Cara Membuat Dialog yang Natural dan Mampu Menggerakkan Plot Cerita

Cara Membuat Dialog yang Natural dan Mampu Menggerakkan Plot Cerita

Mau tahu cara membuat dialog yang natural dan bisa menggerakkan plot cerpen atau novelmu? Yuk, coba bayangkan sebentar adegan berikut; “Kamu mau makan apa?”, tanya Rania. “Aku bakso aja”, jawab Titan.

Gimana? Terasa datar dan membosankan, bukan? Padahal, dialog yang bagus dalam cerpen atau novel bukan sekadar basa-basi, melainkan mengandung percakapan yang membuat jalan cerita bergerak.

Cara Membuat Dialog yang Natural dan Mampu Menggerakkan Plot Cerita

Nah, penasaran bagaimana cara membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan plot cerita? Artikel ini akan membedah lebih lanjut cara beserta contohnya. Yuk, pelajari uraian di bawah sampai akhir!

Bagaimana Cara Membuat Dialog yang Natural dan Bisa Jadi Penggerak Cerita?

Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan penulis pemula untuk membuat dialog yang natural, mampu menghidupkan karakter tokoh, dan menggerakkan plot cerita:

1. Pastikan dialog memiliki tujuan

Pertama, pastikan dialog yang diucapkan tokoh bukan sekadar dialog kosong. Dalam artian, dialog harus memiliki tujuan tertentu, baik untuk mendorong konflik, mengungkap karakter tokoh, atau memberikan informasi penting kepada pembaca terkait plot cerita.

2. Tunjukkan kekurangan tokoh dalam berdialog

Dalam dunia nyata, jarang sekali dialog diucapkan tokoh dengan sempurna. Ada kalanya tokoh diam sejenak, mengulang kata-kata tertentu, atau memotong kalimat saat sedang berbicara. Nah, memperlihatkan kekurangan tersebut justru bisa memberikan kesan alami pada dialog.

Untuk itu, cobalah baca dengan keras dialog yang sudah kamu buat. Kalau sudah terdengar ada sedikit jeda atau lidah keseleo saat membacanya, maka ini bisa jadi salah satu tanda bahwa dialog yang kamu buat sudah natural.

3. Hindari dialog yang to the point

Cara membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan plot cerita berikutnya adalah menghindari menyampaikan inti informasi secara langsung dalam dialog.

Dialog yang tidak to the point membuat pembaca jadi berpikir apa yang sebenarnya sedang terjadi atau kenapa bisa terjadi. Dengan begitu, plot cerita mengalami pergerakan karena ada ketegangan dalam dialog.

4. Tambahkan dialog tag dan aksi

Menyertakan dialog tag dan dialog aksi menjadi langkah penting untuk membangun kekuatan imajinasi pembaca sehingga mereka terdorong untuk melanjutkan membaca cerita sampai akhir.

Adanya dialog tag dan aksi membuat pembaca bisa membayangkan bagaimana nada dialog yang diucapkan masing-masing tokoh dan aksi kecil yang bisa menunjukkan emosi tokoh.

Dengan demikian, plot tetap bisa berjalan tanpa perlu mengungkap secara langsung bahwa tokoh sedang sedih, bahagia, marah, kecewa, panik, atau perasaan lainnya. Selain itu, emosi yang tokoh alami juga bisa sampai ke hati pembaca.

5. Pastikan setiap tokoh punya suara khas masing-masing

Terakhir, cara membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan plot cerita yaitu memastikan setiap tokoh memiliki suara khas masing-masing.

Sebagai contoh, dialog yang diucapkan anak-anak, dosen, dan preman tentu mengandung nada atau intonasi dan diksi yang berbeda.

Anak-anak cenderung mengucapkan dialog secara singkat dan menggunakan bahasa santai. Dosen bisa mengucapkan dialog yang lebih panjang dan formal tergantung situasi. Sementara preman, cenderung tidak memikirkan sopan santun saat berbicara.

Itulah kenapa penting bagi penulis pemula untuk mengetahui cara membuat dialog yang natural karena dialog yang natural bisa membantu pembaca memahami karakter tokoh.

Kesalahan Umum Penulis Pemula dalam Membuat Dialog Cerpen maupun Novel

Cara Membuat Dialog yang Natural dan Mampu Menggerakkan Plot Cerita

Kesalahan-kesalahan berikut ini sering kali dilakukan oleh penulis pemula sehingga membuat dialog terkesan kaku dan tidak membuat pergerakan pada plot cerita.

1. Memberikan penjelasan detail lewat dialog

Memberikan informasi secara lengkap membuat dialog menjadi kurang emosional atau hambar. Pembaca bisa mengetahui seluruh informasi hanya dalam satu dialog tanpa ada unsur ketegangan atau emosi lainnya sehingga dorongan untuk lanjut membaca cerita jadi berkurang.

Jadi, cobalah tebar informasi penting ke dalam beberapa dialog atau adegan. Kamu juga bisa tunjukkan lewat tindakan daripada hanya lewat ucapan tokoh saja.

2. Membuat dialog telepon terlalu panjang

Menyertakan dialog telepon dalam cerita boleh-boleh saja. Namun, ada baiknya tidak terlalu panjang. Apalagi jika tidak memuat informasi penting yang bisa menggerakkan plot cerita.

Dialog telepon yang terlalu panjang membuat pembaca tidak bisa mengetahui siapa yang sedang berbicara dan melihat aksi tokoh.

Untuk itu, cobalah tunjukkan aksi atau reaksi tokoh saat menerima telepon alih-alih isi percakapannya. Selingi dengan deskripsi dan potong dialog seringkas mungkin agar dialog telepon tetap mampu menggerakkan plot cerita.

3. Dialog terlalu sopan

Dalam MC atau pidato, dialog yang sopan memang perlu untuk menjaga acara tetap kondusif dan membangun atensi audiens. Namun dalam cerita fiksi, dialog yang sopan kadang justru membuat cerita terasa datar, kurang alami atau realistis.

Apalagi jika dialog terjadi antartokoh yang memiliki hubungan erat seperti saudara kandung, sahabat, atau lainnya. Dialog yang terlalu sopan justru akan terdengar aneh dan tidak natural.

4. Dialog terasa kosong

Kesalahan lain penulis pemula saat membuat dialog adalah membuatnya hanya untuk basa-basi atau tidak memiliki tujuan yang jelas. Dialog yang kosong tidak akan memiliki pengaruh apa-apa terhadap plot cerita.

5. Dialog tidak menunjukkan karakter tokoh

Kesalahan terakhir adalah dialog tidak menunjukkan karakter tokoh. Hal ini bisa membuat pembaca kesulitan memahami karakter setiap tokoh. Pembaca juga akan bingung mana tokoh yang sedang berbicara karena dialog setiap tokoh terdengar sama.

Contoh Dialog Kaku vs Dialog Natural

Agar lebih jelas dalam memahami topik tentang cara membuat dialog yang natural, berikut sudah ada beberapa contoh dialog yang kaku vs dialog yang alami dan bisa menggerakkan plot cerita. Selain itu juga dilengkapi analisis kesalahan yang bisa kamu pelajari.

Analisis kesalahanDialog kaku Dialog natural (setelah direvisi)
Terlalu sopan, padahal tokoh sedang berbicara dengan sahabat (orang terdekat)“Seperti yang Anda tahu, saya sudah tidak punya siapa-siapa lagi. Hanya Anda sahabat yang bisa membantu saya.”Tolong … aku ngga punya siapa-siapa lagi”, ucap Nadia seraya menundukkan kepala. “Cuma kamu yang aku punya sekarang.
Memberikan penjelasan terlalu detail, to the point, dan kurang emosional.Tania: “Ran, jangan lupa ya nanti Rabu, 15 Juli 2026 kita ke rumah mendiang Rara buat ikutan acara 40 hari kepergiannya, ya.”
Rani: “Oke.”
Sambil mengaduk pelan es teh yang masih penuh, Tania berkata, “Ngga kerasa ya udah mau 40 hari Rara ninggalin kita”.
Rani terdiam. “Lusa kita ke rumah almarhumah, ya”, lanjut Tania.
Tidak memiliki tujuan“Kenapa nasinya ngga dimakan?”, tanya Dina. “aku lagi ngga nafsu makan”, jawab Rini.Kenapa nasinya cuma diliatin?”, tanya Dina, “Aku masih kepikiran kenapa tiba-tiba temen sekelas nyuekin kita”, ucap Rini.
Karakter tidak punya suara khasAda apa ya, Bang?”, tanya pedagang. “Saya mau menagih uang keamanan”, ucap preman.Ada apa ya, Bang?”, tanya pedagang dengan gemetar. “Pake nanya. Gua mau nagih uang keamanan yang seharusnya lu bayar kemaren!”, bentak si preman.

FAQ Seputar Cara Membuat Dialog yang Alami

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan penulis pemula mengenai cara membuat dialog yang natural untuk cerpen maupun novel:

1. Kenapa dialog itu penting?

Dialog menjadi salah satu elemen penting dalam cerpen maupun novel untuk menggerakkan plot, membantu pembaca memahami karakter tokoh dan konflik, serta memiliki imajinasi yang kuat terhadap situasi yang terjadi di dalam cerita.

2. Apa itu dialog tag dan dialog aksi?

Dialog tag adalah kata-kata yang digunakan untuk menunjukkan siapa yang berbicara dan bagaimana gaya bicaranya.

Dialog aksi adalah kata-kata yang mengikuti dialog yang menunjukkan tindakan atau aksi pada sebuah percakapan.

3. Bagaimana cara membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan plot cerita?

Untuk membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan suatu cerita, pastikan dialog memiliki tujuan, menunjukkan kekurangan tokoh dalam berdialog, hindari menyampaikan informasi secara detail, hingga menciptakan suara khas untuk setiap tokoh.

4. Kenapa setiap tokoh harus memiliki suara atau ciri khas masing-masing?

Setiap tokoh harus memiliki suara yang khas agar pembaca lebih mudah memahami karakter setiap tokoh, mengetahui siapa tokoh yang sedang berbicara, dan agar cerita lebih natural atau realistis.

Itulah cara membuat dialog yang natural dan mampu menggerakkan plot cerita. Dialog dalam cerpen maupun novel yang baik bukanlah percakapan biasa atau hanya basa-basi.

Dialog yang baik bisa menjadi penggerak plot cerita, petunjuk bagi pembaca untuk memahami konflik dan karakter tokoh, hingga penguat imajinasi pembaca terhadap situasi di dalam cerita. Dengan begitu, pembaca tidak akan berhenti membaca ceritamu sebelum benar-benar selesai.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn