Bagaimana Karakter Pendukung Membantu Menghidupkan Konflik Cerita Novel? Ini Dia 4 Caranya!

Bagaimana Karakter Pendukung Membantu Menghidupkan Konflik Cerita Novel? Ini Dia 4 Caranya!

Menghidupkan konflik cerita novel tidak cukup berdasarkan apa yang protagonis inginkan (tujuan protagonis). Suatu konflik tidak bisa berdiri sendiri atau terjadi dengan sendirinya.

Selain konflik muncul seiring dengan tumbuhnya keinginan atau tujuan yang hendak dicapai tokoh utama. Konflik juga muncul akibat interaksi tokoh utama (protagonis) dengan tokoh pendukung lainnya.

Bagaimana Karakter Pendukung Membantu Menghidupkan Konflik Cerita Novel? Ini Dia 4 Caranya!

Dunia cerita di novel layaknya dunia nyata, orang lain dapat memicu konflik. Konflik tersebut akan sangat berguna bagi perkembangan karakter dan juga plot cerita. Dan, ya! Cerita akan berkembang dengan adanya konflik.

Lalu bagaimana cara karakter pendukung ini membantu menghidupkan konflik cerita novel? Pada kesempatan kali ini kami akan membahasnya.

Sebelum membaca artikel ini, ada baiknya untuk kamu membaca artikel tips menciptakan konflik cerita novel terlebih dahulu. Agar kamu lebih memahami apa itu konflik, fungsi, dan tips menciptakannya.

1. Sebagai Pemantik Konflik

Tokoh pendukung dapat digunakan sebagai pemicu atau pemantik konflik. Artinya, suatu konflik muncul bisa disebabkan oleh tokoh pendukung, misalnya dari tokoh antagonis.

Sebagai contoh kita ambil dari novel berjudul Tuhan untuk Jemima. Konflik utama pemicu keinginan Jemima dalam menemukan Tuhannya adalah karena kematian Kakaknya yang tragis.

Kematian Kakaknya disebab oleh ulah tokoh antagonis yang menginginkan kehancuran di keluarga Jemima. Pada ending cerita diketahuilah siapa pembunuh sebenarnya tersebut (untuk tahu lebih lanjut kamu bisa membaca novelnya).

2. Sebagai Pemberi Perspektif yang Berbeda

Untuk menghidupkan konflik cerita novel agar cerita, karakter, dan plot berkembang kita bisa menggunakan tokoh tritagonis. Tokoh tritagonis ini bisa memberikan perspektif atau pandangan yang berbeda dengan tokoh protagonis. Tokoh pendukung ini juga bisa memberikan memberikan solusi alternatif, atau menantang keyakinan dan nilai-nilai protagonis.

Dengan melakukan hal tersebut, mereka dapat menciptakan gesekan dan ketegangan yang menjadikan konflik semakin menarik. Selain itu perspektif tersebut juga bisa dibuat sebagai penggerak ke arah positif atau penyelesaian konflik di hidup tokoh utama.

3. Tokoh Pendukung sebagai Pencipta Hambatan

Suatu cerita dapat menjadi semakin berkembang dengan adanya sebuah hambatan. Tentu saja protagonisnya harus mampu keluar atau mencari solusi untuk hambatan tersebut. Atau bisa juga akan ada tokoh pendukung lain yang akan menyediakan solusi untuk protagonis.

Sebagai contohnya kita ambil dari novel Ranah 3 Warna. Salah satu plot ceritanya memperlihatkan Alif yang selalu mengerjakan tugas menulis dari Bang Tagor menggunakan komputer Randai. Karena frekuensi pemakaiannya yang lama, menyebab komputer tersebut rusak.

Randai pun marah dan mengucapkan perkataan yang melukai Alif. Akibatnya muncullah konflik antara Randai dan Alif. Selain munculnya konflik diantara dua sahabat yang sudah dari lama saling bersaing ini, kegiatan Alif dalam menulis pun kini mulai terganggu.

4. Sebagai Pemberi Dukungan Emosional

Untuk menghidupkan konflik cerita novel, tokoh pendukung dapat berperan sebagai pemberi dukungan emosional kepada protagonis. Mereka dapat menjadi sumber kenyamanan, bimbingan, atau inspirasi ketika tokoh protagonis sedang berjuang atau menghadapi kemunduran.

Baik itu melalui kata-kata, atau kisah hidup yang pernah dilalui oleh tokoh pendukung. Sebagai contoh yang pertama dalam novel Tuhan untuk Jemima, berkat pertemuan Jemima dengan Daisy, Jemima menjadi paham bahwa mencari keberadaan Tuhan tidak perlu ke tempat yang jauh.

Tidak perlu harus mencari keagungan atau melalui keindahan ciptaan-Nya. Terkadang keberadaan Tuhan justru terasa dekat di sekitar Jemima bila Jemima lebih peka.

Contoh yang kedua, kita ambil dari novel Ranah 3 Warna. Kematian Ayahnya Alif begitu memukul Alif. Alif sempat ingin berhenti kuliah, tapi berkat bujukan ibunya Alif jadi kembali kuliah.

Faktanya setelah sampai di perantauan tempatnya menimba ilmu, semangat itu tidak bisa kembali sepenuhnya. Namun, berkat Bang Tagor semangat Alif dapat kembali jauh lebih baik daripada sebelumnya.

Nah, itu dia empat cara menghidupkan konflik cerita novel dengan bantuan tokoh pendukung. Dalam praktek menulis novelnya nanti bisa melalui dialog.

Dengan membuat karakter berkomunikasi, dan mengekspresikan pendapat dan keinginan mereka yang berbeda, pembaca dapat memahami dari mana asal masing-masing karakter dan bagaimana mereka berkontribusi terhadap konflik yang ada. Tokoh pendukung pun dapat membawa dimensi baru pada konflik, menjadikannya lebih menantang, dan menambah lapisan keintiman dan kemanusiaan pada cerita yang akan diingat pembaca setelah mereka selesai membaca.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *