
Tahu tidak? Banyak peserta lomba menulis cerpen atau penulis pemula yang gagal menjadi penulis terbaik berpikir bahwa naskahnya tidak cukup bagus sehingga tidak lolos seleksi atau jadi juara. Padahal, faktanya belum tentu begitu.
Kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen seperti jumlah kata melebihi batas ketentuan, format naskah tidak sesuai, tidak mencantumkan bionarasi di akhir naskah, hingga mengirim naskah yang sudah pernah dipublikasikan di media lain, bisa menjadi penyebab naskahmu didiskualifikasi pada tahap seleksi administrasi.
Daftar isi
Toggle10 Kesalahan Fatal saat Ikut Lomba Menulis Cerpen yang Menyebabkan Naskahmu Gugur
Jadi, belum sempat naskahmu dibaca juri, tapi sudah gugur lebih dulu. Sayang sekali, kan? Itulah kenapa artikel kali ini akan membahas 10 kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen yang menyebabkan naskahmu gugur. Bagi kamu yang berencana ikut lomba menulis cerpen, yuk simak agar peluang naskahmu menjadi juara semakin besar!
Artikel yang sesuai:
Kesalahan Administrasi yang Paling banyak Membuat Naskah Cerpen Gugur
Berikut kesalahan administrasi yang paling banyak dilakukan peserta lomba menulis cerpen sehingga membuat naskahnya didiskualifikasi:
1. Jumlah kata tidak sesuai ketentuan
Biasanya, panitia lomba menetapkan batas jumlah kata naskah cerpen. Misalnya, maksimal 1500 kata. Ini artinya, peserta tidak boleh menulis naskah lebih dari 1500 kata. Bahkan hanya kelebihan satu kata pun dinilai tidak memenuhi kriteria.
Pada umumnya, panitia menggunakan software word count sehingga bisa otomatis mengetahui jumlah kata naskah yang tidak sesuai ketentuan. Alhasil, naskah kamu bisa gugur begitu saja. Sayang sekali, kan? Untuk mengatasinya, coba lakukan beberapa langkah berikut:
- Targetkan menulis 10% lebih sedikit dari batas jumlah kata. Misalnya, 1350 kata dulu karena biasanya saat proses revisi ada penambahan kata tertentu untuk menyempurnakan naskah.
- Manfaatkan tools word counter supaya lebih akurat untuk menghitung jumlah kata
- Fokus ke adegan penting
- Hapus kata “yang”, “adalah”, dan dialog basa-basi
- Tambahkan detail panca indera atau citraan untuk menghidupkan cerita dan menguatkan imajinasi pembaca.
2. Format naskah tidak sesuai ketentuan
Format naskah bisa mencakup ketentuan terkait jenis dan ukuran font, spasi, margin, hingga format file yang ditetapkan oleh penyelenggara lomba.
Pengaturan format naskah ini bertujuan menjaga kerapian dan keseragaman format naskah sehingga memudahkan penyelenggara dan juri dalam menilai naskah. Agar terhindar dari kesalahan ini, kamu perlu lakukan langkah-langkah berikut:
- Sebelum mulai menulis, atur jenis dan ukuran font, margin, dan spasi sesuai ketentuan lomba
- Bila perlu, print panduan lomba dan tempel di dekat tempat kamu menulis supaya selalu teringat
- Cek ulang naskah setelah selesai ditulis
- Ubah format file ke PDF (jika diminta) supaya tidak berantakan.
Dalam hal ini, ketelitian adalah kunci utama untuk mengatasi masalah format naskah tidak sesuai ketentuan lomba.
3. Tidak menyertakan bionarasi
Kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen lainnya yaitu tidak menyertakan bionarasi. Apa itu bionarasi? Bionarasi adalah riwayat hidup yang ditulis dalam bentuk narasi.
Dalam lomba menulis, bionarasi singkat biasanya perlu disertakan di akhir naskah ataupun di halaman tersendiri agar penyelenggara tahu latar belakang penulis.
Kesalahan ini sering terjadi biasanya karena penulis lupa atau tidak membaca syarat dan ketentuan lomba dengan teliti sehingga tidak mengetahui bahwa perlu mencantumkan bionarasi. Alhasil, naskahnya didiskualifikasi.
Jadi lagi-lagi, kuncinya adalah teliti dan cermat dalam membaca panduan lomba. Catat poin-poin penting agar tidak ada syarat yang terlewatkan. Sebelum naskah dikirimkan, cek kembali setiap detail poin ketentuan apakah ada yang terlewat atau tidak. Jika sudah yakin semuanya terpenuhi, barulah naskah dikirim.
4. Naskah sudah pernah dipublikasikan
Naskah yang kamu kirim sudah pernah di-publish di blog pribadi, Wattpad, atau platform menulis lainnya? Hati-hati, ini bisa jadi penyebab naskah kamu didiskualifikasi!
Sebab pada umumnya, penyelenggara lomba memberlakukan ketentuan berupa naskah yang dikirim harus belum pernah dipublikasikan di platform mana pun, termasuk platform milik pribadi. Jadi, terdapat dua opsi terkait hal ini:
- Hindari mempublikasikan naskah sebelum mengikuti lomba, simpan draft-nya dengan rapi di Google Docs.
- Cari lomba yang membolehkan naskah sudah pernah dipublikasikan (biasanya dalam kurun waktu tertentu). Baca dan pahami ketentuannya dengan cermat.
5. Mengirim lebih dari satu naskah
Tidak jarang, penyelenggara lomba juga melarang peserta mengirim lebih dari satu naskah. Tujuannya agar setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemenang lomba.
Jadi, berlombalah dengan jujur dan sportif. Patuhi setiap ketentuan lomba dengan baik. Jangan sampai menggunakan identitas palsu supaya kamu bisa mengirim lebih dari satu karya untuk memperbesar peluang menjadi pemenang.
Kesalahan Teknis Naskah yang Sepele tapi Fatal

Setelah memahami kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen dari segi administrasi, berikut ini juga dijelaskan lebih lanjut kesalahan teknis naskah yang sering dianggap sepele namun bisa menggugurkan naskahmu:
1. Tema melenceng dari ketentuan lomba
Jika tema lomba adalah horor, namun yang kamu kirimkan cerpen percintaan maka otomatis naskah kamu akan ditolak sebelum juri membacanya. Sebab, juri biasanya menyaring naskah melalui tema. Kalau naskah kamu tidak nyambung, maka juri jadi enggan membacanya sampai habis karena hanya akan menyita waktu mereka.
Untuk itu, kamu bisa bedah naskah kamu sebelum dikirimkan. Apakah naskah kamu sudah mengandung kata kunci yang relevan dengan tema horor atau belum.
Misalnya, terdapat kata hantu, misteri, gelap, hitam, merinding, jin, setan, dan kata kunci relevan lainnya seputar horor.
Kemudian, kamu juga bisa meminta bantuan dari orang terdekat untuk membaca cerpenmu. Lalu tanyakan apa tema cerpen tersebut. Jika dia menjawab horor, maka kamu sudah berhasil menulis cerpen bertema horor. Namun, jika dia masih bingung atau ragu menjawabnya, maka bisa jadi tema cerpenmu masih melenceng.
2. Naskah terlalu mirip dengan karya lain
Menjadikan cerpen penulis lain sebagai sumber inspirasi memang boleh. Namun, bukan berarti meniru sepenuhnya atau membuat ceritanya mirip 100% sampai ke struktur-strukturnya pun sama.
Jika demikian, naskah kamu bisa dianggap plagiat dan didiskualifikasi dari lomba karena melanggar ketentuan orisinalitas karya. Untuk itu, coba lakukan langkah berikut:
- Gunakan referensi ataupun AI dengan benar: Cukup ambil ide ceritanya. Untuk tokoh, alur, dialog, latar, dan unsur lainnya pastikan datang dari pemikiran sendiri.
- Cek orisinalitas naskah: Gunakan tools plagiarisme Turnitin, Grammarly, atau yang lainnya untuk melihat seberapa jauh keaslian naskah.
- Utamakan keautentikan karya: Tulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi.
3. Terlambat mengirim naskah
Mengirimkan naskah melewati deadline juga menjadi salah satu kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen. Meski terkesan sepele, karena hal ini naskahmu bisa jadi didiskualifikasi bahkan sebelum dibaca oleh juri.
Oleh karenanya, pasang alarm h-2 atau h-3 sebelum deadline pengiriman naskah berakhir. Hindari mengirimkan naskah terlalu mepet dengan deadline. Hal ini penting untuk mengantisipasi jaringan internet yang lambat.
4. Salah menulis alamat email
Mengirimkan naskah ke penyelenggara lomba merupakan tahap akhir yang perlu dilakukan peserta. Kesalahan yang sering terjadi dalam tahapan ini adalah salah menulis alamat email.
Keliru memasukkan satu angka atau huruf saja, email yang kamu kirim tidak akan pernah sampai ke tangan juri atau penyelenggara lomba, lho. Fatal sekali, kan? Sudah capek-capek nulis tapi ternyata naskahmu tidak terkirim hanya karena alamat email typo.
Maka dari itu, cek ulang alamat, subjek, body email, beserta lampiran yang berupa file naskah cerpenmu. Pastikan semuanya sudah benar sebelum kamu memencet tombol “kirim”.
Setelah itu, cek kotak keluar email karena terkadang pesan tidak langsung terkirim, sehingga perlu dicek kembali di kotak keluar. Jika ternyata ada di kotak keluar, maka kamu bisa me-refresh halaman kotak keluar tersebut sampai naskah kamu berhasil terkirim.
5. Melewatkan self editing
Kesalahan fatal saat ikut lomba menulis cerpen yang terakhir adalah tidak melakukan self editing naskah. Padahal, self editing penting untuk menyempurnakan kualitas naskah. Baik dari segi ejaan, tata bahasa, struktur kalimat, gaya penulisan, hingga alur cerita.
Self editing yang baik juga membantu memperkuat pesan yang disampaikan dan menghidupkan karakter tokoh. Dengan memperhatikan kualitas naskah secara keseluruhan, profesionalitas peserta lomba juga akan terlihat di mata juri sehingga bisa menjadi nilai tambah.
Ceklist Sebelum Naskah Cerpen Dikirim
Berikut ini ceklist yang perlu diperhatikan sebelum naskah cerpen dikirim:
| No | Ceklist | Beri tanda centang jika sudah |
|---|---|---|
| 1 | Jumlah kata sudah dicek minimal 2 kali | |
| 2 | Format naskah sudah sesuai ketentuan | |
| 3 | Tema sudah sesuai ketentuan | |
| 4 | File dan alamat email tujuan sudah benar | |
| 5 | Sudah melakukan cek plagiasi naskah | |
| 6 | Bionarasi sudah dicantumkan |
FAQ Seputar Kesalahan Fatal saat Mengikuti Lomba Menulis Cerpen
Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan terkait ketentuan ataupun kesalahan fatal saat mengikuti lomba menulis cerpen:
1. Apakah naskah cerpen yang tidak menang boleh diikutsertakan dalam lomba di tempat lain?
Tergantung ketentuan yang ditetapkan penyelenggara lomba.
2. Apakah bionarasi di akhir naskah terhitung ke dalam jumlah kata cerpen?
Tidak. Jumlah kata bionarasi dihitung tersendiri.
3. Apakah boleh menggunakan bantuan AI untuk menulis naskah cerpen untuk lomba?
Boleh. Namun, AI boleh digunakan sebatas untuk brainstorming ide cerita. Bukan untuk meng-generate naskah sepenuhnya.
4. Apakah boleh mengirimkan 2 naskah sekaligus?
Lihat dan taati ketentuan dari penyelenggara lomba. Ada yang tidak membolehkan, ada pula yang membolehkan maksimal mengirimkan 2 karya.
5. Apakah file naskah lebih baik berformat .doc atau .pdf?
Taati aturan dari penyelenggara lomba. Kalau tidak dijelaskan, ada baiknya kirim dalam bentuk .doc atau .docx agar panitia bisa langsung mengetahui jumlah katanya.
6. Bagaimana jika naskah sudah pernah dipublikasikan dan ingin dihapus untuk dilombakan?
Boleh saja. Namun, risiko terdeteksi plagiat bisa jadi tetap ada karena jejak digital sulit dihapus total. Jadi, ada baiknya tulis naskah baru dari awal.
Nah, demikian 10 kesalahan fatal saat mengikuti lomba menulis cerpen yang perlu dihindari peserta lomba beserta cara mengatasinya. Dengan memperhatikan hal-hal kecil dan meningkatkan ketelitian, kamu bisa selangkah lebih maju untuk meraih kemenanganmu dalam lomba menulis cerpen. Semoga berhasil!





