus? Pernah terpikirkan ingin menjadikan KTI-mu tersebut bisa berdampak lebih luas? Yuk, segera wujudkan impianmu!

Mengkonversi KTI (Karya Tulis Ilmiah) menjadi buku merupakan langkah cerdas yang perlu kamu tempuh agar KTI yang kamu susun bisa menjangkau audiens yang jauh lebih luas. Tidak hanya dari kalangan akademisi saja, melainkan juga masyarakat umum.

8 Tips Memilih Penerbit untuk Konversi KTI Menjadi Buku

Namun, di balik peluang besar tersebut, memilih penerbit sering kali menjadi langkah yang diabaikan oleh penulis. Padahal, hasil akhir konversi KTI menjadi buku akan ditentukan oleh siapa yang menangani proses penerbitannya.

Untuk itulah, artikel kali ini akan memberikan serangkaian tips memilih penerbit untuk konversi KTI menjadi buku agar kamu bisa mendapat hasil akhir yang berkualitas tinggi dan memuaskan pembaca. Simak tipsnya berikut ini!

1. Cek Reputasi Penerbit

Tips memilih penerbit yang pertama bisa kamu terapkan adalah memeriksa reputasi penerbit. Memastikan penerbit yang kamu pilih memiliki reputasi yang baik dan portofolio yang jelas di kalangan penulis, akademisi, dan profesional lainnya merupakan langkah utama yang perlu kamu lakukan.

Hal tersebut untuk memastikan pula bahwa karya kamu akan ditangani oleh pihak yang tepat sehingga kamu tidak perlu mengkhawatirkan kemungkinan terjadinya hal-hal buruk terhadap karyamu.

Untuk itu, jangan ragu untuk riset atau mencari tahu lebih jauh tentang penerbit buku yang hendak kamu pilih. Penerbit buku profesional biasanya memiliki website dan media sosial yang bisa kamu telusuri untuk memastikan reputasi mereka. Reputasi yang baik mampu mewakili profesionalitas penerbit dalam menjaga kepercayaan dari para penulis.

Dengan memilih penerbit buku bereputasi baik, kamu bisa lebih tenang karena karya tulis ilmiahmu ditangani oleh pihak yang kompeten dalam mengubah KTI menjadi buku populer yang lebih menarik, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.

2. Pastikan Penerbit Transparan Mengenai Biaya

Biaya merupakan komponen penting dalam mengkonversi KTI menjadi buku yang sering kali menjadi pertimbangan bagi setiap penulis. Oleh sebab itu, memastikan transparansi mengenai biaya juga menjadi salah satu tips memilih penerbit untuk konversi KTI menjadi buku.

Pastikan layanan atau fasilitas yang diberikan oleh penerbit sepadan dengan investasi yang perlu kamu keluarkan. Jangan sampai kamu tergiur dengan harga yang murah tanpa mengecek kualitasnya, ya.

Sebelum menyetujui penawaran dari penerbit, mintalah rincian biaya secara detail dan transparan terlebih dahulu. Penerbit buku profesional pada umumnya menyampaikan rincian biaya mulai dari editing naskah, desain cover, layout, pengurusan ISBN, hingga biaya distribusi secara terbuka kepada penulis.Termasuk juga biaya tambahan jika ada.

Selain rincian biaya, kamu juga bisa meminta penerbit untuk menunjukkan contoh hasil penerbitan mereka. Ini untuk memastikan investasi yang perlu kamu keluarkan sebanding dengan kualitas akhir yang akan kamu dapatkan.

Jangan sampai, upayamu untuk bisa berdampak lebih luas melalui tulisan berakhir mengecewakan hanya karena kurang selektif dan teliti dalam memilih penerbit.

3. Pahami Kontrak Perjanjian Kerjasama

Memahami kontrak perjanjian kerja sama juga menjadi salah satu tips memilih penerbit untuk konversi KTI menjadi buku yang penting untuk kamu terapkan. Pastikan baca dan pahami kontrak perjanjian tersebut dengan cermat dan teliti terlebih dahulu sebelum kamu menandatanganinya.

Penerbit buku profesional dan kredibel pastinya akan menyampaikan hal-hal terkait durasi pengerjaan, hak cipta, biaya tambahan jika ada, hingga alur distribusi buku secara transparan di dalam kontrak penerbitan.

Tidak perlu terburu-buru saat membacanya, ya. Pemahaman terhadap kontrak kerja sama penerbitan tersebut merupakan hal penting untuk memastikan tidak terjadi miskomunikasi antara kamu dengan penerbit di kemudian hari.

Jika ada hal-hal di dalam kontrak kerja sama yang tidak kamu pahami, jangan ragu untuk menanyakannya kepada penerbit. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan ahli hukum atau penulis yang sudah pernah berpengalaman dalam menerbitkan buku untuk meyakinkan langkahmu dalam menyetujui kesepakatan tersebut atau tidak.

4. Pastikan Keamanan Karyamu

Tips berikutnya dalam memilih penerbit untuk mengkonversi KTI menjadi buku adalah memastikan keamanan karyamu. Maka dari itu, jangan ragu untuk menanyakan secara detail tentang bagaimana mereka menjaga naskahmu agar aman dan mendapatkan perlindungan hukum.

Patikan penerbit yang kamu pilih memiliki sistem perlindungan karya terhadap penyalahgunaan atau terbit tanpa izin. Penerbit profesional juga umumnya menyediakan layanan pengurusan ISBN (International Standard Book Number) dan HaKI (Hak atas Kekayaan Intelektual) untuk menjamin legalitas dan melindungi karya dari tindak kriminal plagiarisme.

5. Periksa Rekam Jejak Penerbit

8 Tips Memilih Penerbit untuk Konversi KTI Menjadi Buku

Rekam jejak merupakan cerminan dari profesionalitas penerbit dalam menangani setiap naskah yang mereka terbitkan. Hal-hal berikut ini perlu kamu telusuri untuk mengetahui rekam jejak atau track record penerbit:

  • Periksa seberapa banyak naskah yang sudah pernah mereka terbitkan
  • Cek seberapa aktif mereka di dunia penerbitan
  • Periksa apakah mereka apakah berpengalaman dalam menerbitkan buku akademik atau tidak
  • Cek keanggotaan mereka dalam asosiasi resmi seperti IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia)
  • Cek ulasan atau review dari penulis yang sudah pernah menggunakan jasa penerbitan buku mereka sebelumnya.

Pada umumnya, penerbit yang memiliki rekam jejak jelas dan positif selalu menjaga konsistensi dan profesionalitas mereka dalam bekerja serta hubungan baik dengan penulis.

Jika kamu sudah menemukan penerbit dengan track record yang positif, maka jangan ragu lagi untuk menjalin kerja sama dengan penerbit tersebut. Dengan begitu, kamu tidak hanya bisa mendapat kualitas akhir karya yang maksimal, tetapi mitra yang tepercaya untuk menerbitkan karyamu berikutnya.

6. Perhatikan Pelayanan Penerbit

Pelayanan dari penerbit juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan oleh penulis demi kenyamanan dan kesan yang menyenangkan selama perjalanan penerbitan KTI mereka menjadi buku.

Sebab, penerbit buku yang bagus tidak hanya memikirkan soal kualitas hasil terbitan dan cetak bukunya saja, tetapi juga soal pelayanan yang diberikan kepada setiap penulis.

Karena itu, perhatikanlah tingkat responsifitas penerbit dalam berkomunikasi atau menanggapi setiap pertanyaan penulis. Pastikan mereka cepat tanggap dalam menyikapi keluhan atau pun pertanyaan yang penulis ajukan serta memberikan panduan yang jelas untuk setiap tahapan konversi.

Pelayanan yang baik juga umumnya meliputi editing naskah oleh editor yang kompeten dalam menyusun ulang KTI yang bahasanya cenderung kaku menjadi lebih menarik dan komunikatif, desainer cover yang menyesuaikan cover dengan karakter tulisan, layouter yang mendesain tata letak buku menjadi nyaman dibaca, hingga tim distribusi yang memastikan penyaluran bukumu dengan lancar.

7. Pastikan Kejelasan Prosedur atau Alur Kerja Penerbit

Tips memilih penerbit untuk konversi KTI menjadi buku selanjutnya adalah memastikan kejelasan prosedur atau alur kerja penerbit. Penerbit buku profesional biasanya memiliki alur kerja yang jelas dan terstruktur. Mulai dari diskusi atau konsultasi awal, editing, desain cover dan layout, revisi dari penulis, finalisasi, pengurusan ISBN, proses cetak dan distribusi buku, dan seterusnya.

Alur penerbitan yang jelas dan terstruktur menjadi salah satu kunci penting agar penerbitan buku berjalan lancar, terhindar dari miskomunikasi dan membantu penulis memperkirakan durasi penerbitan sampai tuntas.

8. Lihat Kemampuan Distribusi dan Pemasaran Penerbit

Terakhir, lihatlah kemampuan penerbit dalam mendistribusikan dan memasarkan bukumu. Penerbit yang juga mendistribusikan atau memasarkan bukumu melalui platform online seperti website maupun e-commerce memiliki peluang menjangkau audiens yang lebih luas.

Terlebih lagi di era digital seperti saat ini. Digital marketing atau pemasaran digital menjadi strategi penting yang perlu diterapkan dalam mempromosikan produk maupun jasa tertentu, termasuk buku.

Jika tujuan konversi KTI menjadi buku yang kamu lakukan adalah untuk meningkatkan kredibilitas dan profesionalitasmu di dunia akademik, maka proses distribusi dan pemasaran buku merupakan langkah penting yang patut kamu perhatikan.

Menerbitkan buku dari hasil konversi KTI (Karya Tulis Ilmiah) seperti skripsi, tesis, disertasi, karya tulis ilmiah lainnya memerlukan tahapan yang panjang dan tidak semua penerbit menyediakan layanan ini. Sebab, tidak semua penerbit memiliki keahlian dalam mengubah KTI menjadi buku yang menarik dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Maka, penting agar kamu selektif dalam memilih penerbit agar memperoleh kualitas akhir yang terbaik dan tidak mengecewakan. Dengan menerapkan delapan tips memilih penerbit untuk konversi KTI menjadi buku seperti yang telah disebutkan di atas, semoga bisa memberikanmu gambaran terkait apa saja yang perlu dipertimbangkan agar kamu tidak salah memilih penerbit. Tetap semangat!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn