Mengenal Pengertian Majas Alegori, Ciri-Ciri, dan Contoh Penggunaannya

Mengenal Pengertian Majas Alegori, Ciri-Ciri, dan Contoh Penggunaannya.jpg

Dalam menulis karya sastra, penulis tidak selalu mengungkapkan suatu pesan atau makna secara langsung. Ada kalanya penulis menggunakan simbol, kiasan, lambang, atau perbandingan tertentu sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih luas dan mendalam. Inilah yang disebut majas alegori.

Majas alegori berarti gaya bahasa yang berupa kiasan atau simbol untuk mengungkapkan suatu makna atau pesan. Menggunakan majas alegori bisa membantu penulis menyampaikan makna atau pesan dengan lebih mudah sehingga pembaca juga bisa memahaminya dengan baik.

Mengenal Pengertian Majas Alegori, Ciri-Ciri, dan Contoh Penggunaannya

Nah, bagi kamu yang kesulitan menyampaikan pesan dalam karya sastra yang kamu tulis, menggunakan majas alegori bisa jadi langkah terbaik. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut pengertian majas alegori, ciri-ciri, cara penyampaian, dan contoh penggunaannya. Simak sampai akhir, ya!

Apa Itu Majas Alegori?

Majas alegori adalah gaya bahasa yang menyampaikan cerita, pesan, atau makna menggunakan lambang, kiasan, atau simbol tertentu. Ini artinya, teks tersebut mengandung dua makna, yakni makna bukan sebenarnya dan makna sebenarnya yang perlu ditafsirkan terlebih dahulu.

Sementara itu, menurut Nurgiyantoro (2017), pengertian majas alegori adalah sebuah cerita kiasan yang maknanya tersembunyi pada makna literal (bukan sebenarnya). Pengertian ini sejalan dengan yang tercantum dalam Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia Kelas X Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia (2020), bahwa alegori merupakan bahasa figuratif yang penulis gunakan untuk menyatakan sesuatu dengan cara yang tidak umum atau menggunakan kata-kata kiasan.

Majas alegori bisa digunakan untuk menyampaikan kritik atau pesan yang berkaitan dengan politik, moral, atau aspek kehidupan penting lainnya secara tidak langsung. Kebenaran tentang suatu hal juga bisa disampaikan secara menyeluruh dengan majas alegori.

Majas alegori tidak hanya membantumu lebih mudah dalam mengungkapkan pesan yang ada di dalam karya sastra yang kamu tulis, melainkan juga membuat karya sastra tersebut terkesan lebih indah dan memiliki nuansa yang berbeda. Hal ini tentu dapat meningkatkan ketertarikan pembaca terhadap karyamu.

Bagaimana Ciri-Ciri Majas Alegori?

Mengingat ada banyak jenis majas, maka selain pengertian majas alegori, ciri-cirinya juga perlu kamu ketahui agar tidak salah membedakannya dengan jenis majas yang lain. Berikut ciri-ciri majas alegori:

  1. Sering menggunakan kalimat retorika (keterampilan menyampaikan pesan secara efektif melalui bahasa lisan maupun tulisan)
  2. Menggunakan sifat benda atau lambang untuk mengungkapkan suatu makna/pesan secara tidak langsung
  3. Memiliki tujuan untuk mengedukasi dan menjelaskan sesuatu
  4. Sering dapat dijumpai pada karya sastra cerpen maupun novel yang syarat akan pesan moral
  5. Digunakan di dalam runtutan cerita atau uraian yang sering kali tidak hanya terdiri dari satu kalimat
  6. Mengandung pesan moral, kritik, atau refleksi kehidupan yang dapat dijadikan pembelajaran berharga

Bagaimana Cara Penyampaian Majas Alegori?

Mengenal Pengertian Majas Alegori, Ciri-Ciri, dan Contoh Penggunaannya.jpg

Penyampaian majas alegori terbagi menjadi dua cara, yakni conceptual allegories dan historical allegories. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:

1. Conceptual allegories

Conceptual allegories adalah cara penyampaian majas alegori dengan menggunakan tokoh-tokoh yang menggambarkan hal-hal abstrak. Misalnya perasaan, emosi, nilai moral, dan sebagainya.

Sebagai contoh, tokoh pada sebuah teks alegori merepresentasikan perasaan kecewa. Maka, segala tindakan yang dilakukan tokoh akan menunjukkan hal-hal yang muncul karena rasa kekecewaan yang dialaminya.

2. Historical allegories

Historical allegories adalah cara penyampaian majas alegori yang menggunakan tokoh-tokoh untuk menggambarkan tokoh-tokoh di kehidupan masa lalu di dunia nyata.

Karakter atau kepribadian tokoh bisa dibuat sama persis ataupun berbeda dengan karakter tokoh aslinya. Historical allegories ini dapat digunakan untuk menyampaikan peristiwa atau kejadian masa lampau yang sensitif dan rumit.

Bagaimana Contoh Majas Alegori?

Agar lebih mudah memahami dan memiliki gambaran lebih jelas terkait majas alegori ini, maka selain pengertian majas alegori dan ciri-cirinya, kamu juga perlu tahu contohnya. Tabel berikut menunjukkan contoh teks yang mengandung majas alegori beserta maknanya.

NomorContoh majas alegoriMakna yang terkandung
1Belajar di waktu kecil itu seperti kita mengukir di atas batu, sedangkan belajar saat sudah tua seperti mengukir di atas air.Belajar di waktu muda akan lebih mudah mengingat materinya, sedangkan belajar di waktu tua akan lebih sulit mencernanya karena kemampuan otak yang semakin menurun.
2Ilmu pengetahuan itu layaknya penerang jalan yang gelap.Ilmu pengetahuan bisa menjadi panduan, jalan keluar, atau solusi untuk mengatasi permasalahan hidup.
3Lubang di atap itu selamanya tidak akan pernah bisa ditutupi. Setiap kali hujan datang, air akan selalu mengalir ke dalam rumah.Lubang di sini memiliki makna orang terkasih yang sudah pergi untuk selamanya sehingga tidak akan pernah bisa kembali.
4Hidup itu seperti lautan. Kadang kala pasang, kadang kala surut.Dalam hidup, kita tidak akan selalu berada di fase senang. Selalu ada ujian (kesedihan) yang datang silih berganti dengan kebahagiaan.
5Dunia itu layaknya ladang yang bisa kita tanami apa saja. Ketika kita menanam padi, maka orang tumbuh padi. Ketika menanam rumput, maka yang tumbuh tentu saja rumput.Di dunia ini, perbanyaklah berbuat kebaikan, karena apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai.
6Hidup di usia dewasa kadang seperti kapal tanpa nahkoda. Terombang-ambing di lautan tanpa jelas hendak menuju ke pelabuhan mana.Di masa dewasa, kadang kita akan menghadapi permasalahan kehilangan arah dan pilihan-pilihan hidup yang memuat bingung.
7Cinta itu seperti api. Ia dapat menghangatkan dan menyembuhkan, tetapi juga dapat membakar dan menghancurkan. (Alegori dalam puisi “Cinta” karya Chairil Anwar)Cinta bisa menjadi sumber kehangatan dan kesembuhan, tetapi juga bisa menjadi sumber kehancuran jika tidak dijaga dengan baik.

Itulah penjelasan terkait pengertian majas alegori, ciri-ciri, cara penyampaian, dan contoh penggunaannya. Dengan memahami hal-hal di atas, semoga kamu bisa menciptakan karya sastra yang lebih ekspresif, bermakna mendalam, dan mudah dipahami pembaca.

FAQ Seputar Pengertian Majas Alegori

Inilah daftar pertanyaan yang sering diajukan seputar majas alegori beserta jawabannya:

1. Apa itu majas alegori?

Majas alegori adalah gaya bahasa kiasan atau simbol untuk membantu penulis menyampaikan makna secara lebih luas dan mendalam.

2. Apa ciri utama majas alegori?

Ciri utama majas alegori yaitu menggunakan perumpamaan, simbol, atau kiasan untuk mengungkapkan pesan.

3. Apa fungsi majas alegori?

Majas alegori berfungsi membuat pesan abstrak menjadi lebih mudah dipahami, memperkaya gaya bahasa, dan mendorong pembaca untuk aktif memikirkan makna karya sastra.

4. Apa saja jenis karya sastra yang bisa menggunakan majas alegori?

Majas Alegori bisa digunakan pada karya sastra puisi, cerpen, novel, dongeng, fabel, dan lain-lain.

5. Apa bedanya majas alegori dan majas metafora?

Majas alegori dan metafora merupakan sama-sama majas perbandingan. Bedanya, majas alegori menyampaikan pesan melalui simbol, lambang, atau kiasan, sedangkan majas metafora mengumpamakan benda, hewan, atau konsep abstrak tertentu seolah memiliki sifat dan dapat bertindak seperti manusia.

 

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn