
Menerbitkan buku merupakan proses yang panjang dan penuh tantangan. Bahkan setelah buku berhasil terbit, penulis harus kembali menghadapi tantangan berikutnya, yakni mempromosikan buku.
Tidak sedikit penulis yang masih bingung dan kesulitan dalam mempromosikan bukunya. Meski memiliki ide yang menarik dan konten yang bagus sekalipun, sebuah buku bisa jadi kalah saing jika penulis melakukan kesalahan umum dalam promosi buku.
Daftar isi
Toggle10 Kesalahan Umum dalam Promosi Buku yang Perlu Dihindari Penulis Beserta Solusinya
Maka dari itu, artikel kali ini akan membahas satu per satu kesalahan umum yang sering kali dilakukan oleh penulis dalam mempromosikan bukunya beserta solusi yang bisa dilakukan. Jika kamu seorang penulis, berikut delapan kesalahan umum dalam promosi buku yang perlu kamu hindari!
Artikel yang sesuai:
1. Kurangnya Riset Pasar
Kesalahan umum dalam promosi buku yang pertama perlu dihindari oleh penulis adalah kurangnya riset pasar. Riset pasar yang kurang tentu akan membuatmu tidak mengenali target pembaca dengan baik.
Maka sebelum menulis buku, pastikan kamu sudah mengetahui apakah bukumu cukup potensial di pasar, siapa target pembacanya, lalu apakah ada minat yang tinggi atau tidak untuk buku yang hendak kamu terbitkan tersebut.
Melakukan riset pasar secara mendalam dan komprehensif bisa membantumu untuk menganalisa peluang yang ada dan menerapkan strategi promosi yang tepat agar bukumu bisa menjangkau dan menarik minat pembaca potensial secara lebih luas.
2. Mengabaikan Storytelling
Mempromosikan buku tanpa menerapkan teknik storytelling juga menjadi salah satu kesalahan yang sering kali dilakukan oleh penulis. Dengan kata lain, penulis hanya fokus berjualan atau mempromosikan bukunya saja.
Padahal, storytelling bisa menjadi strategi promosi yang kuat yang bisa diterapkan oleh penulis. Melalui storytelling yang kuat dan relevan, penulis bisa menyentuh sisi emosi pembaca sehingga mereka lebih tertarik untuk membeli buku yang dipromosikan.
Berbeda dengan promosi yang secara langsung menawarkan buku yang mana sering kali jadi terkesan kaku dan memaksa. Pembaca akan cenderung mudah melewatkan promosi semacam ini.
Maka dari itu, hindarilah fokus pada penjualan saja. Cobalah bangun dan tingkatkan ketertarikan pembaca terhadap bukumu dengan menerapkan teknik storytelling.
Untuk bisa menerapkan storytelling yang kuat dan relevan, maka kamu bisa melakukan riset terlebih dahulu terkait keresahan atau permasalahan yang sering kali dialami oleh target pembaca. Lalu, hubungkan dengan tema atau genre buku yang kamu tulis sebagai salah satu solusinya.
3. Promosi Tidak Konsisten
Tidak jarang, penulis hanya memiliki semangat mempromosikan buku yang menggebu-gebu ketika di awal bukunya diluncurkan saja. Jika demikian, maka tentu hasil promosi atau penjualan buku menjadi tidak maksimal.
Seperti halnya pada saat proses menulis buku, mempromosikan buku juga perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Sebagai solusinya, buatlah rencana promosi jangka panjang. Kamu bisa menggunakan testimoni dari pembaca sebelumnya, kutipan yang menarik, potongan adegan menarik atau konflik di dalam buku, behind the scene penulisan buku sebagai bahan promosi.
Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kepercayaan dari calon pembaca dan kesempatan untuk meraih penjualan yang tinggi pun semakin terbuka lebar.
4. Tidak Memanfaatkan Media Sosial
Di era digital seperti saat ini, media sosial menjadi wadah yang tepat dan ideal untuk mempromosikan berbagai produk maupun jasa, termasuk buku. Tidak memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan buku berarti penulis bisa kehilangan kesempatan untuk menjangkau target pembaca yang lebih luas.
Dengan memanfaatkan media sosial, kamu juga bisa menerapkan strategi yang kreatif dan efektif. Yakni, melalui bekerja sama dengan influencer, membuat konten-konten tentang dunia penulisan atau buku, hingga ikut serta dalam kegiatan literasi.
Untuk itu, pilihlah satu atau dua platform media sosial yang paling cocok dan sesuai dengan target pembaca bukumu. Lalu, lakukan promosi di sana secara konsisten.
5. Kurang Kuatnya Personal Branding Penulis
Kesalahan umum dalam promosi buku berikutnya ialah personal branding penulis yang kurang kuat. Padahal, personal branding penulis yang kuat sangat penting untuk membangun pengikut dan meningkatkan kepercayaan dari calon pembaca.
Terlebih lagi di era digital seperti sekarang ini, untuk menjadi penulis tidak cukup hanya dengan bermodalkan menerbitkan buku saja. Salah satu yang tidak boleh dilupakan adalah membangun personal branding penulis di media sosial dan agar buku yang diterbitkannya bisa dikenal lebih luas serta memperoleh penjualan yang maksimal.
Oleh sebab itu, penting bagi para penulis untuk memperkuat citranya sebagai seorang penulis dengan konsisten berbagi konten di media sosial. Misalnya, konten seputar dunia kepenulisan atau perbukuan, tips menulis, perjalanan menulis buku, dan lain sebagainya.
6. Visual Promosi yang Kurang Menarik
Daya tarik promosi bisa berkurang di mata calon pembaca karena visual promosi yang dibuat seadanya. Meski buku yang dipromosikan bagus sekalipun, minat calon pembaca bisa jadi hilang karena visual promosi yang kurang menarik.
Untuk itu, kamu perlu menggunakan desain promosi yang profesional. Misalnya dengan menggunakan mock up buku, menulis kutipan di dalam buku dengan desain yang rapi, hingga foto tematik. Menerapkan visual promosi yang menarik dan profesional bisa meningkatkan kepercayaan dari calon pembaca.
7. Desain Cover Buku yang Kurang Menarik

Desain cover buku yang menarik merupakan kunci untuk memikat perhatian pembaca sejak pandangan pertama. Sebab, cover bukulah yang pertama kali bisa dilihat dan dinilai oleh calon pembaca.
Membuat desain cover yang kurang menarik atau tidak sesuai dengan tema atau genre buku merupakan salah satu kesalahan umum yang sering kali dilakukan oleh penulis.
Padahal, selain memberikan efek visual atau estetika yang menarik, cover juga menjadi cerminan isi atau pesan yang terkandung di dalam sebuah buku. Dengan kata lain, cover merupakan salah satu elemen penting yang bisa menentukan keputusan pembelian oleh calon pembaca.
Maka dari itu sebelum buku diterbitkan dan dicetak, pikirkanlah dengan matang bagaimana konsep desain cover yang hendak dibuat serta elemen-elemen dan warna yang digunakan. Pastikan selaras dengan tema atau genre bukumu, ya.
8. Minim Interaksi dengan Pembaca Potensial
Minimnya interaksi dengan pembaca potensial juga menjadi salah satu kesalahan umum dalam promosi buku yang perlu penulis hindari. Promosi buku yang dilakukan searah bisa membuat pembaca merasa tidak dilibatkan. Alhasil, ketertarikan mereka terhadap buku yang kamu promosikan akan berkurang.
Menciptakan interaksi merupakan kunci untuk membangun komunitas. Oleh karenanya, cobalah untuk mengajak calon pembaca berdiskusi, mengadakan tanya jawab, polling, atau meminta ulasan terkait sebuah buku yang pernah mereka baca.
Semakin sering dan kuat interaksi penulis dengan calon pembaca, maka semakin kuat pula hubungan atau ikatan emosional di antara keduanya. Dengan demikian, penulis juga bisa mengetahui kebutuhan calon pembaca yang mana bisa dijadikan referensi untuk menulis karya berikutnya.
9. Kualitas Editing yang Kurang Memuaskan
Kurangnya kualitas editing bisa menjadi salah satu faktor yang menghambat kelancaran penjualan buku. Editing yang baik bisa membantu memperbaiki naskah dari berbagai kesalahan penulisan seperti tata bahasa, gaya penulisan, plot yang tidak konsisten, serta menyempurnakan pengalaman membaca secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, menggunakan layanan jasa editing naskah atau bekerja sama dengan editor profesional bisa menjadi solusi yang tepat dan praktis untuk membantu meningkatkan kualitas bukumu agar berpeluang mendapatkan penjualan yang layak.
10. Mudah Menyerah
Terakhir, kesalahan umum dalam promosi buku yang perlu penulis hindari adalah sikap mudah menyerah. Mempromosikan buku merupakan tahapan yang penuh tantangan, strategi, dan tidak bisa memperoleh hasil secara instan.
Maka, penting agar kamu tidak mudah menyerah atau menghentikan promosi di tengah jalan. Promosi buku membutuhkan momentum sampai bisa menarik minat membaca. Jadi, evaluasi strategi adalah langkah yang tepat alih-alih mudah menyerah atau menghentikan promosi.
Demikianlah 10 kesalahan umum dalam promosi buku yang perlu dihindari oleh penulis beserta solusi yang bisa diterapkan. Berdasarkan pembahasan di atas, maka penting bagi penulis untuk mengevaluasi kembali langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam mempromosikan bukunya ketika memperoleh hasil penjualan yang kurang memuaskan.
Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum yang telah disebutkan dalam artikel ini, penulis bisa mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk sukses dalam penjualan bukunya.





