9 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel yang Perlu Dihindari Penulis

9 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel yang Perlu Dihindari Penulis

Menulis novel memang aktivitas yang menantang dan memerlukan proses panjang mulai dari menemukan ide, riset, menyusun outline, hingga mengembangkannya menjadi cerita yang lengkap. Maka, melakukan kesalahan dalam menulis novel merupakan hal yang wajar.

Setidaknya, ada sembilan kesalahan umum yang dilakukan penulis pemula dalam menulis novel. Mulai dari tidak membuat premis dan outline, riset kurang mendalam, info dumping, menciptakan karakter yang sempurna, memasukkan dialog tidak penting, tidak membuat konflik, terdapat plot hole, kurang deskripsi, hingga penulisan ejaan dan tata bahasa yang tidak tepat.

9 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel yang Perlu Dihindari Penulis

Nah, melalui artikel ini akan dibahas lebih lanjut sembilan kesalahan umum dalam menulis novel yang perlu dihindari penulis beserta cara mengatasinya. Yuk, simak dan catat poin pentingnya agar novelmu semakin berkualitas dan disukai pembaca!

9 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel

Berikut sembilan kesalahan dalam menulis novel yang sering dilakukan penulis pemula beserta cara mengatasinya:

1. Tidak membuat premis dan outline novel

Premis dan outline merupakan dua alat penting untuk membuat proses penulisan novel menjadi terarah dan memiliki pondasi yang kuat. Premis dan outline juga membantu penulis memahami ceritanya dengan baik. Mulai dari tema, tokoh, penokohan, alur, setting, hingga rencana akhir cerita.

Tanpa premis dan outline, potensi penulis kehilangan arah atau mengalami writer’s block semakin besar. Risiko terdapat plot hole dan inkonsistensi penokohan pun lebih mungkin terjadi.

Untuk itu, coba luangkan waktu membuat premis dan outline terlebih dahulu sebelum mulai menulis bab pertama novelmu, ya.

2. Riset kurang mendalam

Meski termasuk cerita fiktif, untuk menulis novel tetap memerlukan riset mendalam perihal setting, budaya, hingga penokohan. Riset yang kurang mendalam bisa menyebabkan ketidakakuratan informasi. Penulis dianggap mengada-ada sehingga mengurangi kepercayaan pembaca dan kredibilitas cerita.

Riset mendalam juga membantu penulis menciptakan karakter tokoh dan latar cerita yang realistis. Dengan ini, pembaca bisa merasa seolah cerita benar-benar terjadi di dunia nyata.

3. Info dumping

Info dumping juga termasuk salah satu kesalahan umum dalam menulis novel yang perlu dihindari penulis. Info dumping berarti menumpahkan terlalu banyak informasi sekaligus di awal. Hal ini menyebabkan pembaca mudah bosan dan merusak ritme cerita.

Untuk itu, kamu bisa menerapkan teknik show don’t tell agar tidak seluruh informasi mengenai latar, konflik, maupun karakter tokoh diceritakan langsung dengan panjang lebar.

Dengan teknik show don’t tell, pembaca bisa seolah melihat tokoh beraksi atau bereaksi sehingga cerita tidak monoton. Selain itu, imajinasi pembaca juga akan terbangun lebih kuat.

4. Menciptakan karakter yang sempurna

Di dunia nyata tentu tidak ada seorang pun yang memiliki karakter sempurna. Kesempurnaan justru membuat tokoh terkesan tidak realistis dan membosankan.

Sebab, ketidaksempurnaan karakter tokoh sering kali bisa jadi pemicu timbulnya konflik di dalam cerita. Konflik inilah yang membuat cerita semakin menegangkan dan menarik untuk diikuti.

Karakter tokoh yang sempurna juga membuat pembaca sulit berempati terhadap apa yang tokoh alami. Tokoh yang memiliki kelemahan dan trauma tertentu di masa lalu justru bisa membuat pembaca merasa berempati karena relevan dengan manusia di dunia nyata.

5. Memasukkan dialog tidak penting dan kaku

Dialog merupakan salah satu unsur penting untuk membuat cerita terasa lebih hidup. Dialog yang disertakan di dalam novel bukan asal-asalan, melainkan dialog yang mampu menggerakkan plot cerita dan memperkuat karakter tokoh.

Memasukkan dialog yang tidak penting bisa memperlambat alur cerita serta membuat pembaca mudah bosan dan lelah. Alhasil, antusiasme mereka untuk membaca cerita terhenti di tengah jalan.

Selain itu, dialog yang kaku juga terkesan dibuat-buat sehingga tidak sesuai dengan bagaimana gaya bicara asli manusia di dunia nyata. Hal ini tentunya dapat mengurangi kualitas karya novel secara keseluruhan.

Untuk itu, cobalah tanyakan kepada sendiri, “Apakah dialog ini dapat menjadi penggerak plot atau konflik dan memperjelas suatu adegan ataukah tidak?” Jika tidak, kamu bisa pangkas dialog tersebut.

6. Tidak terdapat konflik

Kesalahan umum dalam menulis novel selanjutnya ialah tidak terdapat konflik. Padahal, konflik ini penting untuk membangun ketegangan dan membuat cerita semakin menarik sehingga pembaca terus menikmatinya sampai akhir untuk mengetahui bagaimana cara tokoh menyelesaikan permasalahannya.

Novel tanpa konflik membuat cerita terasa hambar dan membuat pembaca jenuh. Hal ini dikarenakan tidak ada tantangan atau rintangan yang berarti dalam mencapai tujuan masing-masing tokoh.

Itulah kenapa penting untuk menetapkan sejak awal tujuan masing-masing tokoh di dalam novel. Kemudian, berikan hambatan dan rintangan untuk menguji seberapa jauh kemampuan tokoh dalam mencapai keinginannya. Dengan ini, tokoh tidak sekadar hadir di dalam cerita, melainkan membuat cerita semakin kompleks, terasa lebih hidup, dan berwarna.

7. Terdapat plot hole

9 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel yang Perlu Dihindari Penulis

Secara singkat, plot hole atau lubang cerita adalah celah atau inkonsistensi di dalam alur cerita yang bertentangan dengan logika. Adanya plot hole dalam novel bisa membuat pembaca bingung karena ketidakjelasan deskripsi atau adegan yang tiba-tiba muncul tanpa sebab.

Untuk menghindari plot hole dalam novel, kamu bisa ikuti beberapa tips berikut beserta tujuannya:

  • Lakukan riset mendalam terkait isi cerita: Bertujuan menceritakan segala kejadian secara lebih realistis.
  • Buat kerangka novel: Sebagai panduan agar cerita tidak melebar kemana-mana.
  • Kenali setiap karakter tokoh: Menghindari perubahan karakter tokoh secara mendadak tanpa alasan jelas.
  • Baca ulang bab sebelumnya: Mencegah ada yang terlewatkan dari bab sebelumnya.
  • Tetapkan batasan: Paham apa saja yang perlu pembaca ketahui dan tidak.
  • Istirahatkan naskah: Membantu melihat naskah dengan perspektif yang lebih segar.
  • Cek transisi antarbab: Memastikan tidak ada transisi yang terkesan memaksakan.
  • Konsultasi dengan mentor, editor, atau beta reader: Untuk mendapatkan sudut pandang baru terkait permasalahan di dalam novel.

8. Kurang deskripsi

Kesalahan umum dalam menulis novel lainnya adalah kurangnya deskripsi. Deskripsi yang kurang bisa membuat pembaca kesulitan memahami aksi dan peristiwa yang terjadi di dalam cerita.

Deskripsi di dalam cerita juga tidak boleh berlebihan atau info dumping. Hal ini bisa menyebabkan alur cerita melambat dan pembaca mudah bosan.

9. Penulisan ejaan dan tata bahasa tidak tepat

Penulisan ejaan dan tata bahasa yang tidak tepat bisa menurunkan kualitas naskah novel secara keseluruhan. Banyak kesalahan penulisan bisa mengganggu fokus dan kenyamanan pembaca saat membaca novel.

Maka dari itu, kamu bisa pelajari lebih dalam lagi bagaimana penulisan ejaan dan tata bahasa yang sesuai kaidah kebahasaan. Dengan begitu, pembaca bisa fokus memahami jalan cerita tanpa terganggu typo, kalimat tidak efektif, atau kesalahan penulisan lainnya.

Tabel Ringkasan Kesalahan Umum dalam Menulis Novel

Agar kamu lebih mudah dan cepat memahami materi seputar kesalahan umum dalam menulis novel ini, berikut tabel ringkasan materinya:

Kesalahan umumPengaruh terhadap ceritaCara mengatasi
Tidak membuat premis dan outlinePenulis rentan kehilangan arah dan mengalami writer’s block.Luangkan waktu membuat premis dan outline sebelum mulai menulis novel.
Riset kurang mendalamInformasi tidak akurat sehingga mengurangi kepercayaan pembaca.Banyak membaca
Info dumpingMembuat pembaca mudah bosan dan mengganggu ritme cerita.Terapkan teknik show don’t tell
Menciptakan tokoh yang sempurnaMembuat tokoh terkesan tidak realistis dan membosankan, serta pembaca sulit berempati.Ciptakan  kekurangan dan trauma masa lalu pada tokoh.
Memasukkan dialog tidak penting dan kakuMembuat pembaca mudah lelah dan bosan, serta memperlambat alur cerita.Pangkas dialog yang tidak membantu menggerakkan plot atau memperkuat karakter tokoh.
Tidak terdapat konflikMembuat cerita terasa hambarTetapkan tujuan masing-masing tokoh di dalam novel, serta hambatan dan rintangan tokoh dalam mencapai tujuannya.
Terdapat plot holeMembuat pembaca bingung dan mengurangi integritas ceritaLakukan riset mendalam, buat outline, kenali karakter tokoh, baca ulang bab sebelumnya, hingga berkonsultasi dengan ahli.
Kurang deskripsiMembuat pembaca kesulitan memahami aksi dan peristiwa di dalam cerita.Berikan deskripsi secara seimbang.
Penulisan ejaan dan tata bahasa tidak tepatMengganggu fokus dan kenyamanan pembaca.Pelajari lebih lanjut bagaimana penulisan ejaan dan tata bahasa yang baik dan benar.

FAQ Seputar Kesalahan Umum dalam Menulis Novel

Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis pemula seputar kesalahan umum dalam menulis novel beserta jawabannya:

1. Apakah harus membuat outline terlebih dahulu sebelum menulis novel?

Tidak harus. Tetapi ada baiknya bagi pemula untuk menulis outline terlebih dahulu agar terhindar dari writer’s block dan plot hole.

2. Kapan waktu paling ideal untuk mulai mengedit novel?

Saat proses penulisan sudah benar-benar selesai.

3. Bagaimana agar hasil editing naskah novel maksimal?

Untuk memaksimalkan hasil editing naskah novel, kamu perlu baca ulang naskah beberapa kali, hindari mengedit naskah sebelum benar-benar selesai, dan istirahatkan naskah selama beberapa waktu sebelum mulai diedit untuk memunculkan ide atau perspektif baru yang mungkin tertinggal.

Demikian sembilan kesalahan umum dalam menulis novel yang perlu penulis pemula hindari. Menulis memang butuh proses yang panjang dan penuh tantangan sehingga melakukan kesalahan-kesalahan adalah hal yang lumrah.

Nah, dengan memahami poin-poin di atas, semoga bisa menambah wawasan kamu agar tidak melakukan kesalahan-kesalahan tersebut sehingga novel yang kamu tulis semakin berkualitas dan menarik bagi pembaca. Selamat berkarya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn