9 Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena, Apakah Penting?

9 Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena, Apakah Penting?

Apakah kamu penulis baru atau pemula yang tidak kunjung mempublikasikan karyamu karena tidak percaya diri, takut mempengaruhi kehidupan pribadi, atau dihakimi keluarga, teman, maupun orang-orang yang kamu kenal? Jika iya, maka menggunakan nama pena bisa kamu coba.

Alasan penulis menggunakan nama pena salah satunya yaitu tadi, melindungi privasi. Selain itu, nama pena juga bisa digunakan untuk keperluan personal branding agar tulisan lebih menjual, penulis jadi bebas mengeksplorasi genre lain, menghindari kesamaan nama dengan penulis lain, memudahkan pembaca dalam mengingat nama penulis, hingga meningkatkan kepercayaan diri penulis.

9 Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena, Apakah Penting?

Pada kesempatan kali ini kita akan bahas tentang apa itu nama pena, alasan penulis menggunakan nama pena, dan bagaimana perbandingan antara menggunakan nama asli dengan nama pena bagi penulis dilihat dari berbagai aspek. Yuk, langsung saja simak uraian selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Nama Pena?

Nama pena disebut pula pseudonym atau nama samaran adalah nama lain yang digunakan penulis untuk menulis karya. Melansir wikipedia.org, nama pena adalah sebuah nama samaran yang diadopsi oleh penulis.

Penggunaan nama pena ini bersifat opsional atau tidak wajib. Biasanya, nama pena lebih sering digunakan oleh penulis karya fiksi seperti novel, cerpen, atau puisi.

Sementara itu untuk karya nonfiksi seperti artikel, jurnal, atau buku, penulis biasanya tetap menggunakan nama asli disertai gelar pendidikan jika ada untuk memperkuat kredibilitas karyanya di mata penerbit dan pembaca.

Mengapa Penulis Menggunakan Nama Pena?

Tentunya, penulis yang menggunakan nama pena memiliki alasan masing-masing. Pada umumnya, berikut sembilan alasan penulis menggunakan nama pena:

1. Menjaga privasi

Alasan pertama, penulis menggunakan nama pena untuk menjaga privasi kehidupan diri dan keluarganya supaya tetap terlindungi. Hal ini dikarenakan adanya kemungkinan saat penulis terkenal, akan ada banyak pembaca yang menyukai tulisannya atau justru sebaliknya, tidak setuju dengan tulisan penulis.

Nah, dengan menggunakan nama pena, penulis bisa mencegah tindakan buruk yang mungkin ditujukan ke kehidupan pribadi maupun keluarganya karena pengaruh pembaca yang kontra terhadap tulisannya tersebut.

Selain itu, menggunakan nama pena juga membuat pembaca bisa fokus menilai atau mengkritik karya, buka sisi personal atau pribadi penulis.

2. Agar karya lebih menjual

Selanjutnya, penulis juga tidak jarang menggunakan nama pena agar karyanya lebih menjual. Biasanya, hal ini berkaitan dengan personal branding yang kuat.

Jika nama asli terlalu umum atau pasaran, maka menggunakan nama pena yang unik dan menarik lebih disarankan. Selain supaya mudah diingat, dikenal, dan relevan dengan genre tulisan, nama pena unik dan menarik juga dinilai bisa menjadi salah satu trik marketing yang efektif untuk memikat pembaca.

3. Menulis genre yang berbeda

Alasan penulis menggunakan nama pena selanjutnya adalah supaya penulis bisa bebas menulis genre lain. Sebab, nama asli penulis tidak selalu cocok dengan genre yang ingin ditulisnya.

Misalnya, jika nama penulis terkesan islami seperti penulis novel Ketika Cinta Bertasbih, yakni Habiburrahman El Shirazy, maka terkesan kurang cocok jika menulis novel bergenre horor, bukan?

Nah, dengan menggunakan nama pena, penulis bisa lebih bebas mengeksplorasi genre apa yang ingin ia tulis. Penggunaan nama pena yang sesuai genre tulisan juga dinilai bisa menjadi salah satu daya tarik pembaca terhadap karya-karya yang penulis terbitkan.

4. Nama aslinya sama dengan penulis lain

9 Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena, Apakah Penting?

Tidak menutup kemungkinan, banyak penulis di luaran sana memiliki nama yang sama. Entah sekadar nama panggilan maupun nama lengkapnya sekaligus.

Untuk itu, kesamaan nama dengan penulis lain ini juga menjadi salah satu alasan penulis tidak menggunakan nama aslinya. Jika terdapat kesamaan nama apalagi dengan penulis yang sudah terkenal, maka kamu sebagai penulis pemula bisa jadi kesulitan saat mendaftarkan hak cipta buku yang kamu diterbitkan.

Tidak hanya itu, nama penulis yang sama atau hampir sama juga bisa membuat pembaca kebingungan mencari maupun membedakan karyamu.

5. Agar lebih mudah diingat dan dikenal

Setiap orang pasti ada yang nama aslinya pendek, ada pula yang panjang sampai-sampai sulit diingat orang lain. Nama asli yang panjang membuat penulis akhirnya perlu menggunakan nama pena pendek supaya lebih mudah diingat dan dikenal pembaca. Misalnya, cukup terdiri dari satu atau dua kata, namun membekas di benak pembaca.

6. Alasan penulis menggunakan nama pena karena untuk penerbitan buku

Berikutnya, tidak sedikit penulis yang menggunakan nama pena karena alasan penerbitan bukunya. Ada penerbit yang mengharuskan penulis menggunakan nama pena untuk menerbitkan buku dengan batasan jumlah tertentu, atau karena alasan-alasan lain seperti berikut:

  • Nama penulis sulit dieja sehingga sulit diingat
  • Genre yang ditulis beda jauh dengan identitas penulis
  • Penulis sudah memiliki nama pena yang menjual
  • Melindungi penulis, terutama jika bukunya sensitif. Misalnya, tentang politik, kritik, atau buku yang diberi rating 18+.
  • Penulis menerbitkan karya bersama beberapa penulis lain.

7. Kesenangan pribadi

Selain untuk kepentingan penerbitan buku, penulis juga bisa memilih menggunakan nama pena sekadar untuk kepuasan pribadi. Biasanya, penulis terinspirasi dari penulis yang ia kagumi sehingga menggunakan kata yang sama untuk nama penanya.

8. Meningkatkan kepercayaan diri

Alasan penulis menggunakan nama pena juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri. Dengan menyembunyikan identitas aslinya, tidak sedikit penulis yang merasa memiliki keberanian ekstra untuk muncul di hadapan publik, termasuk keluarga, teman, dan orang-orang yang ia kenal di kehidupan nyata.

Sebab, saat ini masih ada saja yang memandang sebelah mata profesi penulis. Penulis dikatakan sebagai profesi yang tidak menghasilkan, hanya membuang-buang waktu, dan sebagainya.

Padahal, penulis adalah profesi yang mulia dan tidak mudah untuk menghasilkan sebuah karya berkualitas. Penulis harus melalui brainstorming ide, riset, membuat outline, mengembangkan outline, mengedit, hingga tulisan siap dibaca. Proses yang panjang ini membuat penulis layak dihargai. Terlebih lagi, profesi penulis ini bersinggungan erat dengan intelektualitas.

9. Mulai membuka lembaran baru

Terakhir, penulis juga menggunakan nama pena untuk alasan memulai lembaran baru. Penulis ingin meninggalkan beban, cerita, atau identitas diri di masa lalu terkait karyanya yang kurang mendapatkan perhatian dari pembaca.

Perbandingan Menggunakan Nama Asli vs Nama Pena bagi Penulis

Nah, agar kamu bisa menentukan dengan tepat apakah perlu menggunakan nama pena atau tidak, berikut ini disajikan tabel yang menunjukkan perbandingan antara menggunakan nama asli dengan nama pena.

Aspek pertimbanganNama asliNama pena
Kerahasiaan identitas atau privasiTidak terjaga (keluarga, teman, atau orang dikenal mudah tahu).Terjaga (tidak mudah dikenal oleh keluarga, teman, atau orang-orang yang sudah dikenal).
Kebebasan berekspresiTerbatas pada genre yang sesuai namanya.Tidak terbatas
Kemudahan brandingTergantung nama asli apakah unik atau  terlalu umum.Lebih mudah, bisa diatur sesuka hati.
Pengurusan hak cipta, hukum, atau kontrakLebih mudahPerlu nama asli untuk tanda tangan kontrak ataupun mengurus hak cipta.

FAQ Seputar Alasan Penulis Menggunakan Nama Pena

Baiklah, di bawah ini daftar pertanyaan yang sering diajukan penulis beserta jawabannya tentang alasan penulis menggunakan nama pena:

1. Apa itu nama pena?

Nama pena disebut pula pseudonym atau nama samaran adalah nama lain yang diadopsi penulis dalam berkarya.

2. Apakah penulis wajib menggunakan nama pena?

Tidak, menggunakan nama pena bersifat opsional atau tidak wajib.

3. Apakah penting bagi penulis untuk menggunakan nama pena?

Meski tidak wajib, menggunakan nama pena bisa menjadi pilihan penulis karena alasan-alasan seperti melindungi privasi, menghindari kesamaan nama dengan penulis lain, agar terdengar lebih menjual, agar namanya lebih mudah diingat dan dikenal, untuk kesenangan pribadi, kepentingan penerbitan buku, meningkatkan kepercayaan diri, hingga membuka lembaran baru di dunia kepenulisan.

4. Kenapa penulis karya nonfiksi sebaiknya tetap menggunakan nama asli?

Penulis karya nonfiksi seperti buku, jurnal, artikel, dan lainnya lebih disarankan tetap menggunakan nama asli disertai gelar pendidikan yang relevan untuk memperkuat kredibilitasnya di mata pembaca maupun penerbit.

Itulah tadi sembilan alasan penulis menggunakan nama pena. Selain alasan-alasan di atas, tidak menutup kemungkinan ada alasan lain dari setiap penulis kenapa memilih menggunakan nama pena daripada nama aslinya.

Nah, kalau kamu sendiri apakah tertarik menggunakan nama pena? Kalau iya, apa nih alasan kamu ingin atau bahkan sudah menggunakan nama pena? Yuk, share di kolom komentar!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn