Struktur Cerita Novel yang Penting untuk Dipahami Penulis

Struktur Cerita Novel yang Penting untuk Dipahami Penulis

Novel merupakan salah satu jenis karya sastra fiksi yang banyak digemari kawula muda. Selain sebagai hiburan, membaca novel juga bisa membantu membangun empati dan wawasan pembaca tentang nilai-nilai kehidupan atau pesan moral yang sering kali tersirat di dalamnya.

Nah, agar pembaca dapat memahami hikmah atau pesan moral tersebut, maka novel perlu dibangun dengan struktur yang lengkap. Struktur cerita novel yang lengkap juga penting untuk menghidupkan cerita sehingga pembaca tergerak untuk membacanya sampai akhir.

Struktur Cerita Novel yang Penting untuk Dipahami Penulis

Jadi, bagi kamu yang tertarik menulis novel, memahami struktur cerita novel menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan novelmu agar pesan yang tersirat di dalamnya bisa ditemukan dan membekas di benak pembaca. Lalu, apa saja struktur novel tersebut? Untuk memahami lebih lanjut, yuk pelajari uraian berikut!

Apa Itu Novel?

Sederhananya, novel merupakan karya sastra fiksi berbentuk prosa panjang yang terdiri dari ratusan halaman. Hal ini dikarenakan novel memiliki alur cerita, karakter tokoh, dan konflik yang lebih kompleks serta latar cerita yang beragam sehingga butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan ceritanya.

Sementara itu menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), novel berarti karangan prosa yang panjang dan mengandung rangkaian kisah kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan sikap dan watak setiap pelaku di dalamnya.

Ciri-Ciri Novel

Setiap karya sastra termasuk novel tentunya memiliki ciri-ciri tersendiri. Nah, agar semakin paham bagaimana bentuk novel dan apa bedanya dengan karya sastra lain, berikut ini ciri-ciri novel:

  • Ditulis hingga ratusan halaman sehingga jauh lebih tebal dibandingkan cerpen
  • Berbentuk narasi yang dilengkapi dengan dialog, kutipan, maupun deskripsi
  • Tokoh yang berperan di dalam novel lebih banyak
  • Tema dan alur cerita novel lebih kompleks
  • Konflik yang terjadi lebih kompleks dan sering kali tidak berpusat pada satu tokoh saja
  • Memiliki latar cerita yang beragam

Struktur Cerita Novel

Cerita novel yang baik dan memuaskan pembaca perlu dibangun dengan struktur yang lengkap. Berikut ini struktur cerita novel yang bisa kamu jadikan acuan dalam membuat novel:

1. Abstrak

Abstrak merupakan struktur cerita novel yang berisi ringkasan atau garis besar cerita secara keseluruhan. Di dalam abstrak juga sering kali menyiratkan inti cerita, konflik utama, serta suasana yang berkesan di dalam cerita.

Abstrak tidak selalu dibuat dalam bentuk narasi. Abstrak juga bisa dalam bentuk kutipan, potongan dialog, atau adegan yang penting dan menegangkan di dalam cerita. Karena menerangkan esensi cerita dari awal sampai akhir, pembaca juga bisa mengetahui arah cerita melalui abstrak.

Meski demikian, abstrak bukanlah struktur cerita novel yang wajib ada. Abstrak bersifat opsional sehingga penulis bebas menyertakannya atau tidak di dalam novel. Namun jika penulis ingin meningkatkan antusiasme pembaca untuk membaca novelnya, maka menyertakan abstrak ini direkomendasikan.

2. Orientasi

Setelah abstrak, struktur cerita novel berikutnya adalah orientasi. Pada struktur orientasi, unsur-unsur penting pembentuk cerita mulai diperkenalkan kepada pembaca.

Mulai dari pengenalan tentang cerita apa yang diangkat, siapa saja tokoh yang terlibat, hingga bagaimana cerita di dalam novel tersebut dibangun. Di bagian orientasi juga dijelaskan bagaimana suasana awal sebelum konflik muncul.

Dengan demikian, nantinya pembaca jadi bisa memahami dan menilai bagaimana perkembangan jalan cerita serta karakter tokoh-tokoh di dalamnya. Bagian orientasi ini penting disusun dengan diksi yang menarik untuk menggugah minat pembaca agar membaca kelanjutan cerita.

3. Komplikasi

Setelah situasi awal cerita diperkenalkan kepada pembaca, maka novel mulai memasuki struktur berikutnya yaitu komplikasi. Apa itu komplikasi? Komplikasi merupakan bagian dari struktur cerita novel yang menjelaskan bagaimana urutan sebab akibat atau awal mula terjadinya konflik di dalam cerita.

Konflik atau permasalahan di dalam cerita bisa berupa konflik internal maupun konflik eksternal. Konflik internal merupakan konflik yang terjadi dalam diri tokoh. Biasanya berkaitan dengan pergolakan batin tokoh ketika dihadapkan pada keputusan atau pilihan krusial di dalam hidup tokoh tersebut.

Sementara itu, konflik eksternal dipicu oleh tokoh lain atau situasi lingkungan sekitar yang bertentangan dengan tujuan tokoh utama. Itulah kenapa pada struktur komplikasi akan digambarkan pula bagaimana respon tokoh dalam menghadapi tekanan dari luar tersebut.

Konflik di dalam novel juga bisa muncul secara perlahan maupun tiba-tiba. Misalnya, di awal cerita hubungan tokoh utama wanita dengan pasangannya (tokoh utama pria) terlihat baik-baik saja, sangat romantis, dan penuh kehangatan.

Namun, di tengah-tengah cerita tiba-tiba sang pria menghindar dari sang wanita karena usahanya bangkrut dan ia tidak ingin memperlihatkan sisi lemah dirinya itu kepada sang wanita. Padahal, dari sisi sang wanita tidak mempermasalahkan hal tersebut.

4. Klimaks

Struktur Cerita Novel yang Penting untuk Dipahami Penulis

Klimaks merupakan tahapan di mana konflik yang telah dibangun sejak awal kini sudah membesar atau berada pada puncak ketegangan sehingga situasi semakin memanas.

Pada bagian ini, pembaca juga sering kali ikut merasakan emosi yang meledak-ledak karena melihat situasi cerita yang benar-benar genting dan membuat pembaca penasaran tentang bagaimana kelanjutannya.

Nah, jika pembaca ikut tersulut emosinya ketika konflik tersebut terjadi, maka hal ini bisa mengindikasikan bahwa penulis sudah berhasil membuat konflik cerita yang kuat.

5. Evaluasi

Setelah konflik mencapai puncaknya, maka tokoh dituntut untuk segera mengambil langkah atau keputusan penting. Pada bagian ini menjelaskan bagaimana ketegangan mulai berkurang atau mereda. Tokoh yang bermasalah akan memilih untuk pasrah atau memilih jalan ke luar lain yang mengarah menuju akhir cerita.

6. Resolusi

Struktur cerita novel berikutnya ialah resolusi. Bagian ini menggambarkan intensitas ketegangan konflik yang semakin menurun karena tokoh sudah mengambil keputusan atau menemukan solusi untuk menyelesaikan konflik. Titik inilah yang kemudian menentukan bagaimana akhir dari nasib tokoh yang mengalami masalah.

Misalnya, tokoh utama pria yang diceritakan sebelumnya tadi memilih untuk melepas sang wanita demi kebahagiaannya. Ia tidak ingin sang wanita ikut menderita dan harga dirinya terlihat rendah di hadapannya karena kebangkrutan yang ia alami.

7. Koda

Koda merupakan penutup, akhir, atau kesimpulan dari seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi di dalam cerita. Penutup atau koda tidak selalu disampaikan secara gamblang atau jelas kepada pembaca.

Ada penulis yang memilih mengakhiri ceritanya dengan kesedihan (sad ending), ada yang menutupnya dengan kebahagiaan (happy ending), atau dibiarkan menggantung begitu saja sehingga pembaca bebas menafsirkan seperti apa akhir ceritanya.

Karena akhir nasib sang tokoh sudah diketahui, pada bagian koda ini pembaca juga bisa menemukan pesan moral, hikmah, atau pelajaran penting. Seperti pada kisah di atas, pembaca bisa memperoleh pelajaran bahwa sebuah hubungan tidak akan bertahan lama ketika komunikasi kalah dengan ego.

Nah, itulah tujuh struktur cerita novel yang bisa kamu jadikan acuan dalam menulis novel. Menulis novel dengan struktur yang lengkap bisa membantu membuat ceritamu lebih hidup, memudahkan pembaca dalam memahami isi cerita, dan menemukan pesan penting yang terselip di dalamnya. Selamat menulis!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn