
Menerbitkan buku merupakan proses yang panjang, penuh perjuangan, dan tantangan. Mulai dari proses menulis, mengedit, mendesain cover, layout, mengurus ISBN, hak cipta, hingga mendistribusikan buku, semua proses ini tidak bisa lepas dari peran penerbit buku kredibel.
Namun sayangnya, saat ini sudah banyak sekali bisnis penerbitan buku yang menjamur dan tidak semuanya dapat dipercaya. Inilah mengapa penting bagi setiap penulis yang hendak menerbitkan buku untuk menerapkan tips agar terhindar dari penerbit buku abal-abal.
Daftar isi
Toggle7 Tips yang Bisa Penulis Coba agar Terhindar dari Penerbit Buku Abal-Abal
Nah, pada artikel kali ini kami akan membahas tips yang bisa kamu coba agar terhindar dari penerbit buku abal-abal yang tentunya bisa merugikanmu sebagai penulis. Apa saja tipsnya? Yuk, langsung saja simak rangkuman informasinya di bawah ini!
Artikel yang sesuai:
1. Pastikan Kejelasan Identitas Penerbit
Pertama, tips agar terhindar dari penerbit buku abal-abal adalah memeriksa kejelasan identitas penerbit. Ini merupakan langkah penting untuk memastikan proses penerbitan bukumu dilakukan oleh penerbit buku resmi atau legal.
Selain itu, memilih penerbit yang sudah terdaftar sebagai anggota IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) juga penting agar penerbit tersebut bisa membantu mengajukan ISBN bukumu ke Perpusnas. Hal ini dikarenakan hanya penerbit yang sudah berbadan hukum dan terdaftar sebagai anggota IKAPI yang bisa mengajukan ISBN ke Perpusnas.
Oleh sebab itu, melakukan kroscek identitas penerbit menjadi pondasi utama untuk kelancaran proses penerbitan bukumu nantinya. Penerbit buku profesional umumnya memiliki website dan media sosial profesional yang dikelola, baik untuk membuat konten, mempromosikan bisnis, ataupun memperkuat branding dan kredibilitasnya di mata masyarakat.
Melalui website dan media sosial penerbit, kamu bisa mengecek sendiri identitas lengkap penerbit. Mulai dari nama penerbit, bentuk perusahaan penerbit, alamat lengkap, nomor izin usaha, dan lain sebagainya.
Jika penerbit tersebut melayani penerbitan buku secara online, maka kamu perlu memastikan dengan lebih jeli terkait alamat penerbit apakah benar-benar real adanya dan mudah dijangkau atau tidak. Hal ini untuk memastikanmu tidak terjebak praktik penipuan penerbitan buku.
2. Cek Media Sosial Penerbit
Di era digital seperti sekarang ini, akan sangat diragukan dan perlu dipertanyakan ketika sebuah penerbit buku tidak memiliki media sosial. Sebab, media sosial merupakan wadah yang efektif untuk mempromosikan bisnis dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Oleh karenanya, tips efektif lain yang bisa kamu coba terapkan agar terhindar dari penerbit buku abal-abal adalah mengecek media sosial penerbit.
Melalui media sosial penerbit, kamu bisa memastikan bahwa penerbit buku tersebut aktif membuat konten. Penerbit buku profesional dan kredibel biasanya aktif membuat konten, baik konten berupa promo penerbitan buku terbaru, promosi buku-buku yang baru terbit, atau konten seputar penerbitan buku lainnya.
3. Diskusi dengan Sesama Penulis
Diskusi dengan sesama penulis juga menjadi salah satu langkah penting agar kamu terhindar dari penerbit buku abal-abal. Bersama penulis yang sudah berpengalaman menerbitkan buku, kamu bisa menanyakan berbagai hal terkait penerbitan buku dan mendapatkan sudut pandang atau pendapat tentang profesionalitas pelayanan penerbit buku yang hendak kamu tuju.
Berdasarkan pengalaman dari penulis tersebut, nantinya kamu bisa menilai apakah penerbit yang hendak kamu pilih memang penerbit profesional dan dapat dipercaya atau tidak.
Beberapa hal yang bisa kamu tanyakan seperti perihal prosedur pengiriman naskah, kontrak penerbitan, besaran biaya, lama waktu sampai buku berhasil terbit, dan lain sebagainya.
4. Baca Surat Perjanjian dengan Teliti

Agar terhindar dari penerbit buku abal-abal, tips berikutnya yang bisa kamu terapkan adalah membaca surat kontrak atau perjanjian penerbitan dengan cermat dan teliti.
Kontrak penerbitan ini penting untuk diperhatikan oleh setiap penulis. Mengingat, di dalam kontrak penerbitan mengatur secara jelas hal-hal terkait hak cipta, jangka waktu kontrak, royalti atau bagi hasil, hak distribusi, hingga mekanisme pemutusan kontrak.
Memahami kontrak penerbitan buku dengan baik juga sangat penting agar kerja sama antara kedua belah pihak berjalan lancar dan tidak menimbulkan kerugian atau kesalahpahaman di kemudian hari.
Untuk itu, pastikan kamu membaca setiap detail ketentuan penerbitan dengan perlahan, teliti, dan detail agar tidak ada poin penting yang terlewat. Apabila ada hal-hal yang masih belum jelas, maka jangan ragu tanyakan ke pihak penerbit atau pihak yang memahami hukum dengan baik.
Kamu juga bisa pertimbangkan untuk meminta salinan kontrak penerbitan agar bisa membaca dan memahaminya di rumah tanpa perlu terburu-buru.
5. Pastikan Penerbit Bisa Mengurus ISBN dan Hak Cipta (HaKI) Buku
Adanya ISBN membantu bukumu terdaftar secara resmi di pasar nasional maupun internasional. Begitu pula dengan hak cipta yang penting untuk menjamin karyamu agar mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kriminal seperti plagiarisme.
Namun sayang, tidak semua penerbit bisa membantu mengurus ISBN untuk buku-buku yang mereka terbitkan. Hanya penerbit buku berbadan hukum dan telah terdaftar sebagai anggota IKAPI yang bisa mengajukan ISBN ke Perpusnas.
Keanggotaan penerbit di dalam organisasi IKAPI juga bisa menjadi salah satu tanda bahwa penerbit buku tersebut merupakan penerbit resmi dan terpercaya. Untuk itulah, sangat direkomendasikan agar kamu memilih penerbit yang sudah tergabung sebagai anggota IKAPI.
6. Periksa Rekam Jejak Penerbit
Penerbit buku kredibel dan profesional sudah pasti memiliki rekam jejak yang positif di kalangan masyarakat dan juga rutin menerbitkan buku.
Oleh sebab itu, kamu bisa memeriksa media sosial dan website penerbit untuk mengecek rekam jejak penerbit. Mulai dari sejak kapan penerbit tersebut berdiri, berapa banyak buku yang sudah diterbitkan dan genre apa saja, hingga bagaimana review dari penulis yang sudah pernah menerbitkan buku di penerbit tersebut.
Review yang positif bisa menjadi indikasi bahwa penerbit tersebut benar-benar dapat dipercaya dan profesional dalam bekerja.
7. Pastikan Penerbit Memberikan Pelayanan yang Profesional
Terakhir, pelayanan yang profesional juga sudah barang pasti menjadi pertanda bahwa suatu penerbit buku bukanlah penerbit buku abal-abal.
Profesionalitas penerbit dalam bekerja bisa dilihat melalui aspek-aspek seperti ketepatan waktu dalam merespon pertanyaan atau konsultasi dari penulis, transparansi dalam komunikasi dan pembiayaan, hingga mengedepankan kualitas yang terbaik untuk setiap pelayanan yang diberikan.
Lalu, bagaimana cara mengetahui bahwa suatu penerbit bekerja secara profesional? Cara mengetahuinya, kamu bisa melihat ulasan atau review dari penulis yang sudah pernah menerbitkan buku di penerbit tersebut sebelumnya. Misalnya, melalui media sosial atau website penerbit.
Kamu juga bisa meminta pendapat dari penulis yang sudah banyak memiliki pengalaman menerbitkan buku. Biasanya, mereka bisa memberikan pandangan atau saran yang berguna dalam memilih penerbit buku yang kredibel dan profesional.
Nah, demikianlah tujuh tips yang bisa kamu coba agar terhindar dari penerbit buku abal-abal. Memilih penerbit buku merupakan satu dari sekian banyak tahapan dalam menerbitkan buku yang perlu dilewati penulis.
Salah memilih penerbit buku bisa berdampak pada proses penerbitan yang terhambat, kualitas hasil cetak yang buruk, atau bahkan buku bisa jadi gagal terbit.
Untuk itulah dengan memahami dan menerapkan tips-tips di atas, semoga memilih penerbit tidak lagi menjadi langkah yang membingungkan bagi kamu yang hendak menerbitkan buku, ya.
Semoga kamu bisa menemukan penerbit buku terbaik, kredibel, dan profesional dalam bekerja sehingga naskahmu bisa segera terbit dengan kualitas yang memuaskan!





