Mengenal Plot Hole: Pengertian dan 5 Jenisnya

Mengenal Plot Hole: Pengertian dan 5 Jenisnya

Mengenal plot hole, adalah salah satu check list yang harus dipahami oleh penulis cerita fiksi. Cerita yang baik adalah cerita yang mampu membuat pembacanya percaya akan dunia fiksi dalam cerita tersebut. Penyusun sebuah cerita salah satunya adalah plot.

Mengenal Plot Hole: Pengertian dan 5 Jenisnya

Plot sendiri merupakan tulang punggung suatu cerita, yang menuntun kita memahami keseluruhan cerita dengan segala sebab-akibat di dalamnya. Lalu apa itu plot hole dan apa saja jenisnya? Silahkan temukan jawabannya pada uraian di bawah ini.

Apa Itu Plot Hole?

Plot hole sendiri, secara harfiah bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti lubang plot. Lubang! Lubang tersebut memicu sebuah kejanggalan atau keanehan.

Ketika membaca novel apabila terdapat plot hole, kita akan merasakan adanya kejanggalan. Di dalam benak kita pasti bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba alur atau plotnya jadi seperti ini. Kenapa tiba-tiba tokoh melakukan suatu tindakan tertentu, yang mana tanpa didasari oleh sebab yang jelas.

Intinya plot hole adalah terjadinya ketidakkonsistenan atau terjadi kejanggalan di dalam plot cerita yang menjadikan cerita tersebut tidak masuk akal. Sehingga cerita di novel menjadi rusak.

Jenis-jenis Plot Hole

Cacat pada alur cerita secara umum dibedakan menjadi lima jenis. Yaitu:

1. Cacat Fakta

Yang pertama kita akan mengenal plot hole yang jenis cacat fakta. Fakta adalah hal yang sebenarnya terjadi. Novel yang kamu buat harus mengandung fakta yang faktual atau dapat dipercaya.

Sebagai contoh, cerita novelmu mengambil setting waktu di tahun 1957 di sebuah desa di kabupaten kecil. Lalu disana terjadi pembacokan dan tiba-tiba ada adegan di mana salah seorang tokoh menelepon ambulans.

Padahal di waktu dan tempat tersebut belum tersedia telepon umum atau bahkan handphone. Berarti pada bagian itu ceritamu telah memiliki plot hole.

2. Ada kejadian yang mustahil terjadi

Yang kedua kita akan mengenal plot hole di mana adanya kejadian yang mustahil. Ada beberapa contoh dari plot hole jenis ini. Dan apabila cerita yang kamu buat adalah suatu cerita fantasi kemustahilan mungkin saja bisa termaafkan. Asalkan dari awal dunia fiksi yang kamu tulis telah menyepakati.

Misalkan dunia fiksi yang kamu ciptakan adalah dunia sihir. Walaupun sebenarnya sihir itu adalah hal yang mustahil, tapi karena duniamu adalah dunia fiksi fantasi maka tidak jadi masalah.

Akan menjadi masalah apabila dunia fiksi yang kamu bangun itu dunia fiksi biasa, tapi sesuatu hal aneh terjadi. Semisal ada cerita di mana tokoh yang awalnya tidak mengerti apa-apa tapi mendadak dia lolos seleksi CPNS misalnya.

Padahal dia sama sekali tidak belajar, dan penggambaran tokoh yang kamu buat di awal dia adalah karakter yang biasa bukan tokoh dengan kecerdasan tinggi. Jadi, mustahil dan tidak masuk akal bukan hal tersebut terjadi?

3. Kontradiksi

Yang ketiga kita akan mengenal plot hole jenis kontradiksi. Jenis plot hole ini terjadi apabila dunia cerita yang kamu bangun mengalami perubahan tanpa sebab.

Semisal dalam dunia fiksi yang kamu tulis, ada karakter seorang gadis yang penuh trauma. Bahkan dia takut untuk berhadapan dengan laki-laki. Namun tiba-tiba ada adegan di mana tokoh tersebut sedang bersenda gurau dengan seorang pria yang ditemui di bus. Tidak sesuai dengan penggambaranmu di awal bahwa dia adalah seorang perempuan yang memiliki ketakutan atau trauma terhadap pria.

4. Plot cerita yang tidak terselesaikan

Dalam menulis cerita pasti ada alur atau plot utama. Di mana plot utama tersebut terdapat konflik utamanya.

Selain plot utama juga ada yang namanya plot yang lebih kecil. Plot kecil tersebut berupa adanya konflik turunan dari konflik utama.

Biasanya mereka berdua berjalan beriringan, dan seharusnya kedua konflik tersebut harus sama-sama diselesaikan. Apabila konflik turunan dilupakan begitu saja, tidak dibahas atau diceritakan kembali maka akan menimbulkan plot hole.

5. Plot hole kontinuitas

Plot hole jenis ini adalah apabila terjadi masalah konsistensi dalam plot, objek, tempat, dan karakteristik orang. Semisal dalam cerita novel yang kamu tulis, kamu menarasikan bahwa tokoh masuk ke ruangan tertutup. Bahkan tidak ada ventilasi yang tersedia. Namun, tiba-tiba muncul adegan di mana tokoh tersebut kamu narasikan sedang memangku dagu wajahnya sambil melihat kondisi luar melalui jendela.

Contoh kecilnya lainnya, semisal dunia cerita yang kamu buat adalah bertokoh seorang gadis berambut pendek seperti laki-laki. Namun tiba-tiba pada suatu bab di adegan tertentu, ada adegan yang menarasikan tokoh tersebut menguncir rambut panjangnya.

Nah, padahal di awal kamu menyebutkannya sebagai gadis berambut pendek seperti laki-laki. Akan jadi aneh, bukan?

Itulah pengertian mengenai apa yang dimaksud dengan plot hole dan juga jenis-jenisnya. Biasanya ketika kita menulis cerita novel atau cerpen, plot hole terjadi tanpa kita sadari.

Untuk itu dalam proses memperbaiki kamu perlu membacanya kembali, dan pada saat membaca tinggalkan jubahmu sebagai penulis naskah tersebut. Kamu pun juga bisa meminta bantuan teman komunitas menulis untuk mengoreksi ada plot hole atau tidak.

Dan cara terefektif lain supaya naskahmu jadi lebih baik dan tidak ada plot hole adalah dengan menyewa jasa beta reader. Pembaca kedua sekaligus penyunting naskah profesional sebelum nantinya kamu kirim ke penerbit. Jika kamu tertarik menggunakan jasa beta reader dan siap untuk menjadikan naskah lebih baik lagi silakan klik di sini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *