
Dalam mengikuti event atau lomba menulis, penulis biasanya perlu mencantumkan bionarasi di akhir naskah. Bukan tanpa alasan, bionarasi ini penting untuk memudahkan panitia lomba dalam mengenali dan mengecek kredibilitas penulis.
Apa itu bionarasi? Bionarasi merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “biodata” dan “narasi”. Menurut KBBI, biodata berarti riwayat hidup singkat. Sementara narasi berarti cerita atau deskripsi suatu kejadian atau peristiwa. Nah, sudah tahukah kamu bagaimana cara membuat bionarasi penulis untuk lomba menulis?
Daftar isi
ToggleCara Membuat Bionarasi Penulis untuk Lomba Menulis Beserta Contohnya
Jika belum, pada artikel kali ini kita akan pelajari lebih lanjut cara membuat bionarasi penulis untuk lomba menulis disertai contoh dan kesalahan umum yang perlu dihindari dalam membuat bionarasi. Dengan memahami poin-poin penting ini dan menerapkannya, kamu bisa memperbesar peluang naskah lolos seleksi administrasi.
Artikel yang sesuai:
Bagaimana Cara Membuat Bionarasi Penulis yang Baik untuk Lomba Menulis?
Berikut cara membuat bionarasi penulis untuk lomba menulis yang bisa kamu ikuti:
1. Kenali aturan lomba
Setiap ajang lomba menulis biasanya memiliki peraturan yang berbeda-beda. Maka, memahami aturan lomba merupakan langkah awal yang penting untuk memastikan naskah kamu tidak melanggar aturan yang berakibat gugur pada tahap seleksi administrasi.
Untuk itu, baca dengan cermat dan teliti ketentuan lomba terkait berapa jumlah kata bionarasi dan apakah menggunakan bahasa formal atau santai. Umumnya, bionarasi terdiri dari 50 sampai tidak lebih dari 200 kata.
2. Buat draft kasar
Setelah memahami aturan seputar bionarasi, berikutnya mulai buat draft kasar. Pada tahapan ini, masukkan unsur latar belakang penulis seperti berikut:
- Nama lengkap
- Asal
- Perjalanan singkat di dunia kepenulisan
- Pencapaian atau prestasi yang relevan
- Kontak yang bisa dihubungi
Selain unsur-unsur di atas, penulis juga bisa menambahkan latar belakang pendidikan atau pengalaman yang berkesan di dunia kepenulisan.
3. Gunakan sudut pandang orang ketiga
Dalam membuat bionarasi, pastikan menggunakan sudut pandang orang ketiga. Yakni menggunakan kata ganti “dia” atau “ia” untuk menyebut diri penulis. Hal ini bertujuan supaya penulis tidak terlihat sombong saat menceritakan pencapaian dirinya. Pencapaian penulis perlu dicantumkan untuk meningkatkan kredibilitasnya di mata juri lomba.
4. Tulis dengan singkat dan padat
Cara membuat bionarasi penulis untuk lomba menulis selanjutnya ialah menulis secara singkat dan padat. Hindari bertele-tele dan mencantumkan informasi kurang penting atau di luar unsur-unsur yang sudah disebutkan sebelumnya.
5. Lakukan self editing dan proofreading
Terakhir, jangan lupa lakukan editing dan proofreading bionarasi secara mandiri untuk merapikan penulisan atau tata bahasa yang digunakan. Dengan begitu, bionarasi lebih enak dibaca dan nampak profesional di mata juri karena sudah bebas dari typo maupun kesalahan penulisan lainnya.
Mengapa Bionarasi Itu Penting?
Bionarasi bukan sekadar paragraf pelengkap dalam naskah lomba menulis. Bionarasi yang baik memiliki peran penting berikut bagi penulis:
- Membangun personal branding: Bionarasi membantu membangun nama penulis sehingga peluang kariernya berkembang semakin terbuka luas.
- Membangun relasi: Bionarasi mampu menciptakan hubungan emosional antara penulis dan pembaca. Contact person yang tercantum juga memungkinkan penulis berelasi dengan sesama penulis ataupun pembaca.
- Menambah daya tarik: Pencapaian atau prestasi yang ada di bionarasi bisa menambah daya tarik karya di mata juri.
- Meningkatkan kredibilitas penulis: Latar belakang yang tercantum pada bionarasi membuat juri bisa menilai kredibilitas penulis dalam topik yang dibahas.
- Memperkenalkan penulis: Membantu juri mengenali identitas dan latar belakang penulis.
Bagaimana Contoh Bionarasi Penulis yang Baik untuk Lomba Menulis?

Agar memiliki gambaran lebih jelas tentang bionarasi penulis yang baik untuk lomba menulis, berikut ini contohnya yang bisa kamu simak dan pelajari baik-baik:
Kinara adalah Perempuan kelahiran Bandung, 17 Mei 1997. Dirinya menemukan hobi menulis puisi sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama. Berbagai kompetisi menulis puisi sudah ia ikuti, mulai dari kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Kini, sudah ada lebih dari 30 buku antologi puisi dan 5 buku kumpulan puisinya sendiri yang ia terbitkan. Kamu bisa berkenalan lebih dekat melalui media sosial penulis di @kinarasati atau email kinarasati17@gmail.com.
Apa Saja Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Membuat Bionarasi Penulis?
Melakukan kesalahan dalam menulis bionarasi bisa membuat penulis terkesan kurang profesional. Akibatnya, karya penulis yang sebenarnya bagus bisa tertutupi hanya karena terdapat kesalahan dalam penulisan bionarasi seperti berikut:
| Kesalahan | Dampak | Cara mengatasi |
|---|---|---|
| Terlalu panjang | Menyita waktu juri dan naskah bisa didiskualifikasi | Hapus kata “yang” atau kata-kata tidak penting lainnya hingga bionarasi maksimal terdiri dari 200 kata atau sesuai ketentuan lomba. |
| Tidak jujur | Merusak reputasi penulis dan menghilangkan kepercayaan dari penyelenggara lomba. | Jika memang tidak memiliki prestasi, maka cantumkan apa adanya. Juri butuh kenal siapa kamu, bukan seberapa banyak prestasimu. |
| Mencantumkan informasi kurang penting (curhatan atau sesuatu yang berlebihan). | Mengurangi profesionalitas penulis dan karyanya. | Hapus unsur-unsur yang tidak wajib ada dalam bionarasi. |
| Tidak menyertakan contact person | Juri atau pembaca sulit menghubungi penulis untuk suatu keperluan. | Baca ulang bionarasi sebelum naskah dikirimkan. |
| Banyak melakukan kesalahan penulisan (typo, singkatan, bahasa terlalu santai) | Menurunkan profesionalitas karya dan penulisnya | Lakukan self editing dan proofreading dengan cermat |
FAQ Seputar Cara Membuat Bionarasi Penulis untuk Lomba Menulis
Berikut ini daftar pertanyaan yang sering diajukan oleh penulis, khususnya penulis pemula terkait bionarasi untuk lomba menulis:
1. Berapa panjang ideal bionarasi?
Idealnya, panjang bionarasi tidak lebih dari 200 kata. Untuk lomba menulis, sesuaikan dengan ketentuan dari masing-masing penyelenggara lomba karena biasanya berbeda-beda.
2. Apakah bionarasi dan biodata itu sama?
Bionarasi dan biodata itu berbeda, terutama dari segi penyajiannya. Biodata disajikan dalam bentuk poin-poin, sedangkan bionarasi dalam bentuk paragraf atau narasi.
3. Apakah harus menggunakan bahasa formal untuk membuat bionarasi?
Tidak harus. Sesuaikan dengan jenis lomba menulis yang kamu ikuti. Untuk lomba menulis nasional, dari instansi pemerintahan atau kampus, gunakan bahasa formal. Sementara untuk lomba menulis yang diadakan oleh komunitas atau media, boleh menggunakan bahasa semi formal.
4. Apakah tidak apa-apa jika mencantumkan tidak pernah memenangkan lomba menulis sebelumnya di bionarasi?
Tentu tidak apa-apa. Ini justru lebih baik daripada mengada-ada atau berbohong hanya demi terlihat hebat di mata juri atau pembaca. Dalam lomba menulis, juri perlu mengetahui siapa kamu, bukan seberapa banyak prestasi yang pernah kamu raih.
Nah, demikian cara membuat bionarasi penulis untuk lomba menulis yang perlu dipahami pemula atau yang baru pertama kali hendak mengikuti lomba menulis cerpen, puisi, quotes, esai, atau karya tulis lainnya.
Meski hanya berupa satu paragraf di akhir naskah, kehadiran bionarasi ini penting tidak hanya sebagai bentuk perkenalan diri penulis kepada juri. Melainkan juga ikut andil dalam meningkatkan kredibilitas penulis, membangun personal branding dan relasi, serta menambah daya tarik karya di mata juri maupun pembaca.





