Proses Kreatif Menulis Puisi. Ada 4 Tahap yang Perlu Kamu Lewati!

Proses Kreatif Menulis Puisi. Ada 4 Tahap yang Perlu Kamu Lewati!

Proses kreatif menulis puisi, bagi sebagian orang yang telah mahir adalah suatu proses yang mudah. Namun lain halnya untuk pemula atau untuk kamu yang telah lama vakum menulis.

Untuk orang yang sudah terlatih atau telah menjadikannya sebagai habit, melihat satu peristiwa saja mungkin bisa langsung tercipta sebuah puisi. Kertas yang kosong bisa saja dengan mudahnya telah terisi berbait-bait puisi.

Proses Kreatif Menulis Puisi. Ada 4 Tahap yang Perlu Kamu Lewati!

Jika kamu tidak atau belum bisa sehandal mereka dalam menciptakan puisi, kamu tidak perlu bersedih. Yang kamu perlukan adalah berlatih.

Untuk memudahkan prosesmu berlatih, kami akan membahas 4 tahap proses kreatif menulis puisi. Silakan menyimaknya pada pembahasan di bawah ini!

Proses Kreatif Menulis Puisi yang Pertama: Menentukan Tema

Tema puisi merupakan gagasan atau ide pokok dari puisi. Tema dapat kamu peroleh dari proses mengamati hal-hal yang terjadi di sekitarmu. Misalnya temanya tentang cinta atau kerinduan atau perjuangan dan lain sebagainya.

Proses Kreatif Menulis Puisi yang Kedua: Mencari Ide

Tema besar yang sudah kamu dapatkan di tahap pertama tersebut, telusuri lebih mendalam untuk memperoleh ide. Misal temanya adalah cinta, kamu gali ide dari tema tersebut. Misal, idenya tentang cinta sampai tua bersama, cinta ibu dan anaknya, cinta guru terhadap profesinya, dan lain sebagainya.

Proses Kreatif Menulis Puisi yang Ketiga: Perenungan

Berkaitan dengan pendalaman atau penghayatan terhadap ide yang sudah didapat. Perenungan ini akan memudahkan kamu dalam memenuhi unsur puisi yaitu unsur batin puisi bagian “rasa”. Melalui perenungan ini diharapkan puisi yang kamu ciptakan akan mudah diterima dan menyentuh pembaca puisi kamu tulis.

Proses Kreatif Menulis Puisi yang Keempat: Penulisan

Dalam proses penulisan ini ada beberapa tahap proses yang kamu lalui, jadi tidak sekedar menulis apa yang kamu pikirkan dari hasil perenungan. Sebenarnya bisa saja ini dilakukan, asalkan kamu telah mahir atau ahli. Proses yang perlu kamu lakukan di tahap penulisan yaitu:

1. Riset kata kunci

Kata kunci atau keyword yang dimaksud ini bukan keyword pada saat menulis artikel SEO, ya! Ini lebih pada kata kunci apa yang sesuai dengan tema dan ide yang kamu angkat menjadi puisi. Catat setiap kata kunci yang kamu dapatkan, sebab nanti akan berguna dalam menyusun bait-bait puisi.

2. Tentukan diksi atau pemilihan kata

Diksi akan memperindah puisi yang kamu tulis. Pemilihan kata tidak harus berupa kata-kata yang sulit. Kamu tetap bisa menggunakan diksi yang sederhana, semua itu tergantung dengan kebutuhan.

Diksi-diksi yang kamu pilih juga bisa untuk menyusun suatu majas atau gaya bahasa. Dalam pembuatan majas harus bisa ditafsirkan oleh pembaca, sehingga mereka paham dengan apa maksud dari puisi tersebut. Namun, bukan berarti mengharuskan kamu menggunakan majas yang sudah ada dan biasa-biasa saja.

Kamu bisa menciptakannya sendiri, dalam prosesnya semakin kamu rajin berlatih menulis puisi kemampuan kamu merangkai diksi agar tercipta suatu majas akan lebih mudah. Kuncinya adalah sering berlatih dan bersedia untuk berpikir.

3. Pastikan adanya rima di puisimu

Selanjutnya dalam menulis puisi, pastikan puisimu berima. Kamu bisa menghasilkan rima 2 baris (disticond) atau yang 4 baris (quatrain). Melalui rima ini kreativitas dan kemahiran kamu dalam pemilihan diksi akan diasah. Sehingga puisi tidak hanya indah, bermakna, tapi juga enak untuk dibaca.

4. Kembangkan dan beri penutup

Dari riset keyword, pemilihan diksi, sampai memastikan adanya rima tahapan selanjutnya adalah pengembangan. Olah atau kembangkan kumpulan diksi yang sudah kamu dapatkan.

Jadikan mereka satu kesatuan utuh sebuah puisi yang terdiri dari bait-bait. Jangan lupa juga untuk memberikan penutup yang dramatis.

Artinya buat penutup yang bisa menggugah atau menarik pembaca atau bisa membuat pembaca terkesima. Penutup juga berfungsi agar puisi yang kamu ciptakan tidak menggantung hingga akhirnya kehilangan makna.

5. Lakukan perbaikan

Langkah selanjutnya jika diksi-diksi yang kamu pilih telah jadi satu kesatuan sebuah puisi adalah melakukan perbaikan. Perbaikan mulai dari revisi, editing, sampai proofreading.

Dalam proses merevisi bacalah puisi dengan lantang dan penghayatan. Resapi setiap baris dan bait puisimu.

Rasakan pula, apakah ada diksi atau majas yang terasa ganjal? Jika iya, maka perbaiki. Selain terkait dengan majas, kamu juga perlu melihat rima, pesan atau amanat dari puisi sudah dapat kamu rasakan atau belum, dan lain sebagainya. Pastikan juga tidak terdapat kesalahan penulisan kata.

Itulah empat proses kreatif dalam menulis puisi. Untuk bisa menulis puisi dalam waktu singkat kamu perlu terus berlatih. Yaitu dengan berlatih menumbuhkan habit menulis, dan rutin membaca karya orang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *