
Saat membaca sebuah novel, pernahkah kamu merasa kagum dengan karakter tokoh yang ada di dalamnya atau justru merasa membencinya? Saya yakin pasti pernah dan inilah yang justru menjadi salah satu daya tarik novel.
Karakter tokoh yang kuat mampu membuat pembaca ikut merasakan gejolak emosi dan perasaan yang sama ketika setiap tokoh di dalam novel memainkan perannya masing-masing. Inilah kenapa ada banyak jenis karakter tokoh dalam novel maupun cerita fiksi lainnya untuk menghidupkan jalan cerita.
Daftar isi
ToggleMengenal 14 Jenis Karakter Tokoh dalam Novel yang Perlu Penulis Pahami
Nah, bagi kamu penulis pemula, apakah sudah mengetahui jenis-jenis karakter tokoh dalam novel tersebut? Jika belum, artikel kali ini akan merangkum satu per satu jenis karakter tokoh dalam novel untuk kamu pelajari agar semakin paham dan bisa kamu coba terapkan dalam cerita yang sedang kamu tulis.
Artikel yang sesuai:
Pengertian Karakter Tokoh
Sebelum mengenal jenis-jenis karakter tokoh dalam novel, kamu perlu memahami terlebih dahulu apa itu karakter tokoh. Karakter tokoh adalah watak, kepribadian, atau sifat yang dimiliki oleh tokoh di dalam sebuah cerita.
Karakter tokoh bisa dilihat dari bagaimana cara tokoh berpikir, berbicara, ataupun bertindak, serta caranya menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam sebuah cerita.
Karakter tokoh merupakan salah satu aspek penting untuk menghadirkan jalan cerita yang semakin hidup, kuat, dan menarik. Dengan adanya perubahan emosi dan perasaan yang dialami setiap karakter tokoh di sepanjang cerita, sebuah cerita mampu memicu daya tarik tersendiri bagi pembaca.
Jenis-Jenis Karakter Tokoh dalam Novel
Nah, setelah memahami apa itu karakter tokoh, sekarang saatnya kita memasuki pembahasan inti tentang jenis-jenis karakter tokoh. Ada 14 jenis karakter tokoh dalam novel yang perlu penulis ketahui, yaitu sebagai berikut:
1. Protagonis
Protagonis adalah karakter tokoh dalam novel yang digambarkan memiliki sifat positif atau baik hati, seperti jujur, tidak sombong, suka menolong, penyabar, rendah hati, dan sifat positif lainnya. Inilah alasan kenapa tokoh protagonis lebih banyak disukai dan mendapatkan empati dari pembaca.
Segala ucapan ataupun tindakan protagonis selalu mendapatkan dukungan dan perhatian dari pembaca. Pembaca juga akan diajak mengikuti perjalanan protagonis dalam menyelesaikan setiap konflik yang terjadi di sepanjang cerita.
Tokoh protagonis juga biasanya memiliki peran sekaligus sebagai tokoh utama dalam sebuah cerita. Yang mana, setiap keputusan protagonis memiliki pengaruh penting untuk menghidupkan jalan cerita.
2. Antagonis
Antagonis merupakan karakter tokoh yang memiliki sifat berlawanan dengan protagonis. Karakter tokoh antagonis biasanya digambarkan sebagai sosok yang memiliki watak, sifat, atau perilaku yang negatif.
Misalnya sombong, pembohong, pemarah, licik, suka menipu, suka membuat keributan atau masalah, dan sifat-sifat buruk lainnya.
Antagonis juga digambarkan sebagai sosok yang menjadi musuh utama protagonis di dalam cerita. Biasanya, antagonis juga dikenal sebagai tokoh yang selalu berusaha menghalangi tujuan protagonis dengan menghalalkan segala cara, bahkan yang membahayakan protagonis pun tak segan dilakukannya.
Tak heran, kemunculan karakter tokoh antagonis sering kali menguras emosi pembaca maupun penonton karena sifatnya yang menjengkelkan dan merugikan protagonis.
Namun inilah yang justru bisa menjadi daya pikat tersendiri bagi sebuah novel atau karya sastra lainnya. Antagonis mampu membuat konflik cerita semakin memanas dan menarik untuk diikuti lebih lanjut.
3. Tritagonis
Selain protagonis dan antagonis, dikenal pula jenis karakter tokoh dalam novel lainnya yaitu tritagonis. Tritagonis merupakan tokoh penengah atau pendamai dalam sebuah novel. Kehadirannya penting untuk membantu meredam konflik atau pertikaian antara protagonis dan antagonis.
Sesuai dengan perannya sebagai penengah, tritagonis umumnya digambarkan memiliki sikap yang bijak, dewasa, dan berwibawa. Tritagonis juga sering kali memberikan pendapat, masukan, atau jalan keluar yang terbaik kepada antagonis dan protagonis untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
4. Deutragonis
Deutragonis juga termasuk salah satu karakter yang menghidupkan novel. Siapa itu deutragonis? Deutrogonis adalah karakter tokoh yang selalu setia menemani, mendukung, dan mendampingi tokoh utama atau protagonis.
Deutragonis biasanya diperankan sebagai sosok sahabat, teman, keluarga, pasangan, saudara atau sosok lain yang bisa menjadi pendengar dan tempat curhat terbaik bagi tokoh utama atau protagonis. Deutragonis juga merupakan karakter tokoh yang selalu siap membantu protagonis dalam menyelesaikan masalahnya.
5. Figuran
Untuk melengkapi jalannya alur sebuah cerita, maka karakter tokoh figuran ini perlu dimunculkan. Meski kehadirannya tidak seintens dan sesering tokoh utama, tokoh figuran tetap mengambil peranan penting untuk membangun jalan cerita menjadi semakin menarik.
Tokoh figuran sering kali digambarkan sebagai sosok yang unik dan mampu menghadirkan warna tersendiri di dalam cerita. Misalnya memiliki sifat yang lucu, konyol, atau menyenangkan sehingga membuat pembaca merasa terhibur, sekaligus mencairkan suasana cerita di tengah-tengah konflik yang ada.
6. Foil
Foil merupakan tokoh pendukung di dalam cerita novel yang memiliki peran mendampingi dan mendukung tokoh antagonis. Tokoh foil juga ikut berpartisipasi dalam membantu antagonis untuk mengatasi setiap konflik dan berusaha menjadikannya pemenang.
7. Emotion
Sesuai dengan namanya, emotion adalah jenis karakter tokoh yang memiliki peran untuk memicu emosi di dalam cerita. Meski termasuk tokoh pendukung, kehadiran emotion tetap memiliki peranan yang cukup penting dan membuat jalan cerita menjadi semakin menarik.
Karena perannya yang memicu emosi ini, emotion digambarkan sebagai sosok yang tidak sabaran, mudah panik, atau tidak bisa berpikir serta bersikap tenang. Jadi dalam setiap situasi, emotion tidak mampu mengontrol perasaannya dengan baik.
Kemunculan karakter tokoh emotion ini juga bisa membuat konflik semakin memburuk atau bahkan memicu timbulnya konflik baru dalam cerita. Alhasil, emotion mampu membuat situasi di dalam cerita menjadi lebih rumit, menarik, dan menggugah emosi.
8. Reason

Jenis karakter dalam novel lainnya yaitu tokoh pendukung yang disebut reason. Reason adalah tokoh pendukung di dalam novel yang bersikap sabar, tenang, dan senantiasa berpikir logis dalam setiap situasi.
Oleh karena itu, tokoh reason juga ikut berperan serta dalam membantu tokoh utama atau protagonis untuk menyelesaikan konflik yang dihadapinya. Dengan kehadirannya, reason membuat cerita menjadi lebih berwarna.
9. Contagonis
Meski terdengar asing, contagonis juga turut mengambil peran penting dalam menghidupkan alur cerita dan mendukung para tokoh yang berperan di dalamnya.
Lalu, siapakah contagonis ini? Contagonis adalah jenis karakter tokoh dalam novel yang memiliki peran sebagai pendukung antagonis atau tokoh lainnya yang berseberangan dengan tokoh protagonis.
Kemunculan tokoh contagonis juga tidak dilakukan sejak awal cerita, melainkan di tengah-tengah jalannya cerita untuk membuat situasi atau konflik menjadi lebih hidup dan menarik.
10. Guardian
Guardian memiliki arti pelindung. Sesuai dengan artinya, guardian merupakan tokoh yang berperan sebagai pelindung dari tokoh utama atau protagonis dalam sebuah novel.
Karena perannya inilah guardian digambarkan sebagai seseorang yang memiliki sikap baik hati dan bijaksana.
Selain sebagai pelindung tokoh utama, kehadiran guardian juga bertujuan untuk menyeimbangkan tokoh-tokoh yang sudah muncul sebelumnya. Guardian juga tidak dimunculkan begitu saja, melainkan biasanya hadir setelah tokoh contagonis muncul.
11. Skeptic
Skeptic adalah tokoh yang dikenal sebagai musuh tokoh yang bersifat baik. Dengan kata lain, kehadiran skeptic berperan untuk mendukung tokoh antagonis dalam cerita.
Meskipun termasuk tokoh pendukung dan frekuensi kehadirannya tidak sering, tokoh skeptic tetap menambah warna dan daya tarik jalan cerita di dalam novel agar tidak terkesan monoton.
12. Sidekick
Selain skeptic, ada pula jenis karakter tokoh dalam novel yang disebut sidekick. Kemunculan sidekick ini bertujuan untuk menyeimbangkan tokoh skeptic dalam cerita.
Jadi, jika skeptic adalah tokoh yang mendukung antagonis, maka sidekick ini berperan sebagai tokoh yang mendukung tokoh baik atau protagonis.
Jika dilihat-lihat, skeptic dan sidekick ini sama halnya seperti antagonis dan protagonis. Hanya saja, keduanya adalah tokoh pendukung, bukan tokoh utama cerita. Sama seperti skeptic, sidekick juga berperan penting menghidupkan jalan cerita supaya tidak membosankan.
13. Statis
Sesuai namanya, statis adalah jenis karakter tokoh dalam novel yang tidak mengalami perubahan. Baik kepribadian, sifat, sikap, maupun pandangannya terhadap sesuatu di sepanjang cerita senantiasa konsisten dari awal sampai akhir.
Konsistensi yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa statis merupakan sosok yang berpegang teguh terhadap pendiriannya dan tidak mudah goyah.
Walaupun tidak mengalami perubahan apapun, kehadiran tokoh statis tetap memegang peran penting dan memberikan pengaruh yang berarti dalam membentuk dinamika cerita. Tokoh statis bisa menyeimbangkan, menginspirasi, atau bahkan menghalangi tokoh lain untuk meraih kemajuan di dalam cerita.
14. Dinamis
Kebalikan dari statis, dinamis adalah karakter tokoh dalam novel yang mengalami perubahan di sepanjang cerita. Perubahan yang terjadi bisa berupa sifat, sikap, pandangan, atau aspek lainnya ke arah yang positif maupun negatif.
Kehadiran tokoh dinamis mampu membuat cerita menjadi lebih hidup, menarik perhatian, dan realistis. Hal ini dikarenakan perubahan yang dialami tokoh dapat menggambarkan proses pertumbuhan dan pendewasaan layaknya kehidupan di dunia nyata.
Nah, itulah tadi 14 jenis karakter tokoh dalam novel yang umumnya digunakan oleh penulis. Kehadiran karakter tokoh yang beraneka ragam dalam novel bukan hanya sekadar keharusan untuk memenuhi unsur intrinsiknya saja.
Lebih daripada itu, beragam karakter tokoh tersebut memiliki kontribusi penting untuk menghidupkan jalan cerita dan membuat novel menjadi lebih berkesan serta penuh makna. Tanpa adanya karakter tokoh, maka mustahil sebuah cerita dapat dibangun dengan baik. Jadi, berdasarkan jenis-jenis karakter tokoh yang telah disebutkan di atas, adakah yang baru pertama kali kamu ketahui?





